
Pagi-pagi buta murid-murid kelas pemula dikumpulkan, Val bergegas menuju kelas bersama Zhu Rey yang sibuk membetulkan pakaian kusut nya.
Baru saja sampai kedua anak kembar itu mendengar suara keras, beberapa benda terbanting bahkan terlempar kearah mereka berdua.
Hong Li dengan cekatan menghalangi serangan tak terduga itu. Semua orang tersentak kaget karena kehadiran mereka yang mendadak.
Untung lah Hong Li peka dengan aura kedua anak kembar itu,"Kalian berani datang terlambat?!"
Ning Lian berjalan cepat kearah Hong Li, Zhu Val dan Zhu Rey. Dia menarik Hong Li agar menyingkir kemudian mengangkat tangannya tinggi-tinggi dan terayun kearah Val.
Plak.... Plak...
"Guru apa yang kau lakukan!" Seru Xiu Xin.
"Aku tidak memberi ampun meski pun kalian bukan dari bagian Hua San." Ketus Ning Lian kesal."Dengar! Jika kalian tidak ikut serta perlombaan bulan depan aku tidak segan untuk memberikan hukuman yang lebih dari ini."
"Aku tidak mau mendengar kalian kalah lagi!"
Setelah berkata seperti itu Ning Lian meninggalkan kelas dengan wajah merah padam. Hong Li bergegas mendekati kedua anak kembar itu.
Cun Myung, Chang Yi, Yuan Gang serta Xiu Xin bangkit dari tempat duduk masing-masing. Mereka serentak bergerak kearah Val dan Zhu Rey.
"Kalian baik-baik saja?" Tanya Hong Li cemas.
Melihat pipi Zhu Rey yang kemerahan Yuan Gang mengusap kepala Zhu Rey. Sementara Chang Yi dan yang lainnya masih menunggu jawaban dari Val dan Zhu Rey.
"Aku baik-baik saja." Zhu Rey menjawab dengan nada dingin.
"Kami benar-benar khawatir." Xiu Xin memeluk erat Zhu Rey.
Val masih menunduk kan wajahnya, bahunya tergetar baru kali ini dia mendapatkan tamparan tak beralasan. Ibunya saja tak pernah menamparnya bahkan sang ayah pun hanya mengelus kepalanya jika Val melakukan kesalahan.
"Val? Apa kau..."
"Hwaaaa....."
Val menangis keras kali ini dia tak menahan nya dia marah, pipi tak bersalah miliknya dipukul keras.
"Ya ampun anak baik jangan menangis tidak apa-apa kau sekarang baik-baik saja." Hong Li mencoba menenangkan Val.
"Manusia itu jahat Val tidak suka! Hiks Rey! Val ingin membunuhnya saja!" Sifat kekanak-kanakan Val timbul.
Zhu Rey mematung mendengar hal itu belum juga menjawab, gadis itu berlari keluar mengejar Ning Lian.
"Gawat! Manusia sialan itu membangunkan sifat kekanakan Val." Geram Zhu Rey.
"Ada apa dengan Val? Dia pergi kemana?" Xiu Xin menjadi semakin cemas.
"Zhu Rey kemana saudari mu pergi?" Tanya Cun Myung.
"Dia akan membunuh Guru kalian ayo kejar!" Ucap Zhu Rey gelisah.
Dia berlari menyusul Val sementara teman-teman nya tampak tak percaya dengan ucapan Zhu Rey. Mau tak mau harus mengejar bocah itu meski ada yang ingin mereka tanyakan.
"Val berhenti!" Zhu Rey mengejar cepat.
Dia mendengar dentingan lonceng halus terdengar ditelinga nya. Seharusnya dia yang marah karena diperlakukan tak hormat oleh manusia rendahan. Tapi Val bereaksi lebih dahulu.
Zhu Rey terengah-engah Vla terlalu cepat hingga Zhu Rey tak mampu mengimbangi kecepatan Val. Ini hal tak masuk akal sebelumnya gadis itu sangat sabar bahkan tak mudah marah. Selalu bersikap lema dan manja dihadapan nya sekarang bagaimana bisa berubah?
