The Mafia Millioner

The Mafia Millioner
Persiapan Pernikahan Antara Dua Keluarga 2 (Erick &Efrat)


__ADS_3

Di dalam kamar Rosiana tengah menikmati hembusan angin kencang di blankon sambil mengingat perlakuan Dominic terhadapnya saat menjajal gaun yang dikenakan.


Dominic memeluk Rosiana sambil membisikan kata cinta berkali-kali dan mencium bahu yang terbuka membuat jantung Rosiana berdegup kencang. Rosiana hanya mampu berdiam tanpa bergerak dan berbicara. Dominic terus berkali-kali memberikan kecupan-kecupan kecil pada bahu calon istrinya sampai Rosiana meraskan geli namun ada sesuatu sensasi yang aneh pada tubuhnya.


Saat merasakan tangan kokohnya yang mengelus perutnya yang masih datar tiba-tiba Dominic membalikkan tubuh Rosiana untuk menghadap ke arahnya. Lalu Dominic menatap intens bola mata abu-abu yang begitu indah membuat Rosiana merasa gugup. Rosiana hanya bisa menelan ludah secara kasar karena tatapan intens tersebut membuatnya gugup. Dominic tersenyum miring. Lalu menarik tengkuk Rosiana dan mendekatkan wajahnya sampai mengikis jarak kemudian terjadila ciuman yang intens.


Saat tengah menikmati bayangan Dominic yang lekat pada dirinya tiba-tiba Eric datang memanggil namanya tiga kali. “Rosi! Rosiana! Rosiana!” Rosiana pergi menghampiri ayahnya yang terlihat dingin.


“Sweety, daddy mau berbicara denganmu sebelum kamu menjadi milik orang lain”, ucapnya.


“Apa yang ingin daddy bicarakan?”


“Dadddy... Daddy... ingin kamu bahagia. Sebenarnya daddy belum dapat mengizikan kamu menjadi bagian keluarga dari Efrat. Mereka keluarga yang membuat daddy frustrasi karena mereka seringkali bekerja sama dengan pembisnis gelap. Daddy gak mau putriku tersakiti oleh kebodohan mereka. Daddy ingin putri berada di tempat aman namun pikiran daddy salah. Malah daddy yang membahayakan kamu dengan menjodohkan pria br*ngs*k. Maafkan daddy sweety”, ucap Eric dengan wajah sedih dan sedikit gusar. Rosiana melihat ekspresi ayahnya yang sedih dan gusar membuatnya sedih. Lalu Rosiana memegang tangan ayahnya dan mengusap untuk menenangkan hati ayahnya.


“Dad, tenanglah. Rosiana bisa melindungi diri karena di sampingku ada seorang pria dengan wajah sangar dengan badan yang keras seperti baja. Rosiana pun juga bisa melindungi diri karena Rosiana pernah ikut latihan bela diri seperti yang diajarkan oleh daddy”, Rosiana mengulas senyum tipis.


“Dad..”


“Ussstt...” potong Rosiana dengan teluntujuk jari.

__ADS_1


“Daddy gak perlu khawatir. Rosiana percaya dengan Dominic karena ia pria bertanggung jawab dan mencintaiku sepenuh hati. Hatiku gak mungkin salah. Rosiana berharap daddy selalu mendoakan Rosiana dalam membina kehidupan baru dengan pria br*ngs*k itu”, Rosiana menunjukkan giginya agar Eric berhenti mengkhawatirkan dirinya. Eric membawa tubuh Rosiana dalam pelukkannya.


...


Pagi pukul 06.00 kamar Rosiana dipenuhi gelak tawa dari teman-temannya yang datang. Mereka membicarakan bagaimana seorang pria menjadi egois sampai ejekan muncul dari bibir mereka.


“Guys ~ aku gak nyangka jika Rosiana menikahi pria semacam suamiku”, seru Rihana.


“Betul”, Ana membenarkan perkataan Rihana.


“Mungkin jodoh kita di tangan pria-pria semacam mereka”, ucap Rosiana.


Mereka tertawa terbahak-bahak lalu tiba-tiba pintunya terbuka sedikit keras dan memeluk tubuh Rosiana.


“Sudah, kamu jangan sedih kan kamu masih bisa berteman dengan kami”, ucap Doris.


“Iya, aku gak sedih. Aku hanya sedikit iri saja semua yang ada di sini udah memiliki pasangan masing-masing”, ucap Belinda.


“Jodoh gak akan kemana. Buktinya Aqilla langsung balik dengan Johan”, sindir Amanda.

__ADS_1


Aqilla hanya tersenyum canggung dengan wajah memerah seperti tomat.


Sementara di ruang berbeda Dominic tengah membenarkan kemeja dan dasi yang ia pakai saat ini dengan ditemani kebisingan yang tak jauh bisingnya di ruangan Rosiana.


“Selamat bro”, ucap Chalvien lalu diikuti lainnya.


“Bagaimana kamu bisa menaklukkan secepat ini?” tanya Jhorse.


“Tentu memberikan sentuhan. Wanita kelemahannya adalah dalam sentuhan”, jawab Dominic.


“Yah~ tidak semua wanita atau gadis. Aku sampai sekarang sangat sulit untuk menaklukkan gadis itu”, keluh Lucas dengan membawa kedua tangannya ke dalam saku celana.


“Itu masalah berbeda bro”, ucap Dante yang tiba-tiba datang dari belakang dengan menepuk bahu Lucas.


“Dia gadis yang sudah memagari diri untuk tidak jatuh dalam pelukkan pria. Karena menurut dia pria itu sama kecuali sosok pria yang pernah bersinggah hatinya. Pria seperti seorang kakak yang selalu memberikan kenyaman, kehangatan, dan melindungi saat dia membutuhkan hiburan tidak seperti kalian dengan memberikan sentuhan untuk menaklukkan dia”, jelas Dante yang telah tahu karakter Vita.


“Cobalah kamu mengerti dirinya”, nasehat Dante.


Lucas mangut-mangut begitu pun dengan Leon, Chalvien, Dominic, dan Johan yang dekat dengannya.

__ADS_1


“Bukankah sosok gadis itu berbeda?” tanya Dante.


“Ya, dia berbeda”, guman Devan yang sudah mengerti keadaan Vita.


__ADS_2