The Mafia Millioner

The Mafia Millioner
Rasa Bahagia Tidak Tergantikan 4


__ADS_3

BERBIJAKLAH DALAM MEMBACA KARENA ADEGAN INI BUKAN UNTUK DITIRU NAMUN HANYA SEBAGAI HIBURAN. 😊


TERIMA KASIH. 🙏


JANGAN LUPA BERI LIKE👍 DAN FAVORITKAN KARYA SAYA


.........


Vita terganggu tidurnya dengan suara deringan alarm dalam ponselnya. Dia membuka mata dengan mengucek lalu mengulet ke samping kanan-kiri. Lalu beranjak duduk mematikan mode alarm dalam ponsel dengan terkejut melihat jam pada ponsel bahwa dirinya terbangun kesiangan dan langsung bergegas keluar mencari Jinwoo. Namun saat keluar di tengah pintu Vita disuguhkan pukulan dari Han yoora di punggungnya karena datang tanpa memberitahukannya.


“plak..,plak..,plak..,”, pukulan Han Yoora di punggung Vita secara tiba-tiba.


“Auchh...Onnie...!Onnie...! Sa..sakit!”, Adu Vita dengan merintih karena mendapatkan pukulan bertubi-tubi setelah bangun tidur dari Han Yoora.


“Yak!”, bentak Han yoora di dekat telingan dan berlalu pergi duduk di dekat Soobin, “Aigoo.. Kenapa datang tanpa pemberitahuan? kamu bisa lewat chat saja”, marah Han yoora yang tidak terima dengan kedatangan tanpa pemberitahuan.


“Iya, maaf onnie”, sesal Vita yang duduk di samping halmonie, “Aku dan oppa tidak memiliki rencana datang terlambat. Kami juga baru datang pada malam hari saat halmonie sendirian”, ucap Vita.


“Aigoo...kalian sudah dewasa seperti anak kecil terutama kamu Yoora. Cuman masalah sepele kamu jangan menyalahkannya. Sudah sekarang kamu bergegas ke kamar mandi basuh wajah kamu dan sikat gigi lalu ikutlah bergabung”, ucap halmonie yang membantu menatakan mangkuk dan sumpit.


“Aku pergi dulu”, ucap Vita dengan mengecup pipi kiri halmonie lalu bergegas ke kamar mandi.


“Soobin, jangan main ponsel terus!”, perintahnya dengan kesal sambil merebut ponsel yang dipegang oleh Soobin. “Tidak baik nanti kamu belum cukup tua mata kamu rabun”, peringatannya.


“Eomma...aku belum selesai mainnya”, rengek Soobin dengan menggoyangkan lengan ibunya.


“Shoobin!”, peringatan Han yoora. Lalu Shoobin terus cemberut dengan bersedekap. Ayahnya yang melihatpun tidak tega dan membisikkan sesuatu di telinga Soobin agar tidak merajuk.


“Appa nanti setelah makan akan aku pinjamkan sambil membeli es krim terdekat”, bisik Minwoo. Ekspresi Soobin berubah kembali tanpa memperlihatkan ekspresi merajuk.


“Saranghae appa”, ucap Soobin dengan mencium pipi ayahnya kanan-kiri saat Han yoora masih berkutat di dapur.


Vita menyelesaikan ritual membersihkan badannya tidak membutuhkan waktu lama lalu ikut bergabung dengan lainnya dan menyapa Minwoo Kang.


“Hai oppa, anyeong hasseyo”, sapa Vita dengan membukukkan badan dan di balas senyuman juga anggukan.


Jinwoo ikut bergabung dekat Vita setelah ikut membantu menata. Setelah semua berkumpul mereka memulai makan pagi dengan selingan obrolan.


“Oppa, yang mengubah mode alarm ponsel ya?”, bisik Vita sambil mengunyah makanan.


“Ya, karena kamu tidak bangun-bangun dan aku ubah karena sepertinya kamu kelelahan saat perjalanan sampai disini”, ucap Jinwoo sambil mengambil lauk ikan asin.


“Kenapa tidak paksa saja? Aku kan jadi tidak enak dengan halmonie”, lirih Vita dengan sesal dengan menyumpit nasi putih.


