
Masa Depan, 2030.
Morgan menemani Safire yang tak sadarkan diri di ruang ICU, dengan dua orang detektif ikut berada disana.
"Maaf, Pak Menteri. Anda sudah menyerahkan diri dan meminta waktu untuk mengecek kondisi Dokter Safire. Kapan Anda ingin pergi?" tanya salah satu Detektif.
"Sekarang bawa aku pergi, sebentar." Morgan bangkit dari duduk nya di samping ranjang mendekat ke arah tubuh Safire mengecup kening wanita itu lembut. "Jangan maafkan aku karena perbuatanku padamu, cepatlah pulih. Aku harus pergi untuk menghukum diriku karena menyakitimu." Bisik Morgan.
Morgan menegakkan kembali tubuh tegap nya, membalikkan tubuh berjalan ke arah detektif. "Mari."
Roh Esmera terus melayang - layang di sekitar tubuh Safire yang dilengkapi dengan peralatan medis khusus yang digunakan untuk menunjang proses pengobatan dan pemulihan pasien.
"Kenapa aku tidak bisa kembali ke tubuh Safire? Apa Safire kembali ke dalam tubuhnya? Jika iya, seharusnya aku juga kembali masuk ke dalam tubuh asliku di masa lalu. Atau raga Safire tak bisa dimasuki roh dan jiwa? Apa roh dan jiwa Safire sudah kembali ke masa lalu masuk kembali ke dalam tubuhku?" roh Esmera terus bicara sendiri seraya melayang di udara.
................
Kerajaan, Masa lalu.
Kereta kuda berjalan lambat karena Safire merasakan pegal di seluruh tubuh. Mungkin karena kegiatan panas suami istri sepanjang malam pengantin kemarin malam bersama sang suami.
"Maaf, sayang. Aku terlalu berlebihan..." wajah Putra Mahkota Otis memelas menyesal.
"Astaga, Otis. Aku sudah berapa kali katakan, aku tidak apa - apa. Hanya sedikit kelelahan," Safire menenangkan.
"Aku sudah katakan agar membatalkan perjalanan datang ke rumah Duke Vitto, tapi kamu tetap ingin datang." Protes Otis.
"Tidak enak kalau tidak jadi datang, ini pertama kalinya aku akan bertemu dengan seluruh keluarga baruku." Safire menggeleng.
Alex berada di atas kudanya di samping kereta kuda Putra Mahkota Otis, "Paman, Safire adalah seorang Dokter. Dia tau kondisi tubuhnya sendiri."
__ADS_1
"Alex benar," Safire mengangguk mengiyakan ucapan Alex.
"Kalian berdua selalu kompak," decak kesal Otis.
"Cemburu lagi?" Safire memeluk tubuh suaminya.
"Jangan cemburu pada kami, aku bahkan tak tertarik lagi pada cangkang yang ditinggal pergi oleh jiwa Esmera." Ujar Alex penuh penekanan.
"Hhhhh, aku tau. Semoga suatu saat kamu dan Esmera bisa bertemu." Jawab Otis.
Tiba - tiba kuda para pengawal di depan meringkik keras, lalu terjatuh ke atas tanah.
"AWAS...! Ada penyerang...!!!" teriak salah satu pengawal yang diberikan Kaisar.
Alex menarik pedang dari sarungnya, dia menyipitkan mata merotasi sekeliling yang sangat gelap.
"Paman, jangan tinggalkan Safire!" teriak Alex lalu tiba - tiba sebuah panah mengarah pada kereta kuda. Alex dengan ketangkasan nya menjegal panah itu dan berhasil.
"Hiattt!!"
Trang
Trang
Trang
Pertarungan terjadi para pengawal dan Alex masih sanggup melawan penyerang, namun saat rentetan panah dari semak belukar berterbangan ke arah mereka seketika beberapa pengawal terkena panah dan tumbang.
Alex masih sibuk melawan penyerang - penyerang itu, ia melirik ke arah kereta kuda dan melihat sang Paman sudah keluar dari dalam kereta.
__ADS_1
"Tidak Paman! Masuk kembali! Kamu adalah Putra Mahkota! Biarkan kami melindungi mu!" teriak Alex.
"Aku tidak bisa berdiam diri saja saat penyerang menusuk kereta kuda dan hampir menusuk istriku! Aku akan membunuh mereka yang berani menyakiti Safire!" teriak Otis.
Trang
Trang
Tiba - tiba Alex melihat sebuah panah dengan ujung tajam belati mengarah ke arah sang Paman.
"Paman!" Alex berlari menghalangi tubuh Otis dengan tubuhnya sendiri. "Arghtt!"
"Alex!"
Otis melihat wajah Alex seketika memutih, mata Alex terpejam. "Panah beracun! Alex! Alex! Buka matamu!"
.................
Masa Depan, 2030.
Baru saja Morgan keluar dari rumah sakit, tiba - tiba sebuah peluru bersarang di perutnya. Peluru berasal dari sebuah mobil yak tak jauh dari Morgan berdiri, lalu mobil itu pergi.
"Arghhtt!" Morgan memegang perutnya yang mengeluarkan darah. Lalu tubuhnya limbung ke atas tanah tak sadarkan diri.
.
.
.
__ADS_1
...Mungkinkah Alex ke masa depan menyusul Esmera dan akhirnya...? 😀...