The Mafia Millioner

The Mafia Millioner
Kerinduan


__ADS_3

“Sreng..sreng..”, suara osengan masakan yang di buat oleh seseorang dan bau harum menyeruak saat menuruni tangga. Lisa segerah pergi ke pantry dapur untuk mencicipi masakan yang dibuat seseorang yang berada di dapur.


Ketika akan melangkah membuat Lisa mengurungkan diri karena orang yang memasak baru dia lihat dan bukan penghuni dari rumah ini. Lisa mulai berpikir, “Apa Vita menyewakan kamar untuk laki-laki juga?”.


Pada saat sedang berpikir Lisa terkejut melihat wajah tampan laki-laki yang berada di dapur ketika ia membalikkan tubuh. “ Dia sungguh perfek dengan sebutan malaikat tubuh putih yang bersinar dengan balutan pakaian kasualnya dan kepala dihiasi dengan topi putih apalagi dia terlihat menawan saat memakai apron putih”, dengan mata berbinar. Ketika sedang mengagumi malaikat di depannya tiba-tiba ada seseorang menepuk bahunya membuat Lisa kaget, “Auch..” Ana bertanya pada Lisa kenapa ia bengong tanpa berkedip, “Kenapa kamu disini? Aku panggil kamu tidak mendengarkan. Ada apa sih?”


“Lihatlah Ana ke depan yang ada di dapur”,bisik Lisa dengan menolehkan kepala Ana.


“Dia siapa?” tanya Ana dengan memincingkan mata.


“Aku tidak tahu, yang pasti dia malaikat yang diturunkan oleh Tuhan di pagi hari”, ucap Lisa dengan mata bersinar.


“Aku akan menghampiri”, ucap Ana namun di tahan oleh Lisa.


“Jangan dulu dong An aku masih belum puas menatapnya.


Apalagi ketika sedanv masak dia terlihat menawan. Tahu gak An? Dia idaman kaum wanita jaman sekarang”, ucap Lisa.


“Kamu terlalu alay tahu gak Lis”, ucap Ana yang jengah melihag ke alayan Lisa.


Ketika akan melangkah Lisa menahan kembali lengan Ana. Ana mulai kesal, “Apaan sih Lis, Aku itu mau kenalan siapa tahu dia yang juga menempati kamar di rumah ini. Daripada penasaran Lisa”, bisik Ana dengan menghempaskan tangan Lisa. Ana melangkahkan kakinya menghampiri sosok laki-laki oriental Asia.


“Hemmm..!” suara deheman Ana.


Lisa menghampiri Ana untuk ikut berkenalan dengannya.


“Hallo namaku Lisa, kamu anak laki-laki baru ngekost ke sini ya?” tanya Lisa dengan memberikan senyuman.


Laki-laki itu membalas senyuman yang tadinya bingung ketika ada seseorang tiba-tiba datang memberi tatapan padanya.


“Tapi Vita kok gak memberi tahu kami”, ucap Lisa sedikit kecewa.


Ketika mereka sedang saling pandang meandang tiba-tiba dari belakang ada suara teriakan dan tak lain Vita.


“Oppa!” teriak Vita dengan mata berbinar lalu ia berlari ke arah laki-laki tampan itu dari korea selatan. Vita merentangkan tangan dan di balas oleh laki-laki itu. Kemudian laki-laki itu menahan tubuh Vita yang tiba-tiba meloncat ke tubuhnya seperti bayi koala bergelantungan di induknya.


“eotteohge..,Jinwoo oppaneun wae mal-eul anhaejwossji (Bagaimana.., Kenapa kak Jinwoo tidak memberitahuku?)” tanya Vita dengan rasa bahagia yang masih dalam gendongan Jinwoo


“Haengboghani? (Apa kamu bahagia?)”, tanya Kang Jinwoo.


“Hummm.. geunyeoga geuliwo (Aku merindukannya), “ jawab Vita.


“uhmm geulium-eul eobs-aelyeomyeon kiseuleul haeyahae (untuk menghilangkan rasa rindu kamu harus memberikan kecupan)”, kata Kang Jinwoo sambil menunjukkan pipi kanan dan kiri “cup”.


Ana dan Lisa yang sejak tadi memperhatikan membuat mereka sedikit iri dengan momen bahagia Vita. Ketika Vita menyuruh Kang Jinwoo menurunkan tubuhnya malah tanpa ijin memberikan kecupan pada bibirnya, “cup” membuat Vita terkejut dan malu sambil memukul dadanya dengan manja.


Kemudian Kang Jinwoo menurunkan tubuh Vita dan langsung memperkenalkan temannya pada Jinwoo.


“jin-uoppa, naega malhaessdeon gajang chinhan chingudeul-eul sogaesikyeojwo ( Kak Jinwoo, kenalkan teman baik yanv pernah aku ceritakan)”, ucap Vita.


Jinwoo lalu memberikan salam dan memperkenalkan diri, “Annyeonghaseyo, je ileum-eun bitaui milae yeon-in jin-u-ibnida (Hallo, nama ku Jinwoo kang calon kekasih Vita)”, dengan memberi senyuman pada teman-teman Vita.


