The Mafia Millioner

The Mafia Millioner
Bunga Jinwoo 2


__ADS_3

Ketika Vita sedang menangis dan bersenandung membayangkan bersama Jinwoo, tiba-tiba Minwoo datang dengan pintu berderit, “drrt, drrt,..grek”, Minwoo masuk saat Vita sedang menghapus air mata dalam ruangan gelap ditengah malam.


“Vit maaf, mengganggu istirahat kamu”, ucap Minwoo meski sudah mengetahui jika dia sedang menangis di ruang gelap. Vita menggeleng kepala jika ia tidak merasa terganggu.


“Vit..,hm, Vit..,”, ucap Minwoo dengan ragu dan tangan kanan meremas tangan kirinya sambil duduk bersimpuh. Vita masih betah menunggu Minwoo membuka suara.


Minwoo saat ini sedang bingung untuk menceritakan tentang Jinwoo selama ia pergi setelah Jinwoo memohon padanya. Sedangkan Vita mulai jengah menunggu Minwoo membuka suara.


Vita lalu membuka obrolan, “ya, oppa. Ada apa?”, tanya Vita. Minwoo menoleh ke samping kiri lalu merilakskan tubuhnya dengan menyandarkan tubuhnya ke dinding dan kaki bersila.


“Vit, aku ingin menceritakan kejadian Jinwoo hingga dia mengalami kecelakaan hingga kritis. Maafkan oppa yang telah menyembunyikan kecelakaan Jinwoo. Oppa tidak maksud menyembunyikan hanya saja oppa dapat pesan dari Jinwoo sebelum masuk ICU, ia mengatakan, “jangan memberitahu Vita”, itulah yang ia katakan dengan kepala dalam keadaan bersimpuh darah sambil memohon”, jeda Minwoo.


“Pada saat itu Jinwoo berubah drastis menjadi pria dingin tanpa ekspresi. Sebenarnya oppa khawatir dengan keadaan Jinwoo saat itu. Namun nasehat yang kuberikan dia tidak menggubrisnya. Sungguh ironis bagiku Vit. Semua yang terjadi pada Jinwoo kesalahanku juga...” sambil mengusap wajahnya yang terasa gatal dengan kasar.


“Sebelum terjadi kecelakaan Jinwoo bertengkar hebat dengan eomma..", ucap Minwoo dengan kembali ke masa di mana dia memergoki Jinwoo bertengkar hebat di rumah.


Flasback on


“Jinwoo!”, panggil Park Shin dengan berteriak saat Jinwoo tetap tidak menghiraukan omelan ibunya.


“Jinwoo!”, panggilnya kembali dengan keras sambil melempar sepatu haknya di punggung Jinwoo.


“Kamu harusnya tidak mempermalukan eomma dan appa, kami sudah bersusah payah untuk menjodohkanmu dengan keluarga besar direktur Lee tetapi kamu tidak sopannya mengatakan hal yang membin mereka marah”, amarah Park Shin


“Kamu itu harusnya nurut karena terlahir dari rahim eomma, jadi, eomma mau kamu segerahlah menikah dengan Sunny”, lirih Park Shin sambil meninggalkan Jinwoo yang tengah sedang menahan amarahnya dengan mengepalkan ke dua tangannya. Minwoo yang berada di luar menghembuskan nafas kasar, “uhhh...ahhh”.

__ADS_1


Jinwoo masuk lalu menyayatkan lengannya dengan cutter dan Minwoo diam-diam masuk melihat lewat celah pintu merasa miris terhadap sang adiknya. Ketika Minwoo ingin mengetuk pintu kamar Jinwoo tiba-tiba direktur Kang datang dengan suara lantang.


“SEDANG APA KAU DI SINI. KAMU SUDAH TIDAK DITERIMA LAGI DI KELUARGA INI. KALIAN BENAR-BENAR ANAK TIDAK TAHU TERIMAKASIH.KELUAR!!”, suara lantangnya dengan penuh amarah. Jinwoo yang berada di kamar mengabaikan dengan membaringkan tubuhnya di ranjang dengan wajah lelahnya. Minwoo saat diusir dengan direktur Kang, Park Shin datang dengan wajah serakahnya.


“Ngapain kamu ke sini, datang tanpa izin kayak pencuri”, ujarnya dengan pedas. Minwoo mendengarkan bibir dari kedua orang tuanya merasa geram dengan kedua tangan mengepal lalu pergi tetapi saat berpapasan dengan Par Shin dan direktur Kang, Minwoo mengatakan suatu nasehat, “ kalian orang tua yang menyedihkan, ingat baik-baik suatu saat nanti kalian akan menangis darah karena kehilangan sesuatu yang berharga. Aku berharap itu tak akan terjadi”, lirih Minwoo di telinga Park Shin sambil berlalu keluar.


Satu bulan kemudian Jinwoo menikah dengan Sunny. Hari bahagia datang namun membawa bencana bagi keluarga Kang.


Pada saat itu Sunny sedang mendapatkan pujian dari beberapa keluarga dan foto bersama sebelum pernikahan berlangsung. Sedangkan Jinwoo menunggu di kamar dengan wajah dingin dan kosong. Ketika Minwook masuk Jinwoo mencurahkan isi hati kepada hyungnya.


“Hai Jinwoo”, panggilan dari Minwoo dengan kikuk.


“Hyung”, panggil Jinwoo tanpa menoleh, “Aku sebenarnya tidak menyukai sikap ke dua orang tua kita, jika aku bisa memilih dilahirkan dari rahim siapa? Aku ingin memilih terlahir dari keluarga biasa namun sayang kita tidak bisa memilih, “ ucap Jinwoo sambil meneteskan air mata tanpa sepengetahuan Minwoo karena dia membelakanginya dengan melihat suasana di luar dari jendela. Minwoo masih tida merespon dan mendengarkan curahan hati dari adiknya.


