The Mafia Millioner

The Mafia Millioner
Hari Bahagia Ana dan Leon 2


__ADS_3

Saat ini para murid sedang sibuk menyiapkan pesta dan Vita ikut membantu meniupkan balon. Bu Maya bersama guru baru dan diikuti oleh guru lain untuk melihat proses kerja siswa yang semangat menyambut kontes.


“Bagaimana pak suasana gedung olahraga? “, tanya bu Maya untuk Lucas


“Ramai”, ucap singkat Lucas dengan datar.


“Iya pak benar sangat ramai karena siswa begitu antusias jadi mereka semangat bekerja”, ucap ibu Laila ikut menimbrung dengan sedikit genit.


Ketika mereka sedang mengobrol tiba-tiba penjaga sekolah menghampiri dan memanggil bu Maya.


“Bu Maya!”, panggil penjaga sekolah, “Ya ada apa?”, tanya bu Maya. “Saya mencari ibu karena ada tamu katanya dari pusat pendidik”, ucap penjaga sekolah.


“oh ya udah, saya akan ke sana”,ucap bu Maya


“Mister saya pergi dahulu, saya harus menemui tamu saya segerah. Silahkan mister jika masih ingin mengamati suasana di sini. Saya tinggal tidak apa-apa kan mister”, ucap bu Maya.


“Iya, saya bisa sendiri”, ucap Lucas


“Masih ada saya kok bu, tenang saja”, ucap bu Laila dengan mata genit namun Lucas tidak menghiraukan. Lalu Lucas berjalan kembali menikmati suasana di gesung olahraga yang di penuhi siswa kesana kemari dengan meninggalkan bu Laila yang sedang dimintai tolong oleh siswanya.


Pada saat Lucas berjalan sendiri, para siswi menatap dengan terkagum-kagum dan Mega berada di kelompok menggunting kertas membuat taruhan jika ia bisa menaklukan hati guru baru itu. Para siswi di sekitar Mega menyuruhnya untuk menunjukan taruhan tersebut.


“Hai gaes kalian mau taruhan gak? “, tanya Mega berbisik.


“Taruhannya apa? “, tanya Tiara


“Jika aku bisa menaklukan hati dengan paras ku cantik ini yang selama ini di kagumi banyak pria di sekolah maupun di luar kalian harus memberiku uang masing-masin 10.000 itu sudah murah. Bagaimana?”, ucap Mega dengan kepedean.


“Baiklah deal”, teriak teman-teman sekitar Mega.


Mega berjalan dengan gaya melenggak lenggokan bokongnya.


“Selamat siang pak”, sapa Mega


“Siang”, ucap Lucas dengan nada dingin namun Mega tidak menyerah. Para siswa yang melihat adegan Mega membuat mereka memperhatikan cara menaklukan guru baru itu.


“Mister, apa saya boleh meminta no ponselnya untuk bisa saya hubungi”, ucap Mega dengan tangan lancangnya merangkul lengan dan mengusap dengan satu jari layaknya j*l*ng.


Lucas yang merasakan kelancangan Mega langsung menghempaskan dengan memperlihatkan wajah dominannya membuat suasana mencengkam.


“Kamu siswi kurang ajar.Apakah kamu tidak pernah diajarkan sopan santun layaknya siswi di rumah? Etika kamu mirip dengan pel*c*r. Coba lihat bedak tebal kamu itu menandakan jika kamu tidak layak menjadi seorang siswi. Kamu jangan pernah lancang kembali terhadap guru lain pula. Saya peringatkan untuk kali ini. Mengerti”, ucap Lucas dengan menghempaskan tangannya yang ia cekal dengan erat lalu pergi meninggalkannya dengan rasa malu.


Lalu Mega pergi meninggalkan gedung olahraga karena malu mendapatkan perlakuan tidak mengenakan.


Pada saat Lucas akan keluar, dia melihat Vita sedang meniupkan balon dengan pipi kembungnya. Kemudian Lucas menghampirinya dan berjongkok membuat siswi di sekitar Vita terkejut lalu memberi senyuman untuk sopan santun.