Di tempat lain Val menyebarkan jaring spiritual miliknya. Dia melompat keatap bangunan tertinggi mencari keberadaan Ning Lian.
"Kenapa wanita itu sangat jahat? Apa salah Val hingga dia memukul Val tanpa alasan?" Ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
"Kak Long bilang jika ada orang yang memukul Val tanpa alasan itu menandakan bahwa orang itu tidak menghormati keluarga Zhu."
Salah satu jaring spiritual milik Val bergetar, Val langsung bergerak mengikuti salah satu jaring nya yang bergerak membentuk gelombang. Sementara itu di tengah kebun seorang pemuda menjatuhkan keranjang nya. Dia mendongak menatap langit yang di penuhi jaring spiritual.
"Bagaimana bisa? Kenapa jaring itu juga ada disini?" Ucapnya kebingungan.
__ADS_1
Dia meninggalkan keranjang yang berisikan sayuran, kemudian meloncat keatas pohon seraya berusaha untuk tak mengenai jaring spiritual itu. Karena penasaran Chen Feng memutuskan untuk mencari pusat dari jaring spiritual itu.
Zhu Rey terus bergerak dia tak menyangka Val akan seceroboh ini bahkan menggunakan banyak jaring spiritual ke seluruh penjuru sekte Hua San. Dia harus menghentikan gadis itu sebelum terjadi sesuatu pada Val.
"Aku akan membunuh manusia itu setelah belajar dengan baik selama 5 tahun." Geram Zhu Rey.
Dia meninggalkan teman-teman nya saat mengendus bau Zhu Val baginya mencari gadis itu tidak sulit.
"Val! Apa kau mendengar ku? Berhenti melakukan hal yang tidak ada artinya!" Zhu Rey berusaha berbicara dengan Val lewat telepati.
"Val? Kau dengar aku tidak?!"
Tak ada jawaban dari gadis yang dipanggilnya membuat Zhu Rey murung. Val saat ini telah berdiri didepan bangunan yang tak asing. Bangunan tempatnya bertemu dengan kepala sekte Hua San, dia sedikit ragu untuk masuk.
Namun, Val sudah memantapkan hatinya dia membuka pintu aula lebar-lebar. Saat pintu terbuka banyak mata yang menghujami tatapan kearah Val. Bagaimana tidak? Para tetua sedang membicarakan pertandingan sekarang ada orang yang tak tahu malu berani mengganggu rapat.
"Anak muda sedang apa kau disini?" Tanya lelaki tua dengan janggut putih.
Ning Lian melotot kaget mengetahui bahwa murid nya datang ke acara rapat. Dia merasa malu dengan kehadiran Val langsung berdiri dan membungkuk badannya ke semua tetua sekte dan ketua sekte.
"Saya minta maaf atas ketidaksopanan murid saya."
"Ternyata murid mu membuat ulah lagi, aku maklumi itu." Ucap salah satu tetua dengan nada mengejek.
Ning Lian menggertak kan gigi saat mendengar nya, dia tak suka dengan tetua sekte Hua San menurutnya mereka terlalu suka menekan dirinya yang merupakan tetua paling muda di sekte.
"Manusia!" Teriak Val keras."Harus kah aku membunuh mu ditempat ini?"
"Apa yang kau bicarakan? Sangat tidak sopan!" Cemooh salah satu tetua.
"Nak perbaiki bicara mu dan minta maaf ke semua tetua sekte." Ning Lian beringsut mendekati Zhu Val gadis itu malah mengeluarkan aura membunuhnya.
"Kenapa kau memerintahkan Val untuk meminta maaf? Kau pikir Val Sudi meminta maaf sedangkan Val tidak melakukan kesalahan?" Val menatap Ning Lian dingin.
Ning Lian membeku saat melihat Val dia merasakan sesuatu mengerikan tengah menyelusup kedalam hatinya.
Kuku-kuku Val memanjang tanpa Val sadari sesuatu dalam dirinya bangkit, pupil matanya mengecil dan iris nya berubah menjadi warna merah muda.
