The Mafia Millioner

The Mafia Millioner
Misi 2


__ADS_3

BERBIJAKLAH DALAM MEMBACA KARENA ADEGAN INI BUKAN UNTUK DITIRU NAMUN HANYA SEBAGAI HIBURAN. 😊


TERIMA KASIH. 🙏


JANGAN LUPA BERI LIKE👍 DAN FAVORITKAN KARYA SAYA


.........


Ketika Lucas sedang asyik tertidur pulas dengan Vita tiba-tiba ada sebuah deringan ponsel mengganggunya. Begitupun dengan orang-orang sedang asyik menikmati momen bersama dengan pasangannya. Lalu mengangkat telepon.


“Hallo”, panggil mereka bersamaan.


“Besok berkumpul di markas “Lucky Black Draknes” Raymond bergerak”, ucap orang diseberang sana.


“Oh sh*t”, umpat mereka.


Lucas bergegas pergi dengan ekspresi wajah kecewa dan tidak lupa memberikan kecupan di pipinya dengan membisikan, “tunggulah aku sweety”.


Begitupun dengan Leon yang baru saja menikmati honeymoon bersama Ana dengan tubuh lunglai.Ana yang melihat ekspresi sedih Leon setelah menerima telepon bertanya.


“Ada apa Leon?”, dengan menutupi tubuh menggunakan selimut.


“Sweety, malam ini ada darurat tentang pekerjaan aku di Jerman. Aku harus meninggalkan kamu di sini”, sambil membenahi kancing kemeja dengan raut wajah sedih. Ana yang melihat Leon seperti anak kecil begitu menggemaskan.


“Leon! “, panggil Ana dengan mendekat dan memberikan kecupan singkat dibibirnya, “pergilah jika itu suatu yang gedemi karyawan kamu yang sedang mencari nafkah untuk keluarganya”, nasehat Ana sambil memegang pipi Leon.


“Aku juga membutuhkan kamu sweety”,cemberut Leon sambil menempelkan keningnya.


“Kita ada waktu lain kali, masih ada hari esok honey”, rayu Ana.


“Baiklah, jika itu kemauan istriku tercinta”, sambil menciumnya dengan dalam.


“Aku berangkat dulu, sweety”, senyum Leon dengan hangat. Setelah kepergian Leon, Ana terbaring kembali dan melanjutkan tidur.


Jerman 07.00 pagi, Leon, Lucas, Calvin, dan Johan tiba di bandara dan langsung melesat pergi ke mobil jemputan masing-masing kecuali Calvin. Ia ikut menumpang Leon di samping sopir.

__ADS_1


Mereka terlihat menawan dengan staylist kasual dan kacamata hitam. Para kaum hawa yang berpapasan dengan mereka di bandara menatap lapar. Namun ironisnya mereka tidak memperdulikannya.


Beberapa lama kemudian mereka tiba di pelataran rumah sangat mewah sebagai tempat perkumpulan mafia “Lucky Black Draknes”. Mereka diberi sambutan hangat dari seluruh jajaran penjaga berjas hitam lalu masuk menemui Dominic dengan lainnya yang telah berkumpul.


“Hai bro”, sapa Jorse di ujung meja.


“Hai”, sapa balik Calvin.


Mereka duduk dengan suasana dingin dan mencengkam ketika melihat raut wajah mereka serius.


“Syukurlah kalian datang semua, kita tidak bisa membereskan musuh kita lewat vidcall ataupun media lainnya. Bisa jadi kita ketahuan sebelum bertindak”, ucap Dominic.


“Mereka bergerak dengan lewat jalur politik secara diam-diam dan ada keterlibatan di CIA entah dia mata-mata atau sebaliknya dia sebagai pemimpin”, ucap Damien


“Pergerakan ini sangat menyulitkan, apalagi Raymond kakak laki-laki aku. Dia bisa menyelusup di keluarga kami. Anggota mereka semakin kuat pertahanan lewat Charles dan Emrat. Dibalik kekuatan mereka ada yang lebih berkuasa namun entah siapakah dia? Nama dia jarang masuk dalam list”, ucap Efrat.


“Jika begitu kita melewati jalan dengan menangkap Rajaswara”, ucap Devan.


“Itu tidak semudah membalikkan telapak tangan, di samping dia ada orang yang kuat yaitu putrinya yang menghilang dari istri ketiganya. Katanya dia psycho dan lebih licik dari siapa pun. Wanita itu layaknya orang gila tingkat dewa seperti ayahnya namun melebihi batas itu”, ucap Damien.


“Kita harus lewati wanita itu, untuk dapat mengungkap takbir”, ucap Bryan.


“Kalau begitu kita melakukan aktivitas biasanya, jangan sampai mereka curiga kita menyelidiki wanita itu”, ucap William.


