The Queen Is Doctor Transmigration

The Queen Is Doctor Transmigration
Bab - 63 Jangan Berani Mengkhianatiku.


__ADS_3

Bab.63


Di Mansion Duke Vitto Safire dan Daniel sedang menulis bahan - bahan untuk obat penawar, di tahun 2032 di zaman Daniel lelaki itu pernah mendengar penawar nya. Namun, entah di abad ke -17 ini ada tidaknya bahan untuk penawar itu.


"Ini sudah lebih baik Daniel, daripada kita tidak tau sama sekali. Kita tinggal mencari rempah - rempah ini," Safire memijit kepalanya yang sakit, serangan tadi sebenarnya membuatnya shock. Karena tiba - tiba ia teringat penyerangan pada dirinya saat ingin menemui Otis yang pergi dari Istana.


"Dokter Lady Safire berbaringlah, aku akan memberikan infus padamu. Saat memeriksa tadi, detak jantungmu terlalu lemah. Apa kamu trauma karena penyerangan tadi?" ujar Daniel.


"Ada apa? Kamu benar-benar trauma?" Putra Mahkota Otis memeluk tubuh Safire.


"Sedikit, biarkan aku dirawat Daniel sebentar. Kamu bisa kumpulkan setiap Tabib yang kamu kenal, suamiku. Mereka yang tau rempah obat yang Daniel tulis, minta mereka segera pergi menemukan nya." Pinta Safire.


"Baik. Sekarang ayo berbaring di atas ranjang." Putra Mahkota menggendong tubuh Safire dengan penuh kelembutan lalu membaringkan nya di atas ranjang. "Maaf kamu harus mengalami ini, aku akan menyelidiki ini dengan tuntas. Aku dan Alex sudah mengantongi kejahatan keponakan ku itu, tapi kami sedang menunggu Raja memberi keputusan. Sepertinya saat kabar Alex terluka karena racun, Raja akan segera bertindak. Bagaimana pun penyerang itu putra Raja dan darah daging Kakakku juga. Jadi Raja dan kami masih berhati - hati, maaf sayang." Wajah Putra Mahkota Otis begitu sedih.

__ADS_1


"Otis, jangan lembek. Kamu yang aku kenal saat pertama kali adalah kamu yang tidak memandang apapun jika itu demi keadilan. Itu yang aku suka darimu, kamu membela dan melindungi ku dari Alex meskipun aku adalah wanita bersalah. Namun kamu selalu menggali fakta terlebih dahulu tanpa men-judge dan mengambil keputusan yang bijak. Jangan biarkan nyawa seseorang terancam lagi," Safire mengelus wajah suaminya seketika membuat perasaan nya damai. "Aku percaya padamu, sayang."


Putra Mahkota Otis mengecup kening Safire, mengambil tangan mungil wanita itu mengecupnya. "Aku tau, terima kasih istriku... kamu wanita hebat."


..................


Di sebuah kamar megah seorang lelaki tengah menikmati permainan seorang wanita di atas tubuh telanjang nya, si wanita terus menggerakkan pinggul nya ke depan dan belakang terkadang ke atas lalu menekan ke bawah lagi. Menyesuaikan ritme gerakan agar bisa memuaskan si pria dan gairah dirinya sendiri.


"Kau janji hanya aku wanita.. muhh... ahhhh.... hhhh..." wanita itu terus bergerak.


"Hanya kamu... ahhhhh..." Si pria akhirnya mendapatkan pelepasan lalu diikuti si wanita.


Keduanya masih saling membelit terengah - engah meresapi kenikmatan yang baru saja didapat.

__ADS_1


"Jangan berani mengkhianati ku, mengerti." si Wanita memainkan bulu pirang halus di dada bidang si pria.


"Tidak akan, hanya ada kamu. Setelah semua selesai kita akan menikah dan kamu akan menjadi Putri Mahkota lalu menjadi Ratu penguasa Kerajaan. Istriku satu - satunya..." janji si pria.


"Tentu saja aku harus menjadi Ratu dan istrimu satu - satunya. Kamu sudah berjanji jika berhasil membunuh Paman mu, iya kan."


"Iya, terima kasih atas semua bantuan mu. Apa orang - orang suruhanmu itu sudah berhasil membunuh Paman Otis sekarang?"


"Entahlah, seharusnya sudah ada laporan. Mungkin sebentar lagi," jawab si wanita. "Kamu bisa tenang, jika semua ini diselidiki mereka akan curiga pada Pangeran Bancroft Pangeran ke -2 karena dia yang selama ini menyerang Pangeran Yaron, Alex dan Levon. Kali ini mereka pasti akan mencurigainya karena aku sudah mengaturnya seperti itu. Namamu akan aman Pangeran -8, kekasihku." Lady Hadley kembali memanaskan mesin nya untuk kembali memuaskan gairah yang hadir lagi.


"Punyamu masih keras sayang, ayo sekali lagi," ajak Lady Hadley putri dari Bangsawan dan Menteri perang Duke Amigo.


Lady Hadley sangat disayang oleh sang Ayah, karena selalu berkontribusi dengan memberikan gagasan brilian saat terjadi perang. Jika ada yang menyakiti Sang Putri, Duke Amigo tak segan - segan akan menyerang siapapun. Apalagi Duke Amigo yang memegang kendali setiap Panglima dan prajurit di Kerajaan, siapapun yang berani menentangnya tidak akan selamat. Itu lah yang dimanfaatkan oleh Pangeran ke -8, Pangeran Burke. Lelaki itu sengaja mendekati Lady Hadley yang terkenal maniaxs s e x, mengandalkan tubuh gagah dan paras tampan untuk merayu wanita itu.

__ADS_1


__ADS_2