
Dominic mengemudi mobil mewahnya menuju butik milik teman ibunya. Dalam perjalanan menuju butik, Dominic menghentikan mobilnya di tengah perjalanan. Ia memarkirkan di area sepi. Rosiana yang tengah menikmati pemandangan luar jendela heran karena mobilnya tiba-tiba berhenti di jalanan sepi. Rosiana menoleh ke arah Dominic.
“Kenapa kita berhenti di sini? Bukankah kita belum sampai ke butik aunty Fresia?” tanya Rosiana.
Dominic tidak menjawab pertanyaan yang diajukan oleh wanitanya. Ia malah melepaskan sabuk pengaman milik Rosiana dan membawa tubuh calon istrinya ke dalam pangkuannya. Rosiana tak bisa berkata dan hanya menatap wajah Dominic dengan tatapan polos.
Dominic mengungkapkan perasaannya sambil membelai pipinya dengan jari tangan. “Aku sangat merindukan kamu. Seminggu berasa satu bulan tidak menemuimu sweety”, dengan mengecup bibir ranumnya.
“Bolehkah aku mendapatkan rasa manis darimu?” tanya Dominic dengan ekspresi memohon.
Rosiana tak bisa memikirkan apa pun yang di minta oleh Dominic. Ia langsung memberikan rasa manis untuk calon suaminya. Dominic pun sangat senang apa yang dilakukan oleh Rosiana. Dominic menekan tengkuk Rosiana agar mendapatkan lebih intens dan dalam.
Lalu mereka melepaskan untuk mengambil oksigen. Dominic tersenyum tipis sambil mengusap bibir ranum milik Rosiana sambil mengatakan kata terima kasih dan memberikan kecupan di keningnya.
Rosiana yang tengah menghirup udara bertanya, “kapan kita ke butik? Aku tidak enak dengan aunty Fresia yang menunggi kita.”
“Baiklah sweety, kita berangkat. Setelah itu kita lanjutkan yang lebih dari ini”, senyum Dominic.
Dominic kembali meletakkan Rosiana di kursi sebelahnya dan mulai menjalankan mobilnya.
...
Beberapa lama kemudian mereka telah sampai ke butik milik Fresia. Dominic turun dari mobil lalu membukakan pintu untuk Rosiana. Dominic memberikan tangannya dan diterima oleh Rosiana. Mereka berjalan bersama memasuki butik milik Fresia. Di sana sudah ada pelayan yang menyapa kedua pasangan sejoli.
“Selamat datang tuan, nyonya. Mari saya antar ke ruangan bu Fresia”, ucap pelayan itu dengan sopan.
Dominic dan Rosiana mengikuti pelayan itu menuju ruangan dimana Fresia menunggu mereka.
Fresia yang tengah menggambar gaun mewah di sofa mendongak ketika ia mendengar suara sepatu. Fresia tersenyum melihat dua sejoli yang ia kenal.
“Selamat datang sayang”, ucap Fresia sambil menghamburkan sebuah pelukan untuk dua sejoli.
“Akhirnya kalian sampai ke butikku”, ucap Fresia kembali.
Lalu Fresia memerintahkan pelayannya untuk menyiapkan gaun yang sudah di pilih oleh Sea.
“Bawakan gaunnya ke sini!”
__ADS_1
“Baik Mrs.”
Setelah memerintahkan pelayannya membawakan gaun pengantin untuk di coba oleh Rosiana. Fresia mempersilakam duduk kepada mereka.
“Mari duduk sambil menikmati hidangan yang sudah kusiapkan”, tawar Fresia.
“Thank you aunty”, ucap Rosiana.
Mereka menjatuhkan bokongnya di sofa putih.
“Apa kesibukan kamu masih seperti mesin yang selalu gila akan sebuah tumpukan kertas di ruang kerjamu?” tanya Fresia.
Dominic mengedikkan bahunya.
“Setelah menikah kurangilah pekerjaanmu Dom. Kasihan istrimu nantinya. Ia membutuhkan perhatian dari seorang suami. Jika kamu gak sanggup memenuhi keinginan istrimu mendingan lepaskan dan biarkan dia bersama pria lain”, ucap Fresia.
Dominic berdecak atas apa yang ia dengar dari bibir milik Fresia.
“Anda ternyata tidak pernah berubah. Selalu saja mengurusi orang-orang”, ejek Dominic dengan nada ketus.
