
Merasa risih di tatapi Val akhirnya membuka mulutnya.
"Jangan menatap ku."
"Eh??"anak perempuan itu terkejut karena terpergok oleh Val.
"Maafkan saya!" Seru nya takut.
Melihat gerakan yang ditampilkan jaring spiritual, Val menahan anak perempuan itu agar tidak membungkuk.
"Tidak apa-apa, jangan membungkuk aku bukan orang besar."ucap Val lembut.
Anak perempuan itu menatap Val tak percaya, yang dia tau. Kapal yang dia sewa berisi orang-orang yang memiliki status tinggi. Karena itu ibunya memberitahu dia bahwa dia harus sopan ke semua orang disini.
"Jiejie tidak marah?"
Val tertawa geli, sejak kapan dia marah hanya karena di tatapi?
"Tidak."kata Val sambil menahan tawa.
"Syukurlah, maafkan saya yang lancang."
Ini pertama kali Val bertemu dengan anak kecil yang sopan, selama ini teman-teman nya bersikap bobrok begitu kenal selama beberapa tahun.
"Nama mu?"
"Nama saya Lu An She, Jiejie bisa memanggil saya She."
"Nama yang bagus, nama ku Val."
"Wah ini pertama kali saya mendengar nama seperti itu."Lu An She menatap Val berbinar-binar.
Sementara Val hanya tersenyum kaku, tadinya dia diberi nama oleh Zhu Yan dan Alyosh. Tapi begitu Val menginjak usia 3 tahun, Val memberi tau bahwa dia tidak suka nama nya. Akhirnya Val di beri kebebasan untuk membuat nama nya sendiri.
"Lalu bagaimana dengan marga anda Jiejie?"
"Marga ku Zhu."
"Zhu Val? Saya sangat menyukai nama itu."Lu An She memeluk lengan kanan Val tanpa sungkan.
Dia menunjukkan ketertarikannya pada Val, karena ini pertama kalinya dia menunjukkan ketertarikannya pada sesama anak perempuan. Dari jauh ibu Lu An She menatap bingung anaknya. Selama ini Lu An She sangat rewel dalam pertemanan. Anak perempuan nya sangat pemilih, jika dia bilang tidak suka maka Lu An She akan merengek untuk pergi menjauh dari orang yang dia tawarkan.
"Dimana anak kita?"tanya lelaki berbadan tambung,dengan wajah welas asih.Dia adalah ayah Lu An She.
"Disana!"Ibu Lu An She menunjuk Lu An She yang sedang berbincang dengan Val.
Ayah Lu An She melotot tak percaya, ini pertama kalinya putri semata wayangnya tertawa dan tersenyum selain pada keluarganya.
"Jiejie saya ingin bertanya."
"Tanyakan saja yang ingin kau tanyakan."kata Val.
Lu An She terlihat ragu tapi dia tidak bisa menahan rasa penasaran nya."Apa Jiejie tidak bisa melihat? Karena itu Jiejie menutupi mata dengan kain?"
Diluar dugaan Val tidak merasa tersinggung, terlihat dari ekspresi wajah Val, membuat gadis kecil disamping Val lega.
"Aku tidak bisa melihat, jadi lebih baik memakai penutup mata untuk memperjelas fakta itu, jika tidak orang akan tersinggung jika menyapa saya tapi saya tidak melihat ke arahnya."kata Val dengan suara rendah.
Lu An She tidak sanggup berkata-kata, dia tidak tau harus berkata apa lagi.Tangan Val membelai rambut Lu An She, gadis itu merasa nyaman dengan sentuhan Val.
"She'er kemari! Ini sudah waktunya makan siang."teriak Ibu Lu An She.
"Ah, saya harus pergi karena ibu saya memanggil."kata Lu An She cepat.
Saat hendak pergi Val menahan tangan Lu An She. Membuat gadis kecil itu bingung kenapa Val Jiejie menahannya.
