The Great Oishi Zu

The Great Oishi Zu
Serangan Dari Sosok Asing 2


__ADS_3

Yuan Gang tampak khawatir dengan kondisi teman sekelas Feng Wuxie. Semua orang tampak tegang saat memeriksa nya. Beberapa jarum akupuntur seperti tidak menunjukkan tanda-tanda keracunan, apa ini sudah takdir anak itu?


"Dia sedang dijemput oleh malaikat." Ucap Val tiba-tiba.


Semua orang terdiam, menyadari bahwa mereka tidak bisa melawan kehendak Tuhan. Feng Wuxie menatap temannya berkaca-kaca. Dia sangat tidak berguna tapi kematian tidak bisa dilawan.


"Maafkan kami kawan, kamu sudah berusaha semampu kami pada akhirnya kami tidak bisa menolong mu."Ucap Feng Wuxie.


Semua orang menahan tangis, begitu menderita nya teman mereka dan mereka hanya bisa menatap nya yang sekarat.


"Kami semua akan memaafkan kesalahan mu."


"Apa yang sedang kalian pikirkan? Dia tidak mati! Dia masih hidup! Kalian harus menyelamatkan nya." Raung seorang anak laki-laki.


Dia menangis menyeruak ditengah kerumunan mendekati sahabat nya."Katakan kau tidak akan mati kan? Katakanlah kau tidak akan pergi!"


"Menyedihkan."Bisik Val dengan wajah murung.


"Ayo Rey kita pergi."


Zhu Rey mengikuti Val dari belakang, tampaknya suasana gadis itu sedang buruk.


"Val apa kau baik-baik saja?"


"Um, Rey ayo pergi dari sini aku tidak ingin menunda-nunda lagi, tidak ada waktu untuk bermain-main bersama mereka." Kata Val dingin.


Val baru menyadari nya selama ini dia hanya bermain menjadi anak kecil yang kekanakan. Dia ingin mencari Zhu Long tapi tak ada usaha apapun untuk menemukan saudaranya. Mendengar gaya bicara Val yang berubah itu membuat Zhu Rey menatap Val serius.


Gadis kecil itu tidak ingin bermain seperti anak kecil lagi."Jadi kita akan pergi kemana?"


Dengan tangan mungilnya Val merogoh saku bajunya, mengambil sebuah gelang yang pernah dipakai Feng Wuxie.


"Kita akan pergi kesini, lembah hujan daerah ini tempat yang cocok untuk menunggu semua orang selesai melakukan misi mereka dan gerbang keluar dimensi Kunlun terbuka disini." Val menunjuk sebuah titik hitam dari layar hologram.


"Tempatnya lumayan jauh."Zhu mengelus dagunya.


"Kita akan mengumpulkan banyak material dari tempat yang kita lewati." Kata Val serius.


"Apa kau ingin membangunkan sayap Phoenix mu ditempat tujuan kita? Dari buku yang ku baca, ada banyak spirit beast yang berevolusi ditempat itu."


Kesempatan emas datang pada Val! Dia tidak akan melepaskan hal itu menjadi kuat adalah mimpinya.


"Umm! Aku mau."Angguk Val.


Mereka berdua berhenti berjalan saat sudah jauh dari jangkauan zona aman, Zhu Rey berjongkok didepan Val tanpa ragu gadis itu langsung menempel dipunggung Val bak koala.


"Kalau begitu kita akan pergi kepadang rumput lebih cepat dari mereka, itu adalah salah satu rute tercepat."Kata Val bersemangat.


"Aku akan menuruti permintaan mu."


Perlahan tubuh Zhu Rey melayang diudara kemudian terbang dengan kecepatan penuh menuju padang rumput. Udara malam sangat dingin membuat Val menggertakkan giginya keras.


Mendadak tubuhnya terasa hangat, Val memeluk erat Zhu Rey dia menyandarkan kepalanya dipunggung pemuda itu. Tatapan matanya tampak tidak seperti biasanya.


"Rey, kenapa manusia begitu serakah akan hidup mereka?"


"...."


"Mereka akan serakah karena tak ingin meninggalkan apa yang mereka miliki saat ini, entah sebuah hubungan, perasaan, kekeluargaan,harta, kekuasaan pada akhirnya semua itu tak berguna." Jawab Zhu Rey setelah terdiam saat Val menanyakan nya.


"Kau benar, aku juga sangat serakah tidak mau mati demi balas dendam, tapi tanpa ku sadari aku sedang menginginkan hal tak berguna itu."


"Kau berkata seperti itu karena kau juga setengah manusia, tapi Val bagi para spirit beast kami juga terkadang menginginkan hal tak berguna itu."


Ah, Val memahami nya makhluk hidup yang memiliki akal itu pada akhirnya memiliki rasa seperti itu.


"Eh?" Val terdegun saat angin kencang mengenai nya.


Ini tidak wajar, malam ini sangat tenang langit juga tidak gelap. Tidak ada tanda-tanda bahwa hujan besar akan turun.


