The Mafia Millioner

The Mafia Millioner
Kegilaan Leon


__ADS_3

BERBIJAKLAH DALAM MEMBACA KARENA ADEGAN INI BUKAN UNTUK DITIRU NAMUN HANYA SEBAGAI HIBURAN. 😊


TERIMA KASIH. 🙏


JANGAN LUPA BERI LIKE👍 DAN FAVORITKAN KARYA SAYA


.........


Pesta sudah usai dengan menyenangkan kecuali Ana dan Leon. Perseteruan dua sejoli semakin memanas karena Ana selalu mendekat dengan Dion yang membuat Leon tambah memanas. Dia mengepalkan tangan erat di gelas hingga pecah “pyarr”, dengan mata menyalang lalu pergi ke kamar mandi dengan wajah mengetat. Leon tidak bisa menahan cemburu hingga ia memiliki siasat licik dengan memasuki kamar Ana. Setelah menemukan kamar kekasihnya yang telah mengabaikannya Leon masuk tanpa ijin dan duduk di bangku meja rias dengan lampu padam sambil mengetukkan jarinya di atas nakas.


“Ana kamu kenapa?”, tanya Dion yang dari tadi seperti memiliki banyak pikiran.


“O..o.. E.. Aku tidak apa-apa”,ucapnya sambil seperti orang kelimpungan


“Jika ada sesuatu yang membebani pikiran kamu, bisa kok aku bantu”, rasa khawatir Dion


“Makasih. Aku ke kamar dulu ya”, ucap Ana dengan kepala pusing.


“Baiklah, beristirahatlah dan good night semoga kamu cepat fresh kembali”, ucap Dion dengan tersenyum.


Kemudian Ana pergi meninggalkan pesta barberque ke kamarnya untuk istirahat. Ketika Ana membuka pintu, “cklek”, Leon langsung bergegas bersembunyi di balik pintu. Ana masuk ke kamar dan mencari stop kontak untuk menyalakan lampu. Akan tetapi pada saat telah menemukan tiba-tiba tangannya di cekal dari balik tubuhnya. Leon berbisik, “Hai sweety, aku merindukanmu. Apa kamu bahagia dengan pria di bawah?” sambil mencium pundak dan bau harum rambut Ana.


Ana terkejut dan merinding ketika Leon berada di balik tubuhnya. Ana tidak mampu mengucapkan kata-kata.


“Apa kamu tidak bisa menjawabnya?”, sambil memberikan sensasi geli pada telinganya hingga mengeluh.


“Lihatlah badanmu merespon ketika aku menggerayangi”, ucapnya kembali dan mencium kepala Ana menghirup wangi rambut milik gadisnya. “Bau rambut kamu begitu harum”, bisik Leon sambil memutar tubuh Ana.


“Le..Leon le..lepasin”, ucap Ana dengan mengeluh saat Leon sedang mencium ceruk lehernya.


Tetapi Leon masih bersikukuh menatap Ana meskipun dia meronta-ronta untuk minta di lepasin.


Lalu Leon menggendongnya seperti koala dan menjatuhkan diatas ranjang.


“Kamu gila..”, ucap Ana yang masih meronta di bawahnya tetapi Leon tidak peduli. Saat ini dia ingin memiliki seutuhnya. Entah persetan apa nantinya yang akan Ana lakukan untuk pelampiaskan ke marahannya. Leon tetap terus memberikan kecupan pada setiap inci miliknya.


Sedangkan di ruang pesta mereka sedang asyik menikmati santapan yang ada hingga berakhirnya pesta hingga melupakan seseorang yang memiliki ide tempat dalam pesta. Mereka pergi meninggalkan pelataran rumah kosanya Lisa hingga tengah malam kecuali Johan. Setelah mereka pergi Johan mengajak Lisa untuk pergi ke hotel meninggalkan rumah dan Lisa mengiyakan.


Seluruh ruangan telah sepi tidak terdengar kebisingan kecuali di dalam kamar Ana. Suara di kamarnya hanya terdengar suara bermadu kasih seperti suami istri.


“Le..on!” ucap Ana.


“Sebut namaku sweety”, bisik Leon.

__ADS_1


Rasa panas tercipta itu semakin menjadi hingga datangnya esok pagi.


Pukul 09.30 Mawar membangunkan Vita dari tidurnya dengan menggoyangkan tubuhnya.


“Vita bangun!”, panggilnya.


“Bangun Vita!”, sambil menggoyangkan tubuhnya.


Sudah melewati enam menit akhirnya dia terbangun dari mimpi buruknya.


“Vita kamu tidak apa-apa?” tanya mawar yang khawatir


“Iya tidak apa-apa”, ucapnya.


“Tapi dalam tidur kamu sepertinya mimpi buruk dan banyak keringat di tubuhmu Vita”, ucap Mawar.


