
Satu bulan kemudian setelah Lucas memutuskan kembali lagi ke negaranya kota Berlin. Dia bersama rekan-rekannya menyusun rancangan untuk menjebak Raymon tapi naas mereka malah yang kena jebakan di gang. Saat ini mereka sedang adu tembak di balik dinding. Ada yang memakai topeng kepala. Mereka saling kejar-kejaran. Di sekitar Damien bersama kelompoknya ada yang tertembak. Kemudian ia memberikan informasi lewat aerphone yang terpasang di telinga. “Anak buah kita berkurang banyak, lebih baik kita mundur”, ucap Damien dari sisi barat dengan kaki terpincang-pincang. Seluruh komplotan dari Dominic mundur dan kembali ke markas.
Sementara Raymon setelah mendengar informasi dari anak buahnya tertawa terbahak-bahak dengan mengajak mereka berpesta karena bisa memukul mundur mereka. Meskipun harus mengorbankan anak buahnya mati begitu saja. Raymon berteriak, “cheersss untuk kesuksesan kita”, dan di jawab oleh anak buahnya bersamaan, “cheers!! “.
Sedangkan Dominic beserta rekan-rekan berwajah masam akibat kalah dari kelicikan Raymond. Semua yang berada di markas yang terluka sedang diobati oleh Aston dan Theo sambil memikirkan kembali rencana mengakhiri Raymon terlebih dahulu. Steve juga merasa kesal dan marah namun apa daya dengan kemarahan tidak akan menyelesaikan masalah pekerjaan selesai.
Saat mereka sedang mengobrol ada yang terbaring memainkan game, Johan pergi keluar menahan rasa berat di hatinya yang telah dihancurkan ketika mendengarkan Lisa berhubungan dengan Rajaswara. Ia juga mendengarkan yang begitu menjijikan dari mulut kekasihnya membuat Johan tersulut emosi. Ia bergegas pergi ke klub untuk menenangkan diri dengan melajukan mobil sekencang mungkin tanpa memperdulikan suara klakson dari orang-orang.
Johan memasuki gedung klub dengan membanting pintu mobil lambhorghini. Lalu Johan meminta whisky dari pelayan bartender. Johan meminumnya tanpa menuangkan ke dalam gelas dengan menghembuskan nafas. Dengan mengingat perkataan demi perkataan yang ia dengar dari balik dinding setelah dia keluar dari kantornya Leon ada sebuah notif dari Lisa. Johan membaca pesan dari Lisa.
^^^Lisa :
^^^
^^^“Joan, kapan kita jalan-jalan kok lama kamu ke Berlin. Aku boring sendirian semuanya berada di sana bersama kamu kan yank,” pesan Lisa dengan emoji kesal.
^^^
^^^
^^^
Johan :
“Tunggulah beberapa hari lagi kita akan bertemu sweet”.
^^^Lisa:
__ADS_1
^^^
^^^^^^“Aku merindukan kamu honeyy”.
Johan:
“Aku juga merindukanmu”.
Paginya Johan berangkat ke Indonesia menemui kekasihnya yang semakin posesif setelah bertemu kembali dengan mantannya yaitu Aqilla yang membuat moodnya buruk. Saat akan memberi suprize di rumah Vita untuk Lisa dengan diam-diam tanpa sepengetahuan dengan meminjam kunci dari Ana. Tapi diurungkan oleh Johan saat akan membuka knop pintu yang sudah terbuka sedikit. Johan mendengarkan apa yang dikatakan Lisa.
Kala itu Lisa menghadap ke jendela keluar sedang berbicara dengan seseorang di seberang sana. Namun saat dia sibuk berbicara dengan seseorang Johan mendengarkan kata-kata sadis dengan tertawa terbahak-bahak seperti setan. Saat Johan mendengar kata akan menghancurkan Vita.
Johan mendengar percakapan gila dari Lisa. “Edgar, aku ingin kamu merencanakan untuk membunuh Vita dan lainnya”.
“Aku tidak suka mereka bahagia sebelum aku bahagia” ujar Lisa
“Tenang saja baby, aku akan lakukan semuanya demi kamu”,rayu Edgar dari seberang sana.
“Gila kamu”, umpat Edgar sambil mengisap rokok lalu mengepulkan asap.
“Aku tidak peduli kamu mau bantu tidak. Soalnya mereka akan menikmati kesenangan hanya sesaat. Tak akan lama lagi mereka akan bersedih dan menyalahkan Vita si anak j*lang”, sinis Lisa
Joan yang mendengarkan itu semua berubah merasa jijik jika dia pernah melakukan suatu hubungan dengannya. Saat aku akan beranjak aku mendengar kata yang mencengkamkan.
