The Queen Is Doctor Transmigration

The Queen Is Doctor Transmigration
Bab - 39 Berbahagialah Dengan Lelaki Pilihanmu.


__ADS_3

Bab.39


Prankkk !!!


Brakkk !!!


Suara - suara ribut terdengar memekakkan telinga, Safire berlari keluar kamar firasatnya buruk. " Tidak mungkin si pemarah Alex mencekik Abigail--"


Ternyata benar, Alex sedang mencekik leher kecil si wanita pembohong.


"Astaga!" Safire menepuk jidatnya, berlari mendekati Alex menarik tangan besar lelaki itu dari leher Abigail. "Lepas! Alex!!"


"Biarkan aku membunuhnya! Dia sudah berbohong padaku membuatku kehilanganmu ! Sekarang dia bahkan berani ingin membunuhmu! Aku akan menguburnya!"


"Alex!! Dia seorang Putri juga istri dari adikmu! Jangan lakukan ini! Bagaimana kau mempertanggung jawabkan nya di depan Pangeran Levon!"


"Tidak...!! Aku tidak akan melepaskan wanita ke ji ini!"

__ADS_1


Safire melihat wajah Abigail sudah memerah dengan nafas megap - megap. Alex Sial!


"Alex, lakukan demi aku... ya?" Safire sengaja melembutkan suaranya.


Seketika tangan Alex di leher Abigail melonggar, nafas Alex masih menderu. "Kau selamat karena Esmera! Berterima kasihlah padanya!"


Safire menarik lengan Alex agar menjauh dari Abigail, para pelayan Abigail yang bergetar ketakutan segera mengurus majikan mereka yang teronggok lemas di lantai.


"Kau dan amarahmu!" gerutu Safire seraya menarik Alex masuk kembali ke kamar. Mendudukkan lelaki itu di kursi, bersedekap menatap dada Alex yang kembang kempis karena emosinya.


"Esmera... kita memang sudah sepakat akan berpisah, tapi bukan berarti aku tidak akan perduli padamu. Biarkan tindakanku kali ini pada wanita itu, memang benar aku kehilanganmu karena kebohongan nya." Alex membenarkan tindakan nya.


Alex mengangguk, "Aku akan mengatur dulu emosiku, baru pergi melihat keadaan wanita itu."


Safire menggeleng lalu beranjak ke arah ranjang dimana Pangeran Levon masih terbaring tak sadarkan diri.


Tak lama Ibu Ratu dan Raja tiba, Safire sedang memberikan transfusi beberapa kantong darah pada Pangeran Levon karena kondisinya tidak membaik setelah ia merawat lukanya.

__ADS_1


"Apa yang sedang kamu lakukan, kenapa plastiknya merah seperti darah?" tanya Raja penasaran, dia baru melihat cara bekerja Safire.


"Itu darah yang sama dengan Pangeran Levon, Pangeran kekurangan darah. Ini dinamakan transfusi darah, artinya mengalirkan darah dari kantong ini ke dalam tubuh Pangeran. Sekarang nyawa Pangeran sudah tak berada dalam bahaya lagi. Saya harus pergi ke Istana memeriksa kondisi Kakek Kaisar dan Pangeran Yaron, Paduka Raja. Mohon undur diri, saya akan kembali kesini nanti." Safire mengangkat pinggiran gaunnya dengan sopan dan penuh hormat.


"Hm, pergilah." Jawab Raja.


"Tunggu! Kalian datang bersama kesini, aku dengar juga semalam kamu mabuk di pesta dan Alex membawamu ke kediaman kalian. Apa kalian sudah berbaikan dan kembali bersama?" tanya Ratu.


Safire melirik Alex kebingungan menjawab.


"Kami sudah berbaikan tapi belum kembali bersama, maaf Ibu Ratu tapi kami sudah harus pergi. Esmera, ayo." Pangeran Alex mengangguk pada Safire berbalik pergi keluar.


"Saya pergi," sekali lagi Safire memberi hormat lalu membalikkan tubuhnya mengikuti Alex keluar.


"Hm, mmm... wanita menarik istri Alex ini. Kenapa wanita sehebat dia baru menampakkan diri? Jika ada tabib seperti dia, mungkin sejak dulu para prajurit yang kembali dari perang akan banyak terselamatkan. Tadinya aku masih ragu mendengar Ayah sembuh berkat dia, tetapi sekarang aku melihat dengan mata kepalaku sendiri dia menyelamatkan Pangeran Levon." Ujar Raja mengagumi Safire.


Safire sudah berada di dalam kereta kuda bersama Alex, lelaki itu terus menatap Safire yang memejamkan mata karena semalam kurang tidur karena terus memeriksa suhu tubuh Pangeran Otis yang sedikit demam.

__ADS_1


Esmera, kamu wanita baik dan hebat. Aku memang tidak pantas untukmu. Aku melepasmu... berbahagilah dengan lelaki pilihanmu.


__ADS_2