The Queen Is Doctor Transmigration

The Queen Is Doctor Transmigration
Bab - 37 Jangan Mengumbar Hubungan.


__ADS_3

Bab.37


Suasana di meja makan pagi itu terasa canggung, Safire ingin duduk di samping Pangeran Otis namun merasa itu salah jika para pelayan melihat mereka. Tetapi jika duduk di samping Alex itu akan memancing kecemburuan Pangeran Otis. Sebenarnya Safire menyarankan pada Pangeran Otis agar makan sambil berbaring di kamar tetapi lelaki itu tetap ingin makan bersama Alex diluar.


"Alex, pindah lah duduk di kursi samping kiri."


Alex tak mengerti apa yang di inginkan Safire, tapi lelaki dengan wajah yang lebih segar pagi itu menurut dan bangkit dari tempat duduknya di kursi utama di bagian tengah berpindah duduk ke samping kiri.


"Paman kecil, duduklah di sampang kanan." Safire membantu Pangeran Otis duduk dengan perlahan.


"Nah! Ayo makan! Aku akan duduk di kursi utama diantara kalian berdua, adil 'kan!" ucap safire seraya mendudukkan tubuh nya di kursi utama dengan puas.


Alex menoleh menatap sang Paman, Pangeran Otis pun melakukan hal yang sama. Mereka berdua saling menatap, namun tak ada senyuman. Alex yang masih dalam tahap penerimaan tetapi belum bisa sepenuhnya rela dan Otis dengan sikapnya yang juga masih belum percaya Alex yang sudah melepas Safire alhasil keduanya masih saling menatap tajam.


Brakkk !!


Kedua lelaki yang saling bersitatap tajam itu melonjak kaget. Kepala mereka berdua berputar ke arah Safire.


"Kalau kalian berdua, Paman dan Keponakan masih saling menatap seperti itu... aku akan mogok makan dan tak akan bicara dengan kalian lagi!" Safire berwajah tegas, dia ingin kedua lelaki itu dekat lagi seperti dulu.


"Ayo makan, aku akan menurutimu. Jangan marah, ya..." Pangeran Otis mengelus tangan Safire yang menggebrak meja dengan lembut.

__ADS_1


"Aku akan bersikap normal kalau kalian tidak bermesraan di depan ku, hatiku masih dalam pengobatan akan butuh lama untuk sembuh," ujar Alex menekankan kata - katanya. "Satu lagi, jangan mengumbar hubungan kalian jika tidak ingin menggemparkan Istana. Hubungan kalian berdua dari segi manapun itu sangat terlarang, hal ini sangat tabu."


Safire melepaskan tangan nya dari Otis, "Alex benar, aku tidak ingin nantinya kamu terkena hukuman."


"Aku tak perduli, aku sudah bilang padamu akan menerjang apapun demi kamu," ucap Pangeran Otis tegas tak ada keraguan sedikit pun dari suaranya.


"Hhhhh..." Alex menghembuskan nafasnya kasar.


"Pangeran Otis, bagaimana kalau kita menuruti ucapan Alex. Jika kami sudah resmi mengumumkan pembatalan pernikahan kami, baru kita bisa memperlihatkan hubungan kita dan seperti yang kamu katakan... kita akan menerjang semuanya bersama."


Pangeran Otis menghela nafas pelan akhirnya mengangguk, "Baiklah. Sekarang, mari mulai makan."


Oke! Situasi aman, sepertinya mereka tidak akan saling menyerang seperti semalam lagi! Safire sedikit lega.


"Setelah sarapan aku harus kembali ke Istana, Kakek Kaisar memang sudah lebih baik tapi aku harus tetap mengontrol makanan. Harus memeriksa Pangeran Yaron juga--"


"Pangeran Alex...!!!"


Perkataan Safire terpotong teriakan seorang pengawal yang menyerbu masuk ke ruang makan.


"Ada apa?"

__ADS_1


"Kaisar sudah menerima pesan dari Anda jika Putri Esmera dan Pangeran Otis sedang bersama Anda disini, namun... pesan dari Istana juga datang. Kaisar menitahkan Putri Esmera untuk datang ke kediaman Pangeran Levon."


"Kenapa?"


"Semalam ada yang menyerang Pangeran Levon, Pangeran terluka sangat parah dan sudah meminum pil toxax untuk menghentikan pendarahan. Namun sepertinya pengaruh dari pil sudah hilang, Pangeran Levon sedang sekarat."


Alex dan Pangeran Otis seketika berdiri, begitu pun Safire.


"Aku akan pergi!" ujar Safire.


"Itu bahaya, itu kediaman Pangeran Levon ada Putri Abigail disana, aku tak percaya padanya. Aku masih terluka dan tak bisa pergi, kecuali pergi bersamaku kamu boleh pergi," Pangeran Otis melarang.


"Kamu tidak dengar, ini titah dari Kakek Kaisar. Apalagi Pangeran Levon terluka parah, apa kamu ingin keponakan mu itu kenapa-kenapa?!" Safire bersuara keras, dia paling tak bisa mendengar seseorang terluka.


"Paman tidak usah khawatir, istirahatlah. Aku akan pergi bersama Esmera, menjaganya menggantikan mu. Jangan kesal begitu, aku hanya ingin adikku diobati," Alex melihat sang Paman menatapnya kesal.


"Otis, aku dan Alex--"


"Baik, aku mengerti. Aku tidak ingin egois menahan mu disini karena cemburu. Pergilah, hati-hati."


Safire mengangguk, mengelus bahu Pangeran Otis sekilas lalu berjalan pergi keluar diikuti Alex.

__ADS_1


__ADS_2