The Mafia Millioner

The Mafia Millioner
Pernikahan


__ADS_3

Vita yang sedang asyik berselfi tiba-tiba Alena datang mengganggu keasyikannya.


“Sayang, kamu sendirian?” tanya Alena dari belakang punggungnya.


Vita berbalik dan menjawab dengan anggukan senyuman.


“Kemana Lucas?”


“Dia berada di kamar temannya”, jawab Vita sambil tiada habisnya berselfi.


“Kamu gak ingin berfoto dengan para pengantin?”


“Enggak, aku lagi asyik berselfi dekorasi ini dahulu. Foto pengantin akan ada setelah mereka mengucapkan janji suci. Akan ada waktunya”.


Alena membenarkan semua jawaban Vita. Lalu saat akan kembali berselfi pembawa acara datang dan memulai acara sakralnya. Vita berjalan duduk di meja bundar bersama Alena dengam di susul oleh Lucas disampingnya sambil berbisik, “apa kamu puas berselfinya?” dengan menarik kursi.


“Tentu”, jawab Vita singkat.


...


Pembawa acara memulai dengan pembukaan memberikan salam sampai ke acara inti dimana ia menyambut mempelai pria yang di tunggu oleh para tamu. Pewara tersebut meminta para tamu undangan untuk berdiri menyambut mempelai pria. Mereka bertepuk tangan dan memberikan siulan. Setelah mempelai pria datang pewara menyambut mempelai perempuan.


Rosiana begitu gugup setelah mendengarkan namanya disebut. Ia membasahi bibirnya dengan air liur. Kegugupan dirasakan oleh ayah Rosiana yang selalu protektif.


“Sayang, jangan terlalu gugup. Ayah tidak ingin kau jatuh akibat tersandung karena terlalu gugup. Ayah ada di sampingmu”, bisik Erik.

__ADS_1


Rosiana mengangguk kepala. Ia berjalan bersama ayahnya setelah pintu itu terbuka. Mereka berjalan diatas altar dan mendengar suara riuh dari para tamu. Sedangkan Dominic malah dibuat terpesona dengan gaun yang melekat di tubuh calon istrinya yang sebentar lagi akan menjadi istri sahnya. Dominic tak bisa mengalihkan pemandangan yang kini nampak di depan mata. Suara riuh seolah tenggelam ke dalam pendengarannya. Ia hanya merasakan jantung yang berdebar melihat kecantikan Rosiana.


Suara deheman dari Eric menyadarkan lamunan Dominic. Eric memberikan tangan Rosiana kepada Dominic. Lalu Eric memberikan pesan kepada Dominic yang akan menjadi menantunya.


“Jagalah dia sebaik mungkin. Awas kalau kau menyakiti putriku”, ancam Erik.


“Aku akan menjaganya segenap jiwa ragaku. Kamu boleh menghukumku jika aku sampai melukainya”, ucap Dominic dengan gentel.


Erik pergi meninggalkan altar. Lalu Dominic membawa Rosiana ke hadapan pendeta,Rosiana melirik wajah tegas Dominic dengan senyum tipis.


Rosiana menarik nafasnya untuk menghilangkan rasa gugupnya. Sang pendeta memulai prosesi janji suci mereka.


“Kalian siap?” tanya pendeta.


Pendeta membacakan ikrar janji suci di hadapan para tamu.


“Bersediakah anda, Dominic Maxiver menimang Rosiana Ledwigh sebagai istri sahmu?”


“Tentu”.


“Rosiana Ledwigh bersediakah anda menerima pinangan dari Dominic Maxiver?”


“Ya”, Rosiana menjawab dengan suara serak.


“Tirukan ucapan saya”, ucap Pendeta, Lalu Dominic menirukan ucapan pendeta.

__ADS_1


“Aku, Dominic Maxiver, menimang Rosiana sebagai istri sah, saya bersedia sehidup semati, baik suka duka”.


Rosiana mendengarkan ucapan janji suci Dominic membuatnya berdesir. Jantungnya seperti mau copot. Lalu Rosiana menirukan ucapan pendeta.


“Saya, Rosiana Ledwigh, bersedia dipinang oleh Dominic Maxiver secara sah, saya bersedia bersamanya sehidup semati, baik suka duka”.


Ucapan janji mendapatkan dukungan tepukan riuh dari para tamu undangan, dan membuat Rosiana masih tidak percaya jika dirinya dipinang oleh pria br*ngs*k yang selama ini ingin ia hindari.


“Sekarang kalian bisa memasangkan cincin di jari manis kalian dan berikan ciuman cinta kalian dihadapan para tamu sebagai suami istri”, ucap Pendeta. Dominic dan Rosiana saling menyematkan cincin di jari manis lalu mendapatkan tepukan riuh dari para tamu undangan.Apalagi melihat mereka melakukan adegan berciuman membuat para tamu bersorak dan bersiul. Sementara Rosiana merasakan kakinya lemas akibat ciuman hangat yang diberikan oleh Dominic. Ia masih belum percaya jika dirinya sudah menjadi istri Dominic Maxiver.


Dominic menyudahi ciumannya untuk mengambil pasokan oksigen tanpa mengambil jarak sambil berkata, “I love you”.


Rosiana membalas perkataan Dominic. “I love you”, membuat hati Dominic hangat dan Dominic memberikan kecupan di keningnya.


...


Melihat pernikahan Rosiana dan Dominic, Lucas merasa iri. Ia mendekatkan bibirnya di telinga Vita yang berada di sampingnya dengan membisikkan, “sweety, kita harus segera ke pelaminan”.


Vita mendengar bisikan dari Lucas membola. “Jangan mimpi”, batinnya.


“Sweety, apakah setelah mereka kita memakai gedung ini untuk mengucapkan ikrar suci kita?” tanya Lucas.


“Diamlah uncle”, ucap Vita.


Lucas mendengus setelah mendapatkan respon dingin dari Vita. Alena yang berada di sebelah Vita, mendengar Lucas membisikkan Vita mengajak menikah tersenyum sambil berkata dalam batin, “momy akan membantumu boy”.

__ADS_1


__ADS_2