
Vita duduk dengan sedekap di samping Lucas. Vita membuang muka ke arah jendela pesawat. Hatinya saat ini sedang kesal terhadap pria yang disampingnya. Dante yang duduk di seberang memandang Vita yang tengah marah hanya tersenyum dengan kepala sedikit menggeleng.
Saat Vita tidak mengalihkan pandangan, ada seorang pramugari menyodorkan kotak P3K yang cukup besar diberikan kepada Lucas. Lalu Lucas menerimanya dan membuka kotak P3K tersebut kemudian menarik tangan Vita yang tiba-tiba Vita merintih, "auch", dengan melontarkan kalimat, "uncle sakit!", protesnya.
"Jika kamu tahu bahwa terluka itu sakit, kenapa kamu menabrakkan tubuh kamu ke kaca jendela seperti orang bunuh diri", ucap Lucas yang tidak mengalihkan pandangan dan fokus mengobati luka di tangannya.
"Itu karena uncle seenak jidat terus mengikutiku dan mengawasiku!", protes Vita dengan nada tinggi.
"Oh ya, tapi itu bukanlah kesalahanku. Coba kamu ingat perjanjian diatas kertas. Itu semua kamu belum memenuhi", ucap Lucas mengingatkan Vita.
Vita berteriak dalam hati dengan mengumpat kasar.
Argggghhh!!! pria ini sungguh orang br*ngs*k! kenapa Tuhan memberikan dia harta melimpah untuknya sebagai pria licik ini. Aku berharap pria ini masuk dalam neraka saja.
"Apakah kamu mengingat itu?", tanya Lucas dan Vita membuang muka.
Setelah selesai mengobati, Lucas sibuk dengan pekerjaannya mengetik perencanaan pemasaran saham. Sementara Vita yang berada di sampingnya merasa bosan sehingga ia tertidur dengan kepala ia senderkan di jendela.
Lucas yang tadinya fokus melirik kearah Vita yang tertidur dengan kepala bersender di jendela pesawat sehingga Lucas harus menghentikan pekerjaannya dan menyenderkan kepalanya di pundaknya dan memberikan kecupan di kening.
Beberapa lama kemudian mereka telah sampai di bandara Berlin. Vita merenggangkan kedua tangan dan salah satu tangannya dicekal oleh Lucas. Vita menoleh ke Lucas dengan tatapan kesal. Lucas mengajak untuk segera turun.
"C'mon girl, kita telah sampai", ajaknya.
"Iya, iya, aku juga akan turun", ucap Vita dengan nada kesal.
Vita berjalan duluan yang diikuti oleh Lucas dari belakang. sampainya di halam parkir pesawat Lucas menggandeng tangan Vita seolah tidak ingin dia kabur kembali. Mereka berpisah melanjutkan perjalanan ke kediaman masing-masing jalan-jalan sebentar untuk refresing.
__ADS_1
Sementara Lucas membawa Vita ke mansionnya untuk beristirahat dan nanti malam Lucas akan mengajaknya pergi ke pesta ulang tahun Rosiana.
Sedangkan Dominic di ruang kerja tersenyum menyeringai setelah mendapatkan undangan dari keluarga Samuel kerabat dari Hamilthon dengan bergumam, "tunggulah aku sweety".
Malam hari pesta ulang tahun Rosiana di mulai. Pesta yang diadakan oleh keluarga Samuel cukup meriah untuk putrinya. Pesta ulang tahun putrinya banyak di datangi tamu dari kolega Samuel hingga teman-temannya Rosiana. Karena pesta yang dimeriahkan bukan hanya pesta ulang tahun untuknya saja namun juga pesta perjodohan untuk dirinya dengan Adrian.
Rosiana sangat bahagia karena banyak temannya yang datang. Tak lupa dia menyapa para keluarga terbesar dan rekan bisnis dari orang tuanya tak henti-hentinya menyapa.
Ketika Ana, Amanda, Doris, Belinda datang membuat kesan baginya bertambah bahagia dan senyuman merekah.
Rosiana berteriak tanpa malu, “Ana! Amanda!... Akhh kalian datang,” dengan memeluk sahabat-sahabatnya.
Belinda berpura-pura mengambek karena namanya tidak ia sebut oleh sahabat satu kampus, “Ros..” ujarnya bertingkah seperti anak kecil sedang merajut.
Rosiana yang mengerti hanya pura-pura tidak mengerti dengan tingkah sahabat satu-satunya satu kampus. Membuat semua sahabatnya hanya tersenyum dan menggelengkan kepala.
Rosiana memeluknya dengan membisikkan, “Apa kamu terus merajut? Makanan akan diborong para tamu dan kamu tidak akan kebagian”, Ros berucap dengan menggoda Belinda.