“Sweety”, bisik Lucas di telinganya dan Vita yang tidak menyadari kehadirannya berhenti meniupkan balon.

__ADS_1


“Kamu sungguh cantik ketika melihat pipi kamu menggembung”,bisik Lucas dengan meniup telinga yang membuat Vita geli dan menggigit membuat Vita mendelik. Saat Vita akan melontarkan kalimat, Lucas pergi membuat Vita harus berteriak dalam batinnya, “dasarrr gilaaa!”.


Pernikahan tinggal sebentar lagi Ana sibuk menenangkan pikiran negatif. Malam ini di Bali masih resah dengan mondar mandir karena detak jantungnya tidak pernah berhenti, “dag, dig, dug”. Vita yang melihatnya semakin jengah lalu Ana ditinggal tidur dengan dibelakangi oleh Vita. Saat akan menutup mata Ana menggoyangkan tubuhnya, membuat Vita mendengus.


“Vit! Vit! Jangan tidur dulu dong, ajak aku mengobrol. Aku mengajak kamu tidur denganku karena aku ingin kamu menenangkan hatiku yang sejak tadi rame-rame dan sekarang tinggal berduaan lalu kamu tidak ajak aku mengobrol hatiku semakin resah”, rengek Ana


Vita lalu membalikkan badan menghadap ke arah Ana yang duduk di pinggir ranjangnya yang sedang gundah gulana.


“Aku kasih tahu ya neng, coba kamu tarik nafas sambil berbaring terlentang di ranjang kamu lalu keluarkan selama lima menit. Setelah itu bayangin makanan yang ingin kamu nikmati”, ucap Vita


“Jangan bercanda deh Vit, masa dalam situasi kenyang bayangin makanan”, ucap Ana dengan tidur terlentang.


“Baiklah kita cari bayangan lain, seperti taman bunga lalu kamu dikejar anjing sampai berteriak nama calon suami kamu”, ucap Vita sekenanya.


“Yak..aku serius bukan minta dibercandain”, kesal Ana.


“Terserah kamu sajalah An, aku benaran ngantuk. Kamu bisa bayangin apa saja yang kamu mau. Uaaa.. aku ngantuk ini udah tengah malam lewat takutnya ada mimi kuntilanak lewat”, ucap Vita dengan menguap dan langsung terkapar di mimpi alam bawah sadar.


“Vit!Vit!”, Ana menoleh ternyata Vita telah terkapar.


Ana saat ini tengah menenangkan diri dengan pikiran melayang ke berbagai negara lalu juga ikut terlelap.


Pukul 08.00 Ana sedang di rias oleh para perias dan desainer gaun pengantin miliknya sedangkan Vita masih terkapar dengan suara dengkuran cukup keras membuat Ana menggeleng kepala.


“Bukankah semalam dia duluan yang langsung tertidur kenapa sekarang susah dibangunin sampai aku pencet hidungnya tetap saja tidak terbangun. Dasar kebo. Padahal sebentar lagi aku ke pelataran. Aku sudah minta tolong orang-orang berada di sini namun tetap susah bangunnya”, batin Ana.


Pada saat Ana sedang mencari cara tiba-tiba ada suara ketukan dari luar, “tok, tok, tok”, salah satu asisten perias membukakan pintu, “cklek”, ternyata momy nya Leon dan aunty Alena.


“Hallo mom”, ucap Ana


“Sayang aunty mendengar suara dengkur”, ucap Alena


“Iya, momy mendengarkan An”, ucap Marisa.


“Jm segini siapa yang belum bangun nak?”, tanya Marisa.


“Itu suara dengkuran Vita aunty, mom. Tadi sudah aku bangunkan namun sulit dibangunin. Aunty!, Ana minta tolong bangunin Vita sebab sebentar lagi mereka pasti ke kamar Ana. Takutnya dia malu saat masih mendengkur”, ucap Ana


“Baiklah aunty akan coba bangunkan”, ucap Alena.