“Halmonie tadi bilang sama aku tidak apa-apa, karena kamu lelah saat perjalan ke sini dan sudah di maklumi”, menenangkan Vita yang sungkan karena bangun kesiangan.

__ADS_1


“Sudah makanlah, tidak perlu ada yang dicemaskan”, ucap Jinwoo dengan mengusap kepala Vita.


“Vit, nanti kamu mau jalan-jalan gak ke kebun halbojie Dogun?”, tanya Yoora.


“Mau onnie, kita jalan atau naik motor?”, tanya Vita


“Kita naik motor saja soalnya langsung ke pasar buat beli makanan stok di sini dan buat pesta malam kita”, ucap Yoora dengan semangat.


“Ok”, jawab Vita singkat.


“sedangkan oppa dan Jinwoo bantu halmonie di kebun dekat juga Soobin”, ucap Yoora


“Yes, aku tidak ikut eomma. Aku bisa minta banyak dengan appa”, batin Soobin


“Soobin kamu jangan nyusahin appa untuk minta yang aneh-aneh!”, peringatan Yoora


“Ya, eomma”, jawab Soobin lesu.


Setelah sarapan pagi selesai mereka bergegas dengan tugas masing-masing setelah mencuci seperangkat alat makan dan peralatan dapur yang kotor.


Vita dan Yoora bergegas ke kebun milik halbojie Dogun dengan mengendarai motor sedangkan Jinwoo bersama Minwoo membantu neneknya di kebun kubis dan lobak milik halmonie-nya. Lalu Soobin duduk memakan snack dan es krim yang disediakan ayahnya sebelum membantu Jinwoo ke kebun.


Di dalam kamar hotel Lucas, Efrat dan Alena membicarakan titik terang pencarian gadis kecil setelah bertahun-tahun lamanya. Meski belum pasti namun usahanya tidak akan sirna. Pada saat itu Lucas sedang menatap photo di ruang kantor milik Leon dan tiba-tiba Ana mengintip lalu merebut photo yang di pegang olehnya. Ana memberitahukan dia pernah melihat photo itu seperti milik temannya dan Lucas terkejut meminta Ana menjelaskannya.


“Lucas itu photo sepertinya aku pernah melihatnya”, intip Ana disampingnya, “coba aku lihat!”, rebut Ana dan Lucas terkejut.


“Sebentar aku ingat-ingat dulu”, ucap Ana dengan mengingat-ingat waktu pertama melihat bingkai photo.


“Ana, apa kamu yakin?”, tanya Leon yang masih berkutat photo-photo penjahat.


“Ssttt..”, perintah Ana.


“Waktu itu aku ditolong oleh Vita saat aku kehujanan dalam keadaan luka. Dia memberi bantuan dengan membawaku ke rumahnya dan memberi tumpangan sampai saat ini. Ketika aku melewati ruang tamu dan duduk di sofa ruang tengah aku melihat bingkai photo seorang anak kecil yang di samping kanan ibunya dan disamping kiri neneknya. Wajah di photo ini mirip sekali dengan yang ada di bingkai. Tapi untuk memastikannya sudah tidak bisa karena bingkai itu menghilang saat aku sadarkan diri. Jadi aku tidak bisa memberi kepastian tanpa bukti”, batin Ana dengan penuh pertimbangan dalam ingatan diotaknya.


“Apa kamu mengingatnya?”, tanya Lucas tidak sabaran.


“Ya, aku mengingatnya tapi tidak pasti. Photo ini pernah aku liat saat pertama kali menginjak rumah itu”, ucap Ana.


“Rumah mana?”, tanya Lucas.


“Rumah yang sering kau kunjungi. Rumah milik Vita. Tapi aku juga belum yakin karena pada saat itu aku sedang terluka dan mataku sedikit buram. Jadi untuk memastikannya kamu harus cari photo di rumahnya itu”, ucap Ana.


“Kalau begitu kamu yang mencari secara diam-diam dan akan aku bantu”, ucap Lucas dengan tegas.


“Baiklah, semoga Vita belum membuang kenangannya”, ucap Ana.

__ADS_1


“Thanks”, ucap Lucas dengan tulus lalu melesat pergi dan berpamitan dengan Leon juga Ana. Setelah kepergian Lucas, Leon mendekati Ana dan mengangkat tubuhnya untuk duduk di paha miliknya.