"Zhu Val?" Suara yang tak asing menyela ucapan Val.
Suara itu menyadarkan Val membuat gadis itu berubah menjadi sosok manusia sempurna, seorang wanita menghampirinya kemudian memeluknya erat.
"Bibi Su..."
Val tidak percaya! Bibi Su ada disini kenapa dia tak menyadarinya?"Anak nakal kenapa kau menjadi kurus? Bibi bahkan nyaris tak mengenali mu."
"Apa?!" Seluruh tetua sekte Hua San berteriak kaget.
Bukan kah Ketua sekte Hongzhi tidak memiliki kerabat? Kenapa dia mempunyai keponakan?
"Ya ampun Zhu Val kau membuat paman ini terkejut dengan kedatangan yang tiba-tiba." Ketua sekte Hua San bangkit dari kursinya.
Dia menghampiri Bibi Su dan Val, bahkan terlihat seolah-olah dirinya sangat akrab dengan Val dan Bibi Su hal itu membuat semua orang terkejut.
"Bibi? Paman?" Ning Lian tampak linglung dia kebingungan dengan semua ini.
"Apa kau makan dengan baik disini? Apa lelaki ini membuat mu menderita Val?" Tanya Bibi Su cemas.
"Hahaha apa yang kau ucapkan? Aku sangat merawatnya dengan baik bukankah begitu Val'er?" Hua Hyungi mengedipkan mata nya.
Val tidak peduli dengan itu! Ning Lian harus Val bunuh karena tidak menghormati nya. Ning Lian merasa gelisah jika ketua sekte tahu apa yang dilakukan pada gadis kecil itu kemungkinan ketua sekte Hua San akan murka.
"Seperti yang dikatakan oleh Paman Val tinggal disini dengan sangat baik."
Bibi Su mengerut kening nada bicara Val yang tidak seperti biasanya, membuatnya merasa ada sesuatu yang terjadi pada gadis kecil itu.
"Pipi mu kenapa? Aku tidak yakin kau baik-baik saja Val." Bibi Su sangat tajam! Val bahkan belum memberitahu kan apapun.
Hua Hyungi juga baru menyadari bahwa salah satu pipi Val terlihat memerah, seperti mendapatkan sebuah tamparan yang keras.
__ADS_1
"Siapa yang menampar mu nak?"
Ning Lian membeku dia melangkah mundur bagaimana pun dia harus pergi secepat kilat agar tidak terciduk.
"Pemimpin sekte saya pamit undur diri." Ucap Ning Lian.
Wanita itu hendak melarikan dirinya Namun, Val cepat bertindak."Kemana guru akan pergi? Apakah anda tidak mau bertanggung jawab dengan apa yang anda lakukan pada saya?"
Deg...
Jantung Ning Lian terasa hampir berhenti berdetak, gadis itu benar-benar menyebalkan bagaimana jika pemimpin sekte.
"Maksud mu apa? Bukankah saya tidak melakukan apapun pada mu?" Balas Ning Lian sengit.
"Apa guru lupa anda telah menampar Val dan Zhu Rey padahal kami tak melakukan kesalahan apapun?." Val melotot kesal.
Semua orang membeku mereka merasa pergi ke dunia lain saat terdengar suara lonceng berdentang. Bahkan tak bisa bergerak yang bisa bergerak hanyalah Val dan Ning Lian.
"Itu karena kalian tidak mengikuti pertandingan!" Seru Ning Lian kesal dia tidak menyadari perubahan disekitar nya.
"Hanya karena itu? Cih anda sangat tidak mencerminkan kepribadian guru yang baik apa anda tahu akibat dari melukai keluarga Zhu?" Nada Val meninggi.
Gadis bersurai perak itu merasakan emosi yang meledak-ledak, bahkan kuku-kuku runcing nya kembali terlihat. Beberapa sisik merah muncul di permukaan kulit tangannya. Ning Lian bergidik ngeri saat melihat perubahan Val.