"Berpeganglah yang erat, entah dari mana Griffin itu muncul." Ucap Zhu Rey membuat Val memeluk lehernya erat.


"Aku baru menyadarinya."


"Hahaha, tentu saja kau baru menyadari nya mereka pandai menyembunyikan hawa keberadaan mereka." Kata Zhu Rey seraya menghindari serangan Griffin.


Val menoleh kebelakang dia menyadari ada hal aneh, gadis itu melihat sosok hitam yang tengah mengendalikan Griffin dipunggung spirit beast itu.

__ADS_1


"Rey ini berbahaya mereka bukan Griffin liar tapi binatang kontrak."


"Aku tau, karena itu lebih baik menyelesaikan mereka dibawah jika bertarung diudara sambil menggendong mu itu menyusahkan."


"Kalau begitu lepaskan saja aku, aku akan membantu mu dari bawah."


"Kau bisa mendarat sendiri dengan aman?"


"Iya." Angguk Val percaya diri.


Tanpa aba-aba Zhu Rey melepaskan pegangannya pada Val, gadis itu langsung terjatuh kebawah dengan wajah takut.


"Ini ide buruk." Keluh Val dengan wajah muram.


Val mendarat dengan selamat,jika dia manusia biasa mungkin sudah sekarat. Gadis itu mendongak keatas menatap Zhu Rey yang tengah menangani seekor Griffin.


Tanpa diduga pengendali spirit beast itu melompat turun, lalu menyerang Val membuat Val merasa sebal. Kenapa dia yang berurusan dengan manusia?


"Ya ampun, saya tidak pernah menduga akan bertarung dengan anda."


Sosok didepannya bersuara, membuat Val mengerut kening. Dia tidak mengenal sosok itu baik dari suara dan postur tubuhnya.


"Anda sangat lincah dan tangkas."Sosok berjubah hitam itu mengeluarkan pedang.


Kemudian menyerang Val menggunakan pedangnya, membuat gadis itu kelabakan karena tidak memiliki senjata.


"Siapa kau?"


Val memadatkan udara dan membentuk nya menjadi sebilah pedang, gadis itu meloncat keatas saat pedang musuhnya itu hendak mengenai kedua lututnya.


Dengan cepat Val menyerangnya saat sosok itu berada dibawahnya. Lawannya tak seimbang dengan nya. Bahkan mampu menangkis serangan Val yang cepat.


"Ah anda tidak perlu tau siapa saya, nanti akan ada waktunya anda tau."


"Dan yang terpenting anda kalah dari saya karena saya tau kelemahan Anda."


Sosok itu sangat menjengkelkan! Val mengayunkan tangan nya, beberapa bilah pedang angin muncul dari segala arah. Siap menusuk sosok itu kapanpun.


"Nona anda tidak berbelas kasih lagi pada saya."nada suara sosok itu terdengar sedih.


"Padahal saya kira Anda sangat lemah lembut dan baik hati."


"Wah kau sangat mengenal ku tapi sayang, malam ini aku sedang tidak baik hati dan lemah lembut." Val mengayunkan tangan nya kearah sosok itu.


"Anda kejam sekali!" Sosok itu langsung menangkis beberapa bilah pedang yang menyerang nya.


"Eh? Anda pergi kemana Nona?"


Bugk...


"Ugh... Apa-apaan ini? Anda suka sekali bermain."


Dia tak menyangka anak kecil itu menendang ************ nya, bahkan menghilang dari pandangan matanya dalam sekejap mata. Rasanya mati rasa semoga saja masa depannya tidak suram.


"Wah... Ku kira siapa ternyata orang gil* yang mengaku mengenalku." Val membuka tudung sosok itu.


Saat sosok didepannya berjongkok menahan nyeri."Kau bukan dari dunia ini kan?"


Suara tumbukan terdengar kencang saat Griffin menghantam tanah. Zhu Rey menatap sosok yang tak asing itu dengan waspada.


"Umm? Tanduk?" Val memegang kedua tanduk yang mirip dengan kambing.


"Kau spirit beast kambing?"


"Puff... Hahaha." Zhu Rey tertawa keras.


Val benar-benar bodoh sosok didepannya adalah iblis, iblis dari tingkatan rendah.


"Kenapa kau tertawa!" Seru Val dengan wajah merah padam.


"Nona saya adalah iblis yang menjadi pelayan anda kali ini." Ucap iblis didepan Val sedih."Bagaimana mungkin anda mengira saya seekor kambing?"


"Pelayan... Val apa kau punya kenalan dari bangsa iblis?" Tanya Zhu Rey bingung.


Gadis yang dia tanya juga menatapnya dengan wajah bingung,"Tidak, seperti nya dia mencoba membohongi kita."


"Tidak, saya tidak berbohong Baginda menyuruh saya menjaga anda dan melayani anda Nona."

__ADS_1


Zhu Rey merasa aneh, apa benar Raja iblis mengirim bawahan rendah untuk Val? Tapi setahu Zhu Rey Val tidak memiliki hubungan dengan Raja iblis. Kecuali dengan penguasa kegelapan, mereka pernah bertemu hanya sekali.


