The Mafia Millioner

The Mafia Millioner
Misi 5


__ADS_3

Lucas mengajak pergi ke tempat syukuran di rumah Faruk untuk masa kehamilan istrinya memasuki tiga minggu. Sesampainya di halaman pelataran milik Faruk membuka pintu mobil sebelah kiri dengan menarik tangannya sambil membawakan bingkisan yang dibeli dari suruhannya yaitu daging sapi berkualitas tinggi dengan susu ibu hamil.


Lucas bertemu dengan Leon bersama lainnya di arena pelataran rumah Faruk. Ana yang turun dari mobil langsung memanggil Vita dan memeluknya.


“Vita!”, teriak Ana dengan memeluknya bersama Amanda. Lalu Ana menanyakan keadaan Vita, “Vit, kamu tidak kenapa-napa kan? Aku begitu khawatir tahu tidak”, dengan mengusap kedua lengannya.


“Aku melihat kamu berita di ponsel, buatku heboh tahu. Jadi, aku memberitahukan pada Ana dan semua panik”ucap Amanda.


“Iya aku tidak apa-apa, kalian liat kan aku masih bisa berdiri dan berjalan”, ucap Vita dengan merentangkan kedua tangannya.


“Yap, tapi wajah kamu yang sedikit lebam”, ucap Amada sambil memeperlihatkan wajah Vita dengan menolehkan kepala Vita kanan kiri.


Vita berdecak, “ck”, dengan wajah sedikit songong, “itu sudah biasa”,senyum Vita. Orang-orang yang disekitar merasa sebal dengan ekspresi wajah Vita dan mereka hanya berdecak.


“Apa kita hanya berdiri di sini tanpa harus masuk di rumah pemilik ini?”, tanya Vita yang dari tadi hanya berdiri di pelataran.


Mereka lalu berjalan setelah mendengarkan pertanyaan dari Vita lalu memencet bel, “ting tong_..,”pintu pun terbuka setelah mendengarkan suara bel dari luar. Tamara membukakan pintu lalu menyapa teman-temannya dengan berpelukan.


“Hallo gaes”, sapa Tamara dengan senyuman bahagia dan memeluk satu persatu. Setelah itu Tamara mengajaknya masuk, “Ayo gaes masuk,Faruk ada di belakang halaman”, ucapnya. Sebelum masuk mereka memberikan bingkisan kepada Tamara yang dibawanya oleh masing-masing orang dan ada pula yang tidak membawa hanya memberika ucapa turut bahagia. Tapi Tamara tetap bahagia karena mereka tetap mau datang untuk ikut meriahkan pesta syukuran yang diadakannya. Di pesta tidak hanya bersenang-senang tapi juga saling mengenal dan menambah pertemanan mereka untuk bersilaturahim.


Mereka ikut membantu membuat kue, makanan ringan, dan lain-lain kecuali Vita. Ia hanya mencoba makanan yang dibuat oleh Ana dan Amanda. Tamara yang belum mengenalnya pun hanya menggeleng kepala.


Seiring mereka sedang menikmati masak, tiba-tiba para pria datang menghampiri kekasih mereka masing-masing. Tapi bagi para jomblo hanya pasrah melihat mereka bermesraan terutama Lucas. Tapi Lucas tidak begitu menjadi laki-laki yang pasrah ataupun nelangsa. Baginya melihat mereka bermesraan ikut bahagia. Namun tidak untuk Jorse, Elena sepupu Faruk, Devan, Martin, dan Amanda.


Jorse membuka suara dengan sindiran, “hm, hem.., jadi iri nih bagi para jomblo yang melihat kemesraan kalian setelah bekerja seharian. Jangan dipamerkan di depan para jomblo, kami jadi ngiri”, dengan terkekeh.


Elena juga ikut menimbrung, “iyah nih,aku iri, jadi pengen nih, kalian harusnya sitkon dong”, sindir Elena.


Jorse yang berada di sampingnya menawarkan diri dengan merangkul pundak Elena dengan sok kenal.


