
Bab.55
Masa Depan, 2030.
Flashback sebelum Safire kembali ke masa lalu.
Safire membuka matanya, menatap ruangan kamar nya. "Aku masih disini? Apa Esmera sudah kembali ke masa lalu ke tubuhnya sendiri? Apa Esmera kembali pada Alex atau dengan Otis? Tidak... Esmera tidak mencintai Otis," Safire menggeleng seraya bangun dari baringan nya turun dari ranjang berjalan ke kulkas mencari air dingin.
"Uhukkkk..." Safire tersedak minuman nya. "Esmera!" teriaknya melihat sosok transparan roh wanita dengan gaun abad pertengahan duduk di atas meja pantry menggoyangkan kakinya dengan tangan bersedekap menatap tajam padanya.
"Ya, ini aku! Kamu kembali ke dalam tubuhmu dan aku terlempar keluar! Ini tidak adil! Aku juga ingin kembali ke zaman ku!" kesal roh Esmera.
"Astaga! Sekarang aku bahkan bicara dengan hantu! Tuhan!" Safire mengelus dada nya dengan sabar.
__ADS_1
"Jangan rewel, kamu beruntung masih punya tubuh, Safire! Lihat aku, bergentayangan di duniamu! Bahkan roh-ku tidak diterima di zaman-ku lagi. Apa karena aku wanita jahat?" tiba - tiba wajah roh Esmera bersedih.
"Roh juga bisa menangis?" Safire mendekati roh Esmera.
"Aku merindukan Alex," ujar roh Esmera.
"Alex sudah tau jika yang menempati tubuhmu bukan kamu tapi aku. Alex juga merindukanmu, selalu berkata ingin bertemu denganmu. Dia sangat menyesal setelah tau kamu yang menyelamatkan nya, dia sungguh-sungguh ingin bertemu denganmu." Safire ikut duduk di atas meja pantry di samping roh Esmera.
"Benarkah? Tapi Alex sangat membenciku, dia sangat mencintai Abigail... " Esmera tak percaya.
Roh Esmera menghela nafas seolah dia manusia hidup, "Aku mencintai Alex tapi sekaligus juga membencinya yang sejak awal selalu menganggap aku tak ada. Safire, ini memang salahku. Aku tidak menjadi diriku apa adanya yang biasanya lemah lembut juga periang, aku berubah menjadi licik karena terlalu dibutakan cintaku pada Alex. Aku akui salah karena berubah jadi wanita jahat, aku menyesal."
"Aku ingin memelukmu, tapi sepertinya tidak bisa," ujar Safire.
__ADS_1
"Hehe, kamu sepertinya wanita baik. Saat kita bicara di alam dimensi, aku kira aku akan menghilang jadi aku katakan tubuhku adalah milikmu. Apa kamu menggunakan tubuhku dengan baik?" tanya roh Esmera.
"Tentu, aku menjadi Dokter di duniamu. Aku dan Alex juga sudah seperti teman sekarang. Tak ada lagi benci, tak ada lagi dendam. Kami... bagaimana menyebutnya? Hm, seperti bestie persahabatan antara wanita dan laki - laki." Ujar Safire.
"Jadi kalian tidak bersama sekarang?"
"Tidak, sebenarnya aku... emmm... aku mencintai Paman Alex, Pangeran Otis." Jujur Safire.
"Hah?! Apa maksudmu? Kamu mempunyai hubungan terlarang dengan Paman Alex? Ternyata kamu lebih gila dariku!" roh Esmera melayang menjauh dari tubuh Safire, wajahnya shock.
"Kamu benar, aku wanita gila. Haha... lalu aku menyerah dengan hubungan kami, tapi saat tidak ada kabar darinya hatiku teramat sakit. Dia ditinggal pengantin wanitanya, sejak itu perasaan bersalah dan menyesal menyesakkan dadaku. Aku yang mendorong dia menjauh dariku, aku yang bersalah. Saat mengetahui dimana keberadaan nya, aku tak berpikir panjang kabur lewat jendela kamarku untuk menemui nya. Sayang nya, aku tidak tau bagaimana seramnya di perjalanan sampai ada perampok yang menusukku. Entahlah... kejadian itu terlalu cepat, aku berada di dalam kereta kuda lalu sepersekian detik aku sudah berlumuran darah di atas tanah. Aku masih mempertahankan kesadaranku, tapi tiba-tiba semua gelap dan aku terbangun di rumah sakit bersama Morgan."
"Kamu dan kegilaan mu, Safire. Menerjang bahaya hanya demi laki - laki. Tidak, bukan hanya kamu. Sepertinya kita berdua sama - sama wanita gila karena cinta," roh Esmera menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
Safire hanya tersenyum, itu memang benar. Dia mencintai Otis dengan menggila, bahkan tak ingin memikirkan resiko dan keinginan sang Kaisar lagi. Saat kabur dari Istana, perasaan nya begitu membuncah dan tak ingin kehilangan Otis meskipun akan ditentang oleh Kaisar sekalipun.