The Mafia Millioner

The Mafia Millioner
Pengungkapan one night stand


__ADS_3

Pagi hari setelah seharian sakit akhir Lucas sembuh dari rasa demam yang menyerang tubuhnya. Dia saat ini sedang merenggangkan otot tangannya. Lalu beranjak ke kamar mandi dengan senyuman senang setelah mendapatkan perhatian dari gadis kecilnya.


Beberapa lama kemudian Lucas telah selesai membersihkan diri dari guyuran air di bawah shower. Dia turun dari kamar ke dapur dan memeluk gadis pujaannya yang membuat Vita berjengat.


"Lucas! kamu apaan sih", kesal Vita.


"Bagaimana jika terjadi kebakaran pada tubuhku. Aku itu sedang memasak. Jangan mengganggu deh", ucap Vio dengan marah.


Lucas hanya diam sambil menghirup bau wangi di tengkuk leher Vita lalu mengatakan, "I'm sorry", dengan mematikan kompor dan membalikkan tubuh Vita. Lalu Lucas menaikkan dagu Vita dan saat akan mulai aksi mencium bibir Vita tiba-tiba ada suara deringan dari ponsel yang membuat Lucas mendesis dan kesal, "siapa sih yang mengganggu momen tidak tepat?!", dengan berjalan berlalu pergi.


Ketika Lucas keluar mengangkat bunyi telepon genggam Devan datang bersama Alena dan menambah hati Lucas kesal. Vita yang di dalam memasak merasa lega sambil mengucapkan rasa syukur.


Di saat mengucap syukur dan memasak tiba-tiba ada suara yang memuji bau harum masakan lalu Vita menoleh ke sumber suara dengan memanggil, "aunty!", dari bibir ranumnya.


Alena menghampiri Vita dengan merangkul pundaknya.


"Vit bau masakan kamu sungguh harum lho", puji Alena.


"Biasa saja aunty", kekeh Vita.


"Terima kasih nak, sudah merawat Lucas", ucap Alena dengan mencium pipi Vita.


"Heh, aunty kok tahu jika Lucas sakit. Padahal aku belum memberitahu aunty", ucap Vita.


"Mrs. Alea yang memberitahu momy", ucap Alena.


"Pantesan momy tahu", ucap Vita sambil memberikan bumbu dan kecap pada nasi goreng.


"Apakah auntu sudah sarapan pagi?", tanya Vita.


"Belum, aku dan Devan langsung ke sini sebab belum sarapan karena momy khawatir dengan keadaan Lucas", ucap Alena.


"Oh ya, momy akan ambilkan mangkuk besar dahulu buat nasi goreng kamu", ucap Alena dengan mengambilkan mangkuk besar.


"Aunty bawa nasi goreng dan telur gorengnya ke depan dulu ya sweety", ucap Alena.


"Baik aunty", ucap Vita.

__ADS_1


Tatkala Alena sedang menaruh, Devan langsung memuji bau harum masakan di meja.


"Wow mom masakannya enak nih", ucap Devan.


"Iya, yang membuat adalah kakak ipar kamu", ucap Alena dengan berbisik.


Setelah Vita membawa semua hidangan di meja mereka duduk menunggu Lucas datang. Beberapa saat kemudian Lucas datang dan duduk di samping Alena dan Devan di pojokan meja makan.


"Lucas bagaimana keadaan kamu?",tanya Alena sambil mengambilkan nasi goreng untuknya.


"Baik mom", ucap Lucas.


"Syukurlah, berarti Vita merawat kamu dengan telaten sehingga kamu cepat sembuh", ucap Alena.


"Hem hem hemm, berarti tinggal tunggu hari sakral kalian nih", goda Devan yang membuat Vita terbatuk akibat perkataannya.


"Iya, kami akan menikah dan memberikan cucu untuk momy", ucap Lucas dengan percaya diri.


Vita yang berada ditengah pembicaraan mereka merasa kesal dalam hatinya.


Siapa juga mau dengannya. Aku masih muda dan masih ingin berkelana kemana-mana. Ini malah ngomongin pernikahan tanpa persetujuan dari ku. Apakah aku suka atau tidak. Ahhh__.


