The Great Oishi Zu

The Great Oishi Zu
Jalan Yang Berbeda


__ADS_3

Suasana pagi itu agak tegang bagi Val, dia merasa merinding karena terus di tatapi oleh Kaisar Zu tanpa jeda sedikit pun. Makanan di mulut nya juga terasa sulit untuk ditelan.


"Kau serius tidak bisa melihat Zen?"tanya Kaisar Zu dia agak penasaran kenapa gadis kecil itu mudah beradaptasi.


Kaisar Zu berpikir Val bisa berjalan tanpa menabrak atau terjatuh. Dia menurunkan Val saat sampai di gazebo dan tidak menaruh Val diatas Kursi. Tapi gadis kecil itu mampu menduduki kursinya dengan meraba tidak seperti anak kecil yang buta pada umumnya.


"Val tidak bisa melihat."jawab Val tegas setelah berusaha menelan makanannya.


Saat memasukkan lagi kue bertekstur lengket dengan isi kacang merah dan mengunyahnya, Val merasa sebuah jari menekan-nekan pipinya. Tanpa ragu Val langsung menggigit jari itu setelah menelan kuenya.


Dahi Kaisar Zu mengernyit, mahluk kecil didepannya sangat berani menggigit jarinya.


"Bukan makanan."


Val melepaskan gigitannya, dia merasa bersalah pada pria tua didepannya. Val bersiap-siap untuk dimarahi Namun, diluar dugaan Kaisar Zu tidak marah. Melainkan hanya menyentil jidat Val.


"Kau sangat rakus, bagaimana bisa Zen memiliki cucu seperti mu?"


"Val tidak rakus! Kakek saja yang mendekat kan jari tanpa makanan."kilah Val cepat.


Ujung bibir Kaisar Zu terangkat, dia sangat gemas saat melihat pipi Val menggembung. Bagaimana jika dia menusuk pipi itu dengan sumpit sekarang? Apa pipi itu akan meletus?


"Yah maafkan Zen."


...


Zhu Rey menatap Val tajam, dia ingin meminta penjelasan dari Val. Val yang tanggap dengan sikap Zhu Rey langsung menjelaskan. Kenapa dia bisa membuat Kaisar Zhu mengenal Val.


"Jadi maksud nya kau bertemu dengannya secara tidak sengaja dan menyangka kau anak dari salah satu selirnya?"


Val mengangguk menyetujui ucapan Zhu Rey, pemuda itu hanya memperlihatkan wajah masamnya. Val beringsut mendekati Zhu Rey dan berusaha untuk menghibur pemuda itu.

__ADS_1


"Lupakan, karena kau sudah menarik perhatian nya aku tidak mengizinkan kau ikut dengan ku untuk bertemu dengan Ketua Klan Spirit Elite."kata Zhu Rey membuat Val terperangah.


"Itu curang! Rey tidak boleh meninggalkan Val sendirian lagi."dengan cekatan Val menjambak rambut Zhu Rey.


"Awh, lepaskan Val! Mau kau merengek pun aku tidak akan mengajak mu."Zhu Rey berusaha melepaskan tangan Val yang memegang rambut nya erat.


Tenaga Val tidak main-main, bisa saja Zhu Rey akan mengalami kebotakan dini akibat ulah Val.


"Tidak mau, Rey harus membawa Val pergi juga."


"Jika kau pergi yang ada kau tersesat ke dimensi lain, manusia yang belum mencapai tahap Lord Venus akhir hanya berujung kematian."seru Zhu Rey kesal.


Gerakan Val terhenti, gadis itu teringat sesuatu tentang level tahapan kekuatan nya.


"Tapikan Val memiliki darah spirit beast."protes Val saat mengingat hal itu.


"Tidak Val, spirit beast yang memiliki gen DNA manusia tidak bisa mengendalikan portal untuk masuk ke dimensi yang dituju, yang ada kau akan masuk ke dimensi dunia iblis."


"Ada kalau kau berhasil menjadi mahkluk immortal yang sudah berada di tahap akhir."ucap Zhu Rey serius.


"Itu mustahil, rasanya setahu Val tidak ada manusia yang berhasil memasuki kedalam tahap akhir ataupun tahap awal lord."


"Itu karena generasi saat ini sangat malas, tidak seperti 10 tahun yang lalu."


"Para legenda itu menghilang, seakan generasi baru harus muncul untuk mengakhiri generasi lama."tutur Zhu Rey, dia sudah membaca buku tentang itu.


"Sudahlah, jangan marah Val lagi pula saat kau mengakhiri masa belajar di sekte Hua San, aku akan datang menjemput mu."


