
BERBIJAKLAH DALAM MEMBACA KARENA ADEGAN INI BUKAN UNTUK DITIRU NAMUN HANYA SEBAGAI HIBURAN. 😊
TERIMA KASIH. 🙏
JANGAN LUPA BERI LIKE👍 DAN FAVORITKAN KARYA SAYA
.........
Hari bahagia menanti untuk Leon dan Ana. Saat ini Ana sedang bahagia dan dicampur rasa khawatir terhadap Vita. Telah satu bulan dia tidak memberikan kabar setelah pergi ke korea. Ia menghilang bagaikan ditelan bumi. Apalagi hari bahagianya akan dilaksanakan lusa. Ana hanya ingin berharap Vita datang kembali dan ia bisa mengajaknya untuk berkunjung ke pesta pernikahan.
Rasa gundah tidak hanya dirasakan oleh Ana karena merasa kehilangan Vita tetapi juga di rasakan oleh Alena yang baru bertemu sebentar. Dia hanya mampu menghembuskan nafas kasar untuk menghilangkan rasa khawatir yang menghantui di diri Alena. Alena masih betah berada di Indonesia sebab ia masih ingin bertemu kembali dengan Vita. Alena juga masih belum memeluknya. Vita hanya mengajak mengobrol seputar Monica dan pria brengs*k.
Kebahagiaan tidak hanya dirasakan oleh Ana, tetapi juga dirasakan oleh Adele, Chalistha, dan Amanda. Rasa bahagia yang dialami Amanda karena bertemu kembali dengan kakaknya Leon dengan keluarga kecilnya yang telah berpisah dua puluh tahun atas penculikan. Sedangkan Adele dan Chalistha bahagia untuk ucap syukur karena diperutnya mendapatkan karunia dari Tuhan atas kehamilan empat bulanan.
Hari bahagia itu mereka meriahkan di sebuah restoran korea yang berbalut suasana romantis. Ketika masuk mereka disuguhkan lagu-lagu romantis korea yang di list oleh Zella pemilik restoran bersama Lee ha eun. Lagu romatis terdiri dari soundtrack goblin (stay with me by punch feat chanyeol, I will go to you like the first snow by ailee), soundtrack descendant of the sun (Always by yoon mirae, Every time by punch feat chen exo, Tell me! What are you doing by Kwil), soundtrack full house (I think I love you by byul), 10cm so cute by byul feat kwon jung yeol, some by junggigo, perhaps love by erick nam feat cheeze, What is love by seo hyun jin feat yoo seung woo. Semua kemeriahan itu mereka juga mengobrol penuh canda tawa.
“Adele!”, panggil Camelia
“Comel!”, panggil Adele sambil memberi pelukan dan cepika cepiki, “mari duduk disini Mel”, tawar Adele lalu Camelia duduk di sofa samping temannya, “kamu datang sama siapa? “, tanya Adele.
“Aku datang dengan Aresh”, ucap Camelia sambil menunjukkan ia duduk di sebelah Devan.
“Chiee”, goda Adele
“Apaan sih”, kekeh Adele dengan malu-malu
“Oh ya, aku perkenalkan nih An dan semuanya, dia Camelia teman sekaligus saudara sepupuku yang sering aku ceritain, dia yang pintar memainkan beberapa alat musik terutama violin”, ucap Adele dengan penuh pujian membuat Camelia malu.
“Hallo salam kenal, namaku Ana”
“Aku Lisa”
“Aku Chalistha”
“Aku Amanda”
“Aku Hyucy”
Semua orang memperkenalkan nama masing-masing lalu mengobrol dengan canda ria. Ketika wanita itu dianggap orang korea saat dia memutarkan topi putihnya di lagu some bersama Park Min Joon semua orang terkejut, “Vita!”, panggil Ana bersamaan dengan Amanda. “Akhirnya kau kembali Vit, semoga kamu dapat ikut meriahkan pernikahan aku”,batin Ana.
Lucas, Alena dengan lainnya juga terkejut, tetapi keterkejutannya membuat Alena bahagia rasa khawatir yang menghantuinya lenyap saat melihat Vita bernyanyi dengan penuh senyum dan bahagia.
“Hamilthon, aku rasa hatiku lega melihatnya kembali”,adu Alena kepada suaminya di samping.
“Ya, sudah pernah aku bilangkan, jika gadis itu kuat dan tangguh tidak seperti gadis lainnya”, ucap Hamilthon
“Iya honey, aku percaya ucapan kamu”,kekeh Alena
Rasa bahagia mereka begitu lengkap setelah gadis itu kembali buat Alena dan Ana.
