
BERBIJAKLAH DALAM MEMBACA KARENA ADEGAN INI BUKAN UNTUK DITIRU NAMUN HANYA SEBAGAI HIBURAN. đ
TERIMA KASIH. đ
JANGAN LUPA BERI LIKEđ DAN FAVORITKAN KARYA SAYA
.........
Vita terganggu tidurnya dengan suara deringan alarm dalam ponselnya. Dia membuka mata dengan mengucek lalu mengulet ke samping kanan-kiri. Lalu beranjak duduk mematikan mode alarm dalam ponsel dengan terkejut melihat jam pada ponsel bahwa dirinya terbangun kesiangan dan langsung bergegas keluar mencari Jinwoo. Namun saat keluar di tengah pintu Vita disuguhkan pukulan dari Han yoora di punggungnya karena datang tanpa memberitahukannya.
âplak..,plak..,plak..,â, pukulan Han Yoora di punggung Vita secara tiba-tiba.
âAuchh...Onnie...!Onnie...! Sa..sakit!â, Adu Vita dengan merintih karena mendapatkan pukulan bertubi-tubi setelah bangun tidur dari Han Yoora.
âYak!â, bentak Han yoora di dekat telingan dan berlalu pergi duduk di dekat Soobin, âAigoo.. Kenapa datang tanpa pemberitahuan? kamu bisa lewat chat sajaâ, marah Han yoora yang tidak terima dengan kedatangan tanpa pemberitahuan.
âIya, maaf onnieâ, sesal Vita yang duduk di samping halmonie, âAku dan oppa tidak memiliki rencana datang terlambat. Kami juga baru datang pada malam hari saat halmonie sendirianâ, ucap Vita.
âAigoo...kalian sudah dewasa seperti anak kecil terutama kamu Yoora. Cuman masalah sepele kamu jangan menyalahkannya. Sudah sekarang kamu bergegas ke kamar mandi basuh wajah kamu dan sikat gigi lalu ikutlah bergabungâ, ucap halmonie yang membantu menatakan mangkuk dan sumpit.
âAku pergi duluâ, ucap Vita dengan mengecup pipi kiri halmonie lalu bergegas ke kamar mandi.
âSoobin, jangan main ponsel terus!â, perintahnya dengan kesal sambil merebut ponsel yang dipegang oleh Soobin. âTidak baik nanti kamu belum cukup tua mata kamu rabunâ, peringatannya.
âEomma...aku belum selesai mainnyaâ, rengek Soobin dengan menggoyangkan lengan ibunya.
âShoobin!â, peringatan Han yoora. Lalu Shoobin terus cemberut dengan bersedekap. Ayahnya yang melihatpun tidak tega dan membisikkan sesuatu di telinga Soobin agar tidak merajuk.
âAppa nanti setelah makan akan aku pinjamkan sambil membeli es krim terdekatâ, bisik Minwoo. Ekspresi Soobin berubah kembali tanpa memperlihatkan ekspresi merajuk.
âSaranghae appaâ, ucap Soobin dengan mencium pipi ayahnya kanan-kiri saat Han yoora masih berkutat di dapur.
Vita menyelesaikan ritual membersihkan badannya tidak membutuhkan waktu lama lalu ikut bergabung dengan lainnya dan menyapa Minwoo Kang.
âHai oppa, anyeong hasseyoâ, sapa Vita dengan membukukkan badan dan di balas senyuman juga anggukan.
Jinwoo ikut bergabung dekat Vita setelah ikut membantu menata. Setelah semua berkumpul mereka memulai makan pagi dengan selingan obrolan.
âOppa, yang mengubah mode alarm ponsel ya?â, bisik Vita sambil mengunyah makanan.
âYa, karena kamu tidak bangun-bangun dan aku ubah karena sepertinya kamu kelelahan saat perjalanan sampai disiniâ, ucap Jinwoo sambil mengambil lauk ikan asin.
âKenapa tidak paksa saja? Aku kan jadi tidak enak dengan halmonieâ, lirih Vita dengan sesal dengan menyumpit nasi putih.
âHalmonie tadi bilang sama aku tidak apa-apa, karena kamu lelah saat perjalan ke sini dan sudah di maklumiâ, menenangkan Vita yang sungkan karena bangun kesiangan.
