
Lucas terbang ke Indonesia bersama rekan-rekan yang pada mau ikut seperti Devan, Dante, Johan, dan Jorse setelah dua bulan meninggalkan negara itu.
Mereka memakai baju bermacam-macam gaya dan membuat kaum hawa menatap lapar. Tapi mereka mengabaikan orang-orang yang menatap lapar kecuali Jorse. Dia malah melambaikan tangan seperti artis. Devan di sampingnya membola.
Lucas mengkhawatirkan gadis kecil itu dengan wajah menghadap di jendela pesawat dan kaki kanan digerakan dengan kedua tangan bersedekap.
“Gadis kecil kamu kemana? Awas saja jika nanti ketemu akan aku buat kamu tidak bisa lari kemana-mana”, batin Lucas.
Begitupun yang dirasakan Dante, walaupun mengenalnya hanya sebentar tapi dia sudah menganggap gadis kecil itu seperti seorang adik.
“Kemana kau pergi bocah kecil? Aku tahu jika kamu kuat, aku sudah menyelidiki kemampuan kamu. Aku belum memberitahukan pada siapa pun saat aku mengikuti kamu menghajar salah satu preman di tengah tawuran.Aku juga mengetahui bahwa kamu banyak berinisiatif untuk membalas dendam pada Rajaswara girl”,batin Dante.
Devan yang melihat ekspresi Lucas dan Dante memaklumi mereka yang sedang mengkhawatirkan seseorang.
“Lihatlah little sister, kamu dikhawatirkan oleh dua orang pria tampan”, batin Devan yang duduk berada dipojok kanan belakang.
Setelah berjam-jam perjalanan, mereka telah tiba di bandara Soetta. Mereka beristirahat di hotel milik Leon.
Pagi menjelang siang Lucas pergi meninggalkan mereka mencari Vita.
Devan menghubungi Lucas ternyata dia berada di kediaman Vita namun gadis itu nihil tidak ada. Lisa pun juga tidak ada di rumah.
Chalvin menghubungi Calista, namun yang mengangkat Lisa dan cara bicara seperti shyco.
“hallo Calista kamu ada dimana? Aku ada di apartemen katanya kamu sakit perutnya jadi aku ijin sama hrd”, ucap Calvin yang terus nyerocos membuat Lisa membola. Calvin tidak tahu jika di seberang sana Lisa yang mengangkat panggilan darinya. Sedangkan Calista pingsan bersama Adele di rumah kosong.
“Hallo boy..”, sapa Lisa dengan memainkan kukunya.
“Kamu siapa?”, bentak Calvin dengan panik.
“Calista ada dimana?! Jangan main-main br*ngs*k”, lanjut Calvin dari seberang sana.
Lisa yang mendengarkan perkataan dengan nada tinggi dari Chalvin, Lisa berdecak, “ck”, dan Lisa melihat Calista terbangun dari alam bawah sadar. Chalvin yang menunggu respon dari seberang sana malah diabaikan. Lalu Chalvin kembali bersuara dengan nada tinggi.
“Hei br*ngs*k! Jawab! Dimana Calista?!”, bentaknya. Lisa yang mendengarkan suara dari seberang sana sampai menjauhkan ponselnya dari telinga karena suaranya terlalu keras.
Lalu Lisa dengan santai mendekatkan ponselnya pada Calista. Tapi Calista hanya bisa bicara dengan tidak jelas sebab mulutnya di lakban oleh Lisa sampai dia mengeluarkan tetesan air mata.
Chalvin yang berada di seberang sana hanya berteriak-teriak namun oleh Lisa tidak digubris dan dengan tenang ponselnya dimatikan lalu diinjak. Adele yang baru bangun pun terkejut dan tubuhnya bergetar. Dua wanita yang berada di tempat yang sama oleh Lisa mengumpat di balik lakban dan Lisa mengabaikan hanya tersenyum sinis.
“Dasar gila, shyco, wanita picik!”, umpat Calista
Chalvin mencari bantuan dengan menghubungi Lucas. Mereka membantu menyelamatkan istri Chalvin dan Nathan.
“Hallo Lucas!”,sapa Chalvin
“Yap Chalvin”
“Aku dengar kamu dengan Dante berada di negara ini?”
“iya, ada apa?”
“ Aku butuh bantuan kamu Lucas. Istriku diculik dan Chalvin sedang menyelidiki keberadaan orang yang menculik”, panik Chalvin.
“Kamu dimana?”
“Aku saat ini berada di apartemenku bersama Nathan”
“Baik aku akan segera kesana dan hubungi Dante”, ucap Lucas dengan mematikan ponsel sepihak dan berlari ke mobil miliknya sambil menghubungi Dante dengan mengemudi.
__ADS_1
Dante yang berada di seberang sana mengangkat ponsel dari saku celana kanan dan langsung menyapa, “halo Lucas”.
