The Queen Is Doctor Transmigration

The Queen Is Doctor Transmigration
Bab - 40 Jadi Kekasihku Bisa Cemburu Juga.


__ADS_3

Bab.40


Sepulang dari Istana Safire kembali datang ke kediaman Pangeran Levon untuk mencopot transfusi darah, di awal malam akhirnya Safire baru tiba di kediaman Pangeran Alex.


Saat melihat Safire pulang, Pangeran Otis langsung memeluknya melepaskan kerinduan yang menghimpit dadanya membuat dadanya sesak seharian.


Safire menepuk punggung Pangeran Otis dengan lembut, "Kamu merindukan ku?"


"Sangat... sampai dadaku sesak seperti akan meledak."


"Uchhh Paman kecil kesayanganku, kasihan menungguku seharian. Berbaringlah, aku ingin memeriksa dan mengganti perban mu."


Otis menurut dengan patuh dia duduk di ranjang setengah berbaring tanpa melepaskan genggaman tangan nya dari Safire.


"Aku tidak bisa memeriksa lukamu kalau kamu terus menggenggam tanganku begini," ujar Safire.


Pangeran Otis melepaskan tangan Safire dengan tak rela, "Ceritakan kegiatanmu hari ini."


"Baik, aku akan menceritakan sambil memeriksa lukamu." Safire mulai bercerita dan tangan nya sibuk mengganti perban Pangeran Otis, saat tugasnya selesai Safire pun mengakhiri ceritanya.


"Jadi Alex benar-benar mencekik Putri Abigail? Mmm, kamu pasti senang Alex melakukan nya demi kamu," cemburu kembali menyeruak dalam dada Otis.


"Cemburu lagi, berapa kali aku harus bilang kami hanya sebatas teman. Tidak lebih..." Safire memajukan tubuhnya mencium bibir Pangeran Otis agar kecemburuan lelaki itu mencair.

__ADS_1


"Mm, sepertinya aku harus terus cemburu agar mendapat hadiah ciuman darimu. Khehe..." kekeh Otis.


Safire ikut tertawa. "Sifat bercanda dan santai mu ini yang aku suka, jangan berubah. Mengerti?"


"Ya, Dokter cantik."


"Dan gombalan recehmu ini, aku juga suka. Tak perlu menyanjung atau memujaku dengan mengatakan kecantikanku seperti dewi... itu terlalu tinggi untukku. Aku tak suka pujian berlebihan, cukup seperti ini."


Cup!


Otis mengecup bibir Safire. "Baik."


"Kalian sudah selesai bermesraan nya?" Alex sangat sial, merasa sedang masuk ke kamar pengantin saat melihat kemesraan keduanya yang tidak ingin dia lihat.


"Aku ingin membahas penyerangan Pangeran Levon dengan mu. Paman adalah orang bijaksana dan sering memecahkan masalah di Istana. Aku yakin Paman bisa mendapatkan petunjuk dari cerita yang aku dengar dari para pengawal Pangeran Levon."


"Aku akan pergi keluar, kalian bicaralah." Safire akan berdiri tapi Pangeran Otis menahan tangan nya.


"Disinilah, kamu boleh mendengarkan."


"Aku hanya ingin memeriksa keadaan Cello dan berbincang sebentar dengan anak itu."


"Tapi kamu pasti capek, tidurlah." Ujar Pangeran Otis.

__ADS_1


"Esmera sudah banyak tidur di kereta kuda," timpal Alex.


"Apa Esmera cantik saat tidur?" pancing Otis.


"Sangat cantik, kalau Paman tidak bisa menjaganya aku yakin lelaki lain akan merebutnya dari mu." Ujar Alex sengaja.


Keduanya kembali bersitatap tajam.


"Kalian mulai lagi, baik lanjutkan! Aku tak ingin berada lebih lama lagi disini, terserah kalian ingin saling membunuh atau apapun itu!" kesal Safire segera bangkit dari duduknya dan keluar.


"Ini salahmu!" bentak Otis.


"Paman yang memancingku," Alex mengedikkan bahunya.


"Sudahlah! Ayo bicara tentang penyerang pada Levon." Otis tak ingin memperpanjang lagi.


Selama beberapa hari Safire terus kembali ke kediaman Pangeran Levon, sampai luka Pangeran Otis pun sembuh dan mereka kembali datang dan tinggal di Istana.


Namun, saat Pangeran Otis datang ke Istana ada Lady Zabrina yang sedang menunggu. Wajah Safire seketika buruk, menatap tak suka pada Lady Zabrina.


Pangeran Otis melihat ketidaksukaan Safire, lelaki itu tersenyum.


Jadi kekasihku bisa cemburu juga.

__ADS_1


__ADS_2