__ADS_1
âSudah makanlah, tidak perlu ada yang dicemaskanâ, ucap Jinwoo dengan mengusap kepala Vita.
âVit, nanti kamu mau jalan-jalan gak ke kebun halbojie Dogun?â, tanya Yoora.
âMau onnie, kita jalan atau naik motor?â, tanya Vita
âKita naik motor saja soalnya langsung ke pasar buat beli makanan stok di sini dan buat pesta malam kitaâ, ucap Yoora dengan semangat.
âOkâ, jawab Vita singkat.
âsedangkan oppa dan Jinwoo bantu halmonie di kebun dekat juga Soobinâ, ucap Yoora
âYes, aku tidak ikut eomma. Aku bisa minta banyak dengan appaâ, batin Soobin
âSoobin kamu jangan nyusahin appa untuk minta yang aneh-aneh!â, peringatan Yoora
âYa, eommaâ, jawab Soobin lesu.
Setelah sarapan pagi selesai mereka bergegas dengan tugas masing-masing setelah mencuci seperangkat alat makan dan peralatan dapur yang kotor.
Vita dan Yoora bergegas ke kebun milik halbojie Dogun dengan mengendarai motor sedangkan Jinwoo bersama Minwoo membantu neneknya di kebun kubis dan lobak milik halmonie-nya. Lalu Soobin duduk memakan snack dan es krim yang disediakan ayahnya sebelum membantu Jinwoo ke kebun.
Di dalam kamar hotel Lucas, Efrat dan Alena membicarakan titik terang pencarian gadis kecil setelah bertahun-tahun lamanya. Meski belum pasti namun usahanya tidak akan sirna. Pada saat itu Lucas sedang menatap photo di ruang kantor milik Leon dan tiba-tiba Ana mengintip lalu merebut photo yang di pegang olehnya. Ana memberitahukan dia pernah melihat photo itu seperti milik temannya dan Lucas terkejut meminta Ana menjelaskannya.
âLucas itu photo sepertinya aku pernah melihatnyaâ, intip Ana disampingnya, âcoba aku lihat!â, rebut Ana dan Lucas terkejut.
âSebentar aku ingat-ingat duluâ, ucap Ana dengan mengingat-ingat waktu pertama melihat bingkai photo.
âAna, apa kamu yakin?â, tanya Leon yang masih berkutat photo-photo penjahat.
âSsttt..â, perintah Ana.
âWaktu itu aku ditolong oleh Vita saat aku kehujanan dalam keadaan luka. Dia memberi bantuan dengan membawaku ke rumahnya dan memberi tumpangan sampai saat ini. Ketika aku melewati ruang tamu dan duduk di sofa ruang tengah aku melihat bingkai photo seorang anak kecil yang di samping kanan ibunya dan disamping kiri neneknya. Wajah di photo ini mirip sekali dengan yang ada di bingkai. Tapi untuk memastikannya sudah tidak bisa karena bingkai itu menghilang saat aku sadarkan diri. Jadi aku tidak bisa memberi kepastian tanpa buktiâ, batin Ana dengan penuh pertimbangan dalam ingatan diotaknya.
âApa kamu mengingatnya?â, tanya Lucas tidak sabaran.
âYa, aku mengingatnya tapi tidak pasti. Photo ini pernah aku liat saat pertama kali menginjak rumah ituâ, ucap Ana.
âRumah mana?â, tanya Lucas.
âRumah yang sering kau kunjungi. Rumah milik Vita. Tapi aku juga belum yakin karena pada saat itu aku sedang terluka dan mataku sedikit buram. Jadi untuk memastikannya kamu harus cari photo di rumahnya ituâ, ucap Ana.
âKalau begitu kamu yang mencari secara diam-diam dan akan aku bantuâ, ucap Lucas dengan tegas.
âBaiklah, semoga Vita belum membuang kenangannyaâ, ucap Ana.
__ADS_1
âThanksâ, ucap Lucas dengan tulus lalu melesat pergi dan berpamitan dengan Leon juga Ana. Setelah kepergian Lucas, Leon mendekati Ana dan mengangkat tubuhnya untuk duduk di paha miliknya.
