The Mafia Millioner

The Mafia Millioner
Hari Bahagia Ana dan Leon 3


__ADS_3

BERBIJAKLAH DALAM MEMBACA KARENA ADEGAN INI BUKAN UNTUK DITIRU NAMUN HANYA SEBAGAI HIBURAN. 😊


TERIMA KASIH. 🙏


JANGAN LUPA BERI LIKE👍 DAN FAVORITKAN KARYA SAYA


.........


Pukul 09.30 acara sakral dimulai dan MC membacakan petuah dengan penuh hikmat. Kemudian berlanjut Leon naik ke atas altar dengan jas hitam, kemeja putih, dan berdasi kupu-kupu lalu berselang beberapa menit Ana datang dengan bergandengan lengan daddy nya Leon. Setelah Albert mengantarkan Ana ke altar diserahkan kepada Leon, ia turun dan ikut bergabung. Terus dimulailah acara janji suci dengan Tuhan dan penghulu.


Setelah selesai dua sejoli itu memberikan cintanya dengan memasangkan cincin ikatan dan saling memberi kasih setelah mereka sah menjadi suami istri. Dengan dilanjutkan melemparkan bunga pengantin dan para wanita heboh sedangkan Vita menyingkir dengan bersembunyi di balik punggung besar para pria. Alena yang melihat Vita bersembunyi hanya menggeleng kepala dengan senyum.


“Aku An!”, teriak Lisa


“Aku aja Ana!”, teriak Camelia


Teriakan para wanita menggema dan akhirnya tertangkap di tangan Amanda adiknya sendiri. Para wanita yang memperebutkan kecewa. Setelah acara pelemparan bunga mereka dipersilakan makan.


Vita begitu senang setelah selesai acara pelemparan bunga dan saat ini ia mengambil banyak makanan mulai dari ayam goreng, cheese cake, mochi, sate, dan masih banyak lagi yang ia ambil.


Adele bersama suaminya yang melihat teman Ana dibuat heran apalagi orang di sekitarnya. Namun Vita cuek dengan duduk dibangku menikmati hidangan yang ia ambil.


Dante yang melihatnya membawa makanan banyak di meja menghampiri Vita.


“Hai girl”, sapa Dante dengan duduk di sampingnya dan membawa minum orange jus. Tetapi Vita tidak menggubris.


“Ternyata kamu makan banyak ya”, ucap Dante


“Apa perut kamu tidak sakit?”, tanya Dante.


“Mister, perutku tidak akan sakit karena baknya luas. Jadi biarkan aku menikmati”, ucap Vita sambil menguyah ayam goreng.

__ADS_1


“Kamu sangat unik girl”,sambil mengusap kepalanya dengan diamati oleh Lucas berjarak tidak terlalu jauh. Adegan itu membuat Lucas merasa cemburu lalu ia menghampiri Dante dan Vita dengan menggeser bangku disebelah Vita.


“Sepertinya kalian sedang asyik”, ucap Lucas dengan dingin.


“Iya kami sedang asyik menikmati makanan yang ia makan. Lihatlah Lucas gadis ini unik dari cara makan sampai bersendawa tanpa memperdulikan etiket sebagai seorang wanita”, ucap Dante dengan menatap makannya Vita.


“Apa kamu sering makan seperti ini?”, tanya Lucas


“ya”,jawab singkat Vita.


Ketika mereka sedang mengobrol Alena datang ikut menimbrung obrolan dua pria samping Vita dengan menggeser bangku depan Vita.


“Sayang, apakah perut kamu tidak sakit nak?”, tanya Alena setelah melihat Vita menghabiskan banyak makanan yang ia ambil.


Setelah selesai makan Vita bersendawa sebelum mengindahkan omongan Alena, “ha’aa”, lalu Vita berbicara, “maaf aunty tidak sopan”, dengan terkekeh. Alena dan Dante tersenyum melihat sosok tabiat Vita sebagai wanita sedangkan Lucas mengatakan dengan omelan, “jika kamu mengetahui apabila bersendawa di depan banyak orang harusnya kamu makan sebagaimana layaknya seorang wanita”, tetapi Vita tidak menggubris lalu beranjak dengan berpamitan pada Alena, “aunty ke toilet dulu”, ucapnya sambil berlalu menuju ke toilet.


“Lucas seharusnya kamu jangan keras dengan Vita”, ucap Alena setelah Vita pergi dan Lucas beranjak pergi menyusul Vita. Di toilet Vita sedang membuang air besar setelah itu keluar mencuci muka. Tanpa di sadari olehnya Lucas berada di belakang.


Lalu Vita membalik badan dengan mendorong Lucas, “minggirlah tuan”, ucap Vita sambil berlalu pergi. Saat ini Lucas mengalah namun nanti malam di pesta dansa ia ingin menghukumnya.


