
Pernikahan antara Dominic dan Rosiana akan segera mendekati hanya tinggal menghitung hari. Dalam persiapan pernikahan pihak keluarga berdiskusi mengenai photo preweding sampai dengan undangan yang akan disebar.
“Grace, menurutmu foto prewedding yang paling bagus itu dimana?” tanya Sea.
“Menurutku paling bagus kita tanya kepada mereka”, jawab Grace.
“Soalnya mereka yang akan menjalani pernikahan ini”, ucap Grace sambil membolak-balikkan halaman majalah yang disiapkan oleh Sea.
“Iya sih. Tapi aku kurang mempercayai putraku”.
“Beri mereka kesempatan”, nasihat Grace.
“Baiklah aku akan telepon dia”, ucap Sea. Sea mengambil ponsel diatas meja. Dominic yang sedang berjalan masuk ke mansion orang tuanya mengangkat sambil berjalan. “Hallo!” sapa Dominic.
Ketika Dominic masuk, Sea melihat putranya lewat dan langsung mengatakan, “cepat kemarilah.”
Dominic mendengar suara yang selama ini yang sering membuat pusing kepalanya dengan menoleh ke arah kanan dimana ibunya berada. Sea langsung memutuskan sambungan teleponnya dan meletakkan ponsel gegam miliknya.
Dominic tersenyum merekah melihat calon istrinya berada di mansionnya yang tengah duduk diantara kedua wanita paruh baya. Dominic mengambil posisi duduk di sofa single.
“Hai Rosiana”, sapa Dominic.
Rosiana menjawab dengan anggukan dan senyuman. Sea melihat putranya yang terus memandang calon mantunya langsung berdehem beberapa kali. Dominic mendengar itu mengalihkan pandangannya ke arah ibunya.
“Dom, kamu itu jangan sibuk terus. Perhatikan pernikahanmu yang tinggal beberapa hari. Kamu harus bersiap prewedding esok pagi. Ingat calon istrimu”, terang Sea.
“Ok mom. Aku sudah memikirkan prewedding dengan Rosian. Kami akan mengambil prewedding setelah kami menikah”, ucap Dominic.
“What!” sentak Sea.
__ADS_1
“Momy tidak setuju!”, tolak Sea.
Dominic mendengar penolakan ibunya menghela nafasnya sambil memberikan penjelasan kepada ibunya namun Sea terus menolak mentah sehingga Grace yang mengambil jalan tengah.
“Sea, menurutku kita beri kesempatan kepada Rosiana untuk memutuskan rencana pernikahan ini”, ucap Grace.
“Baiklah”, ucap Sea dengan besengut.
“Bagaimana menurutmu nak?” tanya Grace.
“Iya sayang”, ucap Sea dengan hangat.
Rosiana menghela nafas dengan melirik ke arah Dominic, Grace, dan Sea sambil mengambil keputusan yang terbaik.
“S..sa..saya mengambil pendapat Dominic”, ucap Rosiana dengan memandang mata birunya.
“Kenapa kamu mau aja mengalah dengan Dominic?”
“Aunty, Rosiana sudah mempertimbangkan soalnya di waktu dekat ia memiliki jadwal padat yang harus ia selesaikan. Pekerjaannya merupakan tanggung jawab yang berat untuk mempertahankan karyawan-karyawannya yang mengadu nasib di perusahaan milik keluarga Efrat”, jelas Rosiana.
“Kamu terlalu baik kepadanya sayang”, peluk Sea dengan mengusap punggung Rosiana.
“Kalau begitu kalian pilih gaun pengantinnya”, ucap Sea.
“Baiklah mom. Kami akan pergi ke butik. Sebelum pergi aku bersihkan diri dulu”, ucap Dominic dengan beranjak pergi meninggalkan ketiga wanita berada di ruang tengah.
Sembari menunggu Dominic selesai membersihkan diri Rosiana, Grace, dan Sea berbincang-bincang masalah barang-barang untuk cucunya dan pesta pernikahan yang harus disiapkan.
.........
__ADS_1
Dominic yang berada di dalam kamar tengah mengguyurkan tubuhnya dengan air hangat sambil menghela nafasnya untuk mengeluarkan rasa lelah. Beberapa lama kemudian ia telah menyelesaikan ritual mandi. Lalu melangkah ke arah dress room. Ia mengenakan kaos putih dengan dibalut kemeja hitam dan celana hitam. Kemudian mengambil jam tangan lalu mengeringkan rambut hitamnya dan ia sisir ke arah belakang. Ia keluar dari kamar setelah dirasa cukup. Ia pergi menghampiri wanitanya di ruang makan.
"Sweety", suara berat dari Dominic.
Rosiana menoleh ke arah belakang dengan mata membelalak melihat penampilan calon suaminya menggunakan pakaian visual yang terlihat tampan meskipun hari-hari ia selalu tampan namun berbeda aura yang dipancarkan oleh calon suaminya.
Di saat Rosiana tengah termangu melihat penampilan Dominic, Dominic menghampiri memberikan kecupan singkat di bibir ranum Rosiana. Rosiana merasakan bau harum yang menyeruak ke dalam hidungnya yang terasa menyegarkan. Rosiana belum tersadarkan dari rasa kagum terhadap pria tersebut.
Saat Dominic memberikan ciuman tiba-tiba ibunya dan calon mertuanya datang sampai membuat Rosiana berjingat.
"Dom, kamu jangan ambil kesempatan terus terhadap istrimu", peringatan Sea.
"Aku tidak pernah mengambil kesempatan", sangkal Dominic.
"Aku hanya memberikan hadiah untuknya", ucap Dominic.
"Rosi, kamu jangan mau dikadali pria-pria seperti dia. Sekarang kalian berangkatlah ke butik sebelum terlalu siang", ucap Sea.
"Mari sweety", ucap Dominic dengan menodongkan tangannya. Lalu Rosiana menggenggam tangan Dominic dengan hangat.
"Mom kami pergi dulu", pamit Rosi.
"Ya sayang, hati-hati", ucap Grace.
"Kami pergi dulu", ucap Dominic.
"Tolong jaga dia. Jangan sampai lecet sedikitpun", ucap Sea.
"Baiklah mom", ucap Dominic.
__ADS_1