“Oh ya, aku hampir lupa. Tuh kamu di cariin oppa korea kamu di luar”, ucap Mawar memberitahukan sambil pergi berlalu menuju pantry dapur mengambilkan air putih dan di berikan kepada Vita dengan sekali tegukan.


“Makasih kak”, ucap Vita dengan menaruh gelas diatas meja lalu beranjak pergi menemui Jinwoo.


“Oppa”, panggil Vita dari dalam.


“Vita, kamu akhirnya bangun”, ucap Jinwoo.


“Aku tahu dari gps yang aku pasang di stopwatch kamu”, ucap Jinwoo dengan tersenyum


“Kamu sepertinya mimpi buruk kembali ya”, khawatir Jinwoo.


“ Iya, entah kenapa mimpi itu datang kembali”, ucap Vita dengan resah.


“Yaudah, kita pulanh dulu dan bersihkan badan kamu lalu kita bahas lagi di rumah”, ucap Jinwoo dengan menggandeng Vita. Mereka pamit dengan Mawar yang berada di sampingnya.


“Kak aku pulang dulu”, ucap Vita


“Thank you, kamu sudah menjaganya”, ucap Jinwoo dengan tulus.


“Iya sama-sama”, ucap Mawar.


Mereka kemudian meninggalkan Mawar kembali ke rumah. Sampainya di rumah Vita langsung melesat ke kamar meninggalkan Jinwoo yang melangkah ke dapur. Sembari menunggu Vita selesai dengan ritual mandinya Jinwoo memasakkan ramyeon dengan diatasnya di beri daging dan dibaluri keju. Tidak butuh waktu lama Jinwoo menyelesaikan dan menyiapkan mangkuk kecil dan menunggu Vita turun.


Ketika Vita menuruni tangga dia mencium bau ramyeon yang di buat Jinwoo


“uhmm harum..”, puji Vita dan Jinwoo terkekeh.

__ADS_1


“Oppa, aku makan ya”, ucap Vita yang sudah duduk di kursi dengan masih menyanggulkan rambut berbalut handuk basah.


“makanlah dan habiskan”, ucap Jinwoo sambil tersenyum.


Ketika mereka sedang menikmati makan ramyeon. Ana turun dari tangga dengan wajah kesal, marah dan berjalan tertatih. Vita yang melihat Ana menyapanya.


“Selamat siang Ana”, sapa Vita yang mengamati Ana berjalan sedikit tertatih ke pantry mengambil susu pisang miliknya.


Vita bertanya saat Ana terduduk di depannya.


“Apa semalam terjadi sesuatu?”


“Ya, itu membuatku kesal”, ucap Ana melirik Leon yang menuruni tangga.


“Pasti mereka sudah melakukan hubungan terlarang sebelum mereka menikah”, batin Vita dengan menoleh dan menatap Leon.


“Vita apa aku boleh ikut gabung makan masakan kamu”, ucap Ana yang malas untuk beranjak.


“hehe udah habis”, ucap Vita sambil terkekeh dan menggaruk dagunya yang tidak gatal.


“Yaahhh”, keluh Ana.


“Biar aku buatkan”, ucap Jinwoo menawarkan.


“Aku akan bantu oppa, kalian duduk saja. Ini cepat kok”, ucap Vita melangkah ke dapur dengan menarik lengan Jinwoo.


Sampainya di dapur Vita bernafas lega begitupun Jinwoo yang sudah tahu situasinya. Mereka mulai meracik bahan untuk di masak. Sedangkan Ana dan Leon sedang berdebat karena keganasan Leon.


“Sweety, are you okayy”, ucap Leon memastikan keadaan Ana.


“You Crazy”, kesal Ana.


“Aku tahu kamu marah tetapi aku tidak akan menyesal setelah apa yang aku lakukan untuk memiliki kamu seutuhnya dan kamu semalam sepertinya menikmati itu sweety”, ucap Leon tanpa bersalah.


Ana hanya diam dan menghapus ingatan semalam yang terasa nyeri di tubuhnya. Pada saat mereka hanya berdiam setelah bertengkar, Vita dan Jinwoo keluar dengan masakan yang telah mereka buat.


“Tradaaaaa”, ucap Vita.


“Makanlah, selamat menikmati”, ucap Jinwoo dan langsung menarik lengan Vita ke luar saat Vita akan kembali ikut makan.


“Oppa kenapa terburu-buru?”, kesal Vita.


“Aku kan masih lapar dan rambutku belum aku keringkan”, ucap Vita cemberut.

__ADS_1


“Aigoo...”, ucap Jinwoo dan membantu melepaskan balutan handuk diatas kepalanya lalu menyampirkan ke belakang rumahnya dan mengajak Vita memasuki mobil dan melajukan mobilnya ke salon.


__ADS_2