“Aku merasa kosong, jenuh, dan kepalaku hampir pecah”, lirihnya yang masih terdengar oleh Minwoo dengan menatap punggung adiknya dari belakang.


“Hyung”, panggilnya, “tubuhku merasa tersayat, hatiku penuh duri yang menancap, tenggorokan aku merasa perih, tolonglah aku hyung. Aku ingin terlepas”, tangis Jinwoo tiba-tiba pecah dan Minwoo menghampiri dengan memeluk adiknya dengan mengatakan, “hyun akan bantu kamu keluar dari sini”, bisiknya.


“Makasih hyung”, ucap Jinwoo dengan tulus lalu mereka mulai aksinya untuk pergi dari gedung itu dengan memakai pakaian kaos dan jaket hoodie beserta penutup kepala juga masker untuk wajah sambil pura-pura membawa kaca untuk menghalau petugas. Mereka akhirnya terlepas dari gedung yang membuat terasa berat.


Minwoo menghembuskan nafas lega sedangkan Jinwoo melihat hyungnya hanya tersenyum tipis. Minwoo kemudian bertanya pada Jinwoo setelah keluar dari area gedung itu.


“Jinwoo, kamu mau pergi kemana setelah kabur dari pernikahan kamu”, tanya Minwoo.


“Aku mau pergi ke suatu tempat, untuk menenangkan hati dan pikiran kalut ini”, jawab Jinwoo

__ADS_1


“Baiklah hati-hati jangan sampai tertangkap”, pesan Minwoo yang diangguki Jinwoo. Lalu mereka pergi dengan arah yang berbeda.


Sementara di gedung pernikahan kacau tanpa sepengetahuan halmonie yang tidak hadir di pernikahan Jinwoo. Park Shin dan direktur Kang bingung dan marah karena dipermalukan oleh Jinwoo. Mereka juga mendapat ancaman dari keluarga Lee ketika pernikahan putrinya dibuat kacau oleh Jinwoo dan perusahaan mulai krisis.


Sedangkan Jinwoo masih berada di puncak melihat bintang untuk terakhir kalinya. Lalu pergi menuruni jalan dan akan pergi entah kemana. Namun tiba-tiba keluarga mendapatkan berita duka bahwa Jinwoo mengalami kecelakaan dengan kepala penuh dengan simpah darah. Semua keluarga pergi ke rumah sakit dengan wajah tegang. Mereka menunggu dokter yang berada di ICU dan tiba-tiba suster dari arah lain mencari nama Minwoo. Lalu Minwoo merasa terpanggil oleh suster itu menyerahkan sebuah surat di tempat lain seperti pesan Jinwoo.


“Tuan, saya mendapatkan pesan dari pasien untuk menyerahkan surat yang dititipkan pada saya di tempat lain”, ucap suster itu. Lalu Minwoo menganggukan kepala. Kemudian surat itu diserahkan padanya dengan warna merah dan biru. Warna merah khusus untuk dirinya sedangkan warna biru untuk Vita. Kemudian Minwoo membuka surat itu di koridor luar ICU dan duduk membaca surat dari Jinwoo.


“To. Minwoo


Hyung terima kasih kamu sudah membantuku keluar dari gedung yang menjerat tubuhku. Aku jadi merasa bebas. Oh ya, hyung, aku berpesan jika suatu saat nanti aku mengalami begitu menyedihkan jangan bilang pada Vita, cukup keluarga kita yang tahu. Aku tidak ingin dia sedih, upss.., bukan juga sih ha ha ha, tapi aku malu jika Vita melihatku yang menyedihkan ini pasti akan mengejekku habis-habisan.


Hyung aku mohon padamu untuk tidak memberitahukan keadaanku yang menyedihkan dan aku titip halmonie padamu. Tolong jagalah mereka dari amukan Park Shin. Aku akan membantumu untuk menjaga mereka dari dunia lain, jadi hyung tidak perlu merasa sendirian. Aku masih meliki permintaan tolong marahi dia jika gadis bar-bar itu tidak ke sekolah. Gadis itu sangat susah untuk sekolah namun di warnet dia paling no 1 apalagi dalam perkelahian ha ha ha...


Hyung maaf aku tidak bisa memberimu apa-apa. Terima kasih untuk semuanya hyung. Jangan salahkan dirimu. Tetaplah bahagia dengan istrimu dan lindungi anak-anak kamu bukan karena harta tetapi kasih sayang seperti halmonie yang merawat kita. Biarkanlah rasa sakit kita yang mengalami akibat keegoisan kedua orang tua kita jangan sampai berimbas pada ponakanku. Ingatlah hyung. Aku akan melihatmu dari dunia lain yang tidak terlihat. Good bye hyung. I Love You.


Salam Jinwoo,


Setelah membaca surat dari Jinwoo, Minwoo lalu menangisi isi surat terakhir. Minwoo segerah bergegas hasil operasi dan mendapatkan kabar buruk jika adiknya mengalami koma. Seluruh keluarga tubuhnya meluruh.


Satu minggu kemudian pukul 11.00 setelah memberi pesan pada halmonie Jinwoo tiada. Mereka menangis histeris dan suasana di ruangan duka begitu mencengkam.


Flasback off


Vita menangis dengan terisak di pangkuan Minwoo. Lalu Minwoo mengusap kepalanya yang berada di pangkuan pahanya menenangkan Vita sambil menghembuskan nafas beratnya.

__ADS_1


“Jinwoo tenanglah di sana, hyung akan anggap Vita seperti adikku dan terus mengomelinya. Kamu pokoknya di sana menepati janji untuk bahagia dan tersenyum di sana”, batin Minwoo.


__ADS_2