The Great Oishi Zu

The Great Oishi Zu
Benih Iblis Dalam Kerang


__ADS_3

Val membanting tubuh Zhu Rey meski pada akhirnya dia dibanting juga, gadis itu belum menyadari sekelilingnya berubah.


"Rey gila! Kalau mau mati jangan ajak Val sana mati sendiri saja!" Teriak Val kesal.


"Apa kau bisa diam Val?" Zhu Rey mengeluarkan aura intimidasi nya.


Val berjalan mundur saat merasakan tekanan dari Zhu Rey. Pemuda didepannya membelai rambutnya dan menatap sekeliling, benar saja dugaannya ada sesuatu di balik rawa.


"Rawa itu hanya ilusi."


"Ya?" Val memiringkan kepalanya."Itu sebabnya Rey membawa Val ke dalam rawa."


"Iya." Zhu Rey mengangguk.


Dengan canggung Zhu Rey mengaitkan tangannya pada Val. Sedangkan Val tampak tak nyaman padahal tadi Zhu Rey terlihat marah padanya. Tapi Val memutuskan untuk diam dan mengikuti keinginan Zhu Rey untuk menjelajahi gua asing yang saat ini mereka tempati.


Sesekali Val menatap langit-langit yang memiliki bebatuan runcing dengan tetesan air, dia bertanya-tanya siapa yang membuat jalan masuk gua yang tertutup dengan rawa. Ilusi yang sangat bagus, tapi apa benih iblis yang dikatakan Zhu Rey juga ada disini?


"Lihatlah ada sesuatu disana Rey." Val menunjuk kerang raksasa yang separuh ya terkubur di langit-langit.


Zhu Rey mendongak menatap mulut kerang yang berada tepat diatasnya. Matanya terbelalak itu bukan kerang raksasa biasa. Tapi itu adalah mayat kerang dari dunia iblis! Kenapa ada digua seperti ini?


"Val penasaran dengan isinya, Rey tidak keberatan bukan jika Val menghancurkan langit-langit gua ini?"


"Hancurkan saja jika kau bisa, lagi pula gue ini dilapisi formasi pelindung dan tidak akan bisa dihancurkan dindingnya."


Melihat Val bersiap-siap mengeluarkan bilah angin, Zhu Rey segera mundur menjauh dari Val. Menyaksikan gadis kecil itu mengayunkan tangannya keatas. Beberapa bilah angin muncul dan menghantam langit-langit gua.


Val menyeringai lebar saat melihat tak ada goresan yang dihasilkan nya, dia melemparkan bola api yang besar Namun, hasilnya tetap sama. Gadis itu menggunakan berbagai cara untuk menghancurkan langit-langit.


Tampak nya dinding digua ini bukan dinding biasa yang dipasangi formasi pelindung. Val akan sia-sia jika menyerangnya lagi.


"Apa kau sudah menyerah Val?" Zhu Rey menahan tawa saat kerja keras Val tidak menghasilkan apapun.


"Jangan tertawa! Val pasti bisa Rey tidak boleh meremehkan Val mengerti?!"Val menggembungkan pipinya kesal.


Dia melepas gelangnya dan mengayunkan nya keatas, mendadak gelang itu berubah bentuk menjadi tiang besar yang megah. Menghancurkan langit-langit.


Zhu Rey ternganga tak percaya dengan yang dilihat nya, sejak kapan Val memiliki benda seperti itu?! Tunggu benih iblisnya tak hancurkan?! Zhu Rey langsung menerjang Val. Gadis itu tampak terkejut dengan yang di lakukan nya dia juga tak menyangka pilar besar itu dapat menghancurkan langit-langit gua.

__ADS_1


"A-apa yang sedang kau lakukan Rey!", Val menjerit saat Zhu Rey menariknya mundur.


Cangkang kerang yang setengah hancur berjatuhan, bersama bebatuan dari atas jika Zhu Rey tidak menarik Val menjauh gadis itu pasti akan tertimbun reruntuhan.


"Kau sangat ceroboh, bagaimana jika kau mati huh?!"


" Aku tidak menyuruh mu untuk mati kau tahu?"


Val membeku saat menatap netra merah milik Zhu Rey pemuda itu sangat marah, keringat didahi yang bercucuran dan detak jantung tak beraturan. Menandakan bahwa dia sangat mengkhawatirkannya Val merasa bersalah dengan itu.


"Maaf... Val membuat Rey khawatir."


"Tidak lupakan, aku hanya khawatir benih iblis itu dihancurkan oleh mu."Zhu Rey membuang muka dia tidak ingin bertatapan dengan Val.


Pemuda itu langsung mendekati reruntuhan dan mengais-ngais bebatuan yang bisa dia angkat. Semoga saja benih iblis itu tidak hancur benih itu bisa meningkatkan kultivasi nya jika diolah dengan benar.


"Hufff..."Zhu Rey menghela nafas lega saat meliha benih berbentuk bulat sempurna bak mutiara berharga.


"Apa didalamnya ada seorang bayi?" Tanya Val sambil mendekatkan telinganya ke benih yang Zhu Rey pegang.


