
Vita diam-diam meninggalkan mansion milik Lucas pada pukul 03.00 di pagi buta. Namun pelariannya di gagalkan oleh Lucas yang berpura-pura tertidur pulas.
“Kamu mau kemana?”
Vita mengurungkan niatnya untuk melanjutkan membuka jendela dengan menutup matanya. Lucas yang sudah berdiri di belakang Vita sambil bersedekap kedua tangannya menunggu penjelasan dari gadis kecilnya.
Lucas menunggu Vita membuka mulutnya tetapi ia tak kunjung mengatakan membuat Lucas kesal.
“Apa kamu bisu atau tuli sweety?”
“A..”
Lucas menghembuskan nafas kasar menunggu jawaban Vita yang tak kunjung bersuara membuat Lucas kesal sehungga Lucas mengangkat tubuh gadisnya lalu membaringkannya di pangkuan miliknya dan memukul bokongnya sampai Vita meminta Lucas untuk melepaskannya. Akan tetapi Lucas tak melepaskan sebelum Vita menjawab pertanyaan yang ia ajukan.
“Jawablah pertanyaanku dulu, baru ku lepaskan” ucap Lucas.
“Pertanyaan apa?!” seru Vita.
Lucas berdecak sambil memukul bokong gadisnya sampai Vita pun menyerah dan menjawab pertanyaan Lucas yang tadi diajukan.
“A..aku..” Vita gugup untuk menjelaskan karena ia takut jika Lucas akan marah dan melakukan di luar dugaan apabila tak menjawab jujur Lucas tak akan pernah berhenti berbuat sedemikian yang ia lakukan saat ini.
“Jawablah sweety!” ucap Lucas dengan nada rendah sambil memukul bokongnya.
“I..iya! Akan aku jawab!” teriak Vita dengan memegang tangan Lucas yang akan memukul bokongnya kembali.
“A..aku mau menemui Rajasa dan Lisa!” seru Vita dengan matanya tertutup.
“What!” Lucas mengangkat tubuh Vita dengan mengganti posisi mendudukkan dalam pangkuannya.
“Kenapa kamu begitu bodoh dan gegabah?” tanya Lucas.
“A..aku gak gegabah yang kamu pikirkan. Aku memiliki rencana sendiri” elak Vita.
“ Jika kamu memiliki rencana apa kamu bisa jelaskan?” desis Lucas dengan mengangkat alis sebelahnya.
“Rencanaku hanya mencari informasi dan mematai mereka menjadi orang lain” jawab Vita dengan menundukkan kepalanya sambil sedikit meringis.
“Itu bahaya. Tidak akan aku ijinkan” tandas Lucas.
“Tapi..”
“Gak ada tapi, tapian” sela Lucas sambil membaringkan tubuh Vita di atas ranjang dengan mencekal kedua tangannya diatas kepala.
__ADS_1
“K..kamu mau ngapain sih?!” seru Vita.
“Apalagi” senyum Lucas dengan mendekatkan wajahnya dan Vita terus mengelak membuat Lucas tangan kirinya mencekal kedua pipinya untuk mendapatkan morning kiss. Lucas memberikan morning kiss cukup lama sampai Vita hampir kehabisan nafas. Lucas melepaskan sambil berkata, “cukup manis” di depan wajahnya.
Lucas terbangun dari atas tubuhnya lalu pergi beranjak ke kamar mandi. Sementara Vita mengatur nafasnya.
...
Di mansion milik Efrat, banyak orang tengah berkumpul dari keluarga Jhonson, keluarga Eric. Di sana mereka tak sekedar mengunjungi Queen melainkan membahas tentang Raymond, Charles dan Rajasa. Saat ini mereka berada di ruang rahasia yang sudah dibangun cukup lama oleh Efrat.
“Kita sudah lama tidak berada di sini. Ruangannya masih seperti dulu. Gak ada perubahan sama sekali” ucap Johnson dengan pandangan mata yang mengagumi interior. Efrat mendengar itu tersenyum miring.
“Bukankah ini senapan tahun 1997?”tanya Xander.
“Ya” jawab Dante.
“Senapan ini bisa menembus tangki militer” ucap Dante dengan mengambil senapan satunya.
Xander mengangguk-anggukkan kepala.
Setelah mengagumi semua senjata di ruang rahasia mereka memulai membahas mengenai anggota Chrips (Charles, Henston, Raymon, Irland, anggota pumkis, anggota snowdrop). Dante membukakan data mengenai mereka yang mengancam riwayat keluarga mereka.
“Belum lama ini, Charles terus meneror secara diam-diam kepada keluargaku dan milik Wilson. Tak hanya mengancam keluargaku saja seperti mereka mulai bergerak untuk meretas usaha kita. Mereka mulai bekerja sama merambah sampai ke penjuru beberapa negara. Mereka memberikan iming-iming kepada beberapa mafia yang mulai mengkhianati kita dan membalas dendam atas kekalahan yang mungkin mereka tidak terima. Pergerakan itu juga dilakukan lewat Rajaswara” jelas Efrat.
“Dia juga hampir mencelakai Zach”imbuh Martin.
