The Mafia Millioner

The Mafia Millioner
Rekaman Rajaswara


__ADS_3

"Tuan, aku sudah melaksanakan tugas yang kau berikan".


"Bagus", ucap Raymond.


"Bagaimana pekerjaan putrimu di kasino dan clubbing?"


"Kinerja dia sangat baik".


"Kamu tidak membohongiku kan?" tanya Raymon sambil memantikan api ke rokok serutunya.


"Tidak tuan. Saya jamin kalau putriku lebih handal masalah beginian", ucap Rajaswara.


"Untuk pemasaran organ di pasar gelap bagaimana?"


"Berjalan sesuai dengan apa yang anda inginkan".


"Pengedaran obat-obatan palsu"


"Berjalan lancar. Hanya saja kita terhambat masalah di perikanan. Mereka meminta uang lebih dalam penjualan yang kita pasok", ucap Rajaswara.


"Akan aku diskusikan lagi kepada Charles dan Gerald", ucap Raymond.


"Apakah pengiriman senjata ada hambatan?"


"Tidak tuan, selama kita memiliki agen untuk melakukan pemasokan pengiriman barang. Mereka gak akan nolak uang yang kita berikan. Namun hanya saja ada hambatan soal penawaran barang milik kita yang di lakukan oleh Aslad".


"Aku akan menangani dia".


"Oh ya, sebelum kamu pergi, tolong bereskan mayat itu. Lalu carilah Diego, ada pekerjaan yang ingin aku berikan untuk menghancurkan organisasi milik empat keluarga besar itu", imbuh Raymond. Usai memberikan perintah Raymond pergi meninggalkan Rajaswara di pelabuhan.


Setelah kepergian Raymond Rajaswara menghembuskan nafas kasar sambil berjalan menuju ke arah Dante. Ia berjongkok sambil mengapit dua pipinya dengan erat.


"Kamu sangat menyedihkan. Aku sebenarnya tidak ingin berpihak dengan mereka. Namun apalah daya, aku sangat menyukai uang yang mereka berikan kepadaku. Bahkan aku bisa mengorbankan semua wanita di sisiku". Rajaswara tertawa keras di depan wajah Dante yang sudah babak belur.


"Tolong sampaikan kepada ikan nanti di laut. Katakan kalau aku akan menunggu putriku tersayang", ucap Rajaswara sambil menghempaskan kepala milik Dante. Rajaswara berdiri lalu menyuruh kedua anak buahnya untuk melemparkan Dante ke laut. Kemudian Rajaswara tertawa keras seperti kerasukan makhluk hitam.

__ADS_1


...............


"****", umpat Lucas dan Hamilthon bersamaan.


"Dia benar-benar gila", ucap Devan.


"Kita pun juga gila. Tetapi, kita tak separah yang mereka perbuat", ucap Dante.


"Kita harus mencari cara untuk mencegah mereka menghancurkan aliansi kita. Jika mereka berhasil akan semakin sulit untuk kita menghabisi mereka malah kita yang akan menanggung banyak imbas seperti ayahnya Rosiana", ucap Devan.


"Ternyata kamu tahu banyak hal", senyum sinis Dante.


"Tentu", ucap Devan berbangga diri.


" Kalau begitu kita bisa bahas dengan lainnya. Lalu kamu, Lucas beritahukan kepada Vita masalah Rajaswara", ucap Hamilthon.


"Baiklah", ucap Lucas dengan memberikan anggukan kepada ayahnya dan pamit untuk keluar. Hamilthon mengizinkan putranya.


Lucas keluar dari ruang kerja ayahnya menuju ruang tengah. Ia melihat Vita tengah menyendiri sambil menikmati makanan dalam genggamannya. Lucas menghampirinya kemudian ia mengangkat tubuh Vita secara diam-diam membuat Vita terkejut.


"Aku ingin berbicara denganmu namun kita sambil melakukan sesuatu", jawab Lucas.


"Se..sesuatu apa? Kamu jangan macam-macam", ancam Vita.


Lucas tak pedulikan ancaman dari gadis kecilnya yang terus meronta. Tak butuh waktu lama sampai di kamar, Lucas melemparkan tubuh Vita lalu mengukungnya dengan memberikan kecupan-kecupan singkat meski mendapatkan perlawan dari gadis kecilnya. Lalu lama kelamaan kecupan itu menjadi sesuatu yang dalam dengan penuh intim.


