The Queen Is Doctor Transmigration

The Queen Is Doctor Transmigration
Bab - 78 Berkuda Tengah Malam.


__ADS_3

21+


Malam itu Raja Otis mengumpulkan setiap Menteri yang masih setia, beserta para Pangeran juga saudara-saudaranya putra sang Kaisar yang beberapa menjadi Menteri juga beberapa hanya membantu di Istana tanpa ambisi.


Raja Otis menoleh pada kakak ketiganya, "Kak, apa rencanamu?" sang kakak kini menggantikan dirinya menjadi penasihat Raja.


"Menurutku, kita jangan menunggu. Mereka memberikan waktu seminggu maka kita akan menyerang sebelum itu. Namun, persiapan harus benar-benar matang," jawab sang Kakak.


"Menurutmu bagaimana, Jenderal Saint?" salah satu Jendral dari lima Jenderal termasuk Alex yang masih menjabat sebagai Jenderal.


"Menurut hamba, benar adanya perkataan Penasehat, kita harus menyerang lebih dulu. Jika menunggu mereka menyerang, rakyat di sekitar istana akan terkena dampaknya. Jika kita menyerang Mansion Duke Amigo, di sekeliling nya hanya hutan dan beberapa para Bangsawan yang juga condong mendukung nya."


Raja Otis mengangguk setuju, "Baik! Paduka Kaisar pun sudah memberi ijin, sebaiknya kira persiapkan semuanya selama empat hari. Hari ke-5 kita akan menyerang mereka, mengerti!"


"Baik, Yang Mulia."

__ADS_1


Selama berjam - jam mereka semua masih berada di dalam ruangan mengatur segala hal termasuk mengatur keamanan untuk Istana saat para prajurit pergi berperang.


Tengah malam Raja Otis baru kembali ke kamar nya, ia membersihkan diri lalu naik ke atas ranjang megah miliknya memeluk Safire ke dalam pelukan.


"Emm... sayang kamu kembali..." lirih Safire seraya membuka mata kantuknya.


"Maaf terlambat, para Menteri sedang mendiskusikan tetang beberapa pembangunan untuk rakyat."


"Apa pembangunan medical center sudah ada kemajuan?"


"Sudah, pembangunan sudah terealisasi. Kamu senang?" Raja Otis menurunkan bibirnya ke cerukan leher Safire menyessap disana.


"Bolehkah? Apa jika kita melakukannya, anak kita akan marah di dalam sana karena aku ganggu."


"Hahaha... hahaha... astaga Otis. Kenapa kamu berpikir anak kita akan terganggu, kamu konyol sekali." Safire bangkit dari baringan nya, dengan nackal dia mulai naik ke atas tubuh suaminya.

__ADS_1


Itu pertama kalinya Safire bersikap agresif, mungkin bawaan janin di dalam sana. "Aku akan memuaskan mu, selama ini kamu yang selalu memuaskan ku. Bersiaplah..."


Mata Raja terbelalak saat istrinya menundukkan kepalanya tepat di benda pusaka miliknya, membuka kain yang menutupi lalu memasukkan milik sang Raja ke dalam mulutnya.


"Akhhhhh... sayang... ini....apa yang kamu lakukan..." Raja ingin menahan errangan yang lolos keluar tetapi ia tak mampu.


Safire tak menghiraukan racauan suaminya, ia terus mengulum tombak besar milik sang Raja dengan bersemangat.


Setelah puas Safire melepaskan benda kenyal favoritnya dari mulut lalu mulai membuka gaun tidur malam nya masih dengan posisinya di atas. Tak lama setelah tubuh keduanya polos, Safire mengangkat tubuhnya lalu mulai menyatukan bagian inti tubuh keduanya.


"Akhhhhh...." Safire melengkungkan tubuhnya ke depan menon jolkan dada besarnya pada Raja lalu mulai bergerak.


"Buah lezat ini sayang jika tidak aku makan," Raja mulai menyedoott sebelah gunung milik istrinya dan sebelah lagi ia mainkan dengan memutar-mutar pucuk dada Safire membuat wanita itu semakin mempercepat gerakan nya diatas tubuh Raja Otis.


"Apa kegiatan berkudamu ini menyenangkan, sa... yang... hhhhhh... akhhh..." Raja menyeimbangkan gerakan Safire diatas tubuhnya.

__ADS_1


"Aku... akhh... Otis... aku tak bisa menahannya lagi... akh..." tubuh Safire tersentak lalu bergetar hebat kemudian ambruk di tubuh suaminya.


"Sekarang aku yang akan mengeksekusi kegiatan berkuda mu," Raja mulai membalikkan tubuh Safire, sekarang posisinya berada dia atas tanpa menunggu lama ia menyatukan kembali milik mereka berdua kemudian mulai bergerak. Sampai akhirnya untuk kedua kalinya Safire mencapai pun cak kli maks bersama Raja yang juga meraih kenikmatan nya.


__ADS_2