“Lihat saja sweety”, batin Thomas dengan tatapan licik.


Vita bergabung kembali setelah dari toilet. Dengan berfoto selfi lalu pergi ke blakon untuk vidcall dengan Minwoo dan lainnya yang ia rindukan.


“Anyyeonghaseyo oppa? (hallo apa kabar?)”, sapa Vita


“Kamu masih sekolah kan Vit?”, tanya Minwoo


“Iya, aku mengabulkan oppa Jinwoo, meski sedikit malas”, kekeh Vita.


“Yak, kamu harus rajin sekolah. Oppa suatu saat akan mampir ke apartemen atau rumah kamu. Jika kamu ketahuan tidak sekolah awas”,ancam Minwoo.

__ADS_1


“Iya,sekarang aku sedang menyambut pernikahan milik temanku. Coba lihat apakah aku cantik?”, ucap Vita sambil berwajah imut membuat Minwoo terkekeh.


“Iya kamu cantik”, ucap Minwoo. Ketika Vita sedang vidcall tiba-tiba Devan dan Dante berada di belakang yang tidak diketahuinya.


“Vi dibelakang kamu ada seseorang deh”, ucap Minwoo.


“Siapa, tidak ada deh. Aku sendirian disi...”, ucapan Vita berhenti ketika ada suara deheman dari laki-laki lalu ia membalik badan dan terkejut.


“haaah”, dengan mata melotot dan bibir menganga lalu oleh Devan ditutupkan mulutnya dengan senyum.


“Kenapa kalian disini?”, tanya Vita


“Terserah kami, ini tempat umum Vit”, ucap Devan


“Kalian mengganggu aja, orang lagi senang sedang melepas rindu malah kesini dengan waktu tidak tepat”,cemberut Vita. Mereka malah terkekeh dan mengacak rambutnya membuat Vita tambah kesal dengan mengejar mereka dan mengabaikan vidcall dengan Minwoo.


“Hei! Awas kalian aku akan lempar sepatu ini mengenai kalian”, teriak Vita memdia menjadi pusat perhatian setelah merasa jadi pusat perhatian Vita terkekeh dengan menggaruk tengkuk tidak gatal dan berjalan pergi meninggalkan pesta ke kamar lalu merebahkan badannya.


Usai pesta sakral selesai Ana bersama Leon menuju tempat peristirahatan di kamar VIP. Pukul 08.00 malam pesta nikah dimulai dengan menggunakan pesta gaun malam yang hanya dihadiri oleh teman dekat dan keluarga. Pesta malamnya penuh dengan hikmat. Sedangkan Vita masih di dalam kamar dengan dengkuran keras.


Di pesta malam mereka berdansa bersama pasangannya dengan penuh keromantisan. Sementara Lucas mencari sosok Vita tetapi tidak ada di setiap sudut ruangan pesta. Lucas telah berusaha mencari dengan menanyakan beberapa orang dan momy nya. Tidak ada yang mengetahui itu. Alena yang tadinya nyaman dengan pesta lalu ia ikut mencari Vita dengan bertanya beberapa karyawan tetapi tidak ada yang mengetahui. Kemudian Lucas pergi ke ruang CCTV dengan izin petugas keamanan. Setelah mendapatkan info ternyata Vita belum keluar sejak tadi di pesta.


Saat ini Lucas memasuki kamar Vita ternyata ia masih sedang mendengkur keras dan Lucas hanya tersenyum sinis.


“Dasar tukang tidur”, batin Lucas lalu menghampiri Vita yang sedang mendengkur dengan menutup hidungnya agar ia terbangun. Vita kemudian terbangun ketika merasakan nafasnya mulai memendek dengan menghempaskan tangan Lucas.


“uhhh...ahh!”, sentak Vita, “mister apa yang kamu lakukan, aku hampir mati tahu”, ucap Vita sambil menarik nafas untuk menghirup oksigen.


“Siapa suruh kamu seperti kerbau yang susah dibangunin. Mereka sedang menikmati acara pesta malah kamu mendengkur di sini”, omel Lucas.


“Aku itu ngantuk gara-gara akhir ini aku lembur tugas, biarkan aku bermimpi kembali”, ucap Vita dengan merebahkan badannya yang sudah letih karena tugas menumpuk.

__ADS_1


“Baiklah, kalau begitu tidurlah kembali”, ucap Lucas merasa kasihan sambil mengusap keningnya lalu Lucas menghubungi Alena bahwa Vita berada di kamar karena letih mengerjakan tugas sekolah yang harus ia kejar. Kemudian Alena merasa lega sebelum membuat heboh lainnya.


__ADS_2