The Queen Is Doctor Transmigration

The Queen Is Doctor Transmigration
Bab - 57 Ruang dan Waktu yang Memisahkan.


__ADS_3

...Alur maju mundur 😘...


...............


Bab.57


Kerajaan, Masa lalu.


Bulu mata Esmera bergerak - gerak, Alex melihatnya. "Paman, bulu mata Esmera tidak... maksudku bulu mata Safire bergerak."


Pangeran Otis mengangkat kepalanya pada wajah Esmera yang terbaring, "Safire?" rasa takut menyerang nya, ia takut jiwa Esmera lah yang kembali merasuki tubuh Esmera bukan jiwa Safire.


Alex ikut mendekat, meskipun ia ingin Safire yang masuk kembali ke tubuh Esmera tapi hati kecilnya berharap Esmera akan kembali.


Mata wanita yang terbaring di atas ranjang itu dengan perlahan terbuka, menyesuaikan pikiran dan penglihatan nya.

__ADS_1


Apa yang terjadi, ini kamar ku di Istana ? Apa aku tidak berada di dalam Apartemen ku lagi? Aku ingat kepalaku terbentur karena memberontak dari Morgan, apa jiwaku terlempar lagi ke masa lalu? Safire menyesuaikan pikiran nya. Lalu ia menoleh pada orang di samping nya, Otis!


"Otis..." lirihnya.


"Ini kamu, ini kamu Safire! Aku tau kamu akan kembali!" Pangeran Otis bangun lalu memeluk tubuh Esmera dengan jiwa Safire.


Jadi aku yang kembali ke masa lalu, apa jiwa Esmera masih terjebak di masa depan? Bagaimana dengan nya? Bagaimana Esmera akan bersikap menghadapi Morgan? Atau... apa aku mati saat kepalaku terbentur tadi, lalu kemana jiwa Esmera? Pikiran Safire masih berkecamuk memikirkan Esmera.


Saat masih memikirkan semuanya, tubuhnya tiba - tiba melayang, Pangeran Otis menggendong nya. "Otis!" kagetnya.


"Aku tak ingin kehilanganmu lagi, lihatlah... bahkan kamu kembali. Aku akan meminta restu pada Ayah," ujar Pangeran Otis semangat.


"Tanyakan lah," sahut Pangeran Otis.


"Apa kamu kembali ke masa depan?" tanya Alex pada Safire.

__ADS_1


"Ya, apa kamu ingin tau tentang Esmera. Aku tau dia tidak kembali pada tubuhnya kan, saat jiwaku pergi. Benar?"


"Ya, setelah kamu tak sadarkan diri karena terluka saat akan menemui Paman. Tubuh Esmera tak bangun, aku kira... aku kira Esmera akan masuk ke tubuhnya lagi saat jiwamu keluar. Namun, setelah menunggu beberapa minggu ini tetap saja tubuh Esmera tak bergerak," ada kesedihan dalam suara Alex, dia benar - benar banyak berharap setidaknya Esmera datang sebentar agar ia bisa meminta maaf pada wanita itu.


"Alex, maaf. Aku memang bertemu roh Esmera di masa depan, dia memang tidak bisa kembali kesini ke dalam tubuhnya lagi. Aku tidak tau kenapa, tapi aku dengan egois meminta padanya jika diantara kami harus kembali kesini aku memohon biarkan aku yang kembali karena aku sangat mencintai Otis dan ingin bersamanya. Esmera mengatakan dia sangat merindukanmu, Alex."


"Hhhhh..." Alex menggenggam jantung nya yang terasa sakit, kesempatan untuk bertemu sebentar saja dengan Esmera pupus sudah. Kini, dia benar - benar sudah kehilangan Esmera selamanya. "Sakit..." lirihnya seraya berjalan keluar kamar.


"Kasihan Alex, kasihan Esmera. Sekarang ketika mereka sudah sama - sama ada rasa, tapi ruang dan waktu yang memisahkan mereka," ujar Safire menatap kepala menunduk menyedihkan Alex keluar dari kamar.


"Jadi kita harus bersyukur bukan, karena akhirnya kita disatukan dalam dunia yang sama. Jangan sia - siakan semua ini, meskipun semua orang akan melawan kita ayo hadapi bersama," timpal Pangeran Otis.


Safire mengangguk, "Aku akan melawan Kakek Kaisar demi kamu."


Keduanya tertawa lalu keluar dari kamar untuk menemui Kaisar.

__ADS_1


Pangeran Otis memangku tubuh Safire yang baru tersadar itu masuk ke ruang khusus tamu Kaisar karena Pengawal Albian mengatakan Kaisar berada disana. Baru saja Otis mengayunkan kakinya masuk ke dalam ruangan, ia mendengar sang Kaisar mengatakan pada Duke Vitto akan menikahkan nya dengan Safire.


Safire dan Pangeran Otis saling bertatapan, ternyata mereka tak perlu melawan sang Kaisar lagi. Kini... meskipun seluruh dunia mencemooh hubungan mereka, mereka tidak akan berpisah lagi.


__ADS_2