âSweety, hari ini kita akan malam keluarga. Mereka memintaku untuk mengajak kamuâ,ucao Leon.
âTa..tapi aku ragu Leonâ, lirih Ana dengan menunduk.
âHai..,â dengan mengangkat dagu Ana agar tidak menunduk, â tatap aku... aku tidak akan meninggalkanmu sweety. Apapun yang terjadi kita hadapi bersamaâ,pungkas Leon sambil mengecup bibirnya, âcupâ.
âA..aku.. â, ucapan Ana terpotong dengan jari telunjuk milik Leon di bibir ranumnya, âsstt..ingat aku tidak akan membiarkan kamu tersakiti. Mereka baikâ, ucap Leon menenangkan hatinya yang cemas.
âBaiklahâ, ucap Ana dengan yakin.
âI love youâ, ungkap Leon dengan mencium bibirnya amatlah dalam dan menelisik setiap rongga di mulutnya bagaikan candu baginya setiap hari.
Kebahagiaan yang mereka rasakan juga sesang di rasakan oleh Vita bersama keluarga Jinwoo. Mereka berpesta bersama tetangga halmonie dengan penuh canda dan tawa. Dengan banyak hal yang mereka obrolkan dari menjodohkan Jinwoo dengan Vita dan menggoda Soobin sampai merajut.
âVit, ambilkan minyak goreng sekalian wajanâ, perintah Jinwoo.
âYaâ, jawab Vita dengan melakasanakan perintahnya.
Minwoo sedang memasak Ramyeon bersama halboeji Dogun dengan bau sedap sedangkan Yoora membakar sosis dipanggangan dan jagung hasil panen yang sudah disiapkan oleh Jinwoo adik iparnya.
Setelah semuanya selesai mereka duduk memakan masakan dan camilan yang dibawakan oleh tetangga halmonie dengan nikmat dan bersulang. Vita juga ikut meminum anggur beras yang tadinya tidak diperbolehkan oleh Jinwoo karena takut ia mabuk.
âVit ambil mangkuk, halboeji ini akan menuangkan anggur beras. Rasanyaa nikmatâ, ajaknya.
âBaik halbeojiâ, Vita menyodorkan mangkuk dan dituangkan minuman anggur beras. Lalu saat bersulang Jinwoo mencegahnya.
âTidakâ, dengan menggelengkan kepala dan melotot.
âSedikit saja oppaâ, ucap Vita memohon.
âTidakâ, Jinwoo masih kekeh mencegah Vita untuk meminum anggur beras. Sedangkan halbeoji yang sejak tadi melihat perseteruan Jinwoo bersama kekasihnya lansung menengahi dengan membela Vita.
âBiarkan dia mengincipinya,sedikit tidak akan mabukâ, ucapnya.
âAyo, ayo semua bersulangâ, ajak ahjumma di samping Jinwoo.
Jinwoo saat sedang meminum melihat Vita meminum anggur beras. Vita meneguk sedikit lalu merasakan di tenggorokannya terasa panas. Lalu ketika meminum kembali Jinwoo merebut dan meminumnya dengan sekali teguk. Vita merasa kesal.
âRasanya anggur ini kenapa terasa aneh dan tenggorokqn aku seperti terbakarâ, batin Vita dengan mengincip kembali tapi langsung di rebut oleh Jinwoo.
âOppa!!â, kesal Vita
âYak, aku kan baru sedikitâ, rajuk Vita yang langsung mulutnya di sumpal dengan sosis. Membuat Jinwoo tersenyum dan memberikan susu pisang kepadanya kemudian ia tersenyum lalu mengecup. Ahjumma disampingnya menggoda dan diikuti oleh semua yang ada di dekatnya lalu tertawa.
__ADS_1
Setelah pesta malam dengan tetangga selesai kami membersihkan dan bergegas istirahat. Hari esok Jinwoo berharap akan ada canda tawa seperti hari ini dan tidak ada kembalinya orang tua yang membuat hari-harinya bersama kakaknya tertekan. Jinwoo yang berbaring di samping Vita dengan terlelap memberikan kecupan dibibirnya lalu memeluknya untuk berbagi kehangatan.