
BERBIJAKLAH DALAM MEMBACA KARENA ADEGAN INI BUKAN UNTUK DITIRU NAMUN HANYA SEBAGAI HIBURAN. đ
TERIMA KASIH. đ
JANGAN LUPA BERI LIKEđ DAN FAVORITKAN KARYA SAYA
.........
Setelah selesai menyelesaikan ritual mandi lalu Vita pergi ke meja rias untuk mengeringkan rambutnya. Kemudian ia turun dari kamar untuk pergi ke rumah Santoso menyelesaikan hutang dari Duran dengan sekalian ia membawa kardus yang berisi buah apel dari kakeknya Gilang lalu disumbangkan pada komunitas anak jalanan yang sering ngamen juga menjual dagangan seperti koran dan cangcimen. Ketika Vita turun tiba-tiba ada seorang wanita memanggilnya dan mencegahnya untuk melangkah.
Alena berdiri dari duduknya dan memanggil gadis itu. âVita!â, panggil Alena saat Vita akan melewati dirinya ke dapur. Vita yang merasa terpanggil berhenti melangkah dan merasa heran namun Vita tetap memberikan salam dengan memberikan senyuman kepada wanita it lalu melangkah kembali lagi ke dapur. Seorang pria yang berada di belakang sana lalu membantu momynya untuk dapat berbincang dengan gadis itu. Saat Vita sedang mengambil minuman susunya di kulkas pria itu juga memanggil dengan wajah dinginnya.
âVita!â, panggil Lucas lalu ia menoleh ke belakang dengan heran seperti wanita tadi yang memanggil dengan sok kenalnya padahal belum pernah Vita temui.
âApa kamu bisa memberikan waktu untuk berbicara dengan momy ku?â, tanya Lucas namun Vita masih bingung dan menimang ajakan yang diberikan pria itu yang secara tiba-tiba menyuruhnya untuk berbincang dengan momy nya yang tidak pernah ia kenal.
Lucas merasa gemas dengan diamnya gadis itu lalu ia menyebut nama ibunya. âApa ibumu bernama Monika?â, tanya Lucas kembali lalu Vita tambah heran dan mengernyit. Kemudian Alena memberanikan diri untuk membuka suara. âNak, aku temannya Monika, ibu kamu..,â ucap Alena menghampiri Vita dan menarik lengannya membawa ke ruang tengah untuk duduk di sofa yang telah diberdihkan oleh pembantu miliknya. Kemudian Alena mengeluarkan sebuah foto masa kecil dan membuat Vita terkejut lalu menetralkan kembali ekspresi.
Alena lalu menjelaskan tentang ibunya.
âVita..,â panggilnya dengan mengusap pipi kanan dan ditemani Lucas bersama suaminya yang baru datang,âkamu sangat mirip dengan ibumu nak. Aunty sudah sejak lama mencarimu setelah dua minggu kematian ibumuâ, ucap Alena dengan pelan-pelan.
âMaaf aunty tidak tahu jika ibumu telah meninggal karena kecelakaan. Aunty baru tahu setelah mengunjungi ke Indonesia dan pergi ke rumah kontrakan ibumu yang kalian tempati. Waktu itu aunty sangat terpukul setelah mendapat kabar dari para tetangga dan aunty juga mencari tahu keberadaanmu bertahun-tahun sampai mengimpikanmu sesuatu yang buruk. Akhirnya hari ini aunty merasa lega kamu hidup begitu baik dan sehat juga cantikâ, senyum Alena dengan hangat.
__ADS_1
Vita mulai membuka suara setelah mendengarkan cerita dari Alena.âJadi, aunty itu adalah temannya mamah aku waktu dahulu ia masih mudaâ, ucap Vita dengan menelisik bola mata berwarna cokelat seperti seorang dari oriental. Alena menganggukan kepala setelah Vita membuka suara.