Dominic mengikuti Rosiana hingga ke cafe. Sampainya di cafe Rosiana berpamitan dengan temannya ke toilet dan temannya mengangguk. Dominic tersenyum sebab akan menjadikan kesempatan menemui Rosiana di dalam toilet. Ketika Rosiana sedang duduk di kloset, Dominic menyuruh para wanita keluar dengan tatapan tajam dan memberikan dua lembar uang. Kemudian Dominic menutup pintu toilet menunggu Rosiana keluar. Beberapa lama kemudian Rosiana keluar dan pergi tempat wastafel untuk mencuci tangannya.


Tiba-tiba Dominic berada di belakangnya dengan memeluk tubuh Rosiana. Rosiana yang asyik mencuci tangan terkejut merasakan tangan kokohnya bertengger di perutnya dan melihat sosok pria itu. Lalu Rosiana menghembuskan nafas kasar dan meminta Dominic untuk melepaskan pelukan di perutnya namun Dominic malah mencium pundaknya sambil menghirup wewangian di tubuh Rosiana.


Rosiana yang merasa di perlakukan tidak baik berekspresi marah dan mengatakan, "tolong lepaskan pelukkanmu. Kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi", dengan berusaha terlepas dari belenggungan tangan kokoh Dominic.


Tetapi Dominic malah mempererat pelukan di pinggang dan perut Rosiana dengan membisikkan, "sweety, kamu jangan menikah dengan Adrian. Kau sudah jadi milikku. Aku yang pertama kali mendapatkannya. Jadi, jangan lupa status kamu", sambil membelai pipi kanannya membuat Rosiana merasa geli.


"Aku tetap akan menikah dengan Adrian. Aku akan memberikan kejujuran kepadanya. Dia pasti menerima aku. Dari pada aku berada di tangan kamu", ucap Rosiana dengan nada percaya diri.


"Oh ya, kita lihat saja little tiger",ucap Dominic dengan meniupkan telinga. Lalu melepaskan pelukan tersebut.


Kemudian Rosiana merasa marah dan menendang betis Dominic sampai dia mengadu sakit. Setelah membalas keburukan Dominic, Rosiana pergi keluar dengan wajah memerah entah karena malu atau merasa marah semua itu yang tahu hanyalah Rosiana.


Rosiana kembali duduk menemui Amanda dan Ana yang telah menunggu lama.

__ADS_1


"Maaf tadi aku ke toiletnya lama", ucap Rosiana.


"Iya tidak apa-apa", ucap Amanda.


"Rosi, kamu mau pesan apa?", tanya Amanda.


"Aku ingin pesan beef steak ayam dan orange juice", ucap Rosiana.


"Baiklah", ucap Amanda.


Lalu Amanda memanggil pramusaji pria yang berada di sana. Pramusaji itu pun datang membawa buku menu dan buku catatan kecil.


Amanda langsung meminta tambahan menu yaitu beef steak ayam dan orang juice.


"Baik nona, silahkan di tunggu", ucap parmusaji pria tersebut.


Sedangkan Dominic mencoba untuk mendekati Adrian saat ini dia berada. Dominic bertemu Adrian di sebuah cafe kecil untuk membahas pertunangan Rosiana dengan Adrian.


Dominic mencoba memprovokasi Adrian agar mau untuk membatalkan pertunangannya bersama Rosiana.


"Hai Adrian", sapa Dominic.


"Hai Mr. Dominic, senang bertemu dengan anda", ucap Adrian.


"Kebetulan kita bertemu. Aku mau membicarakan perihal Rosiana", ucap Dominic dengan ekspresi dingin.


Adrian yang berada di depan Dominic merasa terheran saat pembicaraannya mengarah ke Rosiana. Adran bertanya dalam pikirannya, "ada hubungan apa dengan Rosiana?", lalu Adrian bertanya dengan Dominic.


"Anda mengenal Rosiana?", tanya Adrian.


"Ya, aku tidak hanya mengenal saja namun lebih dari kamu mengenal Rosiana", ucap Dominic dengan nada dingin.


Adrian masih bertanya karena belum mengerti maksud dari Dominic. Kemudian Dominic mengatakan to the point saat melihat ekspresi Adrian yang masih tidak mengerti.


"Aku sebenarnya cinta satu malamnya Rosiana", ucap Dominic.


Setelah mendengarkan perkataan Dominic, Adrian terkejut dan kembali bertanya.

__ADS_1


"Cinta satu malam?", tanya Adrian.


__ADS_2