“Sama aku aja, aku juga jomblo nih. Apakah aku boleh kenalan?”, ucap Jorse dengan menggoda Elena, tapi yang dia dapat sebuah injakan di kakinya dan hempasan tangan dengan kasar dari Elena setelah para wanita menggoda dengan kata, “cieee”, secara bersamaan.


Malamnya mereka mulai pesta dengan mengganti pakaian sexy kecuali Vita. Ia memakai baju berkaos panjang dengan rok plisket pendek. Para wanita yang melihat penampilan Vita merupakan penampilan yang tidak sesuai tema tapi bagi Ana dan Amanda sudah terbiasa dengan sifatnya yang tidak begitu menyukai gaun sexy. Tamara memaklumi karena ia masih muda dibandingkan lainnya. Sedangkan Lucas begitu bangga dengan penampilan Vita yang tidak memperlihatkan lekuk tubuhnya.

__ADS_1


Sedangkan Jorse mengomel dengan penampilan Vita tapi Vita tidak menggubris malah ia pergi memanggang di samping William dan Dante.


“Hei girl, penampilan kamu kenapa beda sendiri? Apakah kamu tidak tahu arti tema itu? Atau kamu sengaja”, ucap Jorse dan Vita membola lalu berjalan ke arah pemanggangan.


“Hei kau..”, teriak Jorse dengan ekspresi kesal.


Sementara Faruk yang berada di samping Lucas membicarakan wanita unik itu.


“Lucas! “, panggil Faruk, “kamu begitu beruntung mendapatkan gadis unik dan menantang”, ucap Faruk yang dari tadi memperhatikan perilaku Vita dan Lucas mengatakan, “tentu, dia berbeda dengan lainnya”, ucap Lucas dengan bangga lalu menyesap anggur.


Vita yang berada di tengah Dante dan William hanya makan dan orang yang berada di sampingnya tersenyum.


“Vit, kamu lapar atau bagaimana? Sepertinya kamu bisa membuat bangkrut bagi pemilik pesta ini”, ucap Dante sambil memanggang daging sapi beserta sosis.


“Oh ya, menurutku mereka kaya tidak akan bangkrut dan tujuan teman kalian membuat pesta untuk memberikan makan gratis. Jadi, tidak perlu pikirkan yang dikeluarkan oleh pembuat pesta ini. Kita nikmati makanan gratis”, senyum Vita sambil makan sosis. William yang berada di sampingnya begitu gemas. Ia menaruh alat pencapit sambil mencubit pipi Vita dengan mengatakan, “kamu menggemaskan baby”,dan Vita merintih kesakitan, “auch sakit uncle”, dengan cemberut.


Sedangkan Lucas yang berada di ujung jauh melihat keakraban mereka dengan Vita membuatnya cemburu terus Lucas menghampiri mereka dengan wajah dingin sambil menyindir.


“Sweety sepertinya kamu suka bersenang-senang dengan mereka. Aku begitu cemburu, sweetheart”, bisik Lucas lalu menciumnya dan Vita mendorong tubuh kekar itu.


“Uncle, dasar gila”, kesal Vita lalu pergi dengan menghentakkan kaki sebaliknya Lucas melihat Vita kesal terlihat menggemaskan dan membuatnya tersenyum tipis.


Vita pergi ke arena perkarangan milik Faruk. Tiba-tiba ada suara deringan ponsel dan Vita melihat nama tertera di layar depan ponsel yaitu Gilang dan Vita mengangkat telepon genggam.


“Hallo Lang, ada apa?”, ucap Vita.


“Aku mempunyai informasi gawat, mata-mata aku melihat Lisa sedang merencanakan jahat. Kamu harus dengar suara rekaman sendiri deh. Tapi aku tidak bisa mengirim lewat ponsel takutnya jejak kita diketahui mereka”, ucap Gilang dengan gusar.


“Baiklah, tapi kamu harus membantuku untuk bisa terlepas dari Lucas. Dia tidak akan melepaskan aku”, ucap Vita dengan memikirkan cara kabur dari Lucas.


Beberapa menit kemudian Gilang mengagetkan Vita di seberang, “aha! Vit, aku tahu caranya. Aku akan meminta bantuan Noah. Tapi kamu harus bisa keluar dari pesta itu tanpa di ketahui oleh Lucas”.