Melihat tingkah Val membuat Zhu Rey semakin yakin tingkat kebodohan Val masih belum mengurang drastis. Zhu Rey mendorong pelan kepala Val agar menjauh dari benda berharganya.


"Ugh dasar pelit, Val yang menghancurkan nya tapi Rey yang mendapat nya."


Dengan kesal Val berjalan kearah yang ditujunya sejak awal sambil menghentakkan kakinya, beberapa kali dari belakang gadis itu memang terlihat lucu. Zhu Rey mengakui itu Val tidak akan bisa tergantikan dengan yang lain.


"Kau mau kemana Val? Aku mau kembali."Kata Zhu Rey keras.


Gadis kecil itu mengabaikan dirinya! Bahkan tak menoleh sama sekali. Membuat Zhu Rey mau tak mau harus menyusul Val sekarang.


Zhu Rey menatap Val dengan heran, gadis itu terlihat tengah mematung saat berhenti berjalan. Kemudian berbalik menatap Zhu Rey dengan tatapan senang.


"Ka-kau kenapa?"tanya tanya Zhu Rey terbata-bata.


Pemuda itu terdegun saat menyadari didepan mereka terdapat puluhan kerang yang tertancap. Puluhan kerang itu terlihat masih hidup membuat Val bersemangat, mungkin dia bisa memakan semua kerang itu dengan berbagai cara masak yang spesial.


"Val akan memanen semua kerang ini!" Val menjerit kegirangan.


Dia mengubah bentuk gelangnya menjadi pilar lagi, dan anehnya Val bisa mengangkat pilar itu seperti sedang mengayunkan tongkat bambu yang ringan.

__ADS_1


"Tu-tunggu Val..." Zhu Rey mencoba menghentikan Val tapi dirinya telat.


Val terlanjur menghancurkan dinding gua, membuatnya segera berada di samping gadis kecil itu dan memasang pelindung. Siapa tau reruntuhan batu itu mengenai Val.


"Sampai kapan kau akan terus menghancurkan semua ini?"


"Ya? Tentu saja sampai tidak ada kerang satu pun!"


Ahhh, Zhu Rey merasa tekanan darahnya meningkat. Kenapa tuhan memberikan nya seorang manusia sebodoh Val? Gadis itu terkadang gila tidak memedulikan keselamatan dirinya sendiri.


"Ini sudah banyak ruang penyimpanan kita tidak akan cukup." Ketus Zhu Rey seraya menahan tangan Val yang hendak mengayunkan tongkatnya lagi.


"Tidak bisakah kita memasukkan nya satu buah lagi? Masih tersisa satu." Val menatap Zhu Rey dengan tatapan anak kucing.


Membuat Zhu Rey jengah, Val harus membuat Zhu Rey menuruti keinginan nya. Sangat disayangkan jika membiarkan satu kerang digua ini.


"Tidak."Tolak Zhu Rey tegas.


"Kita akan kembali, sebelum Feng Wuxie menyadari kita tidak ada disana."Tanpa menunggu Val menjawab pemuda itu langsung menyeret Val kembali ketempat pertama kali mereka datang.


"Val sangat berharap bisa pergi dari orang-orang sekte Hua San."Ucap Val mendadak.


Mendengar hal itu Zhu Rey tertawa geli."Kalau begitu harusnya kau menolak datang kesini!"


"Tapi Val kira disini ada kak Long tapi ternyata Val tidak merasakan aura nya sama sekali."


Zhu Rey menghela nafas berat."Lupakan tentang Zhu Long, sekarang nikmati saja apa yang sedang kita jalani Zhu Long juga pasti sedang mencari mu."


Val terdiam, dia membiarkan Zhu Rey terus menyeretnya bahkan sampai dirinya keluar dari rawa. Val merasa sesuatu menggerogoti hati nya hingga terasa sakit. Merasa ada hal yang aneh pada Val, Zhu Rey membuat Val duduk dibawah pohon dia berjongkok didepan Val dan menatap wajah Val dengan serius.


"Bersabarlah Val, tidak mudah untuk pergi ke benua Canglan atau menemukan kakak mu sementara disisi lain kau belum menjadi kuat."


"Lalu dimata manusia anak berusia 5 tahun itu sangat aneh kalau melihat kita melakukan perjalanan,bagaimana jika mereka tahu identitas kita? apa kau mau diburu? dan hidup dalam pelarian?"


Val menggigit bibir bawahnya Zhu Rey memang menyebalkan, tapi apa yang dikatakan pemuda itu benar."Val akan bersabar tapi Rey tau bukan ini bukanlah hal mudah."


"Iya, jadi aku harap kau tidak kekanakan dan mengerti akan keadaan mu sendiri."Zhu Rey bangkit berdiri.


Pemuda itu mengulurkan tangannya, tanpa ragu Val menyambut nya dan ikut berdiri. Val merasakan hal baru kali ini sikap pemuda didepannya terlihat sangat dewasa. Padahal Val lebih dulu lahir sementara Zhu Rey waktu itu masih berupa telur.

__ADS_1


Val malu untuk mengakui hal itu dia segera mengajak Zhu Rey pergi.Kali ini Val tidak boleh melakukan hal tak berguna, dan meratapi nasib buruk nya. Val tidak kan mengasihani diri nya sendiri.


__ADS_2