"Hadiah untuk mu, gantung ini di pinggang mu."Val memberikan anak ayam kecil nya, benda yang sering dia pakai.
Mata Lu An She berkaca-kaca, dia tidak menyangka Val sangat baik padanya. Bahkan teman yang di perkenalkan ibunya saja tidak memberikan hal yang mereka kenakan.
"Terimakasih, saya akan memakai dan menjaganya dengan baik."
Lu An She berlari meninggalkan Val, gadis itu pergi menyusul orang tuanya. Zhu Long menatap Val bingung, biasanya Val tidak akan membagi benda yang dia sukai. Bahkan makanan pun sangat pelit, dia tidak mau memberi kue kesukaan nya sedikit pun pada semua orang.
"Val kau memberikan anak ayam kesayangan mu padanya?"
"Iya, soalnya ini pertama kali ada anak kecil yang mau berbicara dengan ku."jawab Val jujur.
Dia tidak pernah berbicara dengan anak seumuran nya saat berusia 5 tahun kecuali Zhu Rey.
"Aku tidak yakin kau langsung memberi boneka buatan Chu Zu pada nya."Zhu Long memberikan sate yang tadi mereka beli di pasar.
"Tidak apa-apa, wanita baik hati itu membuat banyak sekali boneka anak ayam, jadi aku tidak terlalu pelit."balas Val seraya mengambil sate dari tangan Kakak nya.
"Baiklah terserah adikku saja."kata Zhu Long pasrah.
__ADS_1
.....
Ruang makan di bagian dalam kapal tingkat kedua terlihat ramai, semua orang tampak menyukai makanan yang dibuat oleh koki kapal.
"Ibu lihat ini! Saya mendapatkan hadiah dari Val Jiejie."Lu An She memamer kan anak ayam pada ibunya.
Ibu Lu An She terkejut, ini pertama kali anak perempuan nya menerima pemberian dari orang asing. Begitu juga dengan Ayah Lu An She, dia tak menyangka gadis asing bertopi itu memberikan boneka pada putri nya.
Dari bentuk dan jahitan nya yang lembut, serta kain yang digunakan untuk membuat boneka anak ayam itu terlihat mahal. Anak ayam itu seperti dibuat khusus untuk anak-anak bangsawan.
"She'er, apa kau sudah berterimakasih pada Val Jiejie?"tanya Ayah Lu An She.
Putri nya mengangguk bersemangat."Val Jiejie, memberikan boneka ini saat saya mau pergi menemui Ayah dan Ibu."
"Seperti nya dia baik, tapi biar Le Xiu memeriksa benda itu."ucap Ibu Lu An She, bukannya dia paranoid tapi dia hanya ingin putrinya tidak kenapa-kenapa.
"Umm baiklah."Lu An She memberikan boneka anak ayam pada lelaki berusia 30 tahun yang duduk disampingnya.
Lelaki itu adalah pendekar yang di sewa oleh ayahnya untuk mengawal mereka, sampai di kerajaan Luasthisa. Le Xiu menerima boneka itu dengan hati-hati. Bagaimana pun boneka itu terlihat sangat mahal.
'Sangat lembut.'bathin Le Xiu saat tak sengaja menekan anak ayam.
Dia memeriksa anak ayam itu dengan seksama, takutnya ada elemen gelap atau hal membahayakan seperti bom tersenyum didalamnya.
"Bagaimana Le Xiu?"tanya Ayah Lu An She.
"Tidak ada yang aneh."
"Syukurlah."Ibu Lu An She tersenyum lega.
"Hanya saja..."
"Hanya saja?"kedua orang tua Lu An She menatap Le Xiu serius, jantung mereka berdua berdegup kencang.
"Hanya saja, seperti nya Nona Muda sangat beruntung, didalam boneka ini ada formasi pelindung tingkat menengah."ucap Le Xiu kagum, ini pertama kali ada seseorang memasukkan formasi pelindung kedalam boneka.
