
BERBIJAKLAH DALAM MEMBACA KARENA ADEGAN INI BUKAN UNTUK DITIRU NAMUN HANYA SEBAGAI HIBURAN. đ
TERIMA KASIH. đ
JANGAN LUPA BERI LIKEđ DAN FAVORITKAN KARYA SAYA
.........
Pada saat ini Ana sedang fighthing gaun bersama Leon untuk pengambilan Photoshop. Mereka melakukan berbagai gaya untuk pengambilan gambar mulai dari mesra, saling menatap, ciuman, dan macam gaya yang di request Leon tanpa dikutahui Ana. Membuat Ana terus kelimpungan.
Setelah selesai photo preweding, Leon mengajak Ana pergi ke restoran untuk makan. Mata Ana berbinar melihat restoran megah nan klasik. Lalu ia berbisik, âLeon apa kamu yakin, restoran ini mahal sekali Leon. Kamu terlalu banyak membuang duit untuk hal iniâ, Leon menenangkan Ana, âtenang saja sweety, apa kamu mengenalku hanya sehari? Kamu telah mengenalku cukup lama, jadi kamu jangan meremehkan akuâ, ucapnya membanggakan diri.
âIya, aku tidak meremehkan Mr. Leon yang wajahnya ganteng, banyak uang, dan bos terkenalâ,puji Ana
Leon memanggil sang pelayan dan pelayan perempuan datang dengan membawa menu.
âPelayan!â, panggil Leon
âIni tuan, nona silahkan pilih menunyaâ, ucap pelayan wanita itu dengan sopan
âAku samain saja dengan kamu Leonâ,ucap Ana
âWhy? â,tanya Leon
âAku bingung memilihnya yang aku lihat hanya harga mahal sajaâ, bisik Ana dengan bibir setengah ditutup agar pelayan tidak membaca gerakan bibir.
âBaiklah sweetyâ, ucap Leon
âKami mau steak daging dengan medium bersama salad dan minumannya anggur dan jus alpukatâ, ucap Leon
âBaik tuan, nona, silahkan ditungguâ, ucap pelayan wanita membungkukkan badan dengan sopan lalu pergi.
Sambil menunggu makanan datang Leon dan Ana mengobrol ringan.
âLeon thank you, kamu telah menjadikan aku istrimuâ, ucap Ana
âusssttt sweety, kamu jangan ngomong begitu, aku mau menikah denganmu karena aku mencintaimu bukan untuk sebagai mainankuâ, ucap Leon dengan tulus.
âAku merasa pesimis datangnya hari H Leonâ, ucapnya
âJangan pesimis sweety, kamu adalah wanita hal yang terindah yang tidak pernah aku temuiâ, tulus Leon dengan memberikan kecupan singkat pada bibir ranum Ana membuat dia malu dan pipinya merah merona.
Sedangkan Lisa sedang mencoba gaun baru di kamarnya yang baru dibelikan oleh Johan. Lisa merasa berbunga-bunga hatinya karena tidak sabarnya memakai gaun untuk pesta pernikahan sahabatnya.
Ketika sedang bersenandung tiba-tiba ponselnya berderit, âdrrt, drrt, drrrtâ, lalu ia men deal up.
âHallo! â,panggil Lisa
âAkhirnya kamu mengangkat ponsel kamu juga sweety, bagaimana kabar kamu? Apakah balas dendam kamu sudah selesai baby? Aku saat ini merindukan kamuâ, ucap seorang lelaki dengan mata terluka sayat sebelah kiri.
âBelum, jangan pernah menghubungiku. Aku sedang menjalankan mode balas dendam, Edgarâ, ucap Lisa
âKapan kamu akan menemuiku baby?â, tanya Edgar
âSampai situasi amanâ, ucap Lisa dengan gigi mengetat.