“Sweety, hari ini kita akan malam keluarga. Mereka memintaku untuk mengajak kamu”,ucao Leon.


“Ta..tapi aku ragu Leon”, lirih Ana dengan menunduk.


“Hai..,” dengan mengangkat dagu Ana agar tidak menunduk, “ tatap aku... aku tidak akan meninggalkanmu sweety. Apapun yang terjadi kita hadapi bersama”,pungkas Leon sambil mengecup bibirnya, “cup”.


“A..aku.. “, ucapan Ana terpotong dengan jari telunjuk milik Leon di bibir ranumnya, “sstt..ingat aku tidak akan membiarkan kamu tersakiti. Mereka baik”, ucap Leon menenangkan hatinya yang cemas.


“Baiklah”, ucap Ana dengan yakin.


“I love you”, ungkap Leon dengan mencium bibirnya amatlah dalam dan menelisik setiap rongga di mulutnya bagaikan candu baginya setiap hari.


Kebahagiaan yang mereka rasakan juga sesang di rasakan oleh Vita bersama keluarga Jinwoo. Mereka berpesta bersama tetangga halmonie dengan penuh canda dan tawa. Dengan banyak hal yang mereka obrolkan dari menjodohkan Jinwoo dengan Vita dan menggoda Soobin sampai merajut.


“Vit, ambilkan minyak goreng sekalian wajan”, perintah Jinwoo.


“Ya”, jawab Vita dengan melakasanakan perintahnya.


Minwoo sedang memasak Ramyeon bersama halboeji Dogun dengan bau sedap sedangkan Yoora membakar sosis dipanggangan dan jagung hasil panen yang sudah disiapkan oleh Jinwoo adik iparnya.


Setelah semuanya selesai mereka duduk memakan masakan dan camilan yang dibawakan oleh tetangga halmonie dengan nikmat dan bersulang. Vita juga ikut meminum anggur beras yang tadinya tidak diperbolehkan oleh Jinwoo karena takut ia mabuk.


“Vit ambil mangkuk, halboeji ini akan menuangkan anggur beras. Rasanyaa nikmat”, ajaknya.


“Baik halbeoji”, Vita menyodorkan mangkuk dan dituangkan minuman anggur beras. Lalu saat bersulang Jinwoo mencegahnya.


“Tidak”, dengan menggelengkan kepala dan melotot.


“Sedikit saja oppa”, ucap Vita memohon.


“Tidak”, Jinwoo masih kekeh mencegah Vita untuk meminum anggur beras. Sedangkan halbeoji yang sejak tadi melihat perseteruan Jinwoo bersama kekasihnya lansung menengahi dengan membela Vita.


“Biarkan dia mengincipinya,sedikit tidak akan mabuk”, ucapnya.


“Ayo, ayo semua bersulang”, ajak ahjumma di samping Jinwoo.


Jinwoo saat sedang meminum melihat Vita meminum anggur beras. Vita meneguk sedikit lalu merasakan di tenggorokannya terasa panas. Lalu ketika meminum kembali Jinwoo merebut dan meminumnya dengan sekali teguk. Vita merasa kesal.


“Rasanya anggur ini kenapa terasa aneh dan tenggorokqn aku seperti terbakar”, batin Vita dengan mengincip kembali tapi langsung di rebut oleh Jinwoo.


“Oppa!!”, kesal Vita


“Yak, aku kan baru sedikit”, rajuk Vita yang langsung mulutnya di sumpal dengan sosis. Membuat Jinwoo tersenyum dan memberikan susu pisang kepadanya kemudian ia tersenyum lalu mengecup. Ahjumma disampingnya menggoda dan diikuti oleh semua yang ada di dekatnya lalu tertawa.

__ADS_1


Setelah pesta malam dengan tetangga selesai kami membersihkan dan bergegas istirahat. Hari esok Jinwoo berharap akan ada canda tawa seperti hari ini dan tidak ada kembalinya orang tua yang membuat hari-harinya bersama kakaknya tertekan. Jinwoo yang berbaring di samping Vita dengan terlelap memberikan kecupan dibibirnya lalu memeluknya untuk berbagi kehangatan.


__ADS_2