
Mereka berlari kembali memasuki rumah sakit jiwa tersebut dimana Lisa di rawat. Setelah sampai lorong ruang inap, Nathan langsung menanyakan pada anak buahnya ciri-ciri preman yang akan menolong Lisa.
"Bagaimana ciri-ciri preman itu? Bagaimana kalian bisa kecolongan? dan Bagaimana kalian bisa teledor begitu? ", amarah Nathan dengan mendengus dan berkacak pinggang.
"Salah satu preman itu bertubuh kekar dengan kepala pelontos dan satunya berambut keriting dengan bentuk badan proporsional", jawab salah satu anak buah Nathan
"Maaf tuan kami teledor sebab saat kami baru menuju kemari, dua preman tersebut sepertinya sudah mengikuti tuan sebelum tuan pergi dan kami akan datang", ucap anak buah Nathan.
"****,kenapa kita tidak menyadari", kesal Nathan.
Aku tidak akan membiarkan Lisa terbebas dari sini, dia sudah hampir membunuh istri dan anakku dalam kandungan.
"Baiklah, kalian jaga di sini secara bergilir dan jangan sampai teledor kerja kalian. Mengerti!", tegas Nathan.
"Kami mengerti", ucap seluruh bawahannya bersamaan.
Saat sedang gusar dan memberi instruksi kepada anak buahnya, Nathan mendapatkan ponsel berdering di saku celana sebelah kanan dengan sambungan dari Adele.
"Hallo sweety, ada apa?"
"Nathan, jika nanti kamu kembali belikan sekalian aku martabak manis rasa keju dan coklat"
"Baiklah sweety, ini aku akan kembali".
Setelah mematikan ponsel Nathan langsung pamit dengan lainnya yang sedang melihat Lisa dari jendela luar.
"Gaes, aku pamit duluan"
"Yaudah, lebih baik kita kembali dulu. Besok kita bisa kembali ke sini dan melanjutkan rencana kita selanjutnya", ucap Dante.
"Yap", ucap Johan
Sebelum pergi, Lucas menghimbau kepada para penjaga untuk memantau musuh agar tidak kecolongan kembali dan mereka mengangguk kepala.
Lucas, Nathan, Dante, dan lainnya kembali ke penginapan untuk istirahat.
Sementara Chalvin dan Calista bersedih kepada anaknya yang terlahir prematur dan berada di ruang inkubator.
"Honey dia sangat kasihan"
"Ussst, usst, dia kuat sweety, dia anak laki-laki kita. Dia akan kuat di sana dan kita berdoa untuknya agar selalu sehat", Chalvin menenagkan sambil mengusap pundak dan mencium kepala istrinya yang berada di kursi roda dari belakang.
Sedangkan Rajaswara yang telah mengutus anak buahnya mendapatkan informasi bahwa mereka gagal membebaskan Lisa dan Rajaswara yang sedang menikmati hiburan dengan wanita sexy menyuruh mereka untuk segera membebaskan dengan diberi waktu satu minggu. Rajswara kali ini tidak ingin marah ataupun ngebentak sebab dia mendapatkan reward yang luar biasa di kasinonya yang dia bangun dengan keuntungan yang besar di bisnisnya setelah menjalin kerja sama dari klien Italia.
__ADS_1
Keesokan harinya, Lucas masih asyik bergelung dengan memeluk Vita dengan erat, membuat Vita yang sudah terbangun tidak kuat tenaga untuk menyingkirkan tangan Lucas dipinggangnya. Sekalipun sudah berusaha, Lucas malah lebih erat memeluk tubuhnya.
"Lucas! lepasin"
"Tidurlah kembali"
"Aku tidak ngantuk!"
"Kamu harus menemaniku yang kelelahan ini. Sebab kemarin aku mencari kamu seharian"
"Aku lapar!"
"Akan aku berikan asupan"
"Aku bergegas ke sekolah!"
Lucas berdecak saat mendengarkan kata sekolah, "ck", gadis ini tidak pernah peduli dengan sekolahnya. Sekarang sedang mementingkan sekolah. Lelucon apa yang dia gunakan.
"Lucas, bisa lepasin tidak!"
"No! Sweetheart"
"Tidurlah kembali dan jangan buat lelucon", lanjut Lucas.
Lucas mencium kepala Vita dan menepuk punggungnya agar ia terlelap kembali. Seperti perkiraannya, dia terlelap kembali dan pria itu juga tidur kembali.
Pukul 10.00 siang Lucas terbangun mendengar deringan ponsel lalu mengangkat setelah melihat nama diatas layar dengan memposisikan duduk dan bersandar di kepala ranjang.
"Hallo Devan, ada apa?"