“Halo Dante, sekarang menunjulah ke apartemen Chalvin. Istrinya diculik”, ucap Lucas to the poin.
“Aku akan ke sana bersama Jorse dan Devan”, tutup Dante dsn langsung mengajak temannya yang asik menikmati makanan.
“Gaes, kita harus menyelamatkan istri Chalvin karena diculik”, ucap Dante.
“What?”, terkejut Devan.
“Ayo kita bergega ke sana”, ucap Dante dan Devan menarik tangan Jorse yang masih asik menghabiskan makanan.
Mereka pergi ke apartemen Chalvin dengan melaju melesat kecepatan tinggi.
Sementara Lucas yang telah sampai duluan langsung naik ke apartemen milik Chalvin dan mengetuk keras.
Chalvin yang berada di ruang tv mendengarkan suara bel pintu, langsung membukakan. Chalvin mepersilahkan Lucas masuk.
“Mari masuk, Lucas”
Lalu Lucas masuk dan langsung pada intinya.
“Siapa yang menculik istri kalian?”, tanya Lucas.
“Entahlah, dia memakai topeng. Nathan masih mencari tahu posisi penculik itu”, ucap Chalvin.
Belum lama Lucas datang, Dante bersama Devan dan Jorse datang dan di bukakan pintu oleh Chalvin kembali saat bunyi bel satu kali.
Chalvin mempersilahkan mereka masuk.
Dante duduk mencoba mencari tahu dengan meminjam laptop milik Nathan yang sejak tadi mencoba mengakses area dan menghubungi anak buahnya. Dante mencoba mengakses semua wilayah di Jakarta.
Vita mengendap-endap untuk membaca situasi dengan berpakaian kaos putih yang berbalut hoodie hitam, masker, topi sebagai penutup kepala dengan dibalut tudung hoodie, sepatu putih dan kaos tangan hitam bersama aerphone untuk saling terhubung dengan Gilang.
Vita mengintip Lisa yang sedang menggertak dua wanita hamil dengan tatapan tajam membuat bulu kuduk merinding.Lisa juga menggoreskan pisau ke lengan salah satu wanita berbaju orange.
Chalista bersama Adele hanya pasrah dan berharap ada yang menolongnya.
Lisa berbicara lirih kepada dua wanita tersebut.
“Girls, aku sangat menyukai kalian ketika kita saat berjalan bareng menenteng tas belanjaan, tapi dilain sisi, aku membenci kebahagiaan kalian..,” senyum Lisa sambil mengusap pipi milik Adele dengan jari telunjuk.
“Kalian tidak pantas untuk hidup, biarkan aku mencicipi bayi kalian di dalam perut kamu”, ucap Lisa dengan nada rendah sambil mengeluarkan pisau untuk menancapkan perutnya.
Saat sedang mengeluarkan senjata tajam, Adele mengumpat kata-kata kasar dan Lisa malah tertawa.
“Kamu shyco gila!!”, teriak Adele dengan bercucuran air mata dan wajah lebam akibat tamparan Lisa dan goresan pisau.
Sementara mereka yang berkutat mencari dalang penculikan saat ini dalam perjalanan mencari gedung kosong dengan bertanya beberapa orang.
Mereka telah mendapatkan rekaman CCTV dan wajah penculik itu yaitu dua pria.
Berjam-jam mereka mencari akhirnya mendapatkan informasi dari anak buah Nathan bernama Alvino. Dia mengatakan bahwa penculiknya merupakan perempuan teman dari mereka. Dante yang mendengarkan perkataan dari Alvino lewat ponsel yang sudah di speaker langsung menebak bahwa orang itu adalah Lisa.
Jorse yang ada di samping Lucas mengumpat, “*nj*ng”, mereka langsung bergegas mengepung Lisa.
Tatkala mereka sedang dalam perjalanan Vita keluar dari persembunyian dari balik tubuh Lisa yang akan menancapkan pisau ke tubuh dua wanita tersebut dengan teriakan menggema dan mata tertutup Vita langsung memukul menggunakan balok kayu dari arah belakang dan Lisa tersungkur.
Chalista dan Adele masih bertahan menutup mata dan Vita menyuruh mereka membuka matanya.
__ADS_1
“Hei kalian, bukalah mata kalian. Semua sudah selesai”, ucap Vita sambil membukakan tali yang mengikat pada tubuh dua wanita tersebut.
Chalistha bertanya pada wanita itu yang memakai penutup wajah.
“Kamu siapa?”
“Aku seorang pahlawan yang menolong kalian. Lebih baik panggil suami kalian untuk segera datang terutama kamu berbaju kuning. Sepertinya ketuban kamu sudah pecah”, ucap Vita sambil mengikat tubuh Lisa.
Beberapa saat Lisa telah bangun dari pingsan, secara bersamaan para pria datang dengan wajah penuh keringat habis membantai para preman yang menjaga di luar gedung.
