The Mafia Millioner

The Mafia Millioner
Bunga Jinwoo


__ADS_3

Malam hari di korea Vita sedang membaca buku harian milik Jinwoo di kamar yang biasanya di tempati Jinwoo di rumah halmonie setelah tiga hari berlarut-larut kesedihan setelah Jinwoo meninggal. Vita baru berani untuk membuka. Ia mengambil nafas sebelum membuka dan memulai membaca harian milik Jinwoo.


Hal. 1


Hari ini cuacanya hangat, hyung datang membawaku jalan-jalan ke taman bermain, dia juga sering mengantarku pergi ke sekolah dari tk hingga sekolah dasar semenjak orang tua kami sibuk dengan dunia bisnis dan politik.


Namun kehangatan yang selalu aku lalui menghilang ketika aku beranjak remaja duduk dibangku kelas 2 SMU. Setiap hari aku hanya mendengar pertengkaran mereka di kamar. Eomma sering meributkan tentang bisnis dan pewaris. Membuat hyung muak sehingga ia pergi malam entah kemana dan pulangnya selalu mabuk. Aku selalu kasihan padanya.


Hal. 2


Dua bulan kami tidak pernah ketemu, sekali ketemu hyung berseteru dengan eomma dan appa. Aku hanya bisa terdiam di balik pintu kamar. Ternyata hyung datang untuk meminta restu pada ke dua orang tua, tetapi mereka tidak direstui. Dan na’asnya hyung mengambil tindakan yang orang tua kami ancam yaitu memutuskan hubungan. Lalu hyung keluar membawa kekasihnya pergi dari keluarga Kang. Eomma menjerit dan appa pergi ke kamar.


Hal. 3


Setelah dua minggu kepergian hyung, eomma mulai memperhatikan dari bentuk pendidikan dan nilai sekolahku. Apalagi saat pertemuan keluarga eomma dan appa yang dulunya memuji hyung saat ini ia selalu memujiku, itu semua membuatku bahagia.


Hal. 4


Malam gulita waktu aku pulang tiba-tiba eomma datang memarahiku dan melempar kertas hasil belajar yang menurun. Aku hanya diam namun setelah aku mendengar omelan eomma di terkahir yang mengatakan, “bagaimana kamu bisa meneruskan bisnis keluargamu, lama-kelamaan perusahaan itu milik saudara sepupumu”, itu membuatku terkejut. Karena selama ini aku pikir perhatian mereka adalah sebuah perhatian orang tua. Tetapi sebaliknya dia hanya menginginkanku untuk merebut perusahaan yang selama ini di bangun oleh kakek direktur Kang untuk menghasilkan uang untuk mereka. Aku baru menyadari kenapa hyung memberontak. Sungguh menyedihkan bagi kami dilahirkan di keluarga kaya tetapi kita tidak bisa memilih untuk dilahirkan dari keluarga mana karena semua kehendak tuhan.


Hal. 5


Hari-hari yang kulalui semenjak hyung menghilang terasa hidup dineraka


Cahaya kecil meredup diganti dengan penuh kegelapan.

__ADS_1


Setiap kali aku tertekan dengan penekanan dari mereka terkadang aku menyayat lenganku untuk menghilangkan rasa sakit yang tidak dapat ku sentuh.


Hal. 6


Aku kembali dari Amerika setalah lulus dari perkuliahan, seluruh keluarga besar direktur Kang memberikanku selamat dengan senyum dan tutut berbahagia namun semua yang kulihat hanya sebuah kepalsuan belakang tidak dengan halmonie ibu dari Park Shin. Ia memberikanku selamat dengan tulus tidak penuh kepalsuan. Dia apa adanya seperti hyung yang telah tinggal bersama halmonie setelah tercoret dari kartu keluarga.


Vita meneteskan air mata yang tidak dapat dibendung saat membaca isi hati Jinwoo yang dicurahkan dalam buku harian. “Oppa! Hhuhuhhuh”, ucap Vita


Hal. 7


Aku mendapatkan undangan pergi ke Indonesia untuk perjalanan dinas dan menghadiri upacara pernikahan temannya Robert dan Lee Sooji.