"Jika dia berada bahaya, formasi nya akan aktif bahkan ada formasi penyerang, seperti nya pembuat formasi memasangnya agar bisa bertahan sekaligus menyerang."jelas Le Xiu serius.
Lu An She tidak paham dengan ucapan Le Xiu,tapi dia yakin benda itu sangat berharga. Kenapa Val Jiejie memberikan benda berharga pada nya? Tapi Lu An She akan menjaga bonekanya dengan baik.
"Astaga, sungguh gadis itu sangat dermawan."Ibu Lu An She menutup mulutnya dengan mata berkaca-kaca.
Dia terharu dengan kebaikan Val yang tanpa syarat.
"Istriku bagaimana jika kita menjual boneka seperti itu juga?"tanya Ayah Lu An She bersemangat seakan itu adalah ide bagus.
"Tapi ini ide yang sangat bagus, pasti akan ada banyak orang yang menginginkan nya."
"Ayah tidak boleh melakukan itu! Jika Ayah melakukan nya maka boneka ini tidak spesial lagi."seru Lu An She kesal.
"Haha, baiklah Ayah tidak melakukan nya."Ayah Lu An She menunduk sedih, dia tidak menyangka putri kesayangan nya akan marah.
....
Di dimensi lain Zhu Rey tengah berkutat dengan setumpuk dokumen yang menumpuk dimeja, dia memiliki banyak proposal untuk di setujui oleh nya atau tidak. Belum lagi dia harus mengatur tentang pengelolaan uang klannya serta bisnis-bisnis yang di buat oleh mantan Ketua Klan.
"Kenapa tidak ada habisnya?! Aku kesini hanya ingin memaki Ayah bod*h itu, dan membuat nya sekarat tapi hasilnya malah membuat ku frustasi!"teriak Zhu Rey berang.
Dia tidak tahan lagi, awalnya dia bertemu dengan Penguasa Klan spirit elite. Tidak lain adalah Pemimpin Agung, Pemimpin itu hanya membicarakan tentang betapa berbakat dirinya. Dan membicarakan tentang potensi yang dimiliki nya bisa membawa bencana, membuat Zhu Rey curiga Penguasa Agung akan mengekang nya.
Kekuatan Mutlak, kekuatan yang berpotensi bisa menyaingi Penguasa Agung, jika Zhu Rey berhasil mencapai level tertinggi. Zhu Rey berpikir Penguasa Agung akan memperhatikan nya. Dan bisa saja takut suatu saat Zhu Rey akan melengserkan dirinya dari jabatan.
"Sial, lagi pula bajing*n itu sudah sembuh dan ku dengar dia sedang bersenang-senang dengan banyak wanita kadal."Zhu Rey meremas kuas hingga patah.
Dia bangkit berdiri dan meninggalkan ruang kerjanya, pemuda itu akan menemui Ayahnya. Bagaimana bisa ibunya jatuh cinta dengan bajing*n yang hanya bisa bermain setiap hari dengan wanita kadal.
Bahkan Kakek kadal nya pun tidak peduli dengan Ayahnya. Lelaki tua itu lupa dengan jabatan nya sebagai ketua Klan dan asyik bermain. Sementara Kakek mengambil alih pekerjaan yang ditinggalkan Ayah Zhu Rey.
Ketika Zhu Rey datang sang Kakek awalnya tidak mau menerima Zhu Rey, beruntung nya Zhu Rey tidak peduli dengan itu. Dia hanya ingin bertemu dengan Ayahnya untuk menendang bokong kadal tua itu.
"Kadal Tua! Sudah cukup untuk bermain-main!"
Bang...
Pintu kamar ditendang secara kasar oleh Zhu Rey, lelaki berparas cantik dan bersurai hitam dengan mata berwarna emas menatap Zhu Rey tak suka. Bajing*n kecil itu menganggu waktu bermainnya saja.