“Ho~ho, tentu. Menurutku mengurusi orang ke jalan yang benar itu wajib. Apakah kamu jarang ke gereja mendengarkan nasihat dari para pastor?”
“Kamu terlalu sibuk, tentu kamu pasti jarang ke tempat beribadah. Kamu kan robot pencetak uang.”
“Oh my god, kenapa suasananya mencekam. Aku harus menenangkan Dominic agar tidak ada kejadian yang mengerikan”, kata hati Rosiana dengan memegang tangan calon suaminya.
Saat Fresia akan membuka mulut, pelayan itu menghampirinya dengan mengatakan jika gaun yang yang di pesan telah siap. Fresia mengangguk tanda mengerti.
Fresia mengajak Rosiana untuk mencoba gaun yang di pilih oleh Sea. Rosiana mengikuti Fresia begitu juga Dominic.
Mata Rosiana berbinar melihat gaun pengantin yang begitu indah di depan matanya.
Dominic melihat wanitanya yang mengagumi gaun-gaun pengantin mencoba mendekatinya lalu membisikkan sesuatu di telinganya.
“Apa kau suka gaun yang di pilih oleh momy?”
“Tentu”, jawab Rosiana dengan singkat.
__ADS_1
Fresia menimbrung kemesraan mereka.
“Rosi, apa kamu menyukai semua gaun pengantin ini?”
“Iya aunty.”
“Bersiaplah mencoba gaun-gaun ini. Lalu aku bungkuskan dan ku kirim ke alamat mansion ke orang tua si pria es ini”, tunjuk Fresia.
Rosiana mengangguk kepala.
“Ikutlah bersama pelayan ku. Mereka akan membantumu memakaikan gaun-gaun pengantin tersebut”, ucap Fresia.
...
Kini di ruang ganti Rosiana tengah mencoba gaun yang sedikit terbuka di bagian bahu dengan menampilkan lekuk tubuh miliknya dengan rambut disanggul. Usai telah siap, Rosiana berdiri di balik tirai. Lalu pelayan itu membuka tirai berwarna merah. Dominic termangu dengan kecantikan yang dimiliki oleh calon istrinya. Dalam hati ia berkata, “sungguh sexy dan elegan.”
Fresia yang duduk di sofa singel melirik ke arah Dominic yang termangu melihat penampilan wanita miliknya.
Fresia tersenyum miring lalu ia bertanya kepada Dominic. “Bagaimana penampilan calon istrimu? Bukankah ia terlihat cantik dan sexy?”
Dominic yang tengah menelisik seluruh inci tubuh milik istrinya mendengar pertanyaan dari bibir Fresia, ia mengubah ekspresi kagum menjadi pria dingin dalam sekejap.
“Ya, dia cantik dan sexy. Namun menurutku gaun itu jelek dimataku. Lebih baik ia mencoba gaun lainnya. Aku tidak mau ada apa-apa dengan wanitaku dan calon buah hatiku gara-gara pakaian ketat seperti itu”, tandas Lucas.
“Uhmm, baiklah. Coba kamu bantu Rosiana pakai gaun lainnya”, perintah Fresia terhadap pelayannya.
“Baik Mrs.”
Pelayan tersebut menutup tirai lalu membawa Rosiana ke ruang ganti untuk mencoba gaun lainnya. Rosiana memakai gaun pengantin yang terbuka di bagian bahunya dan bawahnya melonggar. Namun Dominic tetap tidak menyukai yang di pakainya sampai beberapa kali mencoba hingga jatuh pada gaun pengantin dengan lengan panjang yang berlapisan renda dan bawahannya longgar.
Rosiana menghela nafas untuk menghilangkan rasa lelah bolak-balik mencoba gaun-gaunnya.
Dominic pergi menghampiri Rosiana dengan menyeka keringat di dahinya. Fresia dan ketiga pelayan melihat adegan mesra mereka, Fresia memberikan kode kepada ketiga pelayan untuk meninggalkan tempat dimana dua sejoli tengah bermesraan tanpa tahu tempat.
Dominic memberikan pujian untuk sang pujaan hatinya.
“Kau terlihat cantik dan sangat cantik bagiku”, sambil mendekatkan wajahnya hingga mengikis jarak.
__ADS_1
Dominic menekan tengkuk untuk memperdalam ciumannya. Beberapa lama kemudian Dominic melepaskan untuk mengatur oksigen.