Sementara mereka disibukan urusan dunia mafianya. Para wanita yang ditinggalkan menikmati shopping kecuali Vita.


Ia sedang disibukan dengan pemeriksaan Lisa yang selama ini di sampingnya. Ia menemukan bukti jika Lisa dahulu pernah operasi kelamin dengan bolak balik ke rumah sakit sampai menggugurkan kandungannya. Bagi Vita itu hal biasa untuk putrinya Rajaswara. Sebab Lisa tidak beda jauh dengan laki-laki br*ngsek itu. Gilang yang diberitahu mengumpat, “ dasar j*l*ng, sycho..,” Vita yang mendengarkan umpatan itu hanya menggeleng kepala.


“Bagaimana, sudah beres memanipulatif mereka?”, tanya Vita sambil minum susu kotak.


“Iya, sudah ok”, ucap Gilang yang sedang sambil memakan chikitos cokelat.


“ Uhh...akhirnya”, perasaan lega Vita


“Oh ya Vit, kali ini jangan tanggapi dulu Lisa. Berpura-puralah tidak tahu. Kamu juga harus memberitahu Johan, kasihan dia jika terlambat mengetahui”, ucap Gilang.

__ADS_1


“Ok, aku akan kasih tahu dia”, ucap Vita.


“Segerahlah hapus ID dan IP kamu sebelum ada yang mengetahui kita. Aku tidak mau kalian terlibat terlalu dalam termasuk kamu bocah”, ucap Vita.


“Siapa yang bocah, jangan sebut aku bocah, aku memiliki nama yaitu Noah”, ucapnya dengan cemberut.


“Baiklah, baiklah, uangnya sudah aku transfer buat Noah, bocahku tercinta”, ucap Vita sambil mencubit pipinya yang kenyal dengan gemas.


“Sakit! “, kesal Noah sambil memeriksa ponsel untuk melihat M-banking yang ditransfer oleh Vita. Lalu mengatakan, “itu lebih baik”.


Vita yang mendengarkan itu berdecak dan pergi pamit.


“Gaes aku pamit dulu, mau ke warnet. Mempung lempeng”, ucap Vita.


“Noah kamu mau ikut gak”, tawar Vita.


“Baiklah, aku ikut. Tapi yang bayarin kamu”, ucapnya.


“Iya, iya, ayo”,ajak Vita merangkul pundaknya namun Noah menghempaskan tangannya dari pundak miliknya membuat mereka terus bertengkar dan Gilang terkekeh melihat tingkah laku mereka berdua.


Sedangkan Rajaswara sedang berpesta bersama para kolega dengan ditemani para wanita sexy yang melayaninya. Mereka berhuru hara atas kemenangan aset pertambangan maupun perdagangan ilegal.


"Akhirnya kita mencapai selama ini kita impikan", teriak Rajaswara.


"Ini semua berkat tuan Charle, kali ini kita harus menyingkirkan Leonard pembisnis muda yang kurang ajar itu", ucapnya dengan ekspresi sombong.


"Iya bos, kita tidak boleh mlempeng menghadapi mereka. Maju terus sampai go finish", ucap Rembo anak buah Rajaswara.


"Benar kamu, sampai go finish", teriaknya sambil bersulang kemenangan.


"Ngomong-ngomong, tuan sudah bekerjasama dengan Duran. Mereka cukup mampu menguasai wilayah di dunia preman. Ia sudah mencapai tiga puluh dua wilayah. Ia juga mengembangkan bisnis tidak hanya lintenir namun dalam bisnis dunia mebel. Itupun sudah terkenal mencapai internasional bos", ucap Rembo.


"Benar kamu Rembo, kita harus buat janji dengan mereka", ucap Rajaswara dengan otak liciknya.


"Sekarang kita bersenang-senang dahulu. Jangan ngomongin bisnis", ucap Rajaswara.

__ADS_1


"Ayo kita bersulang", ucap Rajaswara dan mereka mengikuti, "bersulang", teriaknya dengan bersamaan sambil tertawa.


Dibelakang kesenangan Rajaswara, ada salah satu mata-mata Vita melihat Rajaswara yang sedang bersenang-senang. Ia mengintai dari jarak jauh tanpa sepengetahuannya. Ia juga mendengarkan siasat licik yang di sampaikan kepada anak buahnya. Informasi itu sangat penting untuk Vita membalaskan dendamnya untuk Rajaswara begitu juga laki-laki itu yang orang tuanya dibunuh secara sadis dengan diambil organ dalam. Setelah mendengarkan siasat licik itu, ia tidak bergegas pergi untuk menghindari kecurigaan. Pria itu ikut bermain di tengah dance floor setelah itu melesat pergi tanpa kecurigaan. Lalu menghubungi Vita dan memberikan informasi penting untuknya.


__ADS_2