The Mafia Millioner

The Mafia Millioner
Lisa Telah Kabur


__ADS_3

BERBIJAKLAH DALAM MEMBACA KARENA ADEGAN INI BUKAN UNTUK DITIRU NAMUN HANYA SEBAGAI HIBURAN. 😊


TERIMA KASIH. πŸ™


JANGAN LUPA BERI LIKEπŸ‘ DAN FAVORITKAN KARYA SAYA


.........


Ketika Lucas sedang menyetir ke perjalanan rumah sakit, dimana Calista dirawat, tiba-tiba ada deringan ponsel di saku celana kirinya.


Lucas menepilan mobilnya ke pinggir jalanan yang sepi. Sampai suara deringan itu berhenti dan kembali berbunyi.


Vita yang berada di sampingnya begitu penasaran karena tiba-tiba berhenti mendadak. Lalu Vita menoleh akan melontarkan kalimat kemarahan ternyata dia sedang menerima panggilan. Kemudian Vita urungkan kemarahannya.


Lucas men deal up panggilannya.


"Hallo", sapa Lucas


"Hallo Lucas, ini gawat, para penjaga rumah sakit semuanya terpapar dan Lisa tidak ada di ruang darurat", panik Asthon di seberang sana dengan memegang keningnya.


"Baiklah, aku akan kesana", ucap Lucas dengan nada dingin.


Vita yang berada di sampingnya sedang bermain ponsel dan mengabaikan obrolan Lucas bersama ponselnya.


Lalu Lucas memutuskan sambungan telepon dan meletakkan ponsel di samping jok dan menoleh ke Vita yang sejak tadi asik bermain ponsel sendiri.


"Vita!", panggil Lucas.


Vita menoleh ke sumber suara yang memanggil namanya.


"Ada apa?", tanya Vita.


"Lisa kabur", ucap Lucas dengan pandangan ke depan tanpa menoleh dan fokus menyetir.


"Apa?!", terkejut Vita.


"Sial!", umpat Vita


Lucas melajukan mobil dengan kecepatan tinggi.


Sementara Nathan dan Leon yang sejak tadi di rumah sakit dimana Calista di rawat, mereka telah sampai ke RSJ tempat dikurungnya Lis. Di tempat kejadian sudah ada Johan, Dante, dan Asthon.


"Bagaimana bisa kabur?", tanya Asthon.


"Sepertinya dua preman kemarin yang telah lepas kabur menembakkan tembakan bius untuk penjaga di sini dan di luar mereka juga pingsan namun tidak ada tanda tembakan bius", jelas Dante


"F*ck", umpat kasar Johan.


Tidak berselang lama kedatangan Leon, Johan dan Nathan, Vita bersama Lucas telah tiba dan ikut menimbrung.


"Bagimana dia bisa kabur?", tanya Vita


"Mereka ditembak obat bius oleh dua preman kemarin, ini hanya dugaan saja", ujar Asthon.

__ADS_1


Vita berjalan maju mengambil jarum bius.


Sudah ku perkirakan sebelumnya, jika Rajaswara tidak pernah merelakan Lisa tertangkap. Dia bahkan akan melakukan apa saja demi putrinya yang memiliki sikap yang sama sebab Rajaswara bisa memanfaatkan sikap syhco Lisa menjadi ladang pembunuhan berantai untuk mengambil suatu organ untuk di jual secara ilegal.


Vita berdiri dan melangkah ke ruangan rawat Lisa selama setengah hari penuh. Vita menemukan sebuah surat yang di tulis oleh Lisa dengan tanda darah di atas tulisannya.


Surat dari Lisa


Aku akan buat kalian hancur.


Tidak ada manusia abadi kecuali aku.


Terutama kamu Vita, akan aku pastikan kamu hancur berkeping-keping seperti ibumu.


Vita langsung merobek isi surat itu, sebelum ada yang melihatnya dan dimasukkan kedalam sepatu. Lucas dan lainnya masih berada di luar mendiskusikan rencana untuk mencari Lisa.


Saat mereka usai berdiskusi Vita kembali bergabung dengan pikiran yang memburu.


Johan bertanya kepada Vita.


"Apakah kamu tahu tempat untuk Lisa bersembunyi?"


Vita menjawab, "aku tahu tempat persembunyiannya, namun aku memiliki perkiraan bahwa Lisa tidak akan bersembunyi di sana. Dia dibawa pergi ke tempat dimana kita tidak mengetahui keberadaannya", dengan berkacak pinggang.


"Tidak ada salahnya kita ke sana, siapa tahu dia masih sembunyi di tempat yang sama", ucap Dante


Semua orang menganggukan kepala sebagai tanda setuju.


"Coba aku yang menangani dan membawanya pergi lebih jauh.Tidak akan seperti ini", dengan melirik Lucas.


"Coba tidak ada orang yang mengganggu misi dan pura-pura tidak kenal, tidak akan seperti ini", sindir Vita dengan suara lirih.


Dante dan Johan tersenyum dengan menggaruk tengkuk yang tidak gatal.Sedangkan Lucas mengangkat alis kananny dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. Sementara lainnya hanya berdehem arti prmbicaraan Vita.


Leon yang berada di sampingnya berbisik di telinga Lucas, "hukuman apa yang pantas untuk gadismu itu yang pemberani", dengan menepuk pundak dan Lucas hanya menyeringai.


"Kalau begitu aku akan cari tahu bersama dengan teman-temanku sedangkan kalian menujulah ke lokasi yang sudah ku beritahu lewat massage lokasinya", ucap Vita dengan berlalu pergi tanpa izin dengan Lucas yang sejak tadi menatapnya lalu berlari sebelum tertangkap dengan menyusuri lorong cukup lincah dan tidak tertangkap oleh siapa pun. Hingga menaiki menembus kaca rumah sakit di ruang rawat milik kakek lansia dengan terjun di mobil pick up yang sudah di siapkan oleh temannya dan turun naik mobil lamborghini merah. Lucas yang tidak dapat menangkap tersenyum sinis dengan umpatan kasar, "f*ck".