“Hallo, my name is Lisa”, kata Lisa dengan antusias sambil mengajak jabat tangan seperti budaya di Indonesia.


“Hallo, my name is Ana”, dengan berjabat tangan dan memberikan senyuman.

__ADS_1


Setelah selesai sesi perkenalan Vita mengajak mereka makan bersama. Ana dan Jinwoo Kang membantu Vita menyiapkan makanan di meja sedangkan Lisa lansung bergegas ke kamar mandi dengan mandi bebeknya agar mereka tidak menunggunya lama saat sarapan karena menurut Lisa ini adalah momen yang langka.


“Kemana teman kamu satunya”, tanya Jinwoo


“Dia lagi mandi kak, biasa dia selalu bangun telat”, kata Vita sambil terkekeh. Jinwoo yang melihat tingkah bodohnya Vita membuatnya ingin mencium dan langsung memberi kecupan bibir, “cup” ketika akan menyerahkan piring dan sendok membuat Vita terkejut.


“Oppa..”, kesal Vita


“Kita makan duluan, dia pasti lama”,kata Ana


“Itu saran yang bagus”, ucap Vita yang sudah lapar


Ketika mereka sedang sarapan Lisa kecewa ditinggal sarapan duluan.


“Yah, kalian tega ninggalin aku sarapan”, ucap Lisa dengan wajah kecewa.


“Sudah duduk tidak usah kecewa, itu juga kesalahan kamu lis. Kenapa kamu bangunnya telat?”, ucap Ana.


“Aku juga tidak maksud untuk telat”, kekeh Lisa.


Mereka menikmati sarapan nasi goreng kerang yang dibuat oleh kekasihnya Vita dari Korea dengan sambil berbisik-bisik dan mengobrol.


“Vita!” panggil Lisa berbisik di sebelahnya.


“Uhmm..”, hanya di jawab suara saja oleh Vita.


“Apa dia mau berfoto gak, Vit? Coba dong tanyain”, ucap Lisa dengan berbisik.


“Ya, aku tanyain”, kata Vita


(Oppa jinwoo, temanku Lisa mau minta berfoto bersama. Apakah Kakak Jinwoo mau?)”, ucap Vita.


Kang Jinwoo memberi anggukan kepada Vita. Lisa yang menunggu jawaban dengan tidak sabaran menyenggol lengan Vita.


“Bagaimana?”, tanya Lisa berbisik


“Dia bilang oke”, ucap Vita


Setelah selesai sarapan Lisa dan lainnya ikut selfie bersama dengan Jinwoo Kang. Lalu Lisa dan Ana berangkat pergi ke kantor. Sedangkan Vita dan Jinwoo kang membersihkan meja makan dan mencuci kemudian pergi weekend bersama seharian meski bukan hari libur. Mereka menikmati momen bersama dengan mencoba beberapa permainan yang ada di mall dan berbelanja kebutuhan apartemen meskipun sudah ada beberapa bahan yang sudah diisi oleh Jinwoo.


Semenjak kedatangan malaikat dikirim oleh Tuhan, Lisa memamerkan foto yang membuat semua para kaum hawa menjerit sejak pagi. Ana yang melihat tingkah Lisa membuatnya jengah apalagi Lala yang amat alay.


“Oh ya ampun Lis, kamu dapat dari mana? Itu bukan editan kan Lis?” tanya Lala dengan masih memandang foto laki-laki di samping Lisa.


“Ussh.. Ini bukan editan lihat baik-baik La”, kata Lisa menyombongkan diri.


Lala langsung merebut ponsel untuk melihat lebih dekat, “Wow.. Lis kamu beruntung meski dia bukan idol tapi dia terlihat mirip banget wajah idol-idol di tv maupun di sosmed”, heboh Lala


“Jangan lebay deh La, kerenan aku terlihat nyata”, ucap Rangga dengan kepedaan.


“Iuuhhh..”, sorak para kaum hawa kecuali Ana.


Ketika mereka sedang heboh tiba-tiba bu Rosa datang dengan tatapan tajam yang di hiasi kacamata di wajahnya.


“Kenapa kalian ribut-ribut? Kalian tahu tidak ini masih jam kerja bukan main”, peringatan Rosa sambil membenarkan kacamata dengan jari telunjuk.

__ADS_1


“Kami itu juga sedang bekerja kok bu demi menegakkan dan kebahagiaan kaum hawa terutama buat bu Rosa”, ucap Vera dengan sopan dan tersenyum tipis.


“Maksud kamu apa?”, tanya Rosa


“Maksud saya ada idola bu Rosa yang selama ini ibu juga mengidolakan laki-laki drakor. Ibu kan juga penikmat drakor”, ucap Vera


“Coba saya lihat”, ucap Rosa dengan ekspresi datar.


