The Queen Is Doctor Transmigration

The Queen Is Doctor Transmigration
Bab - 21 Aku Minta Paman Kecil Tetap Menemaniku.


__ADS_3

All... jujur aku tuh kebawa masuk sama ceritaku sendiri. Dilema melanda pas mau ngetik... antara aku pengen Safire sama Pangeran Otis, tapi berat sama Alex... kalau Morgan bisa aku tinggalin eh bisa Safire tinggalin maksudnya 🙈 Entahlah... sekarang akhirnya tulis aja jebred jebred 🤣 abisnya ada yg dukung Alex ada yg dukung Otis. Wes lanjooott we lah 🏃🏻‍♀️ Pasti tetep akan ada yang kecewa nantinya, aku menampung suara isi hati kalian yang ingin protes 🙈 wkwkw...


...___________...


Bab.21


Pangeran Otis hanya pasrah, "Kamu ingin Alex memangku mu, Putri?"


"Enggak, tetap lah bersamaku. Bukankah kamu masih menjadi pengawal pribadiku?"


"Tapi, kamu bilang akan memberi Alex kesempatan," Pangeran Otis tak mengerti.


"Aku hanya mengatakan meminta waktu, entah ke depan nya aku masih ditakdirkan dengan Alex atau kami tak bisa bersama lagi. Sampai saat itu, aku minta Paman kecil tetap menemaniku. Mau?"


"Paman kecil?" Pangeran Otis mengulum bibirnya merasa lucu mendengar seseorang memanggil dengan panggilan aneh.


"Hum," Safire mengeratkan pegangan tangan nya pada pakaian Pangeran Otis, lalu menoleh pada Alex. "Aku belum ingin memikirkan kelanjutan pernikahan kita, aku juga masih ingin melihat perubahan mu ke depan nya. Jadi biarkan Paman kecil tetap menjagaku, aku belum percaya padamu Alex. Mengerti lah."


"Tapi... Paman--"


Paman sepertinya menyukaimu, Esmera!

__ADS_1


Namun Alex tak menyuarakan isi pikirannya, dia akhirnya menghela nafas panjang lalu mengangguk. "Baik, sesuai keinginan mu."


"Ekhmmm, jadi masalah ini sudah selesai. Bubarlah! Aku ingin istirahat! Gara-gara masalah ini kepalaku terasa berputar!" usir Kaisar.


"Ayah, kamu melupakan hukuman untuk Alex." Raja Gilmer angkat bicara, dia harus menghukum putranya itu atau para Menteri akan protes saat mendengar masalah ini tapi dia malah tak menghukum putranya.


"Astaga! Hukum saja sesuai cambukan yang dia berikan pada istrinya! Pergi semua!" Kaisar sudah tak sabar ingin segera berbaring.


Semua orang membubarkan diri, Selir Elyana Ibu kandung Alex memanggil putranya untuk menghadap nya di kamar.


Plakkkk!


Tamparan menggema di kamar, Alex tidak ingin membela dirinya sendiri.


"Ibu, aku yang salah. Apa Ibu belum mengerti juga?"


"Ibu tidak ingin mengerti! Sejak awal Ibu tidak menyukai istrimu yang licik itu, lihat sekarang! Dia pembuat onar, mempermalukan mu sama saja dengan mempermalukan Ibu! bagaimana Ibu bisa menghadapi para selir yang lain!"


"Ibu lebih mementingkan tanggapan para selir daripada perasaan putramu sendiri?!" Alex tak habis pikir, Ibu yang selama ini ia hormati ternyata lebih mementingkan harga diri daripada putranya sendiri.


"Alex... bukan begitu maksud Ibu, Hanya saja--"

__ADS_1


"Cukup! Jika Ibu tidak ada kepentingan lagi, aku akan pergi untuk menerima hukuman ku!"


Alex pergi dengan wajah buruk, seorang Ibu harusnya lebih mengerti anaknya dibandingkan orang lain, dia teramat sangat kecewa.


"Anda sudah selesai, Pangeran?" Pengawal menunggu di depan kamar untuk membawa Alex ke ruang hukuman.


"Ayo pergi."


Alex tadinya ingin menemui istrinya tapi perasaan nya sedang tak baik, lebih baik dia tidak menemuinya.


Di dalam kamar Kaisar kini hanya tertinggal Pangeran Otis yang masih memeluk Safira dalam pelukan nya, Pangeran bingung akan membawa Safire kemana.


"Astaga! Kenapa kau masih belum pergi!" Kaisar mengusap wajahnya kasar.


"Kakek Kaisar, Anda tidak diperbolehkan marah-marah. Sejak tadi Anda meninggikan suara, apa ingin sakit lagi?" ujar Safire menajamkan suaranya.


Kaisar ingin membalas perkataan cucu menantunya itu, tapi akhirnya menutup rapat bibirnya.


"Kakek, biarkan aku tidur di Istana. Bukankah ada kamar Alex, aku mau tidur di sana sendiri. Tubuhku terlalu lemah untuk pulang pergi Istana. Ya?" Safire terus merayu.


"Hhhh... Otis! Karena kamu masih di inginkan Esmera sebagai pengawal pribadinya. Kamu siapkan semua kebutuhan Esmera dari pelayan, gaun dan semuanya." Kaisar akhirnya menyerah.

__ADS_1


"Baik Ayah, ayo pergi ke kamarmu." Pangeran Otis berdiri dari duduknya masih dengan memangku Safire dalam pelukan.


__ADS_2