âBerarti aunty tahu nama pria bre***ek bernama Rajaswaraâ, bisik Vita agar tidak terdengar oleh orang sekitar. Alena terkejut dengan bisikan suara Vita tentang Rajaswara. Lalu dia mengangguk kepala.
âAunty bisakah kau menceritakan orang itu sedetailnya namun bukan di sini tapi di tempat lain. Jamnya kita bisa menyesuaikan untuk pertemuan dengan aunty ataupun aku. Tolonglah bantu akuâ, lirih Vita agar tidak terdengar.
âBaikalah, aunty akan bantu kamuâ, ucap Alena.
âKalau begitu saya harus pergi bekerja. Ada seseorang yang sudah dari tadi mengechat memenuhi layar ponselkuâ, ucap Vita beranjak dari sofa dengan mengambil kardus berisi apel hasil panen kebun kakeknya Gilang yang berada dibawah tangga dan Alena masih terkejut dengan obrolan Vita hari ini.
Orang-orang yang berada di dekatnya jadi kepo soal pembicaraan keseriusan mereka. Apalagi suaminya Alena dan Lucas yang berada di sampingnya pun dibuat heran karena keseriusan obrolan antara Alena dan Vita dengan jarak sekitar sepuluh centimeter. Namun diurungkan oleh Hamilthon suami dari Alena.
Vita pergi berlalu menuju pintu luar dengan wajah yang tidak bisa dibaca oleh siapapun. Lalu dia menghampiri Reino yang berada di luar bersama motornya. Reino langsung menumpahkan kekesalannya karena menunggunya lama.
âVit, kenapa kamu lama amat sih? Lihatlah sekarang aku jadi karatan. Biasanya mandi kayak bebek tapi malah lama. Tahu begini aku sarapan banyak dahuluâ, omel Reino dengan kesal dan Vita mendengar omelan itu langsung menggapit kepala Reino di ketiaknya. âYah, saat ini kamu berani ngomelin aku. Besok lagi aku tidak mau satu tim dengan kamu lebih gampang aaku ikut bergabung dengan korengâ, sambil memukul kepala yang terlindungi helm dan punggungnya. Kebersamaan mereka dilihat oleh Lucas dan lainnya yang berada di luar pekarangan.
Setelah kepergian mereka, Hamilthon yang masih berada di ruang tengah meminta istrinya mengatakan apa yang dibicarakan antara Alena dan Vita yang membuat wajahnya seperti itu.
âSayang, are you ok?â, ucap Halmithon suaminya yang khawatir melihat wajah istrinya seperti itu. Alena menganggukkan kepala.
âYa, Iâm okâ,ucap Alena lalu mengecup bibir suaminya dengan singkat.
âApa yang ingin dia tahu tentang ayahnya yang be*at itu? Atau jangan-jangan dia mencari sesuatu yang diingin ketahui tentang cerita kelam ibunya saat masih dengan Rajaswaraâ, batin Alena dengan pikiran berkecamuk.
__ADS_1
Saat sedang memikirkan tentang obrolan tadi, terhempas begitu saja saat mendengar suara dari Hamilthon.
âAlena, ayo kita ikut bergabung dengan mereka karena hari bahagianya teman Lucas dan Devan. Kita tidak boleh mengacaukanâ, ucap Halmithon dengan lembut. Lalu Alena beranjak dari duduknya dan ikut bergabung dengan lainnya.
Malamnya pesta barbeque begitu istimewa bagi Leon dengan Ana bersama keluarga Leon dan semua teman yang hadir di pesta yang ikut merayakannya. Meskipun tidak ada keluarga dari Ana yang ikut andil dalam pesta meriah malam ini. Ana selalu berharap ayahnya saja yang datang untuk ikut namun itu mustahil dia selalu dibawah naungan ibu tirinya dan adik tiri Ana.
Ketika Ana sedang melamun tiba-tiba Leon memeluk dari belakang dan berbisi juga mengecup telinganya.