“Benar!” seru Hamilthon. Kedua keluarga besar menoleh ke arah sumber suara.
Hamilthon berjalan melangkah bersama dengan Devan, Vita, Leon, dan Lucas. Mereka datang bersama di waktu sedikit terlambat.
“Dev” panggil Martin dengan melambaikan tangannya.
Devan melambaikan tangannya untuk membalas sapaan dari Martin. Devan berjalan menghampiri Martin dengan memberikan pelukkan lalu ia duduk di samping Martin. Lalu Lucas melanjutkan penjelasan dari daddynya.
“Lewat bantuan Rajaswara, Raymond bisa menjalankan aksinya dengan sempurna. Ia juga memanfaatkan putri Rajaswara. Mereka akan mengambil bidak di antara kita yang paling lemah untuk membuat suatu kekacauan. Kemarin Dante memberikan rekaman mengenai Rajaswara dan Raymond. Kalian bisa mendengarkan nanti” ucap Lucas.
“Lalu kenapa kamu membawa gadis asing ke sini?” tanya Dominic.
“Aku membawanya karena dia memiliki kaitan dengan Rajaswara dan Lisa” jawab Lucas.
“Bolehkah kamu memperkenalkan dirimu?” tanya Efrat.
“Gak perlu, kita langsung ke inti permasalahan saja” sela Dominic.
__ADS_1
“Baiklah, kita gak perlu berkenalan. Nanti akan aku kenalkan diri kepada orang yang perlu kenal denganku meskipun gak istimewa sih” sindir Vita menatap Dominic dengan sinis.
“Mulailah, gak perlu banyak basa basi” tandas Dominic.
“Pria berotot seperti beruang ini lama-lama aku berikan kepada singa biar dimakan hidup-hidup. Dulu dia pasti punya masalah denganku entah di zama purba atau platinum” ucap Vita dalam hati.
“Hem hem hem, aku adalah putri dari Rajaswara. Rajaswara merupakan ayah brengs*k bagiku. Namun entah bagi putri lainnya seperti Lisa. Lisa itu adalah kakak tiriku. Ia wanita gila. Bahkan ia pintar mengelabui banyak pria termasuk Johan. Namun syukurnya Johan sampai tidak terjerumus hingga dalam” jelas Vita sambil menatap satu persatu para mafia di ruang rahasia tersebut.
“Kenapa kamu bisa bermusuhan dengan Rajaswara?” tanya Zach.
Vita berdecak dengan pertanyaan yang diajukan oleh Zach.
“Ceritanya sangat panjang” ucap Vita.
“Kamu bisa ceritakan kan?” tanya Dominic dengan ekspresi mengejek.
“Pria ini, sungguh punya masalah denganku di zaman purba kali ya. Dari tadi omongannya seolah meremehkan aku sebagai seorang gadis yang gak perdaya”
“Bisa. Ini bisa jadi cerita penuh pilu” ucap Vita.
“Ceritaka. Singkat saja nak”, ucap Jhonson.
“Baiklah uncle” ucap Vita.
Vita mulai menceritakan kenapa ia bisa menjadi ayahnya? Ia menceritakan awal pertemuan ibunya dengan Rajaswara sampai menikah dan dikarunia seorang putri. Betapa pedih kehidupan Monica saat bersama dengan Rajaswara hingga kehidupannya terseyok. Mereka mencerna dengan baik sampai berimpati dengan masalah hidup Vita.
“Uncle turut bersimpati mengenai kehidupanmu yang lalu” ucap Jhonson.
“Tidak uncle, kehidupanku tak semenyedihkan kehidupan Lisa” ucap Vita.
“Maksudmu?” tanya Efrat.
“Iya, soalnya ibu Lisa lebih parah. Ia di jadikan sebagai pundi-pundi uang dengan dipaksa menjual organ miliknya. Sementara ibuku hanya dijadikan kupu-kupu malam namun ia bisa melarikan diri dan memiliki kehidupan yang nyaman hingga bertemu dengan aunty Alena” jelas Vita.
“Bagaimana dengan Lisa?” tanya Martin.
“Ia wanita shyco seperti ayahnya. Ia gak pernah memiliki rasa simpati atau apapun. Ia bahkan berani memakan janin milik seorang ibu-ibu hamil. Bahkan mirisnya ia sering melakukan operasi entah implan ataupun memperbaiki area intimnya” jelas Vita.
Xander, Zach, Jhonson, Damien, Dominic, dan Leon mengucapkan kata kasar secara bersamaan.
“Bagaimana kamu bisa tahu sedetail itu?” tanya Zach.
“Aku menyelidiki dari orang-orang kepercayaanku. Diantara ada salah satu korban dari Rajaswara. Ia kini menjadi informanku” ucap Vita.
__ADS_1
“Aku gak bisa menyebutkan nama dia bahkan asal usulnya. Ini privasi penyelematan diri” imbuh Vita.
Setelah mendengar berbagai cerita Vita. Efrat dan lainnya mengubah bidak untuk menjebak mereka. Tak hanya sebatas menghukum anggota Chrips tetapi menjera mereka sampai neraka.