The Mafia Millioner

The Mafia Millioner
Kesedihan Mendalam


__ADS_3

Baru terlelap Vita mendapatkan mimpi buruk yang paling menyakitkan dan mengerikan.


“Oppa”, panggil Vita dengan menyentuh pipinya yang dingin. “Oppa”,panggil Vita kembali namun dia hanya tersenyum dan mengecup kedua tangan milik Vita.


“Jawablah oppa, jangan tersenyum saja. Membuatku takut, katakan”, ucap Vita dengan nada bergetar namun Jinwoo tetap hanya tersenyum dan menarik lengan Vita lalu memeluknya dengan membisikkan,” jadilah gadis yang tangguh. Tutuplah telinga kamu jika ada yang mengatakan hal buruk untukmu. Janganlah bersedih, masih banyak orang-orang yang sayang padamu..,” tangis Vita pecah saat mendengarkan bisikan panjang dari Jinwoo dalam pelukkannya.


“Tetaplah selalu bahagia, kami akan selalu bersamamu, di hati kamu”, lanjut Jinwoo dengan melepaskan pelukan dan mengusap air mata. Vita juga melihat nenek dan mamanya di samping Jinwoo. Vita tambah histeris menangisnya, “ini tidak mungkin, tidak mungkin!”, jerit Vita membuat Ana kaget saat akan mengetuk pintu. Ia terbangun dengan air mata yang sudah merembes lalu mengusap saat mendengarkan ketukan pintu dari luar, “tok, tok, tok”,Vita beranjak dari ranjang membukakan pintu, “ An ada apa?”, tanya Vita.


“Di luar ada yang mencari kamu bersama anaknya. Mereka terlihat sedih”, ucap Ana sambil menengok jam dinding. “Pukul 11.00 mengapa onnie kesini”, batin Vita.


“Pestanya belum selesai?”, tanya Vita dengan gelengan kepala Ana, “kami sudah izin sampai malam, kata pak Rt yang terpenting tidak mengganggu istirahat tetangga”, penjelasan Ana.


Vita bergegas turun dan ternyata benar jika yang mencari dirinya Yoora. “Onnie..”, panggil Vita yang langsung diseret oleh Yoora lengannya keluar bersama Soobin yang tiba-tiba menangis.


“Vit, kamu tidak boleh sedih terlalu lama, sedihlah hanya hari ini. Dia akan tetap bersama kamu di hati.. “, ucap Yoora dengan menangis. Vita bingung dengan kata-kata Yoora.


Ana keluar diikuti oleh lainnya yang penasaran begitu juga Alena.


Vita bertanya, “Ada apa?”, dengan bingung dan mengernyit. “Onnie! Ahjusssi!”, ucap Soobin menangis dengan memeluknya.


“Dia, di.., dia meninggal dalam kecelakaan kemarin..,” ucap Yoora yang tidak bisa menahan bendungan.

__ADS_1


“Maaf, aku tidak memberi tahumu kemarin. Karena Oppa Minwoo melarangku”, dengan terisak isak.


Vita menahan tangis dengan menatap langit namun tetap saja tidak bisa menahan bendungan air mata, sesak di dada, dan hati seperti tersayat-sayat. “Aku memimpikan dia sesuatu yang buruk”, gumam Vita dengan menangis.


Llu tiba-tiba Vita berteriak, “Why.., Why!!.., Why.!!!!,”teriak Vita dengan menangis dan menggoyangkan tubuh Yoora. Seluruh orang di pelataran bingung dan menatap nanar mendengar jeritan Vita menangis.


“Di..,dia bilang akan bahagia karena keputusan yang ia ambil”, gumam Vita yang berjongkok dan menangis histeris. “hu..hu.. huhuhu, oppa!”, tangis Vita histeris sambil memukul dadanya yang sesak.


Alena mencoba mendekati mereka yang tengah menangis. Lalu mengusap kepala Vita, “Nak..”, ucapan Alena terpotong dengan berdiri dan berteriak, “Why! Kenapa tidak beritahukan aku sebelumnya. Dia tidak akan begini karena keluarga kalian”, lirih Vita dengan sesunggukan.


