The Queen Is Doctor Transmigration

The Queen Is Doctor Transmigration
Bab - 54 Aku Akan Menikahkan Esmera Dan Otis.


__ADS_3

Bab.54


Masa Depan, 2030.


Safire sedang mendengarkan cerita Morgan tentang penangkapan para pembuat virus dengan setengah berbaring di atas ranjang rawat, tetapi obat untuk virus tak bisa Morgan dapatkan. Ternyata benar perkataan Daniel, Morgan berhasil menangkap para penjahat itu, dan belum menemukan obat nya.


"Aku sudah tau bahan utama untuk obat, aku minta pen dan kertas. Kirim pesanku langsung pada wakil ku di tim peneliti, kamu harus mengantarnya langsung Morgan." Ujar Safire.


"Bukankah tinggal mengirim e-mail?" tanya Morgan.


"E-mail? Ah! Aku lupa disini sudah serba praktis. Namun, aku ingin tetap mengirim dengan surat."


" Tapi, aku masih banyak pertanyaan." Morgan heran karena selama beberapa hari setelah terbangun dari koma Safire masih belum mengingat apapun, tetapi kini bahkan Safire lancar bicara menanyakan tentang virus dan bahkan mengatakan sudah mendapatkan bahan utamanya.


"Aku sudah katakan, jangan terlalu banyak bertanya. Masalah nama - nama yang sering aku panggil atau apapun itu. Morgan, setelah kamu kembali dari lab kita harus bicara." Safire ingin memutuskan hubungan nya dengan Morgan, entah dia akan kembali ke masa lalu atau tetap di hidup di masa depan hatinya sudah tak lagi mencintai Morgan.


Morgan menghela nafas sabar, menghadapi sikap Safire yang semakin berubah dingin padanya. Apa Safire sudah tidak mencintaiku lagi? Kenapa?


Setelah Safire menulis bahan utama untuk obat virus, dengan pikiran berkecamuk Morgan keluar membawa pesan itu menuju Laboratorium tempat penelitian.

__ADS_1


Esoknya Safire keluar dari rumah sakit pergi ke Laboratorium, menunggu bahan utama untuk obat datang. Saat bahan utama datang, ia mulai bekerja dengan semua tim penelitinya. Seminggu kemudian setelah obat berhasil dibuat, Safire mengetes pada pasien yang sudah terjangkit dan 99% berhasil.


Seluruh tim peneliti bersorak gembira dan mengucap syukur, akhirnya obat berhasil ditemukan. Dengan besar - besaran pihak dari Morgan, Kementerian kesehatan membagikan setiap obat ke setiap rumah sakit di pelosok negeri dengan himbauan obat harus diberikan gratis pada setiap penderita yang terjangkit virus. Bahkan obat sudah tersebar ke seluruh negeri di pelosok dunia.


Safire pulang ke Apartemen nya, berjalan masuk dengan lesu setelah bekerja keras selama seminggu merampungkan pembuatan obat dan memeriksa sendiri obat itu tersalurkan dengan baik selama berminggu - minggu. Akhirnya kini tubuhnya tumbang. Ia terbaring di atas ranjang besar nya, memikirkan Otis. "Aku ingin kembali pada nya..." Safire memejamkan mata.


...............


Kerajaan.


Setelah berhari - hari tak sadarkan diri, Pangeran Otis dan Alex sepakat membawa Safire ke Istana. Kini, sudah berminggu - minggu Safire bahkan tak membuka matanya. Cedera karena penyerangan sudah sembuh oleh pengobatan Daniel, namun Safire belum sadarkan diri seolah sedang tidur panjang.


Pangeran Otis menguatkan diri, setelah mendengar cerita tentang Safire dari Alex dia yakin Safire hanya pulang sementara ke dunianya. Meskipun Daniel mengatakan ada kemungkinan Safire menikah dengan Morgan di masa depan, namun hatinya tetap percaya Safire akan kembali padanya.


"Kamu tau, mungkin Ayah sudah bersedia menerima hubungan kita. Bahkan pembatalan pernikahanmu dengan Alex sudah resmi dibatalkan dan diumumkan. Kamu bukan lagi istri Alex." Otis terus menggenggam tangan Safire.


Kaisar berada tak jauh di belakang Pangeran Otis, sudah masuk ruangan sejak tadi tapi tak ingin menganggu putra bungsunya. Bagaimana pun, situasi saat ini adalah kesalahan nya juga. Kaisar menghembuskan nafas panjang, lalu keluar.


Di ruangan khusus tamu Kaisar, Duke Vitto sudah datang. Setelah mencari putrinya berminggu - minggu, dia masih tidak bisa menemukan Zabrina.

__ADS_1


"Salam, Paduka Kaisar," hormat Duke Vitto dengan wajah malu.


"Duduklah."


Keduanya duduk dengan pikiran mereka masing - masing. Duke Vitto yang lebih dulu bicara, "Maaf, Paduka. Saya tidak bisa menemukan putri saya, saya pantas dihukum karena sudah mempermalukan Kerajaan."


"Tentu saja kamu seharusnya dihukum karena tidak bisa mendidik putrimu, namun sekarang aku sadar... Cinta tak bisa dihentikan, bukan?"


"Paduka..."


"Aku menyesal sudah memisahkan dua orang yang saling mencintai, kamu jangan sampai menyesal seperti aku. Saat menemukan putrimu, restui hubungan nya. Mengerti?"


Duke Vitto tertegun, apa ini sebuah perintah?


"Baik, Paduka. Saya akan menuruti perintah Anda."


"Lalu, kamu harus mengangkat seorang putri, itu permintaanku sekaligus hukuman untukmu." Lanjut Kaisar.


"Mengangkat seorang Putri? Saya?"

__ADS_1


"Ya, aku akan mengeluarkan dekrit Kebangsawanan dengan mengeluarkan Esmera dari keturunan Duke Jourell, angkat Esmera menjadi putrimu. Aku akan menikahkan Esmera dengan Otis setelah wanita itu bangun dari tidur panjangnya."


Tarikan nafas terkejut terdengar dari arah pintu masuk, Pangeran Otis sedang memangku tubuh Safire dalam pelukannya dengan mata Safire yang terbuka lebar sudah sadarkan diri. Beberapa menit lalu Safire akhirnya terbangun, dengan euforia Pangeran Otis langsung memangku tubuh Safire untuk segera meminta restu pada Ayah nya. Tak menyangka akan mendengar perkataan sang Ayah yang ingin menikahkan mereka berdua, senyuman lebar terlukis di bibir Pangeran Otis dan Safire.


__ADS_2