
Bab.41
Safire mendekati Lady Zabrina, sudah berusaha merubah wajahnya menjadi lebih tenang. "Salam, Lady Zabrina."
"Salam, Putri Esmera."
"Kenalkan, ini adalah Lady Ziotta, adik kandungku." Lady Zabrina menoleh pada adik perempuan nya. "Beri salam pada Putri Esmera dan Pangeran Otis."
Namun Lady Ziotta malah menunduk dengan sesekali melirik ke arah belakang punggung Pangeran Otis, semua mata menoleh melihat arah tatapan Lady Ziotta ternyata Pangeran Alex baru masuk.
Lady Zabrina yang lebih dulu paham dengan sikap adiknya, Lady Ziotta sudah sejak lama menyukai Pangeran Alex. Setiap malam selalu mengatakan ingin menjadi istri Pangeran Alex meskipun menjadi kedua atau ketiga, adiknya itu tidak perduli.
"Ziotta, jaga sikapmu dan beri salam," tegur Lady Zabrina.
Lady Ziotta tersentak, dia salah tingkah tetapi dengan cepat mengangkat pinggiran gaun nya. "Salam Pangeran Otis, Pangeran Alex, Putri Esmera."
"Salam, Pangeran Alex," timpal Lady Zabrina.
__ADS_1
"Hm. Apa kalian datang untuk bertemu Ratu atau Selir?"
"Apa Anda belum mendengar kabar saya dan Pangeran Otis, kami sudah dipasangkan oleh Paduka Kaisar." Jawab Lady Zabrina.
"Dipasangkan, sudah resmi kah?" kening Alex mengerut menatap tajam sang Paman. Lalu bagaimana dengan Esmera?
"Ya, saya akan menjalani masa pendekatan dengan Pangeran Otis. Benar begitu, Pangeran?" ujar Lady Zabrina menatap penuh arti pada Pangeran Otis.
"Ekmm," Pangeran Otis menatap sebentar ke arah Safire lalu kembali menoleh pada Lady Zabrina. "Ya, kamu benar. Kita dalam masa pendekatan."
Tanpa menoleh pada Pangeran Otis, Safire membalikkan tubuhnya dengan menyentak kakinya saat berjalan menjauh.
Pangeran Otis mengulum bibirnya menahan rasa gelinya melihat Safire cemburu.
Lain lagi dengan Pangeran Alex yang tidak menahu rencana Pangeran Otis dan Lady Zabrina berwajah gelap, ikut emosi karena merasa sang Paman telah mempermainkan Safire.
"Kamu masih tersenyum, Paman. Apa kamu benar-benar akan menjadi pria ba jingan yang akan mempermainkan Esmera?! Jangan salah langkah atau aku akan merebut Esmera kembali darimu!" bisik Alex seraya menatap Lady Zabrina dingin lalu pergi dari sana untuk menyusul.
__ADS_1
Lady Zabrina mendekati Pangeran Otis, berbisik. "Ada apa dengan mereka berdua, kenapa sepertinya marah padaku? Jika Putri Esmera sepertinya cemburu padaku, tapi aku tak punya salah pada Pangeran Alex."
"Keponakan ku itu sedang marah padaku," jawab Pangeran Otis sama berbisiknya.
"Ahhhhh... apa perebutan Putri Esmera sudah terjadi diantara kalian? Namun aku melihat cinta di mata Putri Esmera hanya padamu, apa kalian sudah ke langkah saling mengakui perasaan? Apa ini masa-masa ketegangan menyembunyikan hubungan terlarang kalian? Uhh, akan seru." Lady Zabrina bersemangat.
"Jangan terlalu menjadikan hidupku jadi hiburan, kamu terlalu berlebihan," jawab Pangeran Otis masih saling berbisik.
Dari jauh Safire memperhatikan interaksi keduanya, "Apa mereka benar-benar akan pendekatan? Kenapa mereka dekat sekali, padahal baru satu kali bertemu di pesta malam itu?"
"Kamu bertanya padaku?" tanya Alex dengan nada kesal untuk apa dia harus ikut memperdulikan semua itu.
"Aku bertanya pada diriku sendiri! Puas!" Safire mendelik kesal pada Alex, membalikkan tubuhnya kembali melanjutkan langkahnya menuju kamar Pangeran Yaron.
"Kenapa dia mendelik kesal padaku?! Yang salah disini 'kan Paman!" decak Alex semakin kesal.
Lady Ziotta yang sejak tadi memperhatikan gerak - gerik Pangeran Alex dalam diam melihat wajah Pangeran Alex kesal setelah berbincang dengan istrinya. "Apa mereka sering bertengkar? Aku dengar Pangeran Alex juga menyuruh menghukum Putri Esmera dengan cambukan. Tapi aku tau Pangeran Alex adalah lelaki baik, mungkin Putri Esmera melakukan kesalahan lebih dulu, seperti penjebakan itu," gumam Lady Ziotta yang terdengar oleh dirinya sendiri.
__ADS_1