The Mafia Millioner

The Mafia Millioner
Misi 4


__ADS_3

BERBIJAKLAH DALAM MEMBACA KARENA ADEGAN INI BUKAN UNTUK DITIRU NAMUN HANYA SEBAGAI HIBURAN. 😊


TERIMA KASIH. 🙏


JANGAN LUPA BERI LIKE👍 DAN FAVORITKAN KARYA SAYA


.........


Sesampai di pelataran kantor polisi, Lucas langsung melesat masuk ke kantor polisi karena tidak sabar bertemu Vita. Johan dan Leon menyusul masuk.


Setelah sudah masuk ke dalam, mata Lucas tidak berhenti mencari Vita diantara para pria dan dua wanita dengan wajah lebam. Tapi Lucas tidak menemukan sosok Vita.


Ketika Lucas bersama Johan dan Leon sedang menelisik keberadaan Vita, tiba-tiba ada salah satu polisi memberikan tawaran, “apakah ada yang bisa saya bantu mister?”


Johan menjawab, “saya mau bertanya perihal seorang gadis bernama Vita dengan tubuh berperawakan lumayan tinggi dan putih. Dia juga ikut ditangkap karena ikutan geng motor”.


“Namanya Vita..,”jeda pak polisi sambil mengingat, setelah terbesit dalam pikirannya pak polisi berseragam itu mengatakan, “ Vita berada di ruang introgasi bersama dua rekan laki-laki perihal tawuran mister”.


“Thank you pak”, ucap Johan.


“Apa kami bisa menemuinya?”, tanya Leon ikut menimbrung.


“Ya, boleh, tapi mister siapanya gadis itu? “, tanya pak polisi.


“Kami keluarga jauh Vita tetapi kita sudah anggap dia adik kami pak semenjak tidak ada orang tuanya”,alibi Leon.

__ADS_1


“Baiklah, silahkan masuk”, ucap pak polisi dengan mengatakan mereka menemui para tersangka tawuran.


Pada saat masuk dan menemui Vita dengan wajah lebam, wajah gusar Lucas menjadi dingin.


“Permisi pak, ada wali dari gadis ini datang menemuinya”, ucap polisi tadi yang mengatarkan Leon, Lucas dan Johan. Vita yang mendengarkan ucapan dari polisi tadi menengok ke belakang dengan wajah terkejut dan Lucas yang melihat ekspresi Vita tersenyum sinis.


“Lihatlah sweety, kamu akan mendapatkan hukuman”, batin Lucas yang sudah siap menghukum gadisnya yang telah di cap oleh Lucas sendiri secara sepihak.


Polisi itu mempersilakan ketiga pria berwajah oriental untuk menemui atasannya.


“Silahkan duduk mister. Jadi, anda sekalian keluarga dari Vita?”,ucap polisi tersebut. Ketika Vita akan melontarkan bantahan, Lucas terlebih dahulu membungkam dengan mencubit pahanya dan Vita meringis. Sedangkan Leon menjawab, “ya,kami kakaknya”. Lalu Johan membenarkan ketika ekspresi polisi menaruh curiga, “maksud kami, keluarga jauh pak. Tapi kami sudah anggap dia adik semenjak kecil setelah ditinggalkan orang tua”,ucap Johan dengan senyuman.


“Maksud kedatangan kami ingin membebaskan adik kami atas kenakalannya dan membuat aset jalanan rusak. Kami sebagai orang dewasa akan bertanggung jawab”, ucap Johan dengan berhati-hati.


“Baiklah, sesuai UU pengerusakan properti lingkungan dan kenakalan remaja sudah di jelaskan dalam kertas ini. Saya juga menghimbau agar adik anda diawasi selama 24 jam. Sebagai tindak lanjut mohon memberikan laporan satu minggu sekali selama masa pembebasan kami ajukan”, jawab pak polisi tersebut.


Setelah menandatangani surat peringatan Lucas menyeret tangan Vita dengan erat dan diikuti oleh Leon dan Johan. Sedangkan orang-orang yang masih tertahan di kantor polisi termasuk teman Vita terkejut melihat tiga pria berwajah oriental dan blasteran membebaskan Vita.


Sesudah sampai di pelataran Vita berteriak, “lepaskan! lepaskan!”, dengan meronta dan tangan sedikit sakit karena gegaman Lucas.


“Diamlah!”, bentak Lucas dengan mendorong tubuhnya dengan kasar di jok depan dan mengunci. Kemudian Lucas meminta mereka untuk naik taxi.


“Johan, Leon, aku pergi dulu, kalian naiklah taxi. Thank you, untuk hari ini”, ucap Lucas melesat masuk. Setelah kepergian Lucas, Johan bergumam, “gadis itu pasti kena amukan Lucas. Kasihan dia”, Leon yang berada di samping tersenyum miring dan mengajak Johan pulang.