Belinda langsung pergi mencari santapan kudapan di pesta megah yang gratis milik Ros tanpa berpamitan kepada sahabat-sahabatnya dengan gaya merajut membuat semua temannya tertawa.
Ros membimbing mereka untuk duduk yang ditujukan oleh sang pemilik pesta. Mereka minum dengan bercanda gurau.
Tatkala saudara sepupunya sedang senda gurau bersam teman-temannya, Lucas datang bersama Vita dengan memegang pinggang gadisnya secara possesive melewati penjaga gedung tersebut seolah gadisnya takut diambil ataupun kabur. Vita hanya mendengus kesal sifat Lucas terhadap dirinya.
Lucas membawa Vi menghampiri keluarganya di meja bundar besar khusus berbincang-bincang bersama keluarga besar. Lucas menyapa keluarganya," hallo semuanya", dengan tersenyum. Alena menoleh ke sumber suara dengan terkejut karena Lucas membawa Vita sampai ke Berlin tanpa sepengetahuannya.
"Lucas! kamu kok bisa membawa Vita ke sini?", tanya Alena dengan tatapan yang tidak percaya. Lucas hanya tersenyum tipis saat momynya terkejut melihat Vita datang bersamanya di kota Berlin.
__ADS_1
"Bisalah mom, siapa dulu?", ucap Lucas dengan percaya diri.
Semua keluarga tertawa dengan apa yang diucapkan oleh Thomas sedangkan Vita membola sambil mengejek dalam batin, "dasar pria br*ngs*k dengan percaya dirinya selangit".
Alena beranjak dan memeluk Vita dengan berkata, "selamat datang di kota Berlin, sweety", dengan senyum hangat.Alena melepaskan pelukan dengan senyum bahagia dan hampir menjatuhkan tetesan air mata.
Lalu dikagetkan dengan suara deheman, "hem, hem, hem," dari Grace. Alena menoleh ke sumber suara menatap Grace. Kemudian Grace mengatakan, " apakah kamu tidak ingin memperkenalkan calon mantu kamu kepada ibu mertuamu di sampingku ini", dengan mengusap pundak Queen.
Alena menepuk jidatnya dan terkikik geli karena lupa memperkenalkan. Lalu Alena memperkenalkan Vi dengan keluarga besarnya tak terkecuali Sea sahabat semenjak pindah ke Berlin oleh Mark.
Alena menatap, “perkenalkan Dia, Vita anak dari sahabatku alm. Monica”, dengan memberi senyuman merekah.
"Apa hanya perkenalan singkat saja dan tidak ada sesuatu yang lain?”,tanya Grace yang diangguki oleh semua orang disekitarnya.
"Tidak", nimbrung Lucas.
Lucas mendekati Vita dengan merangkul pundaknya dan mengatakan, "dia akan jadi keluarga Hamilthon karena sebentar lagi kami akan menikah", dengan tersenyum.
Vita yang berada di samping Lucas melotot dengan mencubit pinggangnya dan mengejek dalam hati, "huh, siapa juga yang mau menjadi istrinya.Gak banget dengan pria br*ngs*k seperti dia".
Sedangkan Queen begitu senang setelah mendengarkan dari bibir cucunya itu.Lalu Queen beranjak melangkah menghampiri cucu calon mantunya dengan dibantu Grace dengan tatapan lembut dari sorot matanya yang bernetra cokelat. Queen memegang kedua tangan Vita dengan memberikan kecupan sambil mengatakan, "terimakasih mau menerima cucuku yang nakal ini. semoga kalian diberkati sampai di altar mengucap janji", senyum Queen yang hangat.
Vita yang berada didepannya hanya tersenyum tipis sambil mengagumi kecantikan di wajahnya. Alena yang berada di samping Grace merasa hangat di dadanya jika Vita mau menjadi manantunya.
Kemudian tangan Queen beralih ke perut Vita yang terbalut gaun coklat yang dipilih oleh Lucas yang membuatnya menegang saat tangan Queen menembus di perutnya yang terasa dingin meski tertutup oleh gaun.
Lalu Queen menyuruh Vita menunduk dan Vita pun mengikuti perintahnya tanpa ragu. Quee mendekatkan bibirnya di telinga dengan berbisik, "suatu saat kau akan melahirkan cicit kembar laki-laki dari cucuku Lucas. Jagalah dia dengan sepenuh hati. mereka akan menjadi penerus kuat di keluarga Hamilthon", dengan tangannya mengusap kepala dan meniupkan sesuatu diubun-ubun yang terasa dingin di kepalanya. Vita masih termangu dan detak jantung memompa cukup cepat seperti akan meledak. Sedangkan Queen tersenyum hangat dan tatapan mata yang lembut untuk Vita juga Alena dengan kepala mengangguk.
__ADS_1