Lalu Alena mencoba mendekat dan membangunkan Vita dari tidurnya.


“Vit! Vita! Bangun nak! Bangun, ini sudah siang. Sebentar lagi pernikahan Ana akan mulai. Sayang, bangun!”, suara keras Alena dengan menepuk pipi Vita akhirnya bangun. Dia mengulet dan mengucek mata untuk menetralisasi cahaya yang masuk di sela-sela jendela.


“Vit akhirnya kamu bangun juga”, ucap Ana dengan lega.


“Ini jam berapa sih?”, tanya Vita.

__ADS_1


“Ini pukul setengah sembilan nak, bergegaslah mandi nak nanti kamu telat menghadiri hari sakral pernikahan Ana”, ucap Alena. Vita turun dari ranjang dan melesat ke kamar mandi. Orang-orang yang disekitar hanya bergidik dan menggeleng kepala.


Sedangkan di kamar Leon suasanannya ramai karena banyak sahabatnya mengucapkan selamat dan berfoto sebelum acara sakral pernikahan di mulai.


“Bro, kamu tambah tampan dan senyum nih”, ucap Chalvin. Leon menanggapi hanya senyum miring.


“Selamat ya bro, akhirnya masa lajang kamu telah berakhir. Tinggal dapat kepuasan dari istri..”, goda Devan.


“Sebelum mulai kita berfoto dulu yuk”, ajak Chalvin.


Mereka di dalam kamar sedang berfoto ria lalu keluar dari kamar Leon dengan digantikan momen bersama ayahnya dan adiknya.


“Boy, selamat. Daddy tidak bisa memberikan hal yang besar untukmu. Yang terpenting kamu bahagia. Semoga pernikahan ini lancar tanpa adanya sepengetahuan musuh”, ucap daddy nya


“Thank you dad”, ucap Leon sambil berpelukan. Lalu Amanda memeluknya juga dan memberikan selamat untuk kakaknya yang bertahun-tahun berpisah akibat penculikan.


“Selamat ya Leon”, ucap Amanda dengan tulus


“Thank you girl”, sambil mencium keningnya.


“Kamu hari ini cantik baby”, puji Leon


“Thank you”, ucap Amanda.


“Kemana adik bontot yang cerewet itu”, ucap Leon


“Alyssa sedang dibawah berfoto selfi kak”, ucap Amanda.


“Dasar, bukannya memberikan selamat dahulu, malah berfoto selfi. Adikku yang normal tingkahnya cuman kamu Amanda”, omel Leon dengan berkaca pinggang. Mereka lalu terkekeh.


Sementara Ana sedang menikmati momen berfoto bersama sahabat-sahabatnya.


“Selamat ya An”, ucap Lisa dengan pura-pura nangis seperti guyonan membuat lainnya terkekeh.


Sedangkan Vita setelah berfoto turun dan mencari makanan untuk ia sarapan. Ketika mendapatkan kue sepotong Vita memakannya sebelum acara di mulai. Dante yang melihat dari arah tangga terheran-heran lalu menghampirinya.


“Hai girl”, sapa Dante


“Girl”, sapa Dante kembali


“Mister nyapa saya?”, tanya Vita sambil mengunyah kue mungil.


“Iya, aku menyapa kamu”, ucap Dante


“O..o.., hai juga mister”, sapa balik Vita lalu sekali sekali suap santapan yang tinggal separo ke mulutnya dan mencari minum. Setelah ketemu segelas orange jus ia meminumnya sampai tandas sekaligus. Lalu ia bersendawa di samping Devan dengan Jorse.


Mereka yang mendengarkan Vita bersendawa sungguh miris sebagai seorang wanita lalu Jorse menegurnya.

__ADS_1


“Girl, harusnya kamu sebagai wanita itu harus anggun dan jangan bersendawa di tempat umum apalagi di pesta penuh orang. Takutnya kamu akan terkena cemooh”, omel Jorse.


“Oh ya”, ucap Vita dan berlalu pergi tanpa mengindahkan omelan Jorse.


__ADS_2