
Usai Lucas menyelesaikan masalah bersama Vita. Kini mereka pergi ke RSJ yang di informasikan oleh Dante. Mereka memasuki lorong dimana Lisa berada. Vita melihat dari luar begitu sangat kasihan akibat darah daging dari Rakaswara. Sifat shyconya mirip dengan pri b*jing*n tersebut.
"Aku mengasihani nasib kamu yang memiliki sifat yang sama dengan pria shyco itu. Aku berharap kamu lebih baik untuk membunuh ayah br*ngs*k mu itu dibandingkan menyakiti orang-orang yang tidak bersalah dan tidak tahu apa-apa", kata hati Vita saat melihat Lisa di dalam ruangan yang pura-pura gila.
Lucas yang berada di samping Vita bertanya, "apakah kamu sudah tahu semuanya jika dia wanita shyco turunan Rajswara", Vita mengangguk lalu mengatakan, "aku tahu setelah penyelidikan tahun lalu. Aku kira dia bisa berubah namun ia tidak akan berubah sebab turunan dari Rajswara pasti shyco".
"Oh ya, menurutku kamu berbeda dari mereka", sangkal Lucas dengan kedua tangan masuk pada kantong celana.
"Benarkah, berarti aku bukan termasuk darah daging dari Rajaswara", ucap Vita.
"Bisa jadi",ucap Lucas.
"Janganlah percaya pada sifatku yang terlihat baik, mungkin suatu hari aku bisa seperti dengannya", ucap Vita. Lalu Lucas yang mendengarkan pernyataan itu menoleh ke arah Vita dengan mengungkapkan kekejamannya yang membuat Vita tidak berkutik.
"Aku akan memberikan pelajaran untuk kamu agar tidak melewati batas, aku akan menghukum kamu bila sifat buruk kamu muncul. Aku akan menggantungkan tangan kamu lalu aku cambuk sampai kamu memohon sweety...," dengan ekspresi wajah dingin.
Dia pria paling gila dan otaknya pasti akan lari kesana. Apakah semua pria mirip dengannya.
Ketika mereka sedang berbicara Asthon datang bersama Dante dan Nathan.
"Bagaimana menurut kamu tentang Lisa yang tersanyata orang sakit jiwa?", tanya Johan yang tiba-tiba berada di belakang Asthon, Dante, dan Nathan dengan rahang yang mengeras.
Johan melangkah maju menghampiri Vita yang berada di samping Lucas dengan mengeluarkan semua unek-uneknya.
"Bagaimana perasaan kamu, ketika bercumbu dengan wanita gila?"
"Apakah kamu menyembunyikan dari kami sebelum ada yang terluka? Ataukah kamu sengaja membuat kami seperti orang bodoh!", bentak Johan dengan menggoyangkan tubuh Vita dengan memegang bahu milik Vita dengan erat dan Lucas berusaha untuk meredamkan amarahnya agar Vita tidak tersakiti.
"Tenangkan kamu Johan", ucap Lucas dengan dibantu Dante
"Tenanglah, kita bisa bicarakan!", ucap Dante dengan nada keras.
Lalu Johan melepaskan dengan mendorong tubuh Vita yang hampir terjungkal ke belakang dengan teriak, "arghhhh!", sambil mengusap wajahnya seperti gatal.
__ADS_1
"Coba kamu jelaskan!", bentak Johan.
"Baiklah, ikut aku", ucap Vita dengan menarik tangan Johan dengan diikuti oleh Lucas bersama dengan lainnya.
Sementara Lisa yang berada di ruangan perawatan tersenyum dengan ekspresi wajah yang menakutkan sambil bergumam, "baguslah membuat mereka salah paham. Sebentar lagi aku akan menghacurkan kamu bersama teman-temanmu yang sok suci itu", lalu tertawa terbahak-bahak dengan keras. Tawa Lisa membuat orang yang berada disampingnya membuat merinding.
Dua preman suruhan Rajaswara yang dari tadi bersembunyi dibilik dinding keluar untuk menyelamatkan Lisa yang sejak tadi mereka awasi.
Mereka mencoba membuka pintu namun sebelum berhasil mereka ketahuan oleh anak buah milik Nathan dan Leon untuk menjaga ketat ruang perawatan Lisa.
Sedangkan Vita saat ini berada di kafe yang tidak terlalu banyak orang. Lalu mereka duduk dipojok dekat jendela dan Johan langsung mencerca untuk meminta penjelasan.
"Jelaskan semuanya tanpa kamu rekayasa", kesal Johan dengan mata memerah dan rahang yang keras.
"Baiklah akan aku jelaskan", ucap Vita. Lalu mereka memasang telinga baik-baik untuk mendengarkan cerita dari Vita.