"Kenapa kau datang kemari? Kerja kan tugas mu sana!"tukas Muen Rang kesal.
"Tugas ****** mu! Aku akan pergi dari sini kau saja yang kerjakan."
Zhu Rey melempar potongan kuas kewajah wanita-wanita kadal, mereka menjerit histeris dengan suara menjijikan.
"Dan kalian pakai pakaian kalian lalu enyah dari sini."bentak Zhu Rey dengan nada tinggi.
Mereka bergegas mengenakan pakaian mereka dan berlari keluar, Muen Rang memijat keningnya. Semenjak anak wanita yang pernah dia sukai datang hidupnya menjadi kacau balau.
__ADS_1
"Haah..."Muen Rang menghela nafas berat.
Zhu Rey melangkah mendekati nya, dia menatap Ayahnya tajam. Tidak ada belas kasih untuk lelaki didepannya.
"Jika kau ingin pergi, pergi saja aku tidak akan menahan mu."ucap Muen Rang."Lagi pula sejak awal aku tidak menyukai mu."
Rahang Zhu Rey mengeras, dia mengepalkan tinjunya tapi menahan diri agar tidak memukul Ayahnya.
"Kalau sejak awal kau tidak menyukai ku, kenapa kau menciptakan ku brengs*k? Aku kesini hanya ingin mengatakan, aku akan memutuskan ikatan kekeluargaan kita."
Muen Rang terdiam, dia hanya melihat Zhu Rey membalikkan badan dan pergi. Dia menatap punggung putranya dengan tatapan kosong. Kenapa dia menaruh benih pada wanita itu? Apa yang membuat nya gila hingga terayu pada bujukan wanita dari Klan Phoenix.
"Hah, aku menyesal melakukan nya."Muen Rang mengusap wajahnya kasar.
Dia tidak perlu memikirkan hal tak perlu itu, lagi pula wanita itu sudah dia bunuh. Tentu saja Pengusaha Agung mengetahui nya dan menghukum nya karena dia berpotensi membuat. Spirit jenis baru hasil dari kawin silang antara Naga dan Phoenix.
Kawin silang itu berpotensi membuat bencana, dan spesies baru dengan kekuatan tak terketahui. Untung nya putranya tidak memiliki kekuatan gabungan dari Phoenix dan Naga. Jadi Penguasa Agung tidak memenggal kepalanya.
Saat ini Zhu Rey tengah berhadapan dengan Kakeknya. Kebetulan Kakeknya tengah bermain catur sambil minum teh dengan bawahan nya.
"Apa yang membawa mu kemari?"tanya Muen Yu.
"Saya akan pergi dari sini dan kembali ke dimensi manusia."
Tangan Muen Yu terhenti saat hendak memainkan salah satu bidak, dia menoleh menatap mata merah milik Zhu Rey.
"Apa yang membuat mu berpikir untuk pergi?"
"Tugas ku untuk menendang ****** anak mu selesai, membantu mu mengerjakan tugas sudah selesai, dan saya akan menikahi seseorang."jawab Zhu Rey tegas.
Dahi Muen Yu mengerut, kenapa tiba-tiba Zhu Rey ingin menikah? Dia sudah mencoba menjodohkan dengan beberapa Naga betina yang berstatus tinggi, anak itu malah menolak mentah-mentah.
"Kau ingin menikah? Apa kau ingin menikah dengan manusia dan memiliki anak berdarah campuran?"tanya Muen Yu jijik.
"Apa salahnya aku menikah dengan ras lain? Anak mu saja membuat anak berdarah campuran seperti ku."balas Zhu Rey membuat Muen Yu bungkam.
"Jangan bicara omong kosong, aku akan menikahkan mu dengan seorang putri bangsawan."
