
Istana.
Para Bangsawan beserta keluarganya mengangkat tinggi gelas minuman untuk menghormati Raja dan Ratu baru, bersiap meminum dengan khidmat. Namun, saat perkataan Ratu Safire tiba - tiba suasana yang khidmat menjadi mencekam. Wajah orang - orang yang mempunyai hati busuk seketika menggelap karena ketakutan, sedangkan orang - orang yang tidak tau apapun saling berbisik.
"Aku katakan sekali lagi... sebagai Ratu yang akan selalu berada di samping Raja. Aku meminta kalian semua berani membuktikan kesetiaan kalian kepada Paduka Kaisar dan Yang Mulai Raja untuk meminum minuman yang berisi racun di tangan kalian. Orang yang berani meminumnya... aku akui kesetiaan nya. Orang yang menentang dan tidak ingin meminumnya, aku sudah mengukur kadar kesetiaan nya. Silahkan maju satu persatu setiap anggota keluarga dan meminumnya... tenang saja aku juga sudah memasukkan ramuan penawar khusus dariku. Kalian semua pasti tau aku adalah Tabib ajaib, jadi ramuan di dalam itu pun ajaib. Siapapun yang meminum racun dan berhati lurus dan benar-benar setia mendukung Kaisar dan Raja... maka ramuan ajaib ku akan bereaksi dengan penawarnya. Namun, jika hati orang yang meminumnya busuk maka khasiat dari obat penawarnya tidak akan membantu dan yang meminumnya akan mati." Safire berkata seenteng itu seolah itu bukan lah tes kesetiaan mempertaruhkan nyawa antara hidup dan mati.
Para penjahat saling berpandangan mencari sedikit saja kode dari teman persekongkolan mereka, Safire tentu memperhatikan interaksi diantara mereka.
"Bagaimana jika salah satu dari kami tidak ingin meminumnya?" tanya seseorang.
"Maka hukuman nya adalah seluruh anggota-nya akan dibunuh karena sudah terbukti tidak setia pada Paduka Kaisar dan Yang Mulia Raja. Namun, jika dia meminumnya dan mati karena racun. Maka anggota keluarga lain akan kami ampuni nyawanya untuk memiliki keturunan dan melanjutkan kebangsawanan, hanya saja kebangsawanan akan kami turunkan ke paling terendah atau mungkin dicabut kebangsawanan nya dan menjadi rakyat jelata." Tegas Safire.
__ADS_1
Semua orang tertegun, perkataan Ratu Safire membuat semua orang semakin waspada.
Safire harus melakukannya, jejak kaki memang tak bisa Safire duga itu milik siapa karena terlalu banyak orang yang harus di tes menyamakan dengan ukuran jejak alas kaki yang tertinggal. Namun, dari sidik jari dan DNA ia sudah mengantongi siapa pemilik DNA tersebut setelah 2 hari kemarin ia dan Daniel menghabiskan waktu mendatangi setiap kediaman para Bangsawan sekaligus para Menteri untuk memeriksa mereka semua dengan alasan sedang melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum penobatan Raja dan Ratu.
Setelah berhasil mencocokkan dan mengantongi identitas para pembunuh, kini Safire tinggal memancing secara lisan kebenaran dari mulut si pembunuh langsung.
"Maju...!!! Pertama - tama anggota keluarga, setelahnya Kepala keluarga!" titah Otis untuk pertama kalinya sebagai seorang Raja. Ia berkata dengan suara tegas dan tak ingin dibantah.
Semua orang akhirnya maju satu - persatu dari setiap anggota keluarga, meminum satu gelas yang sudah berada di tangan mereka.
"Duke Alvaro, ada apa? Putra Anda yang harus meminumnya," Safire berwajah dingin, ia tak menahan raut kebenciannya pada orang - orang yang sengaja ingin menjebak suaminya bahkan berani membunuh seorang Raja.
__ADS_1
"Saya akan menggantikan putra saya, mohon ijinkan." Jawab Duke Alvaro.
"Tidak! Putramu yang harus meminumnya!" tolak Safire tak ada sedikit pun rasa belas kasihan jika si pembunuh mati karena racun itu.
Namun Duke Alvaro tak mengindahkan penolakan Ratu Safire, pria paruh baya itu tetap meminum dari gelas yang dipegang putranya dengan sekali teguk. Lebih baik dia yang mati daripada seluruh keturunannya ikut mati karena putranya ragu meminumnya, setidaknya garis keturunan nya masih bisa dilanjutkan.
BRUKKKK
Tubuh Duke Alvaro terjatuh tergeletak di lantai dengan mata terbuka serta busa yang keluar dari mulutnya.
Setiap orang memundurkan tubuh mereka seraya berteriak ketakutan, si pembunuh bernama Zean berlutut di depan tubuh Ayahnya yang sedang meregang nyawa. "Ayah...! Tidak!"
__ADS_1
"Bawa pengkhianat tak setia ini ke dalam! Sebentar lagi dia akan mati karena racun yang menyebar ke seluruh tubuhnya!" teriak Safire seraya mengangguk pada Duke Vitto agar mereka mengurus tubuh orang yang terkena racun, agar nantinya diberikan penawar. Safire tak sungguh - sungguh ingin siapapun mati, ia hanya menggertak.
Sebenarnya tidak ada racun di semua minuman, hanya dimasukkan obat hipnotis ramuan yang diracik Daniel agar setelah meminumnya mereka merespons dan menuruti ucapan Safire. Racun hanya ada di gelas si para pembunuh, namun sayang... Duke Alvaro malah menggantikan putra pembunuhnya dan akhirnya terkena racun.