"Lucas, aku menemukan sesuatu mengenai Rajaswara"
"Katakanlah"
"Dia dulu pernah membantai dua keluarga kandungnya dan tersisa anaknya dari keluarga Jeff dan anak laki-laki tersebut ikut kerja sama dengan Vita saat ini. Umurnya masih remaja 14 tahun"
"Baiklah, nanti akan aku tanyakan padanya", ucap Lucas dengan mematikan sambungan sepihak. Lalu Lucas berbaring dengan memberikan kecupan di keningnya dan bergegas ke kamar mandi. Vita yang sejak tadi berpura-pura tidur setelah mendengarkan suara deringan ponsel sudah di ketahui oleh Lucas.
Vita bergegas keluar dari dekapan Lucas dengan melarikan diri. Sementara Lucas yang berada di kamar mandi sedang menikmati guyuran air dari shower.
Vita mencoba mencari kunci namun nihil tidak ditemukan dan mencoba cara lain dengan menggunakan penjepit lidi di kantong sakunya yang setiap kali dia bawa. Setelah berhasil, Vita memegang ganggang pintu namun sudah ketahuan.
Lucas yang berada dibelakang tubuhnya dengan jarak begitu dekat, membisikan sesuatu.
__ADS_1
"Sweety kamu mau kemana?"
Bulu kuduk di tubuhnya berdiri seperti bertemu dengan setan. Vita mencengir dan membalikan tubuhnya sambil tertawa aneh.
"Ha ha ha, a...aku, a... ku", ucapan Vita terlalu gugup membuat Lucas tersenyum sinis melihat sikap kegugupan Vita. Vita hanya mampu menelan air liur dengan kasar sebab sulit menelannya.
Kedua tangan Lucas mengunci tubuh Vita dengan tatapan mata tajam untuk menunggu Vita mengatakan alasannya. Namun tak kunjung dia berbicara. Lucas merasa dipermainkan oleh gadis kecilnya. Lucas menarik lengan untuk mendekat dengan jarak terkikis sampai menabrak dada bidangnya. Vita merasakan bau harum yang menyeruak di tubuhnya membuat detak jantungnya hampir copot.
Ketika pikiran Vita sedang melayang, tiba-tiba merasa terkejut tubuhnya terangkat. Lucas menggendong tubuh Vita seperti koala lalu menarik tengkuk dan membawanya ke ranjang lalu menjatuhkan tubuhnya. Vita yang berada di bawah kukungan hanya dapat pasrah karena untuk meronta pun tidak mampu sebab tenaga pria yang diatasnya begitu kuat.
Lucas melepaskan ciumannya, lalu berbisik di telinga Vita, "aku tidak akan pernah melepaskan kamu untuk kabur. Jangan coba-coba", dengan beranjak dari tubuh Vita dan menuju ke lemari untuk berganti pakaian.
Sedangkan Vita masih terengah engah hasil perbuatan Lucas. Lucas yang sedang mengancingkan kemeja sambil memerintahkan Vita untuk mandi.
"Mandilah!"
Vita beranjak dari ranjang dan langsung melesat ke kamar mandi.
Setelah selesai memakai kemeja, Lucas menghubungi pelayan untuk membawakan hidangan. Lalu menghubungi asisten Leon yang sudah mempercayakan untuk melayani dirinya selama dia berada di negara Indonesia.
"Hallo tuan"
"Tolongan belikan setelan baju sweater panjang seker Vilis rajut dan rok tutu yang gambarnya sudah aku kirim"
"Baik tuan"
Sembari menunggu Vita usai mandi, Lucas mengambil kemeja birunya untuk dipakai sementara untuknya dengan sepasang pakaian dalam wanita yang sudah ia siapkan sejak jauh hari.
Vita telah usai membersihkan diri, namun baru teringat tidak membawa baju ganti padahal bajunya yang dipakai sudah basah. Mau tidak mau, dia mengenakan bath trobe untuk keluar yang tersedia di kamar mandi.
Saat keluar ada kemeja laki-laki dan sepasang pakaian dalam di dekat pintu keluar kamar mandi. Vita mengambil dengan wajah memerah.
Laki-laki itu benar-benar tidak habis pikir pikiran m*s*mnya.
Beberapa lama kemudian Vita keluar mengenakan kemeja biru milik Lucas. Lucas yang sedang menunggu memandangi penampilan Vita yang terlihat sexy. Lucas begitu menyukai penampilan saat ini, namun bukan untuk dipamerkan di khalayak umum hanya untuk dirinya.
Vita yang di pandang seperti itu pipinya merona.
Di saat Vita berjalan, Lucas menepukkan sofa sampingnya. Vita begitu ragu untuk duduk disamping Lucas. Namun bagaimana lagi, jika tidak dia pasti melakukan aksinya.
Lucas memberikan kode untuk segera mendekat. Vita melangkah mendekat di samping Lucas dengan rambut basah yang ditutupi handuk putih.
Lucas menyeringai dan tangannya melepaskan handuk di atas kepala Vita yang masih basah dengan berbisik, "kamu terlihat sexy sweety", tubub Vita menegang dan menelan air liurnya begitu sulit.
__ADS_1
"Makanlah", perintah Lucas.