__ADS_1
Setelah pesta selesai Alena berada di pelataran restoran mencari Vita keluar. Orang yang sedang di tunggu akhirnya keluar lalu Ana memanggil, “Vita!”, sambil melambaikan tangan.
Vita menoleh dengan tiba-tiba Amanda memeluknya dan menanyakan kabar, “ bagaimana kabar kamu?”, sambil melepaskan pelukan. Vita menjawab, “baik”Ana menghampiri mereka dengan diikuti Lisa.
“Kalian saling kenal? “, tanya Lisa
“Iya, kami bertemu di Bandung ini saat aku sedang terseyok karena pernah di culik oleh teman bapak dan dia yang menolongku bersama temannya kalau gak salah namanya Reino”, ucap Amanda.
“Iya, kami berkenalan beberapa hari terus berpisah”, kekeh Vita
“Oh ya gaes, aku harus pergi. Temanku sudah menunggu”, ucap Vita
Ketika Vita akan bergegas melangkah tiba-tiba Alena menghalangi lalu memeluk setelah menatap dengan mengusap punggung milik Vita.
“Sayang, kenapa kamu kembalinya lama?”, tanya Alena dengan melepaskan pelukkan.
“Saya lama.., karena acara berkabumnya Jinwoo di rumahnya masih lama”, bohong Vita. Sebenarnya ia menginap di rumah Jinwoo dua minggu setelah itu ia pergi meninggalkan orang terdekat untuk menenangkan diri di rumah Gilang yang biasa ia gunakan untuk tempat beristirahat.
“Syukurlah kamu baik-baik saja nak”, ucap Alena
“Iya”, kekeh Vita lalu ia pamit, aunty aku pergi dahulu ya solanya teman saya menungguku lama”,ucapnya dengan lari saat Alena akan melontarkan kalimat kembali. Lucas yang sejak tadi mengamati interaksi mereka, ia menghubungi anak buahnya di Indonesia untuk memata matai Vita. Kemudian mereka bubar ke rumah masing-masing untuk beristirahat. Kali ini Lucas mewanti-wanti anak buahnya untuk tidak kehilangan jejak namun peringatan itu terjadi. Anak buahnya kehilangan jejak Vita pergi.
Lucas memarahi anak buahnya sambil memijat kening karena anak buahnya lagi-lagi kehilangan jejak. Dia tidak ingin ambil pusing dengan menyuruh kaki tangannya mencari info lengkap tentang Vita.
“Hallo tuan, ma..maaf kami kehilangan jejak kembali”, ucap Gary di seberang sana dengan gugup di dalam mobil yang ia kemudikan
“Apa?!”, marah Lucas
“Kalau begitu saya perintahkan untuk kamu untuk mencari tahu tentang Vita, nanti saya kirimkan fotonya jika masih ada kamu cepetan cari info dengan lengkap. Biar saya yang turun tangan sendiri”, ucap Lucas dengan memijat kening
“Baik tuan, saya laksanakan”, ucap Gary kaki tangannya.
Lucas mematikan telephone lalu berbaring di ranjang.
Paginya Vita kembali ke rumahnya. Ketika berjalan tiba-tiba Ana dari dapur yang melihatnya memanggil namanya, Vita!”, dengan membawa soup ayam dalam mangkuk, “syukurlah kamu kembali, ayo makan bersama”, tawar Ana. “Iya Vit, makin ramai sarapan paginya semakin nikmat”, nimbrung Lisa dari belakang sambil duduk di samping Johan.
Vita mengangguk karena kebetulan perutnya keroncongan minta diisi. Vita duduk di samping Ana. Mereka sarapan dengan obrolan tentang pernikahan Ana.
“An, kamu mau photo preweding dimana?”,tanya Lisa
“Katanya Leon sudah pesan tempat untuk photo prewedding dalam persiapan pernikahan”, ucap Ana
“Honey, kita nanti cari gaun yuk”, ajak Lisa dengan manja di rangkulan lengan Johan.
“Iya sweety tapi siang”, senyum Johan sambil mengecup kening
“yahh”, kecewa Lisa
“I’m sorry sweety”, maaf dari Johan.
__ADS_1
“Iya deh, gak apa-apa”, ucap Lisa
Saat mereka sedang berbincang-bincang tiba-tiba Alena dan Lucas datang.
“Kalian sedang membicarakan apa?”, tanya Alena
“aunty”, jawab Ana dan langsung menawarkan mereka duduk, “ mari aunty ikut sarapan bersama kamu juga Lucas”, ucap Ana
“Tadi kami sedang mengobrol persiapan nikahan Ana dan Leon aunty”, ucap Lisa.