__ADS_1
âBaiklah, aku tunggu tanggal baiknya sweety dan jangan terlalu mesra dengan bule itu. Aku sangat cemburuâ, ucap Edgar. Setelah mendengarkan kalimat terakhir dari Edgar, Lisa langsung mematikan ponselnya.
âSial, nyawaku berada di tangannya. Aku harus mengakhiri hidupnya agar tidak selalu mengganggukuâ, batin Lisa dengan menggigit ibu jari sambil mondar-mandir lalu duduk di pinggir ranjangnya.
Sementara Vita sedang asyik main playstation dengan Gilang dan ditemani oleh istrinya bernama Bella. Mereka berteriak saat pionnya terkena tembakan dan melesat menembak.
âYahhh mati deh, klai ini aku kalahâ, gumam Vita membuat Gilang, Bella, kakek Rio terkekeh.
âSudah mainnya, sekarang kita makan untuk asupan gizi tubuh kitaâ, ucap Bella dan membantu Gilang berdiri untuk berpindah ke kursi rodanya.
âHumm baunya sangat harumâ,puji Vita sambil menggeser kursi makan.
âAyo, semua makanâ, ajak kakek Rio
Mereka makan sambil menikmati semua percakapan yang dilontarkan oleh masing-masing.
Pagi hari Vita berangkat ke sekolah setelah mendapat teriakan dari Gilang dan Minwoo. Hari ini dia berangkat diantar oleh Minwoo dan Lee sejoung. Di dalam mobil Vita terus mendapatkan ceramah Minwoo hingga telinganya terus bergema.
Saat ini ia duduk di pojokkan menunggu bel masuk pelajaran namun setelah pukul delapan lewat tak kunjung ada bunyi bel hanya melihat para murid sibuk kesana-kemari. Vita akan bertanya namun ia urungkan ketika Adit memanggilnya, âVita! â, teriaknya. Lalu Vita menoleh sumber suara dan Adit menghampurinya dengan membawa kertas pengumuman hasil rapat guru.
âWidihhâ, ucap Adit sambil mencubit pipi Vita dengan gemas, âla tidak jumpa, bad girlâ, ucapnya.
âLepasin cubitannya, sakit tahuâ,ujar Vita dengan mendengus sebal.
âouwh, maafâ, kekeh Adit
âAdit, aku mau tanya, kenapa kelasnya tidak masuk-masuk sih. Bukannya ini sudah lewat jam pelajaranâ, ucap Vita yang masih bingung
âItulah efek, seorang murid tidak pernah masuk kelasâ,ejek Adit.
âIya, iya, sekarang sekolah sedang membantu membuat kontes sebelum ujian dan aku membawa pengumuman libur juga ujian akhir semester untuk kelas satu sampai kelas dua. Sedangkan kelas tiga akan melakukan perpisahan makanya kami membuat program untuk perpisahan kakak kelas dengan acara kontes agar lebih meriahâ, jelas Adit
âOh ya Vit, kamu dicariin kepala sekolah tuh, bu Maya dari kemarin mukanya seram karena kamu terus membolos. Lebih baik kamu temui dia dan bu Windi wali kelas kamuâ, ucap Adit memberitahukan kepada Vita.
âBaiklah, aku ke ruang kepala sekolah dahulu dan baru bu Windiâ, ucap Vita
âHati-hati Vit, sungu milik bu Maya menyeramkan. Takutnya dia menyerudup kamuâ, ucap Adit
âTenang, di dalam tas sudah ada jinakanâ, ucap Vita dengan tersenyum tipis sambil berlalu pergi menuju ruang kepala sekolah.
Sesampainya di depan pintu ruang kepala sekolah, Vita mengetuk pintu, âtok, tok, tokâ, dan bu Maya yang sedang berbincang dengan Lucas menyuruh orang di luar yang ketuk pintu untuk masuk.
âMasuk!â, perintahnya sambil tersenyum dengan Lucas.
âSiapa sih ganggu orang tang lagi berbincang-bincangâ, gumam bu Maya yang masih terdengar oleh Lucas.