“Baik, aku akan kabur, tetapi kamu harus mematikan semua CCTV di rumah milik Faruk”, ucap Vita.

__ADS_1


“Ok, aku akan mengalihkan perhatian. Beri aku lima belas menit dari sekarang nanti aku kasih kode lewat smartwatch yang kamu pakai”, ucap Gilang sambil memainkan keyboard untuk menghacker CCTV di kediaman Faruk. Lalu Vita mematikan ponsel sepihak dan pergi dengan ikut bergabung kembali dalam pesta itu agar tidak dicurigai oleh mereka maupun Lisa yang berada di sana.


Tiga puluh menit kemudian Gilang memberikan kode dan Vita memulai aksinya dengan menarik diri di kerumunan. Setelah itu Vita mencari celah dengan ke toilet bersama Ana. Ia memanggil Ana untuk ikut ke toilet bersama. Lucas yang mengawasi Vita tidak curiga sedikitpun.


“Ana!”, panggil Vita dengan berlari lalu merangkul lengan milik Ana.


“Apa?!”, tanya Ana.


“Kamu mau ke toilet tidak?”, tanya Vita dengan tersenyum.


“Iya, emang kenapa?.., Aku takut dengan senyuman kamu sepertinya mencurigakan”, ucap Ana.


“Aish.., jangan suudzone gitu. Aku justru mau ikut ke toilet. Kebelet nih”, ucap Vita.


“Yaudah, yuk”,ajak Ana tanpa curiga.


Sampainya di toilet, Vita masuk ke kamar mandi dengan bersamaan sama Ana. Lalu ia keluar setelah Ana masuk disebelahnya dengan berjalan tanpa suara dengan menghidupkan kran air. Lalu Vita keluar menuju kamar atas dengan menarik roknya ke atas dengan berjalan di pagar lalu melompat tanpa ada penjagaan. Kemudian Noah yang menunggu di pelataran membantu Vita kemudian Noah memberikan kunci motor setelah sampai di gerbang rumah milik Faruk dan mereka melesat pergi.


Pesta telah usai setelah lama kepergian Vita. Mereka berpamitan sedangkan Lucas mencari batang hidung Vita. Namun dia tidak menemukannya. Lalu Lucas bertanya pada orang-orang terdekat tapi mereka menjawab tidak mengetahui. Kemudian Amanda ikut menumbrung.


“Aku tadi melihat Vita bersama Ana saat aku mau masuk ambil gelas”, ucap Amanda.


“Ana!”, panggil Amanda dengan melambaikan tangan ketika melangkah ke tempat parkir. Lalu Ana bersama Leon menghampiri Lucas, Amanda dengan lainnya. Kemudian bertanya, “ada apa?”, dengan merangkul lengan Leon.


“Ana aku mau tanya, kamu melihat Vita tidak?”, tanya Lucas dengan ekspresi dingin.


“Tadi aku ke kamar mandi bersama Vita tapi keluarnya aku tidak bersamanya”, ucap Ana.


Lucas mengepalkan tangan dan mengatakan dalam batin, “bagus girl, kamu benar-benar pintar terbebas dalam pengawasanku. Lihatlah jika kita bertemu kembali”, dengan wajah dingin dan mengetat giginya karena menahan emosi dan bernafas kasar, “haah”. Leon mengerti ekspresi marah dan dingin lalu menenangkan dengan mengusap pundak dan memberikan saran kepadanya, “kita cari di CCTV milik Faruk. Siapa tahu menemukannya dia bisa kabur atau tidak. Jejaknya pasti dapat ditemukan”.


Kemudian mereka mencari tahu dengan memasuki ruang pengamanan di keluarga Faruk tetapi Lucas tidak menemukan jejak Vita.


Sementara Vita sedang melihat rekaman perbuatan Lisa. Setelah itu Vita bersama teman-temannya merancang perangkap untuk Lisa si wanita licik. Usai selesai Vita meminta bantuan lagi oleh Gilang untuk bisa keluar sekolah lain tanpa ada orang yang mengetahui kepergiannya dan Gilang menyetujuinya untuk memperlancar aksi menumpas para b*jingan.

__ADS_1


__ADS_2