“Oh ya, aunty sudah mencari gaun pesta?”, ucap Lisa.
“Tentu sudah”, ucap Alena.
“Kalau kamu Vit? “, tanya Lisa.
“Aku sudah”, jawab Vita singkat dengan masih asyik menyatap hidangan yang dimasak oleh Ana.
“Yah baby cuman tinggal kita, lainnya sudah”, cemberut Lisa.
“Tenang sayang gaunnya tidak akan habis”, ucap Johan.
“Oh ya, nak aunty mau berbicara berdua sama kamu. Apa bisa? “, ucap Alena.
“Ini kesempatan baik untuk mencerca tentang si br*ngs*k itu”, batin Vita.
“Baiklah”, ucap Vita yang telah menyelesaikan sarapan paginya.
“Ayo aunty”, ajak Vita.
“Lucas momy ke kamarnya dahulu, jika terlalu lama kamu bisa meninggalkan momy dahulu”, ucap Alena yang diangguki Lucas.
“Mereka sepertinya serius, sedang obrolin apa ya”, batin Lisa dengan kepo.
Ketika Alena memasuki kamarnya ia terkagum dengan kerapian dan keunikan kamar milik Vita. Kasurnya tanpa dipan dengan seprai biru yang bergambaran pria korea, dindingnya ia lapisi warna biru, merah tua, ungu, dan putih dengan tempelan poster idol korea dan pemain sepak bola barcelona, dan terdapat bingkai foto ibunya, neneknya, dan dia sendiri, mejanya pun unik kecil pas untuk suasana di kamarnya. Lalu Alena duduk di karpet empuk samping kasur kecilnya. Sambil menunggu Vita Alena menelisik setiap sudut dengan terkagum kagum. Kemudian Vita keluar dari kamar mandi lalu pergi ke meja nakas mengambil air mineral mini untuk di suguhkan kepada Alena bersama camilan kue chocochip.
“Tidak usah repot-repot sayang”, ucap Alena.
“gak kok aunty”, ucap Vita.
“Thank you”, ucap tulus Alena.
“Oh ya sayang aunty bawa gaun untuk kamu pakai pergi ke pesta teman-teman kamu pasti cocok untuk kamu”, ucap Alena.
“Thank you aunty”, ucap Vita tulus.
“Apa ada yang aunty mau omongi?”, tanya Vita.
“Iya sayang, aunty akan menceritakan detail tentang Rajaswara dengan sepengatahuan aunty sedikit. Aku mengenalnya ketika Monica menceritakan suaminya bahwa saat pacaran dia penuh perhatian dahulu aunty mencegah Monica untuk menikahi Rajaswara namun momy kamu terus membantah. Saya mencegah ketika saya mengenal Raja swara jika dia bukan laki-laki baik sebagai pendamping ibu kamu. Dia terus membantah. Lalu aku menceritakan jika ia hanya memanfaatkan bayi dalam kandungan untuk di jual. Ucapan aunty ia tidak pernah menggubris dan pada akhirnya ia mendengar dengan telinga dan matanya sendiri jika yang diucapkan aku itu benar. Dia sangat marah dengan memukul dada bidang suaminya sambil menangis histeris tetapi suaminya tidak menggubris malahan ia memukul wajahnya bertubi-tubi hingga penuh lebam. Aunty di telephon oleh momymu sambil terisak dan untungnya aunty masih berada di Jakarta.Aunty meminta suami aunty mengantarkan ke rumah Monica. Saat kami tiba di rumahnya ia tergeletak di lantai dengan keadaan mengenaskan. Kami lalu membawanya ke rumah sakit mengecek kandungan dan kesehatan. Setelah ia bangun, Monika menagis dan meminta kami untuk menghilangkan jejak terus Halmingthon mengiyakan. Pada akhirnya Rajaswara tidak pernah menemukan dan ia kembali menjalin kasih ke beberap wanita untuk ia jual baik ibunya maupun anaknya. Dia itu benar-benar psycho”, cerita Alena dengan meneteskan air mata saat mengingat kejadian waktu itu.
__ADS_1
Alena menengok ekspresi wajah Vita, saat melihat ekspresinya ia biasa saja tanpa ada emosi membuat Alena merasa sedih. “Mungkin dia menahan emosinya atau dia menganggap itu wajar, entah kenapa saat aku melihat matanya tatapannya kosong. Apa yang dia pikirkan”,batin Alena.
“Si br*ngs*k itu memang sialan. Lihat saja, kamu telah membawa-bawa anak kamu untuk menghancurkan aku. Akan aku hancurkan balik untukmu yang menyiksa para wanita lemah tanpa dosa”, batin Vita dengan kepala mendidih.