âMaaf bu, saya kesini mengganggu andaâ, ucap Vita dengan sopan. Lucas yang berada di ruangan sama tersenyum sinis sebelum Vita menyadari.
âEmang kamu ganggu sayaâ,ucap Bu Maya dengan ekspresi marahnya.
âdudukâ, tegas bu Maya
Vita lalu duduk setelah bu Maya mempersilakannya. Ketika kepalanya menengok Vita terkejut melihat Lucas berada di depannya.
âNgapain uncle itu berada di siniâ, batin Vita
âAda apa?â, tanya bu Maya
__ADS_1
âSaya ke sini karena ibu mencari saya minggu laluâ, ucap Vita.
âYa, saya ingat. Di sini saya...,â ucapan bu Maya dengan nada marah terpotong oleh Lucas.
âMohon maaf bu, saya lebih baik permisi dahulu. Silahkan anda menyelesaikan dengan berdua tanpa ada ke saya agar tidak membuat ibu sungkanâ, ucap Lucas sambil berlalu pergi keluar ruangan kepala sekolah.
âMakasih misterâ, teriak bu Maya. Vita yang berada disana hanya membola dengan tingkah kepala sekolah satu ini.
âVitaâ, panggilnya dengan tegas, â saya sangat jengah dengan perilaku dan ketidak hadiran kamu berturut-turut. Setiap kali guru datang ke saya selalu mengeluh dengan nilai, perilaku, dan ketidak hadiran kamu. Membuat saya pusing. Kamu mau tertinggal di kelas. Jika tidak mau kamu harusnya sering masuk dong. Saya itu sudah pusing malah dipusingin gadis seperti kamu ini! Jadi mulai sekarang saya kasih kesempatan kembali dengan meminta tugas kepada semua guru dan kamu harus selesaikan selama dua minggu sebelum ujian akhir semester datang. You understand!â, ucap bu Maya dengan nada tegas dan penuh amarah.
âIya understandâ, ucap Vita.
âOh iya, saya punya sesuatu untuk ibu. Ini bukan sogokan kok, ini obat stres untuk ibu Mayaâ, ucap Vita memberikan kue brownie dua kotak dengan cokelat tiga kotak lalu pamit pergi.
Bu Maya di dalam tersenyum dengan bergumam, â bagus jika kamu peka. Ini yang saya suka hahahaâ, ucapnya dengan membuka kotak cokelat dan memakannya sambil kepala mangut-mangut.
Setelah pergi ke ruang kepala sekolah, Vita berlanjut menemui ibu Windi di kantor.
âPermisi bu Windiâ,ucap Vita dengan senyum namun bu Windi menjawab dengan helaan nafas kasar, âhaah..â, sambil menujukan ekspresi jengah.
âVita, kamu itu tidak pernah masuk apalagi nilai kamu pas-pasan!, kamu ingin naik atau tinggal kelas sih!, saya sudah pusing dengan perilaku dan ketidakhadiran kamu di kelas, guru-guru pada protes ke saya karena kamu sering tidak pernah ijin atau absen!.., sekarang saya suruh kamu buku semua pelajaran kerjakan dan pelajaran bahasa inggris kamu temui gurunya. Dia guru baru dan memiliki ruang sendiri yang dahulu di pakai untuk ruang UKS. Bawa buku ini ingat yang di katakan ibu Maya jangka waktu dua minggu sebelum ujian!â, ucap bu Windi dengan ekspresi jengah, marah, dan kesal. Vita mengangguk dan membawa setumpuk buku dari pelajaran lain. Vita hanya menghela nafas melihat banyak buku yang harus ia kerjakan.
Vita duduk dengan menaruh banyak buku di meja sambil meletakkan kepala diatas meja. Adit yang melihat ekspresi Vita lalu menghampiri dengan memanggil namanya, âVita!â, lalu ia menoleh dan kembali meletakkan kepala di meja.