“eits tenang saja kekasihku tak akan pernah tahu jika aku pernah melakukan hubungan intim banyak laki-laki soalnya si bodoh Vita membiayai aku untuk operasi memperbaiki selaput pada alat int*ku”, ujar Lisa dengan tertawa terbahak.
Johan langsung pergi meninggalkan rumah Vita perlahan tanpa di ketahui Lisa dengan rasa muak yang menjalar pada tubuhnya
__ADS_1
Johan merasa mual saat mengingat wanita j*lang itu membuatnya ingin muntah. Johan menepiskan rasa mualnya dengan sebotol advokad dan anggur. Sang pelayan yang sedang mengelap gelas dan melihatnya hanya menggeleng kepala melihat tingkah Johan yang tertawa sendiri dan berganti sedih seperti orang gila. Namun Johan abaikan semua yang menatapnya dengan aneh.
Johan beranjak dengan mabuk berat dan memberikan kartu atm nya membayar tagihan minumannya. Lalu Johan pergi di tengah kerumunan dengan tubuh sempoyongan. Semua orang berjoget dengan asyik sedangkan dia merasa frustrasi mengenal sosok wanita j*lang dalam hidupnya.
Saat Johan berdiri di tengah, Johan melihat sosok wanita yang dulu menjadi kekasihnya dan meninggalkannya tanpa kabar. Johan mencoba mendekati sosok wanita itu dengan menarik lengan walau masih sempoyong.
Aqilla yang merasa di tarik merasa kaget saat di tengah kerumunan. Aqilla meronta dengan memukul lengan kekarnya menggunakan salah satu tangan kirinya. Saat sampai di tempat sepi Aqilla kaget siapa yang menarik lengan dirinya. Kemudian Johan memenjarakan di dinding pembatas.
Johan langsung mengikis jarak dengan Aqilla hingga satu centi ke tembok. Dia mendelik dan menatap Johan dengan tatapan sinis. Akan tetapi Johan tidak peduli dan langsung menciumnya dengan mendalam.
Aqilla meronta ronta memukul bidang dada Johan. Kemudian Johan langsung mencekal membawa tangannya ke atas kepala walaupun dia mabuk namun ke dua tangan kokoh Johan tetap kuat untuk memenjarakan kedua tangan miliknya.
Aqilla mulai terbuai dengan perlakuan yang diberikan Johan. Kemudian Johan melepaskan ciuman sebentar untuk mengambil oksigen.
Aqilla tersentak tubuhnya seperti melayang saat sedang mengatur nafas ternyata Johan menggendongnya seperti koala yang digendong induknya. Aqilla meronta meminta Johan untuk menurunkannya namun tidak di gubris sampai pada kamar hotel Vip yang dekat pada diskotik. Johan membuka pintu dan melemparkan tubuhnya pada ranjang king size yang ia pesan. Aqilla meringis agak kesakitan.
“Apa yang kamu ingin lakukan?!”, bentak Aqilla yang sedikit ketakutan.
Johan hanya menyeringai dan menaiki ranjang lalu mencium dengan memenjarakan tubuhnya dibawah hingga Aqilla menikmati sampai pagi hari.
Pukul 10.00 di kota Berlin.
Ke dua pasang sejoli masih terlelap di bawah alam mimpi dengan saling berpelukan. Suara ayam berkokok dan burung berkicau mereka tetap masih terlelap juga tidak terusik.
Pukul 12.00 siang Aqilla merenggangkan otot yang seperti mau remuk tulang-tulangnya. Aqilla merasakan di bagian antara dua kakinya merasa nyeri. Aqilla menangis apa yang di perbuat sewaktu malam dengan Johan.
Aqilla tidak mampu menahan air mata. Ia menangis sesenggukan dengan tubuh menghadap jendela luar. Johan yang sudah bangun sejak pukul 11.00 siang dan selesai mandi tepat di mana Aqilla sesenggukan. Johan yang menyadari menghampiri dan memeluk dari belakang dengan tubuh yang sudah terbalut kemeja putih.
__ADS_1
Johan mengucapkan kata lirih, “Aku akan tanggung jawab baby”, dengan menenangkan Aqilla dan mengelus lembut pundaknya juga diberikan kecupan. Aqilla membalikkan tubuh dan memeluk tubuh Johan dengan menenggelamkan kepala di dada bidangnya setelah mendengar ucapan lirih Johan membuatnya tenang.
Johan mengelus pundak milik Aqilla dan mengecup kepalanya dengan rasa bersalahnya yang sudah menghancurkan masa depannya.