Pada saat di pesta pernikahan aku bertemu seorang gadis yang unik meski terlalu bar-bar. Ketika aku melihat pertama kali membuatku memperhatikan. Apalagi ia maju kedepan menyanyikan lagu-lagu romantis korea, membuatku terpanah.


Hal. 8


Setelah selesai aku mengendarai mobil dengan jalan macet penuh banyak orang berlarian. Tetapi aku tidak hiraukan dan maju terus lalu tiba-tiba ada seorang gadis tertabrak mobilku. Kemudian aku turun dan terkejut melihat gadis itu kembali di jalanan dengan kaki terluka dan lengan kiri.


Saat polisi datang gadis itu berusaha bangun. Namun terjatuh kembali dan aku harus menolongnya dengan jalan terpincang.


Aku mengemudikan mobil, gadis itu mengoceh saat kami telah berkenalan dengan bahasa korea dengan fasih. Ia juga menceritakan hal-hal lucu membuatku tertawa dan pertama kali memukul kepala gadis itu, aku kenal.


Hal. 8


Hari kedua aku bertemu dengannya dengan gaya tomboy namun tetap terlihat cantik. Ia berteriak dengan tanpa malunya di salah satu pusat perbelanjaan,”Oppa!”, aku mengahmpirinya.

__ADS_1


Dia seorang malaikat memberikan sercecah cahaya di dalam hatiku. Aku bahagia hariku diisi gadis memiliki pribadi bebas dan konyol. Ketika aku sedang suntuk dia malah mengajarkan untuk mengendarai moge dengan gila-gilaan di tengah malam. Ia juga mengajakku bermain boxing, sangar, basket, dan segalanya untuk menghilangkan kebosanan melanda. Dia bidadari bagiku meski gayanya bar-bar.


Hal. 9


Ketika aku suntuk di rumah ataupun di kantor aku selalu vidcall dengannya berbagai macam candaan. Aku merasa hari gelap tergantikan dengan cahaya putih.


Hal. 10


Aku datang dan terus datang kembali menemui dia. Dia selalu meminta gendong seperti anak kecil. Terkadang aku melihat dia seperti orang remaja yang nakal ketika ikut berkelahi ataupun balapan motor. Rasa sakit yang ada di fisiknya, dia tidak pernah menunjukka rintihan dimulutnya. Seolah itu biasa baginya


Hal. 11


Cahaya mulai redup kembali ketika eomma dengan seenaknya memaksa menjodohkanku. Aku merasa hidup dengan keadilan tiada, saat eomma mengetahui jika aku berhubungan dengan gadis berstatus buruk.


Kepalaku terasa pecah rasanya. Aku merasa depresi berat seperti dirasakan hyung.


Setiap hari aku dicerca omelan yang membosankan. Orang dewasa itu rumit jik**a masalah harta, tahta, kekuasaan. Mereka akan mengorbankan apapun untuk mencapai puncak meski anaknya kesakitan.


Hal. 12


Kehancuran terasa ketika aku mengalah untuk meninggalkan dia. Semuanya aku turuti untuk dua orang dewasa egois. Namun mereka tidak pernah puas sehingga setan memengaruhiku untuk meninggalkan dunia kejam atas keegoisan orang dewasa. Aku terus berlari meski terseyok, aku sudah tidak peduli. Hatiku mengatakan untuk meninggalkan semua duniawi yang menyesakkan.


Di hari akan mengadakan pernikahan saat itulah aku pergi.


Setelah membaca curahan hati Jinwoo, Vita menangis tanpa henti. Rasa sakit yang dirasakan Jinwoo terasa menyengat di relung hati Vita.

__ADS_1


Begitu juga yang dirasakan oleh orang terdekat Jinwoo terutama halmonie yang menyalahkan diri sendiri.


Setelah lelah menangis sendiri di dalam kamar Vita membuka jendela mencari angin untuk menghirup oksigen. Vita duduk dengan mendengarkan senandung lagu kpop milik Ailee soundtracknya goblin yang pernah dinyanyikan bersama Jinwoo semasa ia hidup. Vita bersenandung sambil membayangkan momen bersama Jinwoo ketika bermain atau berjalan berduaan bahkan saat menaiki kincir angin sambil tertawa bersama.


__ADS_2