"Dua tahun lalu aku bertemu dengannya saat tubuhnya terluka dengan memohon padaku untuk menolongnya. Dahulu aku juga tidak tahu apabila dia memiliki sifat dominan. Saat itu Aku hanya menolongnya dan membawa dia ke rumah sakit..., "cerita Vita terpotong dengan bentakan Johan,"itu tidak kamu rekayasa kan?!", dengan berdiri lalu mencekik leher Vita dan Lucas mencoba menenangkan Johan dengan memintanya melepaskan tangannya dari leher Vita.
"Johan tenanglah, dia itu sedang menjelaskan kepadamu", ucap Lucas.
"Aku akan kembali cerita", ucap Vita setelah mendapatkan persetujuan dari mereka dengan kode kepala mengangguk.
"Jelaskan to the point saja, aku mulai jenuh cerita yang terlalu terbelit", ucap Johan yang sudah emosi.
"Aku baru menemukan bukti jika Lisa itu anak Rajaswara dan bukti hasil medis bahwa dia memiliki perilaku dominan aku baru menemukan dua bulan lalu secara otentik", jelas Vita
Johan mengumpat, "****!", dengan wajah frustrasi.
"Kenapa kamu tidak menceritakan pada kami?", tanya Johan. Vita yang mendapatkan pertanyaan itu dengan menyindir sebagai balasan perilaku kasarnya.
Vita berdecak, "ck", dengan meminum es lattenya.
"Bukankah kamu seorang anggota mafia, bukankah seharusnya kamu lebih tahu informasi itu walaupun sulit untuk dicarinya. Dan juga sebelum melakukan hubungan makanya dicari informasi bukan malah asik karena suatu hubungan bodoh kamu", lontar Vita dengan nada menyindir dan mata Johan menajam namun Vita tidak takut tatapan tajam tersebut.
__ADS_1
Sindiran tersebut juga mengenai para pria yang di dekatnya.
Ketika mereka berdiam karena mengumpat kebodohannya tiba-tiba ada bunyi ponsel milik Nathan dan kemudian diangkat.
"Hallo tuan tadi ada yang mencoba melepaskan Lisa dan membawa kabur. Saat ini dua preman tersebut melarikan diri dan kami sudah berusaha menyusulnya", ucap anak buah Nathan.
Lalu rahang Nathan mengeras dengan membentak, "kalian tidak dapat diandalkan".
"Maaf tuan", lirih anak buah yang berada di depan ruang rawat inap dan Nathan mematikan salurannya kemudian mendapatkan pertanyaan dari Dante, "ada apa?"
"Tadi ada dua preman yang mencoba menyelamatkan Lisa", ucap Nathan.
"Whatt!", kaget Asthon
Vita yang mendengarkan informasi tersebut tersenyum miring dengan mengatakan begitu santai, "pasti suruhan dari Rajaswara", sambil menyeruput lattenya.
Lucas mengumpat, "*njing", dengan tangan mengepal.
"Jika kalian ingin memberikan dia hukuman, bawalah dia ke markas kalian dan berikan kursi listrik dengan tegangan tinggi itu akan terasa menyiksa meskipun wajahnya terlihat seperti setan dengan tawanya yang pura-pura tidak sakit", ucap Vita membuat alis mereka mengerut.
"Maksud kamu?", tanya Asthon.
"Maksudku dia memiliki tingkah dominan dan psikis seperti orang gila, apapun yang kita lakukan tetap saja wajah tampilannya tidak akan pernah menunjukkan rasa sakit. Sebab dahulu dia pernah operasi kelamin tanpa dibius", jelas Vita. Saat Vita mengatakan bagian itu lalu Johan bertanya dengan nada heran.
"Bukankah kamu yang membiayai?"
"Tidak", sangkal Vita
"Tapi saat itu Lisa menelephon dengan seseorang diseberang sana bahwa bagian selaput itu kamu yang membiayainya", ucap Johan
"Aku tidak pernah membiayai apapun kecuali luka ditubuhnya..., jeda Vita dengan mengingat sesuatu.
Aku pernah memberikan biaya untuk mengobati lukanya saja tapi masa biaya penyembuhan luka begitu besar saat membayar ke administrasi tanpa aku tanyakan luka lainnya. Oh aku benar-benar bodoh tanpa tahu detail biaya rumah sakit dan aku kecolongan.
__ADS_1
"Aku ingat, waktu itu aku membayar pengobatannya namun itu terlalu mahal untuk biaya penyembuhan dan waktu itu aku tidak bertanya detail biaya luka apa saja..", ucap Vita
"... ternyata ia memanfaatkan kebodohanku", lanjut Vita dengan memegang kepalanya yang terlalu bodoh sambil menggerakkan kakinya di bawah meja. Lucas tang melihat kepolosan itu hanya tersenyum miring dengan membuang muka dan Dante menggeleng kepala dengan mengatakan dalam hati, "dia tidak seperti darah daging Rajaswara", ketika melihat tingkah polos Vita saat ini.