Dante yang berusaha ikut membantu mengejar malah memuji kelincahan Vita.


"Kamu begitu hebat girl", dengan berkacak pinggang.


Lucas dengan lainnya meninggalkan rumah sakit setelah menghubungi asistennya untuk mengganti fasilitas umum tersebut. Lalu Lucas pergi menaiki mobil BMW berwarna hitam untuk menyusul keberadaan Vita yang sedang diikuti oleh anak buah milik Leon.


Arga yang sedang mengemudi mencoba untuk mengecoh orang yang mengejarnya di jalanan ramai. Vita yang berada di samping mengemudi menyuruh Arga untuk lebih cepat.


"Cepatlah", perintah Vita.


"Baiklah, siapa yang menang untuk menjadi pembalap licik", ucap Arga dan Vita yang mendengarkan ucapan itu membola.


Arga menyetir dengan tingkat tinggi dan mengecoh masuk ke dalam gudang sesuai rencana yang dianjurkan Gilang. Sampai masuk ke dalam gudang Vita dan Arga berpindah mobil yang tidak terlalu mencolok.


Arga menyuruh Vita berbaring ke bagasi agar pelariannya lancar dan Vita menuruti rencana bodoh tersebut.

__ADS_1


Sedangkan Gary menghubungi Lucas namun tidak diangkat dan Gary memasukkan ponsel kembali. Sementara Arga sudah melewati Gary yang membelakanginya dengan sangat lega. Lucas mengekor di belakang mobil Arga yang sudah berganti dengan menabrakkan mobilnya dibagasi dan membuat Arga merasa marah dan emosi dengan mengumpat kasar pada penyetir mobil hitam BMW tersebut.


"*nj*ng", lewat kaca spion.


Vita yang berada dalam bagasi kesakitan akibat mobil belakang ditabrak dengan merintih


Saat Arga sedang fokus menyetir sesekali melirik lalu tiba-tiba mobil BMW itu menghilang dan sudah berhenti di depan dengan mendadak sehingga Arga hampir kecelakaan. Lucas turun dari mobil dan Arga terkejut. Arga yang sejak tadi tidak menyadari tubuhnya membeku ketika Lucas melewatinya dengan menelan salvinanya dengan kasar.


Vita yang berada dalam bagasi memarahi Arga.


"Arga!"


"Arga!!"


"Nih anak kenapa berhenti sih, sudah kupanggil tidak jawab!!"


Vita yang terbaring merasakan hawa dingin dan melihat bagasinya terbuka dengan kasar. Vita yang akan membentak menjadi membeku saat menatap wajah Lucas. Lucas tersenyum menyeringai dengan memerintahkan Vita untuk turun dengan nada rendah nan dingin.


Vita tidak bisa apa-apa, kemudian ia turun dari bagasi pelan dan berdiri di depannya dengan senyuman takut.


"Aigoo, an...anda k..kok bisa tahu kami menge...mengecoh", ucap Vita gugup. Namun Lucas tidak menanggapi ucapan Vita dan menarik tubuh Vita melewati Arga yang berdiri dengan kepala menunduk.


Lucas menyuruh Vita masuk dan Vita menuruti perintah Lucas.


Vita dan Lucas berdiam di dalam mobil dengan perasaan sedikit takut dan sekali melirik.


Lucas menyadari lirikan mata Vita lalu membuka suara.


"Sweety, apa kamu senang menjadi gadis yang suka terluka dan kabur-kaburan", tanya Lucas dengan nada dingin tanpa mengalihkan pandangan dan fokus menyetir mobil.


"Kenapa anda juga suka mengurung gadis seperti saya yang umurnya jauh dari anda?", tanya balik Vita dengan memandang wajah pria tersebut.


Lucas yang sedang menyetir berdecak, "ck", lalu mengatakan, "aku tidak pernah merasa mengurung kamu. Aku memberikan kebebasan untukmu. Aku hanya menjaga kamu dan buktinya sekarang kita keluar"


"Oh ya, jika kamu tidak mengurungku biarkan aku bebas berkeliaran bukannya malah menyeretku pergi dengan terus membelenggung!", dengus Vita dengan bersedekap di dada.


"Sekarang kamu membawaku kemana?", tanya Vita


"Kita ke bandara menuju Mahattan untuk menghadiri pesta", ucap Lucas dengan santai.


"Whatt?!", Vita terkejut.


"Yang benar saja, aku tidak mau, lebih baik kau turunkan aku ke sini juga kalau tidak aku akan berteriak", ucap Vita dengan mengancam.


"Berteriaklah sampai tenggorokan kamu sakit", ucap Lucas.


Vita membuka jendela lalu berteriak minta tolong sedangkan Lucas dengan liciknya melajukan mobil dengak kencang dan Vita mengumpat dengan kasar, "picik!", dengan bibir manyunnya.


Sesampainya di Bandara, Lucas turun lalu membukakan pintu samping dan menuju ke pesawat yang sudah di siapkan oleh Leon yang saat ini mereka menunggu.


Vita terus mengikuti langkah Lucas yang menautkan jarinya ke jari miliknya.


Saat Lucas sedang berjalan Dante memberitahukan kepada orang-orang di dalam bahwa Lucas sudah datang dengan terus membelenggungkan jarinya ke Vita.

__ADS_1


Lucas naik bersama Vita yang terus memukul lengannya sampai memasuki pesawat terbang.


__ADS_2