The Mafia Millioner

The Mafia Millioner
Misi


__ADS_3

Setelah satu minggu acara pernikahan Ana dan Leon, mereka kembali mengurus masalah pekerjaan masing-masing. Seperti halnya Dominic, dia harus berkutat dengan permasalahan pamannya Raymond. Kini Dominic bekerja sama dengan Steve dari CIA.


“Bagaimana rencana untuk mengepung Raymond Steve?”, tanya Dominic.


“Siasat yang kita rencanakan yaitu membagi dua tugas. Pertama kita menunggu pergerakan dari Raymond dan kedua kita menemui Zico di penjara. Dia dahulu bekerja sebagai kaki tangan Charles dan Raymond. Pasti dia tahu siasat wilayah mana saja yang ia kuasai dan pergerakan apa saja yang mereka rencanakan”, ucap Steve sambil menyesap anggur.


“Apa dia mau bekerja sama dengan kita? Karena dia masih dibawah kekuasaan Raymond. Aku tidak percaya dengannya”, ucap Dominic sambil jari tangan telunjuk mengetuk tangan kursi.


“Kata kamu juga ada benarnya, tetapi mana tahu jika dia mau ikut berkhianat dengan bekerjasama dengan kita”, ucap Steve


“Apa kamu tahu dia memiliki kelemahan yang bisa untuk membuka mulutnya?”, tanya Dominic


“Ya, aku menemukan sebuah informasi tentang bajingan itu”, dengan tersenyum sinis dibalik gelas anggur yang ia minum.


“Bagus”, ucap Dominic menyesap wisky sambil memandang photo Rosiana yang ia dapat dari hasil memata-matainya.


Sementara Vita sedang berada di pelabuhan sendirian sedang memantau Rajaswara bersama Lisa. Ia berdandan menggunakan hoodie, celana jin pendek, topi hitam, dan penutup wajah. Kini ia memantau menggunakan teropong melihat pergerakan b*jing*n itu.


“Hallo Gilang!”, sapa Vita sambil memakan premen loli.


“ya Vit, aku sudah dapat mendengarkan mereka berbicara apa? Kamu juga harus pergi dari sana sebelum mereka melihat kamu. Berhati-hatilah. Segerah datang ke rumahku”, ucap Gilang.


Setelah berbicara dengan gilang dari seberang sana Vita pergi dengan mengendap-endap sebelum para anak buah Rajaswara menyadari keberadaannya. Tetapi tiba-tiba Vita menginjak botol plastik membuat suara sehingga dia sedikit meringis takut ketahuan. Dia tidak bisa bertempur sendirian dengan banyaknya anak buah Rajaswara. Vita mengambil botol itu lalu lari sebelum dua penjaga itu menuju di bilik pohon buat persembunyian Vita.

__ADS_1


Usai menjauh dari area wilayah jalur ilegal Vita dapat bernafas dengan lega, “uhh..”, sambil mengusap dada. “Untung tidak ketahuan”, ucapnya dengan berlalu meninggalkan jalur pelabuhan dengan menaiki moge hitamnya.


Sedangkan Lucas sedang melacak orang-orang yang berani membocorkan data kerja di keluarga Hamilthon.


“Bagaimana dude? Apa ada kemajuan? Siapa yang pengkhianat dikantor kita?”, tanya Hamilthon bertubi-tubi.


“Tenanglah dad, kami sudah tahu siapa yang telah berani membocorkan data aset kita di kantor. Itu suruhan dari Charles”, ucap Lucas.


“Devan juga sedang membalikkan keadaan”, ucap Lucas sambil tersenyum sinis.


Sekarang Charles sedang memaki anak buahnya yang tidak becus menangani permasalahan melawan musuh.


“Kalian sudah saya bayar mahal, tapi menangani satu musuh saja tidak becus!”, Omel Charles sambil menendang meja membuat para bawahannya hanya menunduk.


Mereka menuju gudang penyimpanan barang ilegal untuk di jual dipasaran dalam waktu dekat. Charles membuka barang dengan senyum licik setelah itu ia menghubungi Rajaswara.


“Hallo Rajaswara, good job. Aku suka cara kerja kamu yang selalu lancar. Tapi kamu jangan besar kepala dahulu, keberhasilan kamu hanya sejengkal. Aku akan berikan bonus untukmu”, ucap Charles dengan senyuman bahagia yang tadinya pikirannya sedang kalut.


“Thank you tuan, saya tidak akan pernah melupakan jasa anda yang selalu membantuku. Kedepannya saya mohon bantuannya”, ucap Rajaswara yang duduk di meja dalam ruang kerjanya sambil meminum wishky dan merokok serutu. Lalu setelah menyampaikan terima barangnya, saat ini Charles menghubungi dua anak buahnya untuk segera memproses penjualannya. Raymond bersama Charles pergi ke klub VIP bisnis untuk bekerja sama dengan Qomar dari Turki.


“Hallo Mr.Qomar,maaf jika kami terlambat”, ucap Charles sambil memeluk tubub koleganya.


“Tidak apa-apa, saya juga baru duduk sebentar, ayo duduk”, ucap Qomar dengan menawarkan untuk duduk.

__ADS_1


“Oh ya, perkenalkan dia Raymond kolega saya juga dan dia Liam kaki tangan Raymond”, ucap Charles.


“Salam kenal Mr. Qomar”, sapa hormat Raymond dengan bersalaman.


“Salam kenal juga tuan, saya Liam”, sapa hormat dari Liam dengan bersalaman.


Setelah acara perkenalan mereka membicarakan pada inti dari bisnis yang mereka geluti dengan ditemani oleh minuman anggur dan Whisky.


“Apa anda tertarik dengan bisnis kami yang saya kirimkan dokumen untuk anda?”, tanya Charles.


“Yap, bisnis kasino, perikanan, dan dailer mobil sport yang anda tawarkan cukup menjanjikan. Tapi saya memiliki syarat dikontrak. Karena pihak kami tidak ingin terlalu beresiko dengan kerjasama kalian. Jika kalian mengiyakan yah saya akan pertimbangkan”, ucap Qomar sambil menghisap serutu.


“Sial, dia selalu berhati-hati dengan kegiatan bisnisnya. Ini akan sedikit merugikan untuk pihakku dan Raymond. Apa dia menyetujui permintaan Qomar?”, batin Charles dengan menyesap whisky.


Qomar yang begitu menunggu lama keputusan Charles lalu dia kembali bertanya, “bagaimana pendapat kamu? Mau diambil atau tidak?”


Charles berbicara lewat kode mata dengan raymond lalu ia menyetujuinya.


“Baiklah kita tinggal menandatangani perjanjian bisnis kita”, ucap Qomar dengan senyuman hangat dan menyimpan banyak terselubung dalam pikirannya. Setelah sah menjalin kerjasama, mereka menikmati pesta minum bersama wanita-wanita sexy.


“Br*ngs*k, tua bangka ini lebih licik dari perkiraanku”, batin Raymond


Devan yang menguntit pergerakan Raymond dan Charles secara kebetulan ditempat yang sama bersama Jorse dan Johan. Setelah menguping soal kerja sama mereka lalu Devan menghubungi Lucas dan Dominic.

__ADS_1


Kemudian mereka melakukan reka ulang setelah mendapatkan informasi dari Devan, Jorse, dan Johan. Dominic akan melakukan pertemuan mereka di markas biasa mereka tempati agar tidak mencolok dimata para musuh kecuali Lucas.


__ADS_2