"Val kita tidak boleh percaya dengannya." Zhu Rey meraih tangan kanan Val dan menggenggam nya.


"Tu-tunggu sebentar Nona saya memiliki bukti," Iblis itu merogoh saku dibalik jubahnya.


Lalu memberikan gulungan kertas pada Val, tanpa ragu Val meraihnya dan membukanya. Tubuhnya gemetaran, tatapan matanya terlihat tak percaya seperti sedang melihat sesuatu yang tak seharusnya dia lihat.


"Val kau baik-baik saja?" Zhu Rey mengintip isi gulungan itu.


Tapi Val menolak untuk memperlihatkan nya pada Zhu Rey. Dia menatap iblis didepan nya banyak pertanyaan yang ingin Val tanyakan.


"Apa kau tau siapa nama Papa ku?"


"Maksud Nona ayah anda? Tentu saja saya tau nama Baginda."


"Tunggu Val bukankah ayah mu Alyosh?" Tanya Zhu Rey bingung.


Melihat Zhu Rey dilanda kebingungan Val hanya tersenyum tipis."Ada hal yang tak boleh kamu tau."


"Nama Baginda adalah......"Iblis itu mendadak terdiam mulutnya terkunci rapat.


"Kau kenapa? Aku penasaran jangan membuat ku kesal." Ketus Zhu Rey.


"Maaf kan saya, saya tidak bisa memberitahu nama Baginda saat ada orang lain selain Nona."


"Tidak apa-apa, jadi perkenalkan dirimu sekarang." Perintah Val.


"Saya Bao Tran."


Val mengangguk lalu berbisik pada Zhu Rey, pemuda itu mengangguk dengan ekspresi tak biasa.


"Nama mu sangat unik,"Val tersenyum lembut.


Jarinya menyentuh tanduk Bao Tran dengan hati-hati lalu menggenggamnya erat, tanpa Bao Tran duga Val menarik kedua tanduknya dan melempar tubuhnya keras. Kemudian menabrak pohon dibelakang Bao Tran membuat iblis itu terluka cukup parah.


"No-nona apa yang anda lakukan?"


Tak...


Kaki Val menginjak bahu Bao Tran cukup keras."Siapa yang kau panggil NONA?iblis rendahan seperti mu mau mencoba menipu ku?"


"Jangan basa basi lagi."Kata Zhu Rey marah tangannya menusuk jantung Bao Tran.


Iblis itu melotot tak percaya, padahal sedikit lagi dia bisa mengelabui kedua anak kembar itu.


"Wah kau bisa hidup tanpa jantung!" Zhu Rey terkejut saat menarik jantung Bao Tran hingga organ tubuh itu terlepas dari tempat nya.


"Ugh..uhuk si-sialan binatang rendahan seperti mu berani mencuri benih ku."


"Aku tidak memaafkan mu karena berani melukis sosok itu, aku tidak akan membiarkan mu hidup karena sudah mengintip isi kepala ku." Val menatap Bao Tran murka.


Gadis itu menjerat leher Bao Tran dengan jaring spiritual kencang, kemudian menarik dari kedua sisi hingga kepala Bao Tran putus.


"Merepotkan, aku tidak menyangka dia iblis dengan kekuatan mengerikan itu untung saja dia lemah."


Zhu Rey tak percaya Val yang merasa ketakutan saat membunuh manusia, terlihat berbeda saat ini.


"Apa ini sifat asli mu?"


Alis Val menaik, dia hanya tersenyum misterius."Iya, aku yang sekarang adalah asli, yang kemarin hanyalah topeng kanak-kanak."


"Huh? Hahaha dasar aku tertipu oleh mu."Zhu Rey tak menyangka Val bisa menipunya.


"Ayo kita pergi dari sini, aku harap kamu tidak menanyakan tentang apapun yang ingin kau tanyakan Rey."


"Manusia bodoh, aku bukan tipe orang yang penasaran dengan masa lalu seseorang."Dengan gemas Zhu Rey mengacak-acak rambut Val.


Ah rasanya mereka berdua seperti kembali pada masa sebelum semua hal malang terjadi, Val dan Zhu Rey memutuskan kembali menempuh perjalanan.


"Val, kalau kau berhasil bertemu dengan kedua pasangan Zhu apa kau akan mencampakkan ku?" Tanya Zhu Rey tiba-tiba.


Gadis yang dia gendong mendekatkan bibirnya didekat telinga Zhu Rey. Kemudian berbisik pelan seakan-akan dia tidak ingin semua orang tahu.


"Tidak, kau milik ku untuk apa aku mencampakkan mu?"


Wajah Zhu Rey merah padam dia tak menyangka Val akan menjawab seperti itu. Entah kenapa dia merasa lega saat Val bilang tidak akan mencampakkan nya, dia menyadari satu hal saat ini yang dia punya hanya Val tidak ada hal lain lagi.

__ADS_1


__ADS_2