Nafas Vita bertalu hampir kehabisan nafas sehingga ia memukul dada bidang milik Lucas. Lucas menghentikan aksinya dan memberikan kecupan di matanya sambil berkata, " you sweet".


"Brengs*k", umpat Vita.


Lucas menyingkir dari Vita dengan beranjak berpindah ke sofa single. Vita yang masih di ranjang tengah mengatur nafasnya yang hampir habis. Usai menyesuaikan nafasnya, ia beranjak dari tidurnya sambil mengomeli Lucas.


"Uncle itu apa-apaan sih! Aku amat membencimu. Kamu selalu seenak jidat mempermainkan aku! Aku mau pergi dari sini".


"It's ok, kalau kamu pergi dari sini. Namun ada syaratnya yaitu kamu gak boleh tertangkap olehku kembali. Jika kamu tertangkap kita harus menikah seperti keinginan grandma queen". Lucas tersenyum menyerinai melihat ekspresi Vita yang termangu.

__ADS_1


Ketika Vita akan membuka suara Lucas langsung menyela ucapan gadis kecilnya.


"Kita bertengkarnya nanti saja. Aku ingin membahas soal Rajaswara dan Lisa", ucap Lucas.


"Emang ada apa dengan mereka?" tanya Vita.


"Dia berada di pelabuhan Amerika ujung selatan bersama Raymond. Kemungkinan besar Lisa akan mengincarmu lagi". Lucas memberikan sorotan mata elang yang serius.


"Aku gak takut dengan mereka. Setelah dia kabur, aku malahan ingin mencarinya dan bertemu kembali dengannya", ucap Vita dengan ekspresi tenang namun dalam hatinya ia panas mengenai Lisa.


"Baguslah dia ada di negara ini juga. Aku bisa menghabisi mereka. Aku kali ini gak akan melepaskan kalian meski aku harus terbunuh olehnya. Aku harus segera minta bantuan dengan Gilang dan Deni".


"Kamu jangan bertindak sendiri", peringatan Lucas untuk Vita.


Vita malah berdecak, "ck", sambil tersenyum miring.


"Kamu jangan lakukan sendiri", ucap Lucas penuh penekanan.


"Baiklah", ucap Vita.


"Apa yang akan kamu lakukan setelah mendengar mereka berkumpul?"


"Kami akan mengadakan pertemuan terlebih dulu. Kami gak mau mengambil tindakan gegabah", ucap Lucas.


"Itu lebih baik", ucap Vita dengan beranjak dari ranjang lalu pergi duduk di sofa mengambil ponsel dan membuka aplikasi mobile legend sambil bersila. Lucas melihat Vita akan mulai bermain, ia pergi mengganggunya dengan memberikan kecupan bertubi-tubi di pipi kanannya membuat Vita merasa kesal.


"Uncle, please jangan menggangguku!"


"Aku gak mengganggumu sweety", jahil Lucas dengan memainkan kedua alisnya. Vita mendengus kesal dengan perbuatan Lucas. Vita beranjak dari tempat duduk namun dicegah oleh Lucas. Vita menatap Lucas dengan mendelik.


"Kamu mau kemana?" tanya Lucas.


"Aku mau keluar", jawab Vita.


"Sekarang tolong lepaskan lenganku!", seru Vita.

__ADS_1


Lucas melepaskan namun dalam sekejap ia mencekal lalu menarik Vita sampai jatuh dalam pelukannya. Vita terkejut lalu membentak Lucas dengan nada tinggi namun Lucas mengabaikan malah ia mengangkat tubuh gadis kecilnya dalam gendongan kemudian memberikan ciuman yang dalam dan intens. Vita meronta namun percuma karena kekuatan Lucas lebih kuat dibandingkan dengannya. Vita berpasrah diri sampai hampir kehabisan nafas. Lucas melepaskan ciumannya dengan mengusap bibir ranumnya yang manis baginya. Kemudian Lucas kembali memberikan ciuman itu berkali-kali sampai Vita tak bisa lepas dari Lucas. Lucas sangat menikmati apa yang ia perbuat. Ia berharap bisa lebih dari sekadar ciuman. Dia ingin segera menikahi gadis kecilnya dalam waktu cepat.


__ADS_2