âSweety kamu, sedang mikirkan apa?â, bisik Leon sambil memberi kecupan pada telinga dan membalikan tubuhnya.
âTidak apa-apaâ, gelengan kepala Ana dengan merangkul kedua tangannya di pundak.
âAku tahu apa yang kamu pikirkan sweety, tapi aku berharap kamu melupakan keluarga yang menyakiti hatimu walaupun tidak sepenuhnya. Mereka semua tetap keluarga tempat bernaungmu di masa kecilâ, batin Leon dalam benaknya. Kemudian Leon menciumi bibirnya dengan mendalam hingga oksigen menipis lalu mereka melepaskan ciuman saling membutuhkan oksigen untuk bernafas dan memberikan senyuman hangat untuk Ana juga memberi kecupan singkat dikeningnya.
Di tempat lain Vita sedang asyik menikmati arena balap bersama duo kembar dan Reino. Kini Vita sedang mendaftarkan diri untuk mengikuti balap liar yang diadakan oleh preman besar yang memiliki pengaruh tinggi di perusahaan cabang di tanah pertiwi. Ketika balapan dimulai suara riuh terus bersorak mendukung para pemain balap masing-masing dengan di jaga oleh polisi. Balapan liar saat ini tidak seperti biasanya karrna biaya yang dikeluarkan oleh preman besar itu mencapai ratusan juta. Si pak tua sebagai musuh yang disegani oleh banyak orang dan preman kecil ikut andil memeriahkan arena balapan motor. Semua peserta bersiap begitu juga Vita dan Diego. Wanita sexy mempin jalannya balap dengan membawa dua bendera kuning dan hijau. Lalu mrnghitung mundur bersama dengan penonton dan berteriak, âgoo! â.
Para peserta saling berlomba dengan sengit dan saling menjatuhkan meski itu curang. Kali ini balapan liar sangat berbahaya bagi yang mengikuti. Seperti halnya Vita yang sedang sengit untuk mendapatkan hadiah besar namun musuhnya setiap kali sering ingin menjatuhkan namun pada akhirnya ia mendapatkan hadiah pertama walaupun kakinya terluka terhantam aspal dan sangat nyeri. Peserta yang bernama Burhan tidak terima jika juaranya diambil oleh Vita dan dia menyatakan perang kepadanya tetapi Vita tidak perduli. Ditengah kemenangan Vita, Burhan mendapatkan pukulan dari orang yang mengadakan balapan liar. Setelah itu diam-diam melakukan perang sengit terjadi dan polisi memukul mundur namun tetap tidak bisa dihentikan. Mereka saling tonjok menonjok dan kejar-kejaran hingga ada yang tertusuk satjam lalu semua melarikan diri dari kelompok suruhan Rajaswara dan meninggalkan temannya yang tergeletak. Sedangkan Duran menghubungi pihak rumah sakit karena Reino terkena tudukan satjam bagian perutnya. Semua orang panik termasuk Vita dengan terpincang mengantar Reino ke rumah sakit
Saat ini keadaan sangat mencengkam dan tangisan Vita tiada henti.
âReino!â, panggil suara keras Vita dengan wajah penuh luka babak belur, âbangunlah kamu, bodohâ, ucap Vita dengan meneteskan air mata sambil memangku kepala Reino dipahanya.
âWiu wiu wiu wiuâ, suara ambulan datang dan langsung mengangkat tubuh Rrino dan dimasukan ke dalam mobil ambulan. Vita mengikuti Reino yang diangkat ke ambulan dengan kaki terpincang-pincang dan Duran mengikuti dari belakang.
__ADS_1
âPokoknya kamu harus tetap membuka mata. Nanti mak kamu akan menyalahkan aku dengan omelan pedas jika kamu berani menutup mataâ, tangis Vita yang terus berderai.
Reino yang sedang menahan sakit hanya mampu tersenyum dengan suara omelan dan kekahawatiran Vita di depan matanya saat ini.