"Ka-kau monster!" Serunya ketakutan.
Dirinya merasa dihadapan suatu kuantitas yang melebihi dirinya sendiri, lututnya gemetaran saat Val mengeluarkan niat membunuhnya tanpa sadar Ning Lian jatuh terduduk.
"Kenapa? Apa guru takut pada Val yang manis ini? Guru kenapa guru sangat membenci kami? Kami semua murid mu yang tak pernah meminta hal apapun yang membuat mu repot." Val berjalan mendekati Ning Lian dia berjongkok didepan wanita itu.
Jari jemari Val memegang dagu Ning Lian erat membuatnya tak sengaja melukai wanita itu dengan kuku panjangnya.
"Val!" Teriak Zhu Rey yang mendadak muncul dengan tiba-tiba.
Ning Lian merasakan kehadiran Zhu Rey merasa mendapat angin segar, tanpa pikir panjang dia merangkak mendekati Zhu Rey.
"Zhu Rey kau anak baik kan? Beritahu semua orang Val adalah monster! Kau pasti tidak tahu ini kan? Kau pasti kecewa padanya." Ning Lian memegang kedua tangan Zhu Rey.
Pemuda itu menatap Val kemudian menyentak tangannya,"Kenapa aku harus menuruti perintah dari manusia rendahan seperti mu? Setelah kau memukul ku sekarang kau jadi terlihat semakin tak tahu diri ya?"
"Zhu Rey ka-kau kenapa...?" Ning Lian gemetar ketakutan.
Dia tak berani menatap mata merah darah milik Zhu Rey. Melihat hal itu Val tertawa keras itu sangat konyol mereka hanya bertemu dengan Ning Lian beberapa kali tapi kenapa Ning Lian bertindak seperti seseorang yang dikhianati? Sangat lucu.
"Kau mau aku membunuh nya?" Zhu Rey mengangkat alis kanannya.
"Iya! Bunuh dia Val sangat membencinya dia tidak menghormati kita." Val mengangguk semangat." Bukankah Rey sudah lama tidak membunuh seseorang."
"Kau benar kau sudah lama tidak membunuh manusia rendahan." Zhu Rey menatap Val geli saat gadis itu menunjukkan cakarnya.
Ning Lian menangis apa yang telah dia lakukan? Kenapa nasib buruk menimpanya tanpa belas kasih. Dalam sekali ayunan tangan Zhu Rey kepala milik Ning Lian terpisah beberapa percikan darah menyembur keluar dan mengotori kedua anak kembar itu.
"Sekarang kita harus apakah dia."
Melihat Val kebingungan Zhu Rey berpikir untuk membakar mayat Ning Lian." Aku ingin membakar nya apakah kau keberatan Val?"
"Tidak." Val menggeleng." Tapi tunggu sebentar."
Gadis itu meraba tubuh Ning Lian, tangannya menemukan sesuatu dari balik baju Ning Lian. Sebuah tas rajut bahkan terlihat tak ada isinya apapun.
"Kenapa dia sangat miskin." Ucap Val kecewa.
"Itu kantong penyimpanan begitu saja tak tahu dasar bodoh."
Zhu Rey pergi menyeret tubuh dan kepala Ning Lian dalam sekejap mata dia tak terlihat dalam pandangan Val. Sebelum semua orang sadar Val segera membersihkan semua noda darah kemudian membuat Bibi Su dan kepala Sekte Hua San kembali ketempat duduk mereka semula.
Kemudian Val menggigit jarinya meneteskan darah ke kening kepala Sekte Hua San dan membacakan beberapa mantra, hal yang sama itu dia lakukan pada bibi Su.
Val membuat semuanya dalam keadaan sama persis sebelum dirinya mengacaukan rapat, setelah selesai menghapus jejak ingatan tentang kejadian tadi. Val berlari keluar dari ruangan secepat mungkin dia juga menarik semua jaring spiritual yang tersisa.
__ADS_1
Lalu semua orang dia aula tersadar, mereka melanjutkan pembicaraan nya tanpa merasa keganjilan sedikit pun.