Pada saat sedang tegang memberikan ponsel milik Lisa ke Rosa sampai pada tangannya lalu Rosa melihat foto yang ada di layar ponsel milik Lisa tiba-tiba di kagetkan dengan jeritan Rosa, “Oh my god, my god!”, dengan menampilkan ke alayan Rosa yang baru dilihat bawahannya membuat mereka terkekeh dan Vera memiliki bahan gosip untuk karyawan di bidang lain.


“Ternyata bu Rosa juga alay”, kata Rangga yang menatap bu Rosa dan diiyain oleh karyawan lain.


Rosa yang merasa di ejek kemudian merubah ekspresi wajah galaknya, “Siapa yang alay? Kalian cepat kerjakan tugas kalian. Jangan main-main dan ribut, besok kita ada rapat. Mengerti!”, ucap Rosa selaku pimpinan pemasaran.


“Lisa ponsel kamu saya sita untuk sementara agar tidak membuat keributan dan kalian fokus dengan deadline kalian”, ucap Rosa sambil berlalu menuju ruangan.


Lisa yang berada di meja kerja gusar dengan ponselnya yang di bawa oleh Ros lalu Lisa mengadu dengan Ana.


“Gimana nih An”, dengan memegang lengan Ana


“Sudah tidak apa-apa, bu Rosa meminjam ponsel kamu itu memandangi gambar yang tadi kamu pamerkan. Coba saja kamu intip. Pasti ekspresinya berubah Alay sambil membayangkan berlarian dan kejar-kejaran dengan laki-laki asal Korea itu”, ucap Rangga yang diiyain oleh rekan kerjanya.


“Coba kalian bayangin deh bagaimana ekspresi bu Rosa dan mimpi alay bu Rosa”,Omongan Vera termakan oleh para seluruh karyawan di bawah pimpinan Rosa dan Ana pun juga ikut andil.


Semuanya ngebayangin setelah itu mereka tertawa, “hahaha”, seluruh karyawan tidak bisa menahan gelak tawa. Bu Rosa yang berada di ruangan mendengarkan tawa bawahannya lalu beranjak keluar. Para karyawan langsung diam ketika Rosa keluar dengan menahan tawa.


“Siapa yang tertawa? Kalian sedang mengejek saya dari belakang?” tanya Rosa


“Enggak Bu”, jawab lirih seluruh karyawan.


Kemudian Rosa masuk kembali dan semuanya tertawa menahan perut sakit. Ketika mereka tertawa kembali Rosa keluar sebentar lalu semua karyawan langsung merubah ekspresi dengan pura-pura serius dan menahan tawa kembali.


Rosa mengancam pada semua bawahannya, “awas jika saya mendengar gelak tawa kalian”, dengan menunjukkan dua jari.


Setelahnya mereka menghembuskan nafas kasar, “ahh” dan mulai mengerjakan tugas kembali.


Sedangkan orang yang diidolakan sedang menikmati weekend dengan Vita.


“Oppa, ngalah dong!”


“Yahh, ini game Vit..”


Akhirnya Vita kalah, “Game Over” di permainan balap mobil.


“Oppa, coba dong capit boneka itu”, dengan menarik lengan Jinwoo Kang


“Apa kamu yakin? Tapi kan..”, ucap Jinwoo yang terpotong dengan teriakan Vita, “Oppa, aku mau mencoba capit boneka ini”, tunjuk Vita dan mencoba mendapatkan boneknya yang diinginkan yang di bantu oleh Jinwoo.


Satu kali mencoba hingga keempat kali Vita gagal mencapit kemudian berganti dengan Jinwoo satu kali dua pulau terlampaui.


“Wahh..Oppa dapat dua!”, teriak Vita


“Apa kamu menyukai boneka koala itu?” tanya Jinwoo dengan senang melihat Vita bahagia.


“Humm.. aku suka dan senang sangat akrena seharian dengan Oppa”, jawab Vita dengan senyum merekah dan menyuruh Jinwoo untuk sejajar dengan tubhnya lalu Vita memberikan kecupan, “cup” di pipi kirinya. Namun Jinwoo tidak puas dan menyuruh Vita mencium bagian bibir dan lansung diiyakan oleh Vita, “cup” kemudian Jinwoo merasa puas dan mengusap kepala dengan memberikan senyuman yang saling membalas.

__ADS_1


Vita dan Jinwoo berjalan beriringan dan pulang menikmati suasana padatnya jalanan di Jakarta sambil bergurau hingga akhirnya mereka menaiki taxi karrna lelah untuk berjalan sampai pada apartemen yang mereka tempati. Vita tertidur di pangkuan Jinwoo dengan pulas sedangkan Jinwoo menikmati di luar jendela dan memandang wajah Vita dengan memberi usapan pada kening. Beberapa jam kemudian mereka telah sampai area parkir apartemen dan Jinwoo menghendong Vita di belakang lalu meletakkan dengan pelan dan membantu melepaskan sepatu dan kaos kakinya kemudian ia berbaring di sebelahnya dengan saling berpelukan. Hari weekend yang membahagiakan bagia dua insan yanh tertidur saling melepaskan rindu.


__ADS_2