The Queen Is Doctor Transmigration

The Queen Is Doctor Transmigration
Bab - 76 Cintamu Sudah Terbagi.


__ADS_3

Istana.


Raja Otis mengenali belati yang berada di tangan sang Ratu, dia mengambil untuk memastikan.


"Apa ini belatimu, Burke?" tanya Raja.


Pangeran Burke menggeleng, tubuhnya dengan perlahan mundur ke belakang.


"Tangkap dia!" titah Raja.


Para pengawal segera memegangi tubuh Pangeran Burke, Pangeran kedelapan putra mendiang Raja Gilmer itu memberontak. "Paman! Aku tidak tau apa yang terjadi! Aku tidak tau apa-apa!"


"Bawa dia ke sel, besok aku akan menyelidikinya sendiri!" Raja Otis tak ingin mendengar pembelaan sang keponakan.


"Laporkan ini pada Kaisar saat pagi, biarkan malam ini beliau istirahat. Mengerti!" ujar Raja.


"Baik, Yang Mulia Raja."

__ADS_1


Raja Otis menoleh pada istrinya yang memeluk si serigala, awalnya ia cemburu karena Safire terlalu berlebihan menyayangi Rover. Namun kini, ternyata insting istrinya tak pernah salah, hewan buas pun jika disayangi dengan tulus akan bersikap sama pada kita.


"Maaf karena aku sempat cemburu dan membencimu anak serigala, terima kasih karena sudah membantu mencari siapa pelakunya," Raja Otis mengangkat tangannya ingin mengelus kepala Rover, tetapi si serigala memamerkan gigi tajam nya membuat Raja mengurungkan niatnya. "Baik, kamu sepertinya belum menyukaiku."


"Hihi..." Safire cekikikan mendengar suaminya berbicara dengan serigala-nya, sejak awal Raja malah menertawakan Safire karena istrinya itu bicara dengan hewan sudah seperti berbicara dengan manusia. Kini Raja bahkan menirukan kebiasaan sang istri yang pernah ia tertawakan.


"Kamu puas, sayang? Lihatlah, aku semakin mirip denganmu." Raja menggerutu, tiba-tiba ia memangku tubuh Safire. "Ayo kita tidur lagi, besok adalah hari yang berat."


Ratu Safire masih memeluk Rover dalam dekapan nya seketika si serigala menatap tajam pada Raja. "Rover, jangan begitu, dia adalah suamiku. Laki-laki yang aku cintai, kamu harus mulai menyukainya. Mengerti."


Rover menurut, kepala serigala itu menunduk tak bermuka garang lagi di hadapan Raja.


"Hhhhh... cintamu sudah terbagi dengan serigala dan sebentar lagi terbagi pada anak kita. Untung saja aku laki-laki yang gampang puas meskipun hanya diberikan sedikit cinta," gerutu Raja kemudian berjalan ke arah kandang Rover baru kembali masuk ke kamar mereka.


Ratu Safire hanya cekikikan sepanjang jalan, benar - benar tak terlihat wibawa seorang Ratu.


Esoknya... Raja Otis sendiri yang menyelidiki keponakan nya, Pangeran Burke. Akhirnya setelah berjam - jam memeriksa dan menyatukan bukti baru dengan bukti - bukti saat penyerangan di malam yang membuat Alex terpanah racun. Raja Otis membuat kesimpulan, Pangeran Burke adalah penjahatnya.

__ADS_1


"Aku tidak menyangka, Burke. Hukuman mu akan lebih berat dari kakakmu Pangeran Bancroft. Apa kamu juga yang memerintahkan pembunuhan Ayahmu, mendiang Raja Gilmer?"


Pangeran Burke terus terdiam, sejak ditangkap ia hanya beberapa kali menjawab pertanyaan Raja Otis.


"Kamu tidak mau menjawab, baik. Aku yakin seperti bukti - bukti yang aku dapatkan, bukti kamu memerintah untuk membunuh Ayahmu sendiri akan datang padaku! Kamu lebih jahat dibandingkan Pangeran Bancroft, setidaknya dia tidak berpikir ingin membunuh Ayahnya sendiri!" Raja Otis murka. "Penjaga! Jangan berikan dia minuman bahkan makanan selama tiga hari! Biarkan dia berteriak meminta nya dengan memohon!"


Wajah Pangeran Burke menggelap, dia tidak ingin memohon pada siapapun dari pihak Istana. Ia yakin kabar penangkapan nya akan segera sampai pada kekasihnya, Lady Hadley.


Benar saja, tak lama Lady Hadley datang dengan membawa surat kuasa dari Ayahnya Duke Amigo, Menteri perang/pertahanan.


"Minggir! Buka sel!" bentak Lady Hadley dengan arogan.


"Maaf, Lady. Yang Mulia Raja berpesan tidak boleh ada yang mengunjungi Pangeran Burke," tolak sang penjaga.


"Berikan surat kuasa dari Ayahku, Menteri pertahanan pada Raja Otis!" Lady Hadley menyodorkan surat kuasa pada penjaga.


Si penjaga menyerahkan pada penjaga lain agar segera diberikan pada Raja. "Kami harus menunggu ijin dari Yang Mulia Raja, tunggu sebentar."

__ADS_1


"Beraninya! Aku bilang Ayahku adalah Menteri pertahanan! Kau masih tidak mengerti! Buka..!!"


Si penjaga serba salah namun akhirnya dia membuka gembok sel dan membuka pintu penjara membiarkan Lady Hadley yang ditemani beberapa pengawal berpakaian serba hitam terlampir jubah hitam di punggung mereka dengan rambut panjang berantakan dan wajah yang penuh goresan luka seketika membuat orang yang melihatnya akan ketakutan karena terlihat sangat bengis.


__ADS_2