“Ka..ka..kalau begitu kita cepat ke korea”, ucap Vita namun oleh Minwoo di larang dengan kata kejam, “kamu sangat terlarang untuk mengunjunginya di terakhir kali dan.., kamu tidak pantas di samping pemakamannya. Karena kamu anak haram dan sial”, lontaran kalimat Minwoo membuat Vita sakit hati


Sebenarnya Minwoo tidak ingin melontarkan kata kejam untuknya namun untuk melindungi Vita ia akan melakukan apapun seperti kata Jinwoo dan nenek.


Ana yang tidak tahu permasalahan dan arti kata bahasa dia ikutan menangis. Minwoo terus berjalan masuk ke rumahnya lalu masuk ke kamar dan diikuti Vita.


“Kamu mau mencari apa?”, tanya Vita dengan sinis.


“Aku mencari kotak yang ditinggalkan Jinwoo di kamarmu. Dia menyuruhku untuk mengubur bersama jasadnya”,ucap Minwoo dan dia menemukan di sorogab meja rias. Lalu petgi meninggalkan Vita dengan terus berteriak histeris, ia tidak peduli dengan istirahat tetangga dan terus memohon kepada Minwoo untuk dapat ikut namun dia di dorong oleh Yoora dengan terpaksa karena perintah Minwoo. Soobin dan Yoora masuk sedangkan Vita terus mengetuk jendeka mobil dengan berlari terseok seok hingga luka dikaki yang di jahit terbuka dan darah terus menetes. Yoora yang menengok di kaca spion sebenarnya tidak tega begitupun dengan Soobin dan Minwoo. Vita menangis dengan tersungkur tengah jalan. “Minwooooo”, teriak Vita.


Alena mencoba mendekati dan diikuti lainnya. Alena memeluk tubuh ringkihnya bersama dengan Ana sedangkan Lisa tersenyum dibalik tangisannya yang ikut-ikutan sedih. Lalu dia pingsan karena banyak darah yang keluar di kakinya. Dan Lucas membantu Vita menggendong lalu dibawa ke kamar.

__ADS_1


Keesokan harinya Vita terbangun dengan mata bengkak dan kepala pusing. Alena dan Ana masuk dan mengucapkan bela sungkawa. Setelah Zella memberitahu arti bahasa itu.


“Nak, aunty mau mengucapkan bela sungkawa”, ucap Alena sambil mengusap kepala.


“Aku juga vit, turut bela sungkawa”, ucap Ana yang memegang nampan.


“Oh ya Vit, lebih baik kamu makan dahulu biar perutmu terisi dan tidak sakit”, bujuk Ana lalu Vita mengambil nampan itu dan memakan makanan yang sudah dibawakan Ana dengan air mata terus menetes. Baru setengah ia makan lalu nampan itu diberikan kepada Ana. Kemudian ia berbaring dan memunggungi mereka di belakang. Vita juga menyuruh mereka keluar


“Apakah bisa saya ditinggal sendirian? Aku ingin sendiri”,ucap Vita. Ana dan Alena saling berpandang dan mengkode lalu mereka pergi meninggalkan Vita di kamar sendirian.


Setelah kepergian mereka, Vita melakukan aksinya yaitu keluar dari kamar lewat jendela. Sedangkan di ruang tengah dan meja makan mereka juga turut berduka apa yang telah menimpa pada Vita dan pria itu.


Vita berhasil keluar dengan kaki sedikit pincang dan berlari mencari taxi setelah meninggalkan memo kecil diatas meja naska. Vita akhirnya sampai di bandara membawa visa terus berangkat dengan waktu cukup lama.


Setelah dua jam kepergian Vita, Asthon meminta izin untuk melihat keadaan pasiennya di kamar bersama Alena, Lisa dan Ana. Mereka terkejut sebab Vita tidak ada di kamarnya.


“Kemana ia pergi, nak”, khawatir Alena


“Tenang aunty, mungkin dia ke toilet”, ucap Ana mencoba mencari di tilet namun nihil.


Aston menemukan sebuah memo yang ditinggalkan oleh Vita, “An aku pergi dahulu dan aunty makasih sudah mengkhawatirkan aku. Bye” pesan Vita.

__ADS_1


Alena menangis dan ditenangkan oleh Ana juga suaminya. “Sweety, kamu tidak perlu khawatir. Dia pergi menemui kekasihnya untuk terkahir kali. Vita juga perlu menenangkan diri. Percayalah dia akan kembali dan kamu bisa menghabiskan waktu bersamanya”, ucap Hamilthon.


__ADS_2