"Jangan seenaknya memutuskan pernikahan ku, memangnya kau siapanya diri ku kadal tua?"kata Zhu Rey dingin.
Sesaat Muen Yu merasa tubuhnya membatu tapi dia berhasil mengatasi rasa terkejut nya, karena Zhu Rey mengeluarkan aura pembunuh untuk pertama kali.
"Kau! Anak tidak tau diri."
"Kau Kakek tidak tau diri, memerintah diriku untuk tidak membuat keturunan berdarah campuran tapi kau lupa aku juga berdarah campuran."
"Itu sama saja mencoreng wajah ku, aku akan memutuskan ikatan kekeluargaan."ketus Zhu Rey.
Dia menghilang dalam sekejap mata, Muen Yu menggertakkan gigi. Dia baru saja hidup nyaman, tapi kadal kecil itu memberontak. Zhu Rey pergi kekamar nya, dia membereskan barang-barangnya dan memasukkan semuanya kedalam cincin ruang. Selama 5 tahun dia belajar membuka gerbang dimensi agar dia bisa kembali dengan sendirinya tanpa bantuan siapa pun.
Dia yakin Val sudah melakukan perjalanan nya menuju benua sebelah, dia harus menempati janjinya pada gadis itu.
"Aku benar-benar ingin menemui nya,tapi aku takut Val membenci ku."gumam Zhu Rey.
Pemuda bersurai hitam panjang itu meraih kotak perhiasan, dia membuka kotak kecil itu. Dan memperlihatkan sebuah cincin dengan permata berlian berwarna merah.
Cincin itu terukir cantik dengan warna putih, selama 5 tahun Zhu Rey mempertanyakan tentang perasaan nya pada Val. Pemuda itu terus bertanya-tanya, dia bahkan mencari banyak buku dan berulang kali konsultasi dengan dokter. Dia takut terkena penyakit jantung, setiap Zhu Rey mengingat kenangan nya bersama Val jantungnya akan berdegup kencang.
"Jadi apa yang anda rasakan Tuan Muda? Bagian mana yang sakit?"
Waktu itu Zhu Rey menemui dokter klan, untuk memeriksa nya. Tapi dokter itu tidak menemukan kejanggalan nya.
"Jantung ku terasa sakit, kadang berdebar kencang lalu mendadak merasa nyeri jika tidak seperti itu terasa diremas."dengan wajah datar Zhu Rey menceritakan nya.
Dokter yang ditemui nya terlihat bingung, Zhu Rey tidak memiliki penyakit jantung saat dia memeriksa nya. Mungkinkan masalah remaja yang tidak diketahui pemuda didepannya?
'Apa dia sedang jatuh cinta?' bathin sang dokter.
"Tuan Muda, saat anda merasakan jantung anda berdebar, atau terasa sakit apa anda sedang memikirkan sesuatu?"
Mendengar pertanyaan itu Zhu Rey mengerut kening."Aku hanya memikirkan teman ku, kemudian jantung ku berdetak kencang lalu ketika teringat kami berpisah itu membuat jantung ku sakit."
"Apa teman anda seorang perempuan?"
"Tentu saja!"
Dokter menatap Zhu Rey dengan wajah kesal, pemuda didepannya sangat bodoh tidak bisa memahami perasaan nya.
"Saya tau penyakit anda."
"Apa itu?"
"Anda sedang jatuh cinta."
"KAU SEDANG BERCANDA?"teriak Zhu Rey marah.
__ADS_1
"Apa saya terlihat bercanda Tuan Muda? Pergilah keperpustakaan dan membaca buku tentang percintaan anda akan memahami nya."
Setelah mengatakan itu Dokter meninggalkan Zhu Rey begitu saja. Sementara Zhu Rey menahan amarahnya,tapi karena dia penasaran dengan saran dokter dia memutuskan untuk pergi keperpustakaan keluarga. Dan saat itu lah Zhu Rey menyadari perasaan nya terhadap Val.