âWaow, ternyata tugas ibu negara banyak nihâ,sindir Adit sambil terkekeh
âVit, semangat dong. Oh ya besok ke rumah aku, akan aku pinjamkan buku-buku mungkin tugasnya sama. Kalau tidak sama itu derita kamuâ, ucap Adit.
âYahh, padahal kalau sama tugasnya pasti aku cepat menyelesaikan tugas. Dengan setumpuk buku ini bagaimana bisa terselesaikan dua minggu jika tidak ada contekkanâ, lesu Vita. Adit yang melihat kelesuan Vita dengan menawarkan diri ia akan membantu dengan mengajarkan tugas yang sulit.
âSudah, sudah, tetap semangatâ, ucap Adit dengan mengusap rambut. Kemudian saat mereka sedang bercakap ada salah satu siswi memanggil Vita.
âVita!, kamu di cariin guru bahasa inggris yang baru tuh. Dia menyuruh kamu untuk mengambil tugasâ, ucap siswi berambut pendek itu.
âYaâ, dengan helaan nafas kasar, âhhaa..â.
Vita berjalan dengan lesu sedangkan Adit melihat Vita lesu. Ia menyuruhnya untuk semangat.
Sampainya di depan pintu Vita mengetuk pintu, âtok, tok, tokâ, orang yang berada di dalam menyuruhnya masuk. Vita membuka pintu lalu dengan sopan, âpermisi pak, saya ke sini...,â ucapannya terpotong ketika kursinya berputar mengarah kepadanya dengan terkejut. Lucas yang melihat ekspresi Vita hanya tersenyum miring.
âCâmon sit downâ, ucap Lucas namun Vita tidak mendengarkan karena keterkejutannya.
âNgapain dia ke sini bukankah dia sudah memiliki banyak pekerjaan. Orang asing tiba-tiba menjadi guru..,â batin Vita
âVita!â, panggil Lucas dan ia menoleh, âsit downâ, perintahnya.
âYa, saya tahu kamu kesini mau meminta tugas. Jika kamu ingin mendapatkan nilai tuntas. Saya menawarkan dengan bijak kamu menandatangani isi kontrak kosong atau tugas setumpuk. Kamu pasti tahu kan tugas kamu sudah menumpuk segunung jika aku tambahkan pasti tidak akan sampai dua minggu selesaiâ, ucap Lucas
âIni guru atau bukan sih, masa ama muridnya seperti itu. Jika aku ambil kontrak kosong itu sangat mencurigakan tetapi aku tidak akan selesai dua minggu untuk menyelesaikan tugasâ, batin Vita masih lama menimang.
âCâmon Vitaâ, ucap Lucas dengan beranjak berdiri lalu memutar kursi yang di duduki Vita, âcepatlahâ, bisik Lucas dengan mata menajam sambil membelai bibir ranum Vita. Lalu Vita menghempaskan tangan kekar Lucas dengan mengatakan, âmister jangan kurang ajarâ,ucapnya. Lucas berdecak, âckâ.
âApa jawaban kamu?â, ucap Lucas di depan wajahnya dengan jarak satu inci. Tak kunjung menjawab Vita, tiba-tiba Lucas menarik tengkuk mencium bibir dengan pelan dan lebih dalam. Vita terkejut saat Lucas mencium lalu ia langsung meronta-ronta dengan memukul dada bidangnya. Ketika nafasnya pendek dan pukulan tidak ada darinya, Lucas melepaskan ciuman itu. Lalu Lucas bangkit dan langsung menyodorkan kertas kosong dengan matre 10.000.
âCepat tanda tangani kontrak kosong atau masih betah di siniâ, ucap Lucas dengan sinis dan Vita mendengus dengan menandatangi kontrak kosong lalu langsung pergi.
âM*s*m!â, teriak dibatin Vita dengan berjalan menuju kelas sambil menghentakkan kaki.
__ADS_1