Val tidak menanggapi ucapan Zhu Rey, gadis itu memilih pergi meninggalkan nya. Dimata Val saat ini Zhu Rey tengah berbohong. Val tau Zhu Rey pasti akan sangat lama berada di dimensi yang ditujunya. Jika Zhu Rey tidak bisa menemani nya untuk pergi ke benua lain. Tidak masalah, Val bisa pergi sendiri karena gadis itu tau bahwa tidak selamanya dia akan tetap bersama dengan seseorang.


Melihat Val yang pergi meninggalkan nya, Zhu Rey hanya bisa diam. Dia tidak akan menahan gadis itu, jika iya maka yang ada hanya penyesalan. Dia tidak ingin Val terluka, lagi pula Zhu Rey tidak bisa memperlihatkan sosok menyedihkan nya. Apa lagi saat dia bertemu dengan ayahnya, saat itu Val akan melihat ketidakberdayaan dirinya.

__ADS_1


Kebimbangan dan rasa untuk saling percaya seakan memudar, mereka berdua saling menjaga jarak.Masa depan yang dihadapi keduanya tidak lah sama.Val memiliki tujuan hidupnya sendiri, begitu juga Zhu Rey. Jika jalan yang mereka tempuh berhenti ditempat bercabang. Mau tidak mau mereka harus berpisah.


"Anda sudah siap?"


Ang Bei dan Dun Ming muncul disudut ruangan, mereka sedari awal menyaksikan percakapan Val dan Zhu Rey. Dan menyembunyikan hawa keberadaan mereka berdua dari Val.


"Aku sudah siap sejak kemarin."jawab Zhu Rey."Lagi pula kalian juga sudah banyak mencicipi makanan manusia kan?"


Dun Ming tertawa dia ketahuan oleh Zhu Rey karena memakan kudapan di dapur istana, secara diam-diam.Sementara wajah Ang Bei terlihat memerah.


"Lupakan itu, saya akan membuka pintu dimensi nya."


Dari balik dinding kamar, jari jemari Val terkepal erat. Dia tidak benar-benar pergi, dia berpikir Zhu Rey akan mengejarnya. Tapi nyatanya pemuda itu justru akan pergi sekarang. Rasa sakit tertoreh pada hati Val, perasaan nya kini tercampur aduk tidak bisa di deskripsikan oleh dirinya sendiri.


"Sebenernya, apa yang sedang ku rasakan saat ini?"tanya Val pada dirinya sendiri.


"Perasaan ku kacau, aku ingin mengamuk, aku ingin menjerit, aku ingin menghentikan Zhu Rey agar dia tidak pergi."Val meremas roknya erat.


Gadis itu memutuskan untuk masuk kedalam kamar Zhu Rey, seperti nya Val terlambat untuk mengucapkan perpisahan. Zhu Rey sudah tidak ada di tempat,yang tersisa hanyalah kerlipan sisa-sisa dari pintu dimensi.


Val tak bisa menahan tangisnya, dia menangis.Saat ini Val merasa dia sendirian, dia merasa Zhu Rey akan meninggalkan nya dalam waktu lama. Sama seperti ibu dan ayah angkatnya Zhu Yan dan Alyosh. Sekarang kemana Val akan bersandar? Tempatnya untuk bersandar saja tidak ada.Dan siapa yang akan menceramahi dirinya? Siapa yang akan memarahi Val lagi selain Zhu Rey? Siapa yang akan berlari kearah Val saat Val dalam bahaya?


Bahu Val terguncang dia menahan keras agar suara tangisannya tak terdengar, Val merasa dia ditakdirkan memang untuk hidup sendirian. Gadis itu berlari keluar dari kamar Zhu Rey, dia tidak ingin berlama-lama disana. Karena perasaan nya tidak bisa dikendalikan jika dia tetap berada disana.


Dugh...


Val merasa menabrak seseorang, gadis itu refleks menahan dirinya agar tidak jatuh kebelakang. Suara familiar terdengar akrab ditelinga nya.


"Val ada apa dengan mu?"Chu Zu mengangkat tubuh Val dan memeluk nya.


Chu Zu sangat terkejut saat ditabrak oleh Val, belum lagi putri angkatnya itu menangis. Dengan lembut Chu Zu menepuk punggung Val sambil menggendong nya. Mencoba menenangkan Val, dia tidak akan bertanya mengapa Val menangis. Sebab Val harus merasa tenang dan nyaman, agar bisa mengutarakan isi hatinya dengan mudah.

__ADS_1


__ADS_2