Vita saat ini terdiam dengan wajah marah dan ingin menangis tapi dia tahankan agar tidak diremehkan oleh pria di sampingnya yang berwajah iblis.

__ADS_1


Lucas yang sedang menyetir mobil melihat Vita terdiam, lalu dia membuka suara dingin, “mana suara gadis yang memiliki sifat onar, kenapa diam saja? Jawab!”, ucap Lucas dengan kata menekan dan diakhir kalimat dengan suara bentakan membuat tubuh Vita kaku dengan tenggorokan tercekat.


“Baiklah, jika kamu tidak ingin menjawab. Kamu dapat menjawab ketika kita telah sampai di hotel”, ucap Lucas dengan amarahnya dan melajukan mobil dengan kecepatan penuh.


Vita yang berada di dalam bersamanya mengumpat dalam batin, “laki-laki brengs*k,sycho, gil*!kenapa aku dihadapkan dengan pria ini yang seperti iblis”.


Beberapa lama kemudian mobil itu berhenti dihotel mahal lalu Lucas turun dan membuka pintu dengan menyeret Vita. Para pengunjung untungnya tidak terlalu banyak dan Lucas sudah meminta Leon untuk meretas CCTV area hotel agar tidak terlihat petugas keamanan. Vita terus meronta sampai kamar VIP yang sebagai tempat peristirahatan. Lucas menghempaskan tubuh Vita dan ia tersungkur.


Lucas melepaskan kemeja lalu mengangkat tubuh Vita yang bergetar dihempaskan di ranjang besar dengan merintih meski ranjangnya empuk. Lucas mengikat tangan dan kakinya lalu mengambil dasi untuk menutup matanya yang telah mengurai air mata. Kemudian Lucas memberikan pelajaran dengan sebuah siksaan seperti adegan mafia. Lucas mengambil bongkahan kecil itu di letakan pada tubuhnya dan tangan nakal terus menyiksa. Suara teriakan Vita terus menggema karena cambukan sabuk pinggang terus dilanjutkan dengan ciuman mendalam. Setelah itu Lucas membuka mata dengan disuguhkan matanya yang basah lalu dia mencium kedua matanya yang basah kemudian tertidur dengan kedua tangan masih terikat beserta kakinya meski Vita sudah memohon untuk dilepaskan tapi Lucas tidak menggubrisnya malah dia menutup tubuh Vita yang tanpa sehelai kain. Tubuh Vita terasa bergetar karena ada sesuatu diantara dua kaki hingga esok pagi.


Paginya Vita terbangun dengan tangan yang sudah terlepas dari ikatan beserta kakinya. Begitu juga tubuhnya yang sudah tertutupi kaos putih milik Lucas. Vita mengusap kedua matanya yang bengkak dan merenggangkan tubuhnya seperti remuk. Vita melihat jam dinding menunjukkan pukul 09.00 siang lalu Vita beranjak ke meja rias melihat tubuhnya yang lebam telah diobati dan luka cambukan. Ketika Vita sedang becermin, Lucas datang dan memeluknya dari belakang sehabis mandi dan hanya mengenakan bath trobe. Lucas mencium pundak Vita dengan menanyakan keadaannya.


“Sweety bagaimana keadaan kamu?”, tanya Lucas dengan nada rendah.


“Baik saja”, ucap Vita yang tubuhnya masih bergetar.


“Syukurlah, hukuman kemarin akan terus berlanjut jika kamu tidak patuh”, ucap Lucas dengan melepaskan pelukan dan membalikan tubuh Vita dengan perkataan pesan peringatan.


“Janganlah, abaikan perkataan aku juga kontrak itu”, peringatan Lucas dengan mencium kening Vita.


“Sekarang mandilah sebentar lagi baju kamu datang dan kita sarapan”, ucap Lucas yang dipatuhi Vita dengan melesat ke kamar mandi.


Sesampainya ke dalam kamar mandi tubub Vita merosot dan menangis dalam bekapan kedua tangan dengan memberikan berbagai umpatan terutama kata iblis yang terus dilontarkan. Sedangkan Lucas sedang menghubungi anak buahnya untuk membereskan segala masalah Vita serta sekolahnya dalam waktu dekat karena Lucas akan membawanya ke Perancis bertemu grandmanya dan ibunya. Setelah itu ia akan membawanya ke Jerman. Selesai menyelesaikan permasalahan Lucas menunggu Vita selesai mandi dan mengenakan pakaian yang sudah ia belikan.


Beberapa lama kemudian Vita keluar dan duduk di samping Lucas yang sudah ditepuk sofa sampingnya. Lalu mereka makan dalam diam.

__ADS_1


Dalam diamnya Vita, ia menyuarakan isi hatinya yang tidak didengar oleh Lucas, "aku bersumpah untuk lepas darinya. Aku tidak akan ditemukannya. Lihat saja, setelah usai segala urusanku", sambil melirik Lucas yang sedang menikmati sajian makanan yang dipesan.


__ADS_2