Chalvin mengumpat di depan Lisa yang matanya telah terbuka, “Shyco, cewek gila”, dan Nathan menghampiri Lisa lalu menampar di pipi sisi kanan dengan keras.
Ana yang berada di Berlin meminta Leon membawanya kembali ke Indonesia setelah mendengar dua teman wanitanya di culik. Leon menenangkan Ana untuk menunggu mereka memberikan kabar.
“Leon ayo kita kembali”, ajak Ana.
“No sweety, disana sangat berbahaya. Kita tunggu dahulu perkembangan penculik itu”, ucap Leon dengan memeluk Ana yang khawatir.
“Bagaimana penculiknya itu Lisa?, aku jadi khawatir kepada mereka Leon. Setelah mendengarkan informasi yang selama ini kalian cari”, ucap Ana dengan raut wajah sedih.
“Baiklah, tapi besok baru bisa kita kembali ke sana”, ucap Leon yang diangguki Ana dan memeluk tubuh Leon dengan erat.
Ketika mereka sedang saling peluk tiba-tiba Vita menimbrung kebahagiaan mereka.
“Cepatlah pergi, sebelum mereka datang. Periksalah kandungan istri kalian terutama untuk berbaju kuning, ketubannya sudah pecah..,” para pria yang mendengarkan suara itu menoleh pada orang yang berpakaian tertutup.
“Kamu siapa?”, tanya Lucas dengan nada dingin.
“Aku ksatria” ucap Vita dengan santai.
“Kalian tidak segerah pergi, jika ada sesuatu sudah bukan lagi permasalahan yang mudah”, lanjut Vita yang masih berdiri di depan Lisa.
Selagi mereka sedang mengobrol Chalvin menggendong Chalista untuk membawanya lari ke rumah sakit. Begitupun dengan Nathan.
Saat Chalvin dan Nathan sedang tergopoh menggendong istrinya, Vita menyeret tubuh Lisa. Lisa yang akan di seret tiba-tiba memanggil nama wanita bertopeng itu.
“Vita! Ternyata kamu cerdas dan tanggap siapa musuhmu dan teman-teman kamu”, ucap sinis Lisa yang membuat Vita terhenti melangkah dengan menyeret tubuh Lisa. Lucas dan Dante yang masih berada dilokasi terkejut saat mendengarkan ucapan Lisa.
Lucas melangkah lebar mencekal tangan Vita saat dia akan melanjutkan langkahnya menyeret tubuh Lisa. Lucas menarik tangan Vita sampai tubuh Lisa terhuyung ke belakang dan kepalanya terpentok tanah sedang Dante masih bertahan berdiri ditempat yang sama .
Tubuh Vita terhuyung menabrak dada bidang Lucas. Dan Lucas langsung membuka topi dan masker dengan wajah terkejut.
Begitupun dengan Dante dan dia memanggil, “Vita!”.
Ekspresi wajah Lucas seketika berubah dingin, sinar mata tajam, dan rahang mengeras. Tanpa kata, Lucas menarik lengan Vita dengan kasar dan Vita meronta-ronta.
“Lepasin! Lepasin!__,” dengan memukul-mukul tangan Lucas tapi Lucas menulikan pendengarannya.
“Jika kamu tidak melepaskan, bagaimana aku akan membawa wanita shyco itu ke rumah sakif jiwa!”, bentak Vita dan Lucas berhenti melangkah.
Lucas membalikan tubuhnya lalu mengangkat tubuh Vita sambil mengatakan kepada Dante, “tolong seret dia ke RSJ bersama Devan dan Jorse. Dia sudah sampai ke parkiran gedung ini”.
Kemudian Lucas berjalan membawa Vita yang terus meronta dan memukul punggungnya. Sampai di tempat parkir Lucas melihat Jorse dan Devan turun dari mobil yang telah kembali dari pom bensin.
Lucas berjalan menuju ke tempat mereka dengan memerintahkan mereka membawa Lisa ke RSJ bersama Dante dan mereka mengiyakan dengan langsung bergegas pergi menghampiri Dante untuk membantu menyeret Lisa.
Setelah kepergian mereka, Lucas menjatuhkan tubuh Vita ke tempat duduk samping kemudi. Lalu Lucas melajukan mobilnya ke rumah Vita yang tidak terlalu memakan waktu banyak. Beberapa lama kemudian mereka sampai, kemudian Lucas menarik lengan Vita menuju ke kamarnya dan menciumnya sampai nafas hampir habis. Tubuh Vita hampir jatuh karena lemas aksi tangan liar Lucas yang seenaknya menggerayangi sesuatu di antara dua kaki. Untungnya Lucas menahan tubuhnya.
Vita mengumpat kepada Lucas, “dasar m*s*m”, dengan nafas tersengal-sengal. Lucas tersenyum sinis.
__ADS_1