
...All, yang bingung baca bab ini. Kita sama, cos aku yang nulis juga puyeng... 🤣🤣🤣...
Bab.50
Alex menatap Safire dengan tatapan dan pandangan baru, ia tak menyangka karena tindakan kejam nya dia kehilangan Esmera.
"Apa itu yang dikhawatirkan Kakek? Jika tiba - tiba kamu bertukar jiwa kembali dengan Esmera?"
"Hm," Safire mengangguk.
"Apa menurutmu di duniamu Esmera sudah memaafkan aku?" tanya Alex lagi.
"Entahlah..."
__ADS_1
"Apa aku juga harus mati untuk menyusul Esmera untuk meminta ampunan padanya?" lirih Alex.
"Jangan gila, Alex. Aku yakin Esmera ingin kamu hidup bahagia disini, meskipun otaknya licik tapi dia wanita yang baik. Hanya karena cintanya padamu, dia menjadi wanita picik." Sahut Safire.
"Aku yang bodoh..."
"Tentu saja kau bodoh." Safire menjauh dari Alex, mendekati Daniel yang sibuk kembali membuat denah.
"Ah ya Daniel... aku berterima kasih kamu menuliskan bahan - bahan obat yang terkandung di dalam pil toxax. Aku mengenali beberapa bahan nya, bukankah bahan - bahan yang terkandung itu beberapa bahan yang sedang aku teliti untuk obat virus? Aku hanya kekurangan beberapa bahan utama, saat seseorang meneleponku jika dia mengetahui bahan obat paling utama, saat itu lah aku kecelakaan. Apa ada kabar tentang kecelakaan ku?"
"Apa saja bahan utamanya, pasti tertulis bukan ?"
"Ya, itu tertulis. Bahan utamanya adalah jamur shitake, juga dikenal dengan nama Jamur hitam China karena memang berasal dari daratan Tiongkok dan sudah dibudidayakan sejak 1.000 tahun." Jawab Daniel.
__ADS_1
"Jadi Jamur shitake... jamur yang memiliki kandungan polisakarida tinggi. Senyawa di dalamnya melindungi sel-sel dari kerusakan, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan produksi sel darah putih untuk melawan mikroba. Polisakarida memiliki sifat antiinflamasi, juga memiliki efek antikanker. Jamur ini memang sangat berkhasiat." Ujar Safire.
"Tunggu! Aku mengetahui obatnya darimu Daniel! Apa kamu dikirim kesini oleh Tuhan dan dipertemukan denganku untuk memberitahuku kandungan bahan obat virus? Daniel...!!!" teriak Safire terkejut dengan pemikirannya.
"Maksud Anda, aku lah yang memberitahu bahan utama untuk virus? Tapi di abad -20, aku tau bahan itu dari yang Anda tulis." Daniel kebingungan.
"Itu benar, jadi aku tau obat ini dari kamu yang datang dari masa depan 2 tahun setelah obat ditemukan. Lalu, apakah aku kembali ke tubuh asliku dengan membawa pengetahuan tentang bahan utama obat ini dan membuat obat nya di duniaku?" kebingungan menguasai pikiran Safire, terus memikirkan jawaban hal-hal yang diluar nalarnya.
Alex hanya terdiam, dia tak mengerti apapun yang diobrolkan. Pikiran nya terus melayang pada Esmera di dunia sana yang Safire bicarakan.
Apakah akan ada kesempatan aku menemui Esmera? Tuhan... walaupun dalam mimpi biarkan aku bertemu Esmera kembali. Doa Alex dalam hati.
Seminggu kemudian, berita pernikahan Pangeran Otis dan Zabrina menggemparkan Istana. Kaisar mengumumkan pernikahan akan diadakan 3 hari lagi di dalam Istana, begitu mendadak.
__ADS_1
Malam itu Safire berdiri di jendela kamarnya, menunggu suara Otis yang memanggil dari bawah sana. Namun, setelah pertengkaran mereka malam itu sudah tak ada lagi panggilan lelaki itu padanya.
"Jangan menangis, Safire. Relakan dia, dunia kalian memang berbeda. Kegelisahan dan ketakutanmu akan kembali ke masa depan itu memang benar, biarkan Otis hidup disini dengan wanita yang akan selalu bersamanya." Gumam Safire merangkul tubuhnya sendiri.