
Di sebuah restoran Ana bersama Amanda, dan Vita tengah menikmati makanan dan kopi sembari menunggu Rosiana. Mereka mengobril seputar fasion. Vita hanya menanggapi dengan singkat karena baginya yang dibicarakan kedua wanita itu bukan dunia yang ia sukai meski ia tahu mengenai fasion. Vita lebih menyukai membicarakan makanan, game, penyanyi dan drakor.
Lima belas menit kemudian Rosiana datang. Rosiana menghampiri ketiga wanita yang menungguinya.
“Guys, I’m sorry”, ucap Rosiana sambil menarik kursi dan menjatuhkan bokongnya dengan nafas sedikit tersengal-sengal.
“No problem Ros..” ucap Ana sambil menyeruput lemon tea.
“Lebih baik kamu pesan minum dulu, baru kita berangkat”, ucap Amanda.
Rosiana melambaikan tangan kepada pelayan untuk meminta membawakan menu. Pelayan tersebut menghampiri dengan membawa buku menu.
“Silahkan nona”, ucapnya dengan ramah.
“Saya ingun jus lemon”, pesan Rosiana.
“Makanan?” tawar pelayan tersebut.
“Sudah, itu saja”, ucap Rosiana.
“Apakah ada yang ingin di pesan lagi nona-nona?”
“Uhmm, tidak”, ucap Ana.
“Vita apakah kamu mau pesan minuman lagi?” tanya Amanda.
“Ya, aku pesan lemon tea kali ini”, ucap Vita.
“Baik nona, tunggu sebentar”, ucap pelayan itu.
Pelayan tersebut mengambil buku menu lalu pergi berlalu dengan sopan. Setelah kepergian pelayan tersebut Rosiana langsung mendapatkan cercaan pertanyaan.
“Apakah Dominic menahanmu?” tanya Amanda.
“Iya, aku sangat kesal dengannya”, jawab Rosiana.
“Pasti sebelum pergi ia meminta jatah”, ucap Ana.
“Ya begitu”, ucap Rosiana.
“Uhhh, pria jika seperti mereka sangat membuat kesal. Setiap kali kita tidak menuruti keinginannya, mereka pasti memaksa sekena jidat. Terus apabila berdekatan dengan pria lain mereka langsung memaksa menghukum sesuai keinginan mereka. Uhh~ itu sangat menyebalkan. Benar-benar menyebalkan”, ungkap Vita dengan ekspresi kesal.
Ketiga wanita yang mendengar curahan Vita malah tertawa dan mengiyakan perkataan Vita.
“Begitulah mereka”, ucap Amanda.
...
Vita, Ana, Amanda, dan Rosiana berjalan menyusuri toko-toko di supermarket besar. Pertama mereka mengunjungi toko baju. Ketika melewati toko baju bayi Rosiana berhenti berjalan. Ana, Amanda, dan Vita yang menyadari Rosiana mengagumi baju bayi tersebut mengajaknya mengunjungi.
__ADS_1
Rosiana bersama ketiga temannya masuk. Ketiga wanita tersebut mengagumi baju mungil bayi dengan mata berbinar sementara Vita hanya menanggapi biasa saja. Mereka menyentuh barang-barang bayi.
“Guys, gaun merah muda dengan pita sangat lucu”, puji Rosiana.
“Iya Ros. Ini warna kemeja biru ini juga lucu”, ucap Ana.
“Sepatunya pun menggemaskan”, tunjuk Amanda dengan ekspresi gemas.
Vita hanya memegang tanpa ada satu patah katapun ia lontarkan untuk mengagumi baju-baju mungil milik baby.
Rosiana, Amanda, dan Ana terus memutari semua baju milik baby.
“Guys, gimana kita foto lalu kita kirim kepada pria kita?” tanya Rosiana dengan mata berbinar.
“Itu ide bagus”, ucap Amanda dan Ana secara bersamaan.
Mereka berfoto tanpa menyadari kalau Vita berpisah dengan mereka. Vita tidak begitu selera dengan toko baju bayi. Ia pergi ke toko mainan di lantai selanjutnya dengan mengirimkan notif pesan kepada ketiga temannya.
Vita :
An, tolong sampaikan kepada Amanda dan Rosiana kalau kita berjalan terpisah dan bertemu di parkiran untuk berkumpul kembali. Aku harus ke toko lainnya untuk membeli barang yang edisi sebelum habis.
Usai meninggalkan pesan Vita memutari mainan yang ada dalam rak sambil mengamati video game yang belum ia miliki dan sesuai hasil pencarian yang ia dapatkan.
...
“Kemana perginya Vita?” tanya Amanda
“Kemana ia pergi?” Ana berbalik tanya.
“Kita terlalu asyik dengan baju-baju ini sampai teman kita ketinggalan”, ucap Rosiana.
“Coba aku hubungi Vita”, ucap Ana mengambil ponsel di tas selempangnya.
Ana membuka kunci layar dan menampakkan ada sebuah pesan dari Vita.
“Guys, Vita mengirim pesan notif. Ia pergi ke toko pusat di lantai atas. Ia mengatakan kita bertemu di tempat parkir tadi”, ucap Ana.
“Kita jawab ok”, ucap Rosiana.
Ana mengetik pesan untuk membalas Vita. Saat akan mengirim notif pesan Amanda tiba-tiba mencegah.
“Tunggu Ana, jangan kirim pesan dahulu”, serunya.
“Kita balas pesan dengan mengatakan kita bertemu di pusat makanan.”
“ Di restoran”, sambung Amanda.
“Ok”, ucap Ana.
__ADS_1
Vita yang tengah asyik memilah video game tiba-tiba ada pesan masuk. Vita membuka notif pesan dari Ana.
Ana :
Vit, kita berkumpul di lantai pusat makanan. Nanti kita kirim pesan lagi.
Vita membalas pesan Ana dengan tanda stiker.
Vita :
👌
Sementara di ruangan rahasia Dominic tersenyum tipis setela mendapati notif pesan dari istrinya, begitu juga dengan Leon dan Jonathan. Sedangkan orang-orang di dekat mereka penasaran dengan raut wajah berseri setelah berekspresi datar dan serius.
“Guys, kalian sepertinya mendapatkan kabar bahagia. Apa yang membuat wajah kalian yang tiba-tiba berubah dratis seusai berekspresi serius dan dingin?”, tanya Jhors yang penasaran.
“Aku mendapatkan pesan dari Ana. Ia mengirimkan foto sedang memegang baju baby”, jawab Leon.
Jonathan menunjukkan foto ke tiga wanita yang terlihat bahagia. Lucas menaikkan alis sebelahnya.
“Bukankah Vita berbelanja bersama mereka. Kenapa dia gak ada dalam foto itu?” Lucas bertanya-tanya dalam hatinya.
“Bagaimana kalau kita mengakhiri rapat ini?” tawar Dominic.
“It’s okay. Bagaimana lainnya”, ucap Chalvien.
“Kalau aku gak masalah. Dominic pasti akan bersiap-siap untuk honey moon kedua kalinya”, ucap Jorsh.
Dominic mengedikkan bahunya lalu pergi meninggalkan ruang rahasia dengan di susul lainnya.
...
Lucas mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh hanya untuk bertemu gadis kecilnya. Beberapa lama kemudian ia telah sampai di mansionnya. Lucas turun dari mobil dan melihat Vita yang akan masuk. Lucas berlari menyusul gadis kecilnya yang menenteng tas belanjaan. Lucas langsung menarik lengan gadis kecilnya. Vita terkejut tiba-tiba Lucas menarik lengan miliknya apalagi dengan menggenggam lengan miliknya dengan erat. Vita berteriak, “apa yang kau lakukan?!” Lucas menulikan pendengarannya. Vita terus meronta sampai tas belanjaan jatuh. “Uncle! Apa yang kau lakukan?!”
“Ihh~sakit!” Vita terus memukul tangan kokohnya.
Sampai dalam kamar wajah Vita memerah karena kesal. Namun Lucas tidak memperhatikan kekesalan Vita. Lucas malah mendorong tubuh gadisnya diatas ranjang. Lucas langsung menindih tubuh Vita lalu membawa kedua tangannya ke atas kepala. Lucas langsung menyambar sebuah ciuman yang begitu dalam. Vita terus bergerak dan mencoba menedang Lucas dengan kakinya akan tetapi tidak berdaya. Lucas terlebih dahulu menindih kakinya dengan diapit dua kaki miliknya.
Usai begitu lama membuat gadisnya tak berdaya Lucas melepaskan dengan memberikan kecupan di keningnya.
“I love you”, senyum Lucas sambil mengusap bibirnya. Vita masih mengatur nafasnya yang tersengal-sengal.
Sementara di dalam kamar yang luas dan megah dipenuhi dengan bunga mawar Dominic dan Rosiana saling berpelukan di bawah selimut. Malam pukul 22.00 Rosiana terbangun dari alam mimpinya. Rosiana membuka mata yang pertama kali ia lihat adalah wajah suaminya yang memeluk dirinya. Rosiana menatap sambil mengusap pipi Dominic dengan senyum lebar sambil berkata, “terima kasih honey”, Rosiana mencium suaminya. Dominic tersenyum dengan perlakuan Rosiana.
“Sweety, apa kamu begitu mengagumi wajahku?”
Rosiana melepaskan tangannya dari pipi. Rosiana begitu malu ketika ketahuan kalau dia menatap dan mengusapnya dengan diam-diam.
Dominic gemas melihat istrinya yang malu. Dominic mencium Rosiana lalu memeluk dengan erat. Rosiana tersenyum di balik dada bidang milik Dominic dengan menggumamkan kata cinta. Meski ia bergumam, Dominic dapat mendengar dengan mengecup pucuk kepala istrinya dengan berkata, “I love you”. Rosiana terenyuh lalu memeluk Dominic.
__ADS_1