
Istana.
8 Bulan Kemudian...
Lady Ziotta berlari seperti dikejar an jing gila, wanita itu sudah kewalahan menghadapi Pangeran Levon yang terus mengejarnya setelah berpisah dari Lady Abigail.
Setelah mendengar saat dirinya sekarat karena tertusuk namun Abigail malah sibuk merayu saudaranya Alex, sejak saat itu sebenarnya Pangeran Levon sudah bersikap dingin pada Abigail hingga wanita itu pergi dari kediaman Pangeran Levon dan kembali ke rumah orang tuanya. Namun, langkah - langkah balas dendam yang sudah lama Abigail susun pupus sudah karena namanya ada dalam daftar para pemberontak Tahta. Itu karena Abigail ikut memberikan ide pada Lady Hadley saat mereka ingin bekerja sama. Setelah Abigail dipenjara, Pangeran Levon pun menceraikan Abigail.
Kini Pangeran Levon malah tertarik pada Ziotta yang dengan jelas mencintai Alex. Sekali lagi permasalahan antara Pangeran Levon dan Pangeran Alex ( Morgan ) terjadi seperti beberapa waktu silam kepada Lady Abigail.
"Hei! Pangeran Levon! Aku sudah bilang aku hanya mencintai Pangeran Alex! Jangan ganggu aku!"
"Tapi kak Alex cuek padamu! Lihat aku, selalu memperjuangkan dan tak berhenti mendekatimu!" ujar Pangeran Levon percaya diri. "Aku pernah mempunyai istri, kak Alex pun sama! Jangan membeda - bedakan kami!" teriak Pangeran Levon tak terima cintanya selalu ditolak putri bungsu dari Duke Vitto itu.
"Memangnya cinta bisa ditawar!"
"Tentu saja bisa! Pilih lah lelaki yang memperjuangkan mu bukan yang kamu perjuangkan! Kamu akan selalu bahagia di sepanjang hidupmu!"
Kedua orang itu selalu beradu argumen tentang makna cinta, dan mereka berdua terkadang tidak sadar sedang berada dimana.
Saat Lady Ziotta tersadar ia menoleh ke samping ternyata tanpa sengaja ia berlari dari kejaran Pangeran Levon dan masuk ke ruangan musyawarah. Setiap Menteri bahkan Morgan yang memasuki tubuh Alex yang sudah hidup selama 8 bulan di abad ke -17 itu juga ada disana.
Seketika wajah Lady Ziotta dan Pangeran Levon memerah malu, apalagi Duke Vitto sang Ayah juga sedang mengawal rapat musyawarah.
"Ziotta! Kau dan segala kecerobohan mu!" geram Duke Vitto pada putri bungsunya.
Namun Morgan malah bangkit dari duduknya, mendengar teriakan Pangeran Levon yang mengatakan dia cuek pada Ziotta itu tidak sepenuhnya benar. Nyatanya dia hanya menunggu waktu yang tepat untuk mengungkapkan perasaan nya pada Ziotta, wanita yang selalu ada untuknya. Dengan langkah lebar Morgan mendekati Lady Ziotta, lalu berlutut di hadapan wanita itu dengan menekuk sebelah kaki.
"Lady Ziotta, maafkan aku yang selama ini menjadi pengecut dan selalu mengabaikan kebaikan dan pengejaran mu. Sekarang, maukah kamu menikah denganku dan menjadi satu-satunya istriku?"
Nafas terkejut terdengar serempak, orang - orang yang sedang mengikuti rapat menunggu kelanjutannya.
__ADS_1
Pangeran Levon maju, "Kak Alex, menikah katamu? Bahkan bukan mengajak pendekatan?" teriak Pangeran Levon tak menyangka kakak nya akan begitu berani melamar Ziotta langsung di hadapan semua orang.
"Alex.... huhuhu..." Ziotta yang sudah menunggu balasan cinta dari Morgan sejak lama begitu terharu. "Kamu mencintaiku?" tanya Ziotta masih tak percaya dengan yang diucapkan Morgan.
"Aku mencintaimu, hanya kamu." Morgan lalu berdiri menarik tubuh Ziotta memeluknya.
"Akh! Astaga! Kepalaku!" Duke Vitto seketika sakit kepala melihat sang putri yang bahkan belum menikah berpelukan dengan seorang laki-laki di depan banyak orang.
"Haahahaha.... " Raja Otis tak kuasa lagi menahan tawanya, akhirnya semua orang yang ada di ruangan ikut tertawa terbahak - bahak.
"Selamat Duke Vitto, Anda sebentar lagi akan menikahkan putri Anda dengan seorang Pangeran. Selamat... selamat..." ujar salah satu orang disana dengan tersenyum.
Pangeran Levon menerima dengan lapang dada, kali ini dia yang kalah. "Jangan sia-siakan Ziotta, dia wanita baik." Ia menepuk pundak kakaknya.
Di dalam kamarnya Safire tersenyum saat mendengar penuturan dari suaminya tentang kejadian hari itu di ruang rapat, ia sesekali mengelus perut hamilnya yang sudah membuncit besar.
Tiba - tiba Safire meringis kesakitan, perutnya kontraksi. "Arghhhtt... sayang, perutku kontraksi."
"Panggil Ziotta dan Zabrina, mereka sudah belajar cara membantu melahirkan. Cepat!" teriak Safire di tengah rasa sakitnya.
"Pengawal! Panggil Ziotta dan Zabrina!"
Saat proses melahirkan Raja Otis tak sabaran, ingin menerjang masuk tapi saat mendengar sang Ratu berteriak kesakitan ia hanya bisa menahan nafas. "Semoga Safire dan anakku baik-baik saja."
"Eaaaaa...... eaa......"
"Selamat Yang Mulia Raja! Pangeran kecil telah lahir!"
"SELAMAT YANG MULIA RAJA, SELAMAT YANG MULIA RATU!"
_______________Tamat________________
__ADS_1
...Wah enggak rela novel ini akhirnya tamat, tapi gimana lagi alur udah mentok. Pembaca lama udah pada mulai bosan dengan alur, tokoh dan lainnya. Jadi seperti karya-karyaku yang lain yang selalu TAMAT hanya dengan puluhan chapter tidak sampai ratusan. Maaf, janji awal tamat di part-90 nyatanya harus tamat di bab ini karena aku nggak mau memutar-mutar lagi cerita yang sudah terlihat hilal-nya eh endingnya 🤣...
...TERUNTUK semua yang rajin Komen, Like, Vote, Rate 5 🌟🌟🌟🌟🌟 juga menyisihkan sebagian gift nya untuk karya recehku ini TERIMA KASIH yang sebesar-besarnya tanpa ada perbedaan si A si B. Bagiku kalian semua Is The Best dalam mendukungku 👍👍👍 Semoga karyaku selain untuk bacaan menghibur, juga ada hal manfaat yang bisa diambil. LOVE U 💋💋💋 🙏🙏🙏...
Aku nggak pernah panjang-panjang All kalau membuat suatu karya, jd karya ini juga nggak panjang ya soalnya selera pembaca ada yang cepat bosan dengan alur yang panjang. Karyaku yang singkat padat jelas dengan alur yang nggak bertele - tele, mungkin kalian suka klik aja profilku ya.
👇4 Recommended karya singkat ku👇
Terjebak Dalam Tubuh Istri Yang Dibenci.
Kau Khianati Aku, Kugoda Bos-mu.
Pelacur Yang Dirindukan.
4.One Night Stand And 1000 Dollar.
__ADS_1
Ada beberapa karya lainnya juga, silahkan saja baca mungkin akan suka 😘🙏💋