
Mansion Earl Wales.
Di dalam ruangan Safire duduk di kursi, sedangkan Morgan yang di dalam tubuh Alex berdiri di jendela menatap pekatnya malam diluar sana.
"Jadi kamu Morgan, aku yakin jiwa Alex sekarang berada di dalam tubuhmu. Doa Alex hanya satu, ingin bertemu Esmera untuk meminta maaf. Namun... jika akhirnya apa yang diceritakan Daniel benar tentang kamu dan aku yang menikah dan mempunyai anak, mungkin itu adalah Alex dan Esmera yang memiliki tubuh kita. Apa kamu tidak apa-apa terjebak selamanya disini, Morgan?" Safire sudah tak merasa aneh lagi saat Morgan mengakui dia lah yang berada di tubuh Alex.
"Meskipun keberatan, apa aku bisa kembali sesuai keinginan ku?"
"Entahlah, tapi cobalah menyesuaikan diri dengan dunia baru kita. Sekarang kamu dan aku sudah tidak berada di abad masa depan lagi. Kita tersedot ke masa lalu, kamu akan terbiasa seperti aku." Ujar Safire.
Morgan mengangguk, "Safire... aku kini mengerti kenapa saat kamu siuman dari koma selalu memanggil nama Alex, apa saat itu Esmera yang berada dalam tubuhmu? Dan yang memanggil Otis, apa itu kamu?"
"Ya, benar. Saat aku merasuki tubuhku kembali dan membuat obat virus, roh Esmera keluar dari tubuhku. Sekitar beberapa minggu setelah obat virus selesai disebarkan, Esmera menampakkan dirinya. Kamu ingat saat kamu mabuk dan menyerangku ingin menodaiku, itu waktu aku bertemu roh Esmera."
__ADS_1
Brakkkk!!
"Apa katamu barusan? Dia menyerang mu di dunia sana!" Raja Otis menguping diluar mendengar semua percakapan, ia mendobrak masuk saat mendengar penyerangan Morgan pada istrinya. "Ba jingan!" Raja menarik pakaian Morgan dan bersiap meninjunya.
"Apa yang kamu lakukan?! Kenapa ingin memukul Alex-ku?!!" Ziotta maju menerjang Raja Otis, menarik jubah Raja sampai Raja Otis terjengkang ke belakang. Lalu Ziotta melindungi tubuh Morgan dengan tubuhnya sendiri merentangkan kedua tangan nya menghalangi.
Semua orang yang ikut masuk ke dalam ruangan terkesiap, beraninya Lady Ziotta menyerang seorang Raja.
"Ziotta! Apa yang kamu lakukan?! Beraninya kamu menyerang Raja...!" Duke Vitto berteriak.
Safire tersadar dari rasa terkejutnya mendekati Raja lalu memeluk suaminya. "Suamiku, Ziotta tak sengaja. Kamu tau kan sejak kecil ia menaruh hati pada Alex, jadi tadi itu hanya spontan untuk melindungi pria yang dia sukai. Kamu maklumi saja, ayo kita tidur ini sudah malam."
"Sekali lagi aku meminta maaf, Yang Mulia Raja." Lady Ziotta menunduk memberi hormat lalu menarik tangan Morgan kabur keluar lebih dulu dari ruangan itu.
__ADS_1
"Haha... Ayah. Sepertinya Pangeran Alex sebentar lagi akan menjadi menantumu melihat betapa besar cinta Ziotta padanya." Safire sedikit mengenal sifat Morgan, jika ada yang perhatian dan banyak memberikan cinta maka hati mantan kekasihnya itu akan cepat luluh. Ia yakin Ziotta dapat meluluhkan hati Morgan dengan segala keagresifan adik perempuan nya itu.
"Sudah! Kembalilah ke tempat kalian masing-masing." Raja Otis menghela nafas panjang.
"Kita juga harus istirahat." Safire menarik tangan suaminya keluar dari ruangan menuju kamar mereka yang telah disediakan Earl Wales.
Duke Vitto menggelengkan kepalanya, kenapa putri-putrinya selalu melakukan hal-hal diluar dugaan. Begitu ekspresif dalam bersikap semaunya.
Malam yang hening... di dalam kediaman. Dengan mudah Lady Hadley masuk ke dalam kediaman Earl Wales, langkahnya begitu perlahan menuju kamar tidur Raja dan Ratu. Menyamar sebagai Ratu Safire dengan hipnotis yang menyelubunginya, dengan mudah ia melewati para penjaga. Namun, perempuan jahat itu tidak mengetahui jika ada Duke Vitto dan para veteran bersembunyi di balik hutan yang sejak awal sudah mengetahui kedatangan nya.
"Kalian hajar dan tangkap anak buah perempuan itu! Beraninya dia menghipnotis lagi para pengawal, beraninya ingin macam-macam dengan putriku!" Ujar Duke Vitto.
"Siap!"
__ADS_1
Duke Vitto sengaja membuka kandang Rover agar serigala itu menjaga Safire. "Pergilah Rover! Habisi siapapun yang berniat menyakiti majikanmu."
Rover melolong begitu panjang, lolongan serigala putih di tengah malam itu